Karena penghianatan sang kekasih bersama adiknya, Nadia pergi dari rumah. Pernikahan yang ia impikan hancur seketika. Ia begitu kecewa pada penghianatan kedua orang yang dikasihinya.
Akankah Nadia menemukan kebahagiaan nya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ika Santika, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 29 Nadia melahirkan
Satu bulan kemudian.
"Ahh, Al. Perutku sakit sekali" ucap ucap Nadia seketika bangun dari tidurnya.
Al pun terbangun karena ringisan Nadia.
"Ada apa, honey? apa sudah waktunya melahirkan?" ucap Al khawatir.
"Sepertinya begitu, emhh" ucap Nadia.
"Baiklah, bertahanlah. Ayo kita ke rumah sakit sekarang" ucap Al.
"Hemm" ucap Nadia.
Al pun menghubungi supirnya untuk menyiapkan mobil.
"Danu, tolong siapkan mobilku. Kita akan ke rumah sakit" ucap Al.
"Baik, tuan" ucap Danu.
"Ayo, honey" ucap Al menggendong Nadia dan menaruhnya di kursi roda.
Ia pun mendorong kursi roda istrinya perlahan.
Supir pun membukakan pintu mobil dan menutupnya. Mereka pun melaju dengan kecepatan penuh menuju ruang sakit. Untung saja saat larut malam seperti ini, jalanan sedikit lengang.
"Al, emh, ahh, aku tidak tahan lagi" ucap Nadia, ia merasakan ketuban nya telah pecah.
"Bersabarlah, honey. Sebentar lagi sampai. Atur nafasmu" ucap Al berusaha tenang dengan muka pucatnya.
"Danu, cepatlah. Istriku akan melahirkan" ucap Al memerintah.
Danu tidak menjawab. Ia hanya melakukan tugasnya dengan mempercepat laju mobilnya.
Tak lama kemudian mereka sampai di rumah sakit. Satpam rumah sakit pun membukakan pintu.
"Tolong siapkan kursi roda, dan panggil perawat dan dokter. Istriku akan melahirkan" ucap Al cepat.
"Baik, tuan" ucap satpam.
Satpam, pun dengan cepat berlari dan membawa kursi roda dengan beberapa perawat.
Mereka pun langsung turun dan beberapa suster mendorong kursi roda nya dan membawa ke ruangan bersalin.
Dokter langsung memeriksa pembukaan Nadia.
"Pembukaan nya hampir lengkap sus, persiapkan semuanya" ucap dokter.
"Baik, dok" ucap perawat.
Mereka pun langsung bersiap siap dengan mempersiapkan alat-alat dan pakaian khusus.
"Silahkan pakai baju khusus terlebih dahulu tuan" ucap perawat, menyerahkan baju khusus.
Al pun menurut, setelah berpakaian ia pun mendekati Nadia dan menggenggam tangannya.
"Honey, bertahanlah. Kamu pasti bisa" ucap Al.
"Hemm" ucap Nadia mengangguk.
"cup" Al mengecup kening Nadia.
"Baik, Bu. Pembukaan nya telah lengkap. Ikuti instruksi saya ya,Bu" ucap Dokter.
"Hemm" ucap Nadia.
"Tarik nafas dan keluarkan. Tarik nafas dan Mengedan, Bu" ucap dokter.
"eeee" ucap Nadia.
"Sekali lagi,Bu" ucap ada dokter.
"Eeeeeeee. oek oek oek" Nadia Mengedan dan lahirlah bayi pertama mereka.
"Selamat Bu, bayi pertama laki laki" ucap Dokter dan menyerahkan nya pada suster.
"Ah, dok. Sepertinya satu lagi ingin keluar" ucap Nadia.
"Baik Bu. Tarik nafas dan keluarkan. Mengedan, Bu" ucap Dokter.
"Huh huh. eeee" ucap Nadia.
"Sekali lagi, Bu" ucap dokter.
"Huh huh.. eeeeeeee" ucap Nadia.
"Oek oek oek" tangisan bayi kedua.
"Alhamdulillah. Kau berhasil, honey" ucap Al mencium kening Nadia.
"Terima kasih, honey" ucap Al lagi dengan meneteskan air mata bahagia.
"Huh huh huh" Nadia hanya mengatur nafas nya yang terengah-engah. Ia pun juga meneteskan air matanya penuh haru.
"Selamat, Bu. Bayi kedua anda Perempuan" ucap dokter tersenyum dan menyerahkan nya pada suster untuk dibersihkan.
Lahirlah 2 bayi laki-laki dan perempuan mungil. Kedua bayinya di bersihkan suster. Dan membersihkan ibu bersalin dari persalinan nya.
Nadia di bawa ke ruang perawatan setelah di bersihkan. Sedangkan para bayi di bawa ke kamar bayi terlebih dahulu.
"Mari pa. Ikut kami untuk meng'adzanin kedua bayi" ucap suster.
"Baik sus. Sebentar saya pamit dulu" ucap Al.
"Honey, beristirahat lah. Kau pasti lelah. Aku pergi ke kamar bayi kita" ucap Al lembut.
"Hemm" ucap Nadia yang masih lemah.
Al pun mengikuti sister ke kamar bayi. Sedangkan Nadia pun beristirahat dengan tidur.
Setelah meng'adzanin kedua bayinya. Al langsung menghubungi Samuel, untuk memberitahukan kabar bahwa istrinya telah melahirkan dengan selamat. Ia diminta memberi tahu seluruh keluarga besar Barayev dan Wijaya.
🌸🌸🌸
Selamat membaca readers 💙
Jangan lupa like, komen n vote ya 💙
Jadikan novel ini favorit kamu 💙
Please Like 👍