Seorang Dokter Jenius terlahir kembali menjadi Yang Yang, seorang gadis kecil 7 tahun yang sangat lucu, Menjadi kesayangan Ayah CEO yang dingin dan Kakak yang sangat jenius. Kemampuan medis yang dimilikinya dapat menyembuhkan Keluarganya dan orang-orang disekitarnya. Yang Yang selalu menjadi kebanggaan keluarga. Sementara itu ibu tiri dan saudari tirinya yang selalu berniat jahat kepada Yang Yang selalu gagal.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rahmawati18, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 18
Yuni si Nenek Tua itu semakin kesal. Ia tidak terima kalau putri dan cucunya ditindas oleh keluarga Pratama.
"Oiya, Xiao kenapa kamu ngotot sekali menyuruh Lu Xie untuk cerai dari Dimas? Apa kamu mau anakku menjadi janda sepertimu? Apa kamu mau semua wanita di dunia ini bercerita dari suaminya? Janda cerai dengan satu anak seperti mu sangat memalukan" jelas Yuni tidak mau berhenti membela putrinya.
"Tunggu!! Bibi memang sendiri tapi dia bahagia. Apa kalian merasa iri?" ucap Yang Yang Membela Xiao.
"Betul sekali Yang Yang. Di masa muda, wajar saja kalau kita bertemu dengan laki-laki brengsek. Dari pada menikah karena jebakan dan tanpa cinta itu jauh lebih menyakitkan. Lagi pula cerai itu menyenangkan" ucap Xiao dengan wajah bahagia.
"Kamu,,!!" ucap Lu Xie kesal.
"Xiao, lalu bagaimana dengan anak autis mu itu? Aku dengar-dengar, suamimu meninggalkan kalian karena anak itu juga. Tidak seperti cucuku, Zhuzhu ini dia anak yang sehat dan juga pintar" Ucap Yuni memuji Zhuzhu.
Xiao yang mendengar wanita tua itu menghina putranya pun tidak terima. Xiao merasa sangat marah, dia menggulung kedua lengan bajunya hendak memukul wanita tua yang tidak tau sopan santun itu.
"Dasar Nenek Lampir, berani-beraninya menghina putraku" ketus Xiao.
"Bibi tenang! Aku bisa menyembuhkan Adik" ucap Yang Yang berhasil menghentikan Xiao.
"Aku akan menyembuhkan adik setelah Nenek tua ini pergi" lanjut Yang Yang.
"Hum, baiklah" Xiao memegang kedua pipi Yang Yang dengan lembut.
"Aku mau pergi! Aku sudah datang baik-baik ke rumah ini tapi malah disambut seperti ini" ketus Yuni.
"Ibu aku antar" ucap Lu Xie, ia berjalan keluar bersama ibunya.
Xiao dan Yang Yang duduk di samping Nenek Sari dengan wajah yang begitu sangat puas.
"Xiao, mulut kecil mu itu tajam sekali seperti pisau. Kapan-kapan lagi ya" puji Nenek Sari kepada putri tertuanya itu.
"Bibi sangat keren" puji Yang Yang.
"Jelas dong!" ucap Xiao sambil tersenyum.
Zhuzhu yang masih berdiri di ruangan itu pun masih tidak terima. Perlakukan yang tidak adil itu membuatnya begitu sangat kesal.
"Nenek, bagaimana dengan tamparan ku ini apa sudah tidak berlaku lagi. Nenek yang merawat ku dari kecil, jadi Nenek harus membalaskan dendam ku!" ucap Zhuzhu dengan wajah kesal.
"Zhuzhu kalau kamu tidak suka, tampar balik saja bibi mu ini. Nenek tidak bisa melawannya. Kalau sudah besar pasti tidak mau mendengar" balas Nenek Sari.
Zhuzhu mendengus kesal, ia berlari ke arah kamarnya.
"Ibu! Aku mau ngomong sesuatu" Ucap Xiao.
"Apa itu?" tanya Nenek Sari penasaran.
"Ibu! Aku mau pinjam Yang Yang 3 hari saja. Aku akan membawa dia ke rumahku untuk menyembuhkan Miao Miao-ku" bujuk Xiao pada ibunya.
Nenek Sari berpikir sejenak. Ia merasa berat jika harus berpisah dari cucu kesayangannya itu, walau hanya sebentar saja. Yang Yang sudah menjadi permata keberuntungan keluarga Pratama. Ia kesayangan semua orang.
"Aduh Xiao, aku sudah bersusah payah menemukan belahan hatiku ini, Kamu malah memintanya. 3 hari itu terlalu lama, 2 hari saja" ucap Nenek Sari.
Tiba-tiba Devin datang.
"Nenek, aku juga mau ikut menemani adik!" ucap Devin.
"Nenek, tenang saja! Pulang nanti, Yang Yang akan membawakan cucu yang pintar untuk Nenek" ucap Yang Yang.
" Hm,, Baik lah! Tapi Xiao jaga cucu ibu baik-baik" ucap wanita paruh baya itu.
Nenek Sari tidak bisa menolak lagi. Dia terpaksa harus mengizinkan Devin dan Yang Yang ikut kepada Xiao.
"Kalian berdua jangan lepas dari ponsel kalian ya, Nenek mau melihat kegiatan kalian terus" ucap Nenek Sari.
"Nenek tenang saja" ucap Devin dengan wajah senang.
Di tempat lain, Lu Xie dan ibunya sedang berada di dalam sebuah mobil. Mereka sedang membicarakan sesuatu yang sangat serius.
"Ibu, Yang Yang sudah menyembuhkan kaki Devin. Kalau dia menyembuhkan Yan Miao juga, nanti aku dan Zhuzhu tidak bakalan kebagian harta warisan keluarga Pratama" jelas Lu Xie pada ibunya itu.
"Lu Xie! Apa di pikiranmu itu hanya harta warisan saja? Sudah 8 tahun di keluarga Pratama tapi Pengetahuan dan wawasanmu masih saja sempit begini" ucap Yuni pada putri liciknya itu.
"Maksud ibu?" Lu Xie bingung dengan apa yang dikatakan ibunya. Dia masuk ke keluarga ini hanya karena harta.
"Kalau kamu dan Zhuzhu tidak kebagian harta warisan, ya tinggal rampas saja harta mereka" ucap Yuni dengan mudahnya. Senyum licik diwajahnya itu sangat terlihat jelas.
"Ha? Bagaimana caranya ibu?" tanya Lu Xie penasaran dengan apa yang dikatakan ibunya itu. Sepertinya kali ini wanita tua itu punya rencana licik lagi.
"Dua hari lagi, Sepupu mu Zhu You akan datang. Dia akan menyerang Bisnis keluarga Pratama. Kalau saham perusahaan mereka sudah anjlok, kita tinggal beli saham mereka dengan harga murah. Dengan begitu keluarga Pratama akan bangkrut" jelas Yuni si wanita tua itu.
"Wah, rencana ibu memang tidak pernah salah. Sudah lama aku ingin pisah dari si Dimas itu. Ibu tahu, 8 tahu aku jadi janda kembang di keluarga ini, Dimas tidak mau tidur dengan ku, menyentuhku pun nggak. Apa perlu aku kasi obat tidur lagi ke dia?" ucap Lu Xie kesal.
"Lupakan soal obat tidurmu itu, tunggu saja sampai keluarga mereka jatuh miskin, kamu bisa berbuat apa pun kepada keluarga Pratama itu. Dengan begitu dendam mu akan terbalaskan. Dan si Yang Yang itu, ibu sangat membencinya" Yuni tersenyum licik.
Mereka berdua terus berbincang di dalam mobil. Sementara itu, di tengah perjalanan Xiao, Yan Miao, Devin dan Yang Yang, mereka sangat bahagia. Ini kali pertama Yang Yang akan berkunjung ke rumah bibinya itu. Yan Miao selalu sibuk dengan rubik di tangannya itu.
"Bibi selalu sibuk di kantor, Miao Miao hanya tinggal dengan guru Lin. Terkadang Bibi merasa iri sama guru Lin, dia bisa menghabiskan waktu lebih banyak dengan Miao Miao sedangkan Bibi masih sibuk kerja" jelas Xiao melihat ke arah putra kecilnya itu.
"Guru Lin?" ucap Yang Yang.
"Iya, dia guru pendamping Miao Miao, nanti juga kalian akan melihatnya" ucap Xiao.
"Bibi, Yan Miao ini anak yang pintar, sejak aku bertemu Yan Miao dia terus-terusan bermain rubik. Dia pasti jenius matematika" ucap Yang Yang sembari memperhatikan Miao Miao memainkan rubik di tangannya.
"Bibi tenang saja, Yan Miao akan segera sembuh. Yang Yang ini seorang dokter cilik jenius keluarga Pratama, dia pasti bisa menyembuhkan Yan Miao. Keturunan keluarga Pratama tidak ada yang payah" ucap Dimas merangkul adik perempuannya itu.
"Lalu bagaimana dengan Zhuzhu si aneh itu?" Xiao menghela nafas panjang. Zhuzhu sangat berbeda dari mereka.
lanjut up lagi thor