NovelToon NovelToon
Ibu Susu Anak CEO Arogan

Ibu Susu Anak CEO Arogan

Status: tamat
Genre:Ibu Pengganti / Ibu susu / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:394.8k
Nilai: 5
Nama Author: ntaamelia

Suaminya ketahuan selingkuh dan anak yang dikandungnya meninggal adalah petaka yang paling menyedihkan sepanjang hidup Belcia. Namun, di saat yang bersamaan ada seorang bayi perempuan yang mengira dia adalah ibunya, karena mereka memiliki bentuk rambut yang sama.

Perjalanan hidup Belcia yang penuh ketegangan pun dimulai, di mana ia menjadi sasaran kebencian. Namun, Belcia tak memutuskan tekadnya, menjadi ibu susu bagi bayi perempuan yang membuatnya jatuh cinta pada pandangan pertama.

Penasaran dengan kisah Belcia? Ayo kita ikuti di novel ini🤗

Jangan lupa follow author💝
Ig @nitamelia05
FB @Nita Amelia
TT @Ratu Anu👑

Salam Anu 👑

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ntaamelia, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 27. TIDAK

Bugh ... Bugh ... Bugh ....

Suara itu berurutan selagi Sharon memukuli tubuh Arsen—yang berhasil menggagalkan rencananya. Sementara Arsen sendiri berusaha menghalau serangan membabi buta itu dengan menjadikan lengan sebagai tameng, padahal apa salahnya? Bahkan dia saja tidak tahu kalau Sharon ada di kamar bosnya.

"Maafkan saya, Nyonya," ucap Arsen dengan rasa bersalah, terkejut dan campur aduk.

"Argh, sialann!" umpat Sharon sambil terengah-engah, lalu berkacak pinggang, "Kenapa bisa kamu yang masuk sih, ke mana Jasper?!" lanjutnya dengan nada ketus. Niat hati ingin menggoda sang duda, tapi malah si perjaka ting-ting yang melihat pepayanya.

"Tuan ada di ruang kerja, kami masih ada pekerjaan," jawab Arsen apa adanya—tanpa menatap lawan bicaranya, sementara Sharon sudah kesal setengah mati, ingin rasanya dia mencakar wajah Arsen.

"Lihat apa kamu!" sentak Sharon saat menangkap basah Arsen sedang melirik ke arahnya. Mata wanita itu memicing tajam, meskipun terkesan mengobral diri, nyatanya dia hanya mengincar satu orang, yakni Jasper.

"Awas saja kalau kamu berani membicarakan ini di depan Jasper. Ku robek mulutmu!" ancam Sharon sambil menggerakkan tangannya seperti kucing garong. Arsen menciut dan menelan ludahnya dengan susah payah.

Karena rencananya tak berhasil, akhirnya Sharon pun meninggalkan kamar itu sambil menghentak-hentakkan kaki. Sedangkan Arsen langsung mengusap wajahnya dan menghela napas lega. Entah anugerah atau musibah, yang jelas kejadian tadi membuatnya malu sendiri.

"Aku tidak habis pikir bisa-bisanya dia melakukan hal seliar itu."

Arsen berkomentar dengan wajahnya yang pias. Tak ingin membuat sang tuan menunggu lama dan berakhir kena omel, dia pun melanjutkan niatnya untuk mengambil berkas yang diminta oleh Jasper.

"Ini semua gara-gara kamu!" cetus Arsen sambil memukul berkas yang tidak tahu apa-apa. Dia meninggalkan kamar dengan dada yang masih berdebar kencang, dan raut cemas yang ditangkap jelas oleh Jasper.

"Ada apa? Apakah ada sesuatu yang terjadi?" tanya Jasper sambil menelisik wajah asistennya yang tidak seperti biasanya.

Arsen langsung menggelengkan kepala dan tersenyum penuh paksaan.

"Wajahmu tidak bisa bohong!" Jasper menyipitkan mata, dia tahu bahwa sang asisten sedang menyembunyikan sesuatu.

"Maaf, Tuan, saya hanya ingin bilang kalau kamar Anda terasa horor. Saat masuk, saya melihat sesuatu dan membuat saya langsung merinding," papar Arsen, akhirnya mencari alasan. Kening Jasper pun mengernyit, dia jadi berpikir ke mana-mana.

'Apakah Maureen jadi hantu?' gumamnya dengan pemikiran yang sangat konyol.

****

Malam harinya.

Belcia sedang berusaha menidurkan Leticia, namun tiba-tiba pintu kamar terbuka dan membuat Leticia yang sedang menyusu langsung melepaskan pucuk dadaa Belcia.

"Papah!" panggil Leticia seraya menoleh ke arah pintu. Belcia yang tidak memprediksi bahwa pria itu akan datang langsung menutup dadanya, begitu juga dengan Jasper yang menghentikan langkah dan berusaha menutup mata.

"Astaga, aku lupa," ujarnya dengan salah tingkah.

Belcia berdecak kecil dan menahan diri untuk tidak emosi. Kemudian menarik tubuh Leticia yang tiba-tiba sudah merangkak dan ingin turun dari ranjang.

"Leticia Sayang, kamu masih mau menyusu tidak?" tanya Belcia sehingga membuat bayi itu berhenti dan duduk menghadap Belcia.

"Nyehhh," jawabnya dengan bersemangat dia kembali ke sisi Belcia. Wanita itu membalik badan dan kembali menyusui bayi itu. Dia pikir Jasper akan memahami situasi dan bergegas pergi, nyatanya pria yang sudah membawa bantal dan guling itu malah berbaring di sofa.

Belcia melirik sekilas, dan pemandangan itu sukses membuatnya bertanya-tanya.

"Kenapa malah santai-santai di sana? Dan untuk apa dia bawa bantal segala?" gumam Belcia, fokusnya teralihkan karena tangan mungil Leticia tiba-tiba membungkam mulutnya. Belcia pun melirik ke bawah.

"Ada apa, Sayang?" tanya Belcia sambil menatap lekat. Memperhatikan Leticia yang menghisap dadanya dengan kuat dan menunjukkan tatapan polos.

Jasper yang mendengar itu akhirnya menatap ke arah ranjang. Dia berusaha menyimak, apa yang sedang Belcia bicarakan dengan putrinya.

"Mulai sekarang aku akan tidur di sini!" serunya dari belakang punggung Belcia, seakan tengah menjelaskan rasa penasaran wanita itu.

Namun, semua itu bukan urusan Belcia, toh jika Jasper ingin tidur di kamar pelayan sekalipun, sah-sah saja!

"Silahkan, kenapa harus info pada saya? Ini kan kamar Leticia, putri Anda!" tegas Belcia sambil menepuk-nepuk pantat Leticia yang mulai terlelap.

'Sial, dia selalu saja ketus.' batin Jasper yang tidak berkaca diri. Padahal sendirinya pun suka marah-marah tidak jelas dan membuat semua orang kesal.

"Aku memberitahu supaya kamu memahami situasi. Aku akan tidur di sofa, kamu di ranjang, dan Leticia di box bayinya," balas Jasper sambil melipat kedua tangannya. Dia melakukan ini karena teringat dengan ucapan Arsen—kalau di kamarnya memiliki aura horor. Alhasil dia jadi merinding sendiri.

Belcia mengerutkan dahinya. Apa maksud Jasper? Mereka akan satu kamar? Begitu?

"Saya kurang setuju, Tuan. Setelah saya tidurkan Leticia saya akan kembali ke kamar saya sendiri, tapi jika Leticia merengek dan Anda tidak bisa diajak kerja sama, saya akan bawa Leticia ke kamar saya," ujar Belcia, yang membuat pupil mata Jasper membesar. Artinya sama saja, dia tetap sendirian.

"TIDAK!" tegasnya dengan intonasi suara yang tinggi hingga mengagetkan Leticia.

"Apa maksudnya tidak?" tanya Belcia yang tidak mengerti dengan perkataan Jasper.

"Tidak ya tidak!" jawab pria itu dengan gagap dan mata yang melirik ke sana kemari, tak bisa menjelaskan dengan detail.

Di tempatnya Belcia geleng-geleng kepala, malas untuk meladeni Jasper yang tidak jelas.

****

"Jas, apakah hari ini kamu pulang seperti biasa?" tanya Sharon saat mengiringi Jasper yang hendak pergi ke kantor.

"Hem, kenapa memangnya?" Jasper balik bertanya dengan tatapan curiga. Namun, Sharon hanya tersenyum malu dan menggerakan badannya dengan centil.

"Aku hanya ingin menyambutmu," jawabnya, kemudian tatapannya secara tak sengaja beradu dengan netra milik Arsen yang sedang membukakan pintu mobil, sontak senyumnya pun langsung menghilang dan berubah masam.

Bibir Sharon mengernyit, matanya seakan berseru. 'Apa kau lihat-lihat, mau kucabik hah?!'

Arsen yang masih merasa canggung langsung menundukkan kepala. Dan pemandangan itu disadari oleh Jasper, dia menatap Sharon dan Arsen secara bergantian.

'Ada apa dengan dua orang ini?'

1
Deww_17
mampir thorr, ini anaknya Bee sama Biance yaa😍
Maulidza (Icha)
Bagus
Deistya Nur
keren, sukses dan semangat terus ka 👍💪
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Manisnya Jas melebihi gula Biang.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
ga tau ijab qabulnya tau² sudah pesta anniversary saja Thor... pasti Cua mau punya adik tuh🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Iya lah Jiwa sabarnya sudah minggat jadi naga kalau sudah jiwa emak²nya keluar Jas... namanya juga pereempuan.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Nah kaann bener ga tau tempat bucinnya Jasper... untung yang ada di situ ga sampe ileran dan tersedak.🤣🤣🤣
tapi baguslah terus usaha Jas, sampe halal.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Uhuuuyyyy... Es batu sudah cair awas meluber tumpah kemana² bucinnya ga bakal tau tempat kayaknya.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
hmmm akhirnya pecah b1sul juga ya Jasper.🤭🤭
ploongng karna sudah berani utarain perasaan kamu pada Bel.👍
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
pura² sakit demi dapat perhatian dari Bel, dasaaarr tuan arogan grngsiannya sampe kemana sihh.. malu bangeet kalau jatuh langsung gedebuukk sampe ke udel².🤣🤣🤣
tinggal ngaku saja Jasper ga perlu gengsi kalau suka.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Diihhh... para siluman Iri... karna ga bisa bersaing dengan Belcia.🤣🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
tiap baca novel kebanyakan pasti ada adegan pemeran tokoh perempuannya jatuh terus di tangkap sama pemeran laki²nya, pandang²an dan akhirnya pas sadar saling gugup... hadeuuhh jadi hapal banget aku.🤭🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
berasa korban dan egois banget Sharon padahal Marteen sebagai adik laki² baik dan mengalah terus tapi susah kalau orang sudah obsesi butuh hal yang membuatnya sadar
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Laahh iya lah Belcia datang buat Jasper karna ada Leticia jadi buat apa juga Bel datang cuma buat kamu yang tukang selingkuh.. apa lagi sudah Celap celup kayak teh celup.🤣🤣
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
syukurin kena batunya sendiri kaann..
tinggal menunggu nyonya Bliss dan Sharon yang belum kena.🤭
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
paling kerjaan si tuan Bliss dan istrinya supaya Belcia dipersalahkan
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
aneh masa kamar ga di kunci buat seorang Pengusaha dan asisten, padahal mereka katanya bukan orang sembarangan otomatis keamanan diri itu penting biar ga jadi tindak kejahatan atau seseorang yang akan berbuat menjatuhkan, laahh ini kayak biasa saja siapa pun bebas bisa masuk... kalaupun bolak balik kaann bisa minta usahain kunci cadangan pada yang punya tempat.🤔
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
sudahlah Bel tinggalkan saja Leticia dan kamu kembali aktifitasmu biarkan si arogan yang pusing mengurus anaknya sendiri dari pada kamu di sana juga di salahkan terus.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
udah biarin saja Bel, jangan ngajuin diri sebelum Jasper yang ngajak karna dia bisa besar kepala kalau kamu yang duluan mau ikut... sekali² biar dia turunin tuh gengsi dan arogannya.
🤎𝙏𝙚́𝙩𝙚̇𝙝 𝙎𝙪𝙣𝙙@✿︎シ︎
Cindy selingkuhannya si Ronan rupanya... tapi Belcia ga sadar dan ga tau.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!