NovelToon NovelToon
Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Seporsi Kekalahan Dari Kehidupan, Aku Bangkit!

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Penyesalan Keluarga / Mandul
Popularitas:12.9k
Nilai: 5
Nama Author: Rere ernie

Selama tujuh tahun, Zahira Narapati mengorbankan karier dan mimpinya demi mendampingi Deris Adikara membangun usaha. Namun, saat kesuksesan akhirnya diraih, Deris justru menceraikannya karena menganggap Zahira tak lagi sejalan dengan kehidupannya dan memilih wanita lain.

Semua orang mengira perceraian itu akan menghancurkan Zahira. Nyatanya, ia bangkit dari nol, membangun kembali kariernya hingga menjadi perempuan sukses yang berdiri di atas kakinya sendiri.

Dalam perjalanan itu, Zahira bertemu Revan Wiranata, pria yang menghargai kesetiaan dan memberinya kebahagiaan baru. Ketika Deris menyesali keputusannya dan ingin kembali, Zahira memilih melangkah bersama seseorang yang benar-benar menghargainya. Sebab, setiap luka bukanlah akhir, melainkan awal dari kebangkitan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rere ernie, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode — 2.

Begitu keluar dari hotel, udara malam langsung menerpa wajah Zahira. Ia menarik napas panjang, berusaha menenangkan dadanya yang masih terasa sesak. Tangannya menggenggam erat tas kecil yang sejak tadi dibawanya, dan air mata sudah ia hapus. Ia tak ingin menangis lagi di tempat yang menjadi saksi runtuhnya rumah tangganya.

Baru beberapa langkah menuju area parkir, sebuah suara menghentikannya.

"Mbak Zahira."

Zahira berhenti, perlahan ia menoleh. Kayla, wanita baru yang dicintai Deris berdiri beberapa meter di belakangnya. Perempuan itu masih mengenakan gaun merah yang tadi mencuri perhatian di ballroom. Senyum tipis menghiasi bibirnya, tetapi sorot matanya penuh kemenangan.

"Aku sengaja menunggumu."

Zahira mengalihkan pandangannya kepada perempuan yang tampak jauh lebih muda darinya itu. Tatapannya datar, nyaris tak menyisakan emosi.

Kayla melangkah mendekat sambil menyilangkan kedua tangan di depan dada. "Aku cuma ingin memastikan... kamu benar-benar menandatangani surat cerai itu."

"Sudah." Zahira tersenyum hambar.

"Syukurlah."

Kayla mengembuskan napas lega, lalu terkekeh pelan. "Setidaknya, kamu masih tahu diri."

Tatapan Zahira tetap tenang, tak sedikit pun terusik oleh ucapan Kayla. Mungkin hari ini ia telah kalah dalam satu porsi bagian hidupnya, tetapi ia menolak larut dalam keterpurukan. Ia memilih bangkit dan menata kembali hidupnya dengan kemampuannya sendiri.

"Ada lagi?"

Kayla mengeluarkan sebuah kotak beludru kecil dari tas tangannya, ia membukanya perlahan hingga sebuah cincin berlian berkilau terlihat jelas.

"Ini hadiah dari Mas Deris." Nada suara Kayla sengaja dipenuhi kebanggaan. "Katanya, cincin ini sebagai tanda kalau aku adalah perempuan yang ingin dia ajak menjalani masa depan."

Kayla sengaja mengangkat tangannya agar berlian itu memantulkan cahaya lampu hotel, dan senyum puas terbit di bibirnya. "Aku dengar... selama tujuh tahun menikah, kamu belum pernah mendapatkan cincin sebagus ini."

Zahira memandang cincin itu sekilas, ekspresinya tak berubah. Melihat reaksi Zahira yang datar, senyum Kayla perlahan memudar.

"Apa kamu nggak penasaran sejak kapan hubungan kami dimulai?"

"Aku tidak tertarik," ujar Zahira dengan nada acuh.

Jawaban Zahira membuat Kayla mengernyit. "Kau wanita yang sangat aneh. Suamimu direbut orang lain, tapi kamu masih bisa setenang ini."

"Dia sudah bukan suamiku." Kalimat Zahira terdengar ringan.

Kayla mendecak pelan. "Kalau begitu aku ucapkan terima kasih."

"Terima kasih?"

"Iya." Perempuan itu tersenyum lebar. "Kamu yang membangun semuanya dengan Mas Deris dari nol. Kamu yang menemani dia saat miskin, kamu juga yang mengurus semua pekerjaan yang melelahkan."

Kayla menatap Zahira dari ujung kepala sampai kaki. "Lalu setelah dia sukses... aku tinggal menikmati hasilnya. Rasanya menyenangkan, ya."

Zahira memandang wajah Kayla tanpa berkedip. "Sudah selesai?"

Kayla mendekat lagi hingga jarak mereka tinggal selangkah, ia menyeringai tipis. "Kamu tahu kenapa Mas Deris lebih memilihku dan malah menceraikanmu? Karena aku bisa membuka pintu yang selama ini gagal kamu buka. Ayahku adalah Direktur Utama Gardapati Group. Sekali beliau membantu, perusahaan Mas Deris akan langsung naik kelas."

Puk!

Kayla sengaja menepuk pelan bahu Zahira, senyum tipis tersungging di bibirnya. "Mbak... kamu itu cuma ibu rumah tangga yang menghabiskan waktunya di rumah. Sementara aku masih muda, baru 25 tahun. Aku punya masa depan yang bisa berjalan seiring dengan Mas Deris. Sayang sekali... Mbak menemaninya sejak usiaku sekarang. Kamu mengorbankan tujuh tahun hidupmu, tetapi akhirnya tetap dibuang."

Tatapan Kayla dipenuhi kemenangan. "Lagipula... Mas Deris pantas mendapatkan perempuan yang selevel dengannya."

Zahira menyingkirkan tangan Kayla dari bahunya dengan gerakan tenang, tetapi tegas. "Kalau hanya itu yang ingin kamu sampaikan, aku permisi."

"Kamu marah?" Kayla menahan langkahnya.

"Tidak."

"Kecewa?"

"Tentu."

"Lalu kenapa masih bisa setenang ini?"

Zahira menatap Kayla tanpa menghindar. "Karena jika kau benar-benar merasa menang, kau tidak perlu merendahkanku."

Senyum Kayla perlahan memudar. "Apa maksudmu?"

"Sejak tadi kamu sibuk meyakinkanku kalau Mas Deris mencintaimu." Zahira berhenti sejenak sebelum melanjutkan, "Kalau kau benar-benar yakin akan cintanya... kau tidak perlu menungguku di parkiran hanya untuk mengatakan semua ini. Sebenarnya kau masih ragu, bukan? Masih bertanya-tanya, apakah Mas Deris benar-benar mencintaimu."

“Kau!“

Wajah Kayla berubah kaku, ucapan itu tepat mengenai sasaran. Sejak tadi, ia memang ingin melihat Zahira menangis, memohon, atau mengamuk. Namun, semua bayangannya tidak terjadi. Zahira justru berdiri dengan kepala tegak, dan hal itu membuat kemenangan Kayla terasa hambar. Dan ya, dia juga ingin meyakinkan dirinya jika cinta Deris pada Zahira sudah berakhir.

"Cih! Kau cuma pura-pura tegar!" kali ini suara Kayla terdengar emosi.

Zahira hanya menganggukkan kepala pelan. "Kalau itu membuatmu merasa lebih baik, anggap saja begitu."

Kayla tersenyum sinis. "Cepat atau lambat, kamu akan menyesal!"

Zahira mengulas senyum tipis. "Kalimat itu... lebih cocok untuk orang yang mengambil sesuatu yang bukan haknya."

Raut wajah Kayla mengeras. "Jangan merasa suci! Mas Deris memilihku karena dia sudah lelah hidup bersamamu."

"Kalau memang begitu, jagalah dia baik-baik."

Kayla mengerutkan dahi.

“Rawat laki-laki itu saat dia sakit, dukung dia saat usahanya jatuh. Temani dia... ketika semua orang meninggalkannya." Zahira menatap tepat ke mata Kayla, lalu senyum dingin terbit di bibirnya. "Semoga nanti... kamu mampu melakukan semua yang sudah kulakukan selama tujuh tahun ini. Dan semoga saja, dia tidak memperlakukanmu seperti yang dia lakukan padaku saat ini. Namun, watak seseorang jarang berubah. Mas Deris terbiasa meninggalkan orang yang sudah tidak lagi dianggap berguna."

Setelah mengucapkan itu, Zahira berbalik. Ia melangkah dengan dagu terangkat, meninggalkan halaman hotel tanpa sekali pun menoleh.

Kayla mengepalkan kedua tangannya, ia merasa dirinya yang kalah dalam percakapan tadi. Padahal Zahira sama sekali tidak membentak, tidak menghina, bahkan tidak menangis.

Di sisi lain, dari balik jendela ruang VIP lantai dua, Deris tanpa sengaja melihat punggung Zahira yang semakin menjauh. Untuk sesaat, dadanya terasa kosong. Perasaan itu datang begitu cepat hingga ia sendiri tidak sempat memahami artinya. Namun, Deris segera mengabaikannya. Baginya, malam ini adalah awal kehidupan baru.

*

*

*

Mohon dukungannya ya, like komen. Makasih♥️

1
Muft Smoker
tenang aj almira Kayla ,, harus ny km bersyukur masuk penjara ,, kalian gx perlu repot2 mikirin makan tiap hari ,, semua udh dtanggung pihak penjara ,, Selamat menempuh hidup baruuuu ,, duo kuntiii ,, 😏😏😏😏
Muft Smoker
nah kan ,, anda bermain dg org yg slah almira😏😏😏😏
Muft Smoker
untung pak bos peka yx ,,
Mundri Astuti
jangan sampai ada jaminan dari keluarganya, Revan jaga tetu jangan kasih kendor
Aditya hp/ bunda Lia
rasain ... merasa diri pintar padahal Revan lebih jenius .. selamat bobo cantik di hotel prodeo 👍
Aditya hp/ bunda Lia
mampus kalian lampiiirrr . gerandong
Muft Smoker: sabar bunda ,, mereka emnk turunan makhluk astral ,, tp jgn di perjelas juga ,,
🤭🤭🤭🤭🤣🤣🤣🤣🤣🤣
total 1 replies
gina altira
Hayo loh Almira
gina altira
untung ada revan
Uba Maoludin
Almira, Kayla kamu sebentar lagi mendapatkan kehancuran arena kamu berdua biangnya kerusuhan karena hati busukmu
Muft Smoker
orang panik biasa ny akan melakukan kesalahan ,, 😒😒😒
Dan kesalahan tu yg bikin mereka gx ingin melihat Dunia luar lgii ,, 😏😏😏😏😏😏
Muft Smoker
orang sirik tanda tak mampu ,,
dsnii bakal keliatan ,,
mana yg berdiri dg kaki ny ,,
Dan mana yg berdiri msh menggunakan kaki orang tuany ,, 😒😒😒😒🤭🤭🤭🤭
Aditya hp/ bunda Lia
duh gantung udah pinisirin bingit padahal ... gak sabar
Rita Rita
makin seru dan makin ingin tau aksi brutal 2 Mak Lampir.🤔🤭 yg udah sebenarnya udah kalah talak dengan Zahira,,
Mundri Astuti
gitu dong Revan, itu baru laki" keren
Rita Rita
gimana Kayla,,, dapet merebut pria mandul 🤭🤔🤣🤣🤣
Rere🌠: ngetawainnya puas banget kayaknya 🤣🤭
total 1 replies
Rita Rita
merebut dan akhirnya kena tampar ditengah perkumpulan orang banyak betapa rendahnya nilai harga diri. Kayla,,, Kayla wkwkwk,,,
Rita Rita
nyesel ya RIS,,,? makanya jangan tergiur dengan batu kali
Rita Rita
yang merebut milik orang hidup nya tak tenang ia akan selalu dibayangi rasa takut khawatir dan tak percaya
Rita Rita
lah,, ngapain juga Zahira noleh loe lagi Daris,,,? sesuatu yang udah loe buang ga bakalan balik lagi,dan Zahira pasti nganggap loe sampah yg tidak perlu dipungut.
Aditya hp/ bunda Lia
buat senjata makan tuan Thor kayaknya dia mau kasih Zahira obat setan terus ... ya gitu lah tapi buat si Almira yang kena sama si kayla
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!