NovelToon NovelToon
Pura-pura Buta Untuk Melihat Pengkhianatan Suami Dan Sahabatku

Pura-pura Buta Untuk Melihat Pengkhianatan Suami Dan Sahabatku

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam
Popularitas:2.8k
Nilai: 5
Nama Author: Elwa Zetri

​Riuh derap langkah di koridor kampus hari itu menjadi saksi hangatnya hubungan yang membendung segala keraguan. Di bawah naungan pohon angsana yang menggugurkan bunganya, Amanda duduk bersama Zahra, menatap lembaran tugas akhir yang hampir rampung. Enam tahun bukan waktu yang singkat untuk merajut benang persahabatan. Sejak mengenakan seragam putih-biru di bangku SMP, Zahra selalu menjadi tempat Amanda pulang, berbagi tawa, hingga rahasia terkecil sekalipun. Bagi Amanda, Zahra bukan sekadar teman biasa, melainkan saudara kandung yang tidak terikat oleh darah. Setiap keputusan besar dalam hidup Amanda selalu melewati pertimbangan Zahra, termasuk ketika seorang pria bernama Zidan datang mengisi hatinya dua tahun lalu.

​Zidan adalah sesosok pria berkarisma dengan senyum menenangkan yang berhasil meluluhkan hati Amanda. Selama masa perkuliahan, ketiganya hampir tidak pernah terpisahkan. Di mana ada Amanda dan Zidan, di situ pula ada Zahra. Amanda sering kali merasa menjadi wanita paling

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Elwa Zetri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Retaknya Musuh Bersama

​Sementara itu, di kamar tamu yang kini sunyi dan mencekam, Zidan dan Zahra masih mematung, berusaha mencerna apa yang baru saja terjadi. Lampu neon yang terang benderang seolah menelanjangi tidak hanya tubuh mereka, tetapi juga seluruh kebohongan yang telah mereka susun rapi selama ini.

​Zidan terduduk lemas di tepi ranjang, mencengkeram rambutnya sendiri dengan kedua tangan yang gemetar hebat. Bayangan tatapan mata Amanda yang tajam, dingin, dan penuh kejelasan terus berputar di kepalanya bagai mimpi buruk. Amanda tidak buta. Setiap kata-kata manis, setiap alasan "parfum klien", dan setiap tindakan bodoh yang ia lakukan di depan istrinya ternyata disaksikan secara utuh.

​"Mas... gimana ini, Mas?" tangis Zahra pecah, suaranya melengking penuh kepanikan sembari meremas selimut yang menutupi tubuhnya. Wajahnya pucat pasi. "Dia tidak buta, Mas! Dia merekam kita! Gimana kalau video itu tersebar? Gimana dengan keluargaku, pekerjaanku, nama baikku?!"

​"Diam, Zahra! Diam!" bentak Zidan dengan suara serak, frustrasi meluap dari dadanya. Ia berdiri terhuyung-huyung, berjalan bolak-balik di kamar yang kini terasa seperti penjara. "Kamu pikir aku tidak takut?! Amanda membawa pengacara dan saksi! Dia tahu semuanya!"

​Zidan melempar pandangannya ke sudut atas dinding, ke arah kisi-kisi AC di mana Amanda dan Arya meletakkan kamera pengawas. Rasa dingin menjalar dari tengkuk hingga ke seluruh tubuhnya saat menyadari bahwa seluruh detik kemesraan haram mereka, percakapan mereka, hingga tawa ejekan mereka selama berhari-hari telah tersimpan rapi di tangan kuasa hukum Amanda.

​Zahra merangkak mendekati Zidan, mencengkeram lengan pria itu dengan raut wajah memohon. "Mas, kamu harus bertanggung jawab! Kamu harus bicara lagi dengan Amanda, minta dia cabut laporannya! Aku tidak mau dipenjara, Mas!"

​Zidan menepis tangan Zahra dengan kasar, menatap wanita simpanannya itu dengan sorot mata yang kini dipenuhi penyesalan dan kemarahan. "Bicara apa lagi?! Kamu tidak lihat tadi bagaimana dia menepis tanganku?! Dia sudah mati rasa, Zahra! Kita habis... kita benar-benar habis!"

​Malam yang tadinya mereka bayangkan penuh kejayaan atas penderitaan Amanda, kini resmi berubah menjadi awal dari kehancuran total bagi Zidan dan Zahra. Di dalam rumah yang mendadak terasa asing dan dingin itu, mereka berdua mulai menyadari bahwa besok pagi, hukum dan pembalasan dendam Amanda siap meruntuhkan hidup mereka tanpa sisa.

​"Sekarang pulanglah, Zahra!" bentak Zidan, suaranya naik satu oktav menembus heningnya kamar tamu. Wajahnya merah padam dipenuhi ketakutan dan frustrasi yang membuncah. Ia menyambar pakaian Zahra yang berserakan di lantai, lalu melemparnya kasar ke pangkuan wanita itu.

​Zahra membelalak tak percaya. Ia memeluk baju-bajunya ke dada, menatap Zidan dengan raut wajah syok dan terhina.

​"Kamu mengusirku?!" pekik Zahra, suaranya bergetar menahan tangis yang berganti jadi amarah. "Di saat seperti ini kamu malah mengusirku, Mas?! Ini juga salahmu! Kamu yang meyakinkanku kalau Amanda buta total dan kita aman di rumah ini!"

​"Kalau kamu tidak keluyuran masuk ke kamar ini malam-malam, kita tidak akan tertangkap basah, Zahra!" balas Zidan tak mau kalah. Kepanikannya mengubah rasa cinta haram itu menjadi rasa benci yang instan. "Lihat dampaknya sekarang! Amanda pergi membawa pengacara dan saksi! Rumah tangga dan karierku di ujung tanduk, dan kamu masih mau berdebat di sini?!"

​"Ooh... jadi sekarang kamu mau melimpahkan semua kesalahan padaku?!" Zahra bangkit berdiri dengan emosi membumbung tinggi, tergesa-gesa mengenakan pakaiannya sembari menunjuk wajah Zidan dengan jari gemetar. "Jangan lupa, Zidan! Kalau aku hancur, kamu juga harus ikut hancur! Aku punya semua bukti percakapan kita!"

​"Pergi, Zahra! Pergi sebelum aku benar-benar hilang kendali!" usir Zidan seraya mendorong tubuh Zahra keluar dari kamar tamu menuju pintu depan.

​Tanpa sempat merapikan riasan wajahnya yang luntur oleh air mata dan ketakutan, Zahra melangkah keluar dari rumah itu dengan perasaan campur aduk—marah, takut, dan terhina. Pintu depan dihempaskan keras oleh Zidan dari dalam, menciptakan dentuman nyaring yang menandai akhir dari persekutuan jahat mereka.

​Dua orang yang tadinya tertawa bersama di atas penderitaan Amanda, kini mulai saling cakar dan menghancurkan satu sama lain demi menyelamatkan diri masing-masing.

1
sunaryati jarum
Nah emak suka cerita seperti ini pengkhianat dan pelakor ditindak
Dian Yuliana
kok kasus inaroh dan suami siri nya kagak di hukum ya....gantung GK ada kelanjutannya 🤣🤣
gaby: Inaroh pny bekingan pejabat ka. Dia itu pelacur syari, bukan si If doang. Sblm sama If dia itu bookingan pejabat & kepolisian, makanya kebal hukum. Tp walau kebal hukum, nama baiknya sdh cukup merusak beberapa pintu rejekinya.
total 1 replies
Ariany Sudjana
satu tahun itu sebentar, belum nanti remisi kalau kelakuan baik, paling juga hanya 10 bulan di penjara
Ryuu
oh iya kue jatuh depan kamar
Ryuu
kenapa harus nikah klo emg ga cinta
Ade Chubi
jangan lama lama untuk melakukan balas dendam nya Thor
Ade Chubi
cerita nya bagus menguras emosi
Ade Chubi
mampir kak othor
Waaaaaa_: hallo makasih sudah mampir
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!