NovelToon NovelToon
MEJA BUNDAR

MEJA BUNDAR

Status: sedang berlangsung
Genre:Horor / Misteri / Rumahhantu
Popularitas:9.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ratna Jumillah

"Meja bundar.. apa itu??"

"Meja yang jadi mitos kelam warga sini. Katanya, kalau sampai ada pendatang yang masuk ke sini dan hilang, udah pasti nggak akan balik, mereka semua pasti mati."

"Siapa kakek sebenarnya??"

"Kakek bukan orang biasa, dia.."

Kara, seorang gadis berusia tujuh belas tahun, terpaksa meninggalkan tempat tinggalnya dan pindah ke desa terpencil bersama ayahnya. Desa itu sunyi, tertutup, dan dipenuhi tatapan curiga dari warga yang enggan berbicara tentang masa lalu. Di rumah peninggalan kakeknya, Kara menemukan sebuah meja bundar tua yang tergeletak di ruang bawah tanah berukuran pas untuk delapan orang, dengan ukiran aneh di setiap sisinya yang seolah menyimpan rahasia terpendam.

Bisakah Kara mengungkap apa sebenar nya meja bundar itu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ratna Jumillah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

EPS.22. Apa yang salah?

Setelah Kara terus gigih memohon untuk meminta pertolongan dari ki Brojo.. akhir nya ki Brojo mengiyakan akan menolong Kara. Awal nya istri ki Brojo keberatan dengan hal itu karena satu desa itu tau siapa kakek nya Kara, dan mereka semua membenci kakek nya Kara.  Hanya saja ki Brojo melihat Kara bukan orang yang akan tega melakukan apapun seperti kakek nya.. dan karena tidak mau ada korban yang hilang dan tidak kembali lagi.. ki Brojo memutuskan untuk membantu Kara.

"Iya, saya bantu." Ucao ki Brojo, Kara pun tersenyum senang mendengar itu

...\=\=\=\=\=...

Saat ini ki Brojo sudah berada di depan rumah kakek nya Kara, dan ki Brojo juga sedang membaca - baca doa sambil mata nya menatap kesana kemari melihat ke setiap titik rumah kakek nya Kara.

"Ini kamu yang bisa jemput mereka." Ucap ki Brojo pada Kara, Kara tertegun.

"Kamu sudah pernah masuk ke dalam sana, kan?" Tanya ki Brojo lagi, padahal Kara belum menceritakan apapun pada ki Brojo tentang apa yang di lihat nya atau di alaminya.

"Gimana cara nya, ki." Tanya Kara..

"Masuk kembali kedalam sana dan cari kedua temanmu di sana, nanti saya bantu." Ucap ki Brojo, dan Kara akhir nya mengangguk.

Ki Brojo menatap ke arah belakang rumah, dia kemudian menatap ke arah dua pohon yang baru ayah Kara tanam bebrapa hari yang lalu. Setelah menatap kedua pohon itu, ki Brojo lalu kembali menatap Kara dan kemudain bertanya..

"Kamu datang ke sini sama siapa?" Tanya ki Brojo..

"Ayah, ki. Tapi ayah pergi kerja dan baru bisa pulang beberapa hari lagi." Jawab Kara, ki Brojo sejenak diam, tidak tahu apa yang dia pikirkan.

"Kalian cuma berdua?" Tanya ki Brojo, Kara mengangguk.

Setelah Kara mengangguk, ki Brojo kemudian menoleh kembali ke arah belakang rumah.. Tapi dia tidak mengatakan apapun lagi.

"Saya tidak mau masuk kedalam, saya bantu kamu dari rumah. Nanti malam.. Kamu pergi, cari teman - temanmu, mereka berdua masih ada di sekitar rumah ini." Ucap ki Brojo, Kara kebingungan..

"Di mana nya?" Tanya Kara.. Ki Brojo menghembuskan nafas nya dan kemudian kembali menatap Kara.

"Di rumah ini.. Di dimensi mereka dan dimensi kita tak jauh berbeda, kamu bisa mencari mereka di sekitar rumah ini." Ucap ki Brojo dan akhir nya Kara mengangguk.

Kara kurang lebih sudah mengerti apa yang di katakan oleh ki Brojo, sebab dia sudah mengalami nya sendiri, hanya saja dia terlalu ngeri dengan apa yang dia lihat di ruang bawah tanah..

'Ruang bawah tanah, apa Caca sama Usi ada di sana.' Batin Kara, dia teringat dengan ruangan itu.

Tiba - tiba ki Brojo memberi Kara dupa, dupa panjang berwarna hitam satu buah dari dalam tongkat bambu yang dia bawa sebagai penopang tubuh nya. Ki Brojo menyodorkan dupa itu pada Kara sambil mengangguk, Kara yang di beri dupa pun kebingungan.. tapi dia menerima nya.

"Bawa ini, nyalakan saat kamu akan mencari teman - temanmu, jika sudah hampir habis.. pulang. Aki tau kamu anak yang baik, aki bisa melihat itu." Ucap nya, ayah Putri yang melihat itu terkejut..

Sangat jarang ki Brojo mau memberikan dupa buatkan nya sendiri untuk orang lain, dupa itu bukan sembarang dupa.. Dupa buatan ki Brojo itu sudah di doakan dan di ritualkan khusus, mereka yang tinggal di sana tau ki Brojo hanya menggunakan dupa hitam nya jika hal yang sedang di hadapi adalah hal yang sulit.

"Terimakasih, ki.." Ucap Kara, dia tersenyum dan sangat tersentuh dengan pemberian ki Brojo itu, tidak tahu kenapa.

Ki Brojo manggut - manggut dan kemudian dia pun pergi dari sana sambil menghembuskan nafas nya berat, Kara menatap punggung ki Brojo yang keluar dari gerbang rumah nya di antar oleh ayah nya Putri, mereka terlihat sedang membicarakan sesuatu yang Kara tidak tahu apa..

Sementara mang Jupri yang memang mengantar ki Brojo ke depan yang sudah ada beberapa warga lain di depan sana akhir nya bertanya dnegan pelan - pelan pada ki Brojo, karena mang Jupri yakin ki Brojo pasti melihat sesuatu yang tidak semua orang lain lihat.

"Abah teh.. kenapa kasih dupa hitam sama neng Kara?" Tanya mang Jupri, sebaliknya.. Ki Brojo menatap mang Jupri dengan tatapan serius.

"Kamu menyambut mereka?" Tanya ki Brojo, mang Jupri tersenyum tapi kemudian menggeleng.

"Enggak ki, punten (maaf).. saya teh sakit sudah beberapa bulan ini, saya baru kemarin datang kesini." Ucap mang Jupri, ki Brojo kemudian menghembuskan nafas nya.

"Jangan sampai tragedi dulu terulang lagi, awasi mereka! Saya melihat.. ada dua arwah baru di sana." Ucap ki Brojo serius.

Mendengar itu, baik mang Jupri dan para warga di sana pun kembali tegang dan takut.. mereka sudah hidup lumayan damai setelah tragedi yang pernah menimpa desa mereka, tragedi atas apa yang di lakukan oleh kakek nya Kara yang membuat sebuah keyakinan baru yang mereka semua sebut "Sekte sesat".

"Sejak saya melihat ada yang pulang ke rumah itu.. saya teh sudah memiliki firasat kalau mereka pulang membawa sesuatu." Ucap salah satu warga.

"Arwah baru.. maksud nya teh teman - teman neng Kara sudah meninggal?" Tanya mang Jupri, ki Brojo menggeleng.

"Bukan, ini lain. Yang jelas.. sudah ada darah yang tertumpah lagi di rumah itu, jangan sampai tragedi itu datang lagi. Saya pulang dulu, beberapa orang yang tinggal dekat sini.. awasi pergerakan mereka." Ucap ki Brojo dan semua orang mengangguk.

KEMBALI KE SISI KARA.

Kara di rumah itu akhir nya memberanikan dirinya untuk masuk kedalam bangunan yang ada di sebelah, Putri tidak ikut karena dia sedang memasak di dapur. Kara sangat penasaran dengan latar belakang kakek nya, dia ingin mencari tahu.. sebenar nya apa yang kakek nya lakukan sampai ada hal sebesar itu.

"Kreekk!" Kara membuka pintu, dia masuk kedalam ruangan itu.

Jika dulu Kara tidak sempat melihat dengan baik - baik apa isi keseluruhan ruangan itu, kali ini Kara memutuskan untuk membuka semua kain putih yang menutupi barang - barang di sana.

'Apa yang salah sama tempat ini..' Batin Kara, dia mendekati sebuah kain putih yang berdiri menutupi sesuatu.. tangan Kara terulur dan menarik kain itu.

Ternyata isinya adalah sebuah patung, patung pahatan batu seorang laki - laki yang tampak sudah berumur memakai pakaian seperti bangsawan yang sedang memegang sebuah buku. Kara menatap lekat - lekat patung itu, wajah nya tentu tidak dia kenali..

Kara kemudian berpindah membuka yang lain - lain nya, dari sofa yang berwarna merah.. kursi - kursi kayu meja makan tua yang penuh ukiran mewah yang berjumlah delapan, dan ada juga sebuah batu hitam besar yang bulat nya tidak simetris yang terlihat seperti talenan. Kara mengulurkan tangan nya dan ingin menyentuh batu hitam itu tapi tiba - tiba di pandangan matanya batu itu berdarah - darah, Kara pun langsung menarik kembali tangan nya.

"Hh!!"

BERSAMBUNG!

1
💜⃞⃟𝓛 S҇ᗩᑎGGITᗩ༄⃞⃟⚡ 𝐀⃝🥀
bisa jadi korban gumbal pertama itu nurma
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
jgn jgn sdh meninggal, krn kara aja hampir mau di bunih
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
mampir thor
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
kayak nya ayahnya psikopat deh
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
bener bener ya hesti nggak bisa menjaga harga dirinya sebagai perempuan, sebagai istri dan sebagai ibu dari anak-anak nya
🌸🍾⃝ sᴀͩᴋᷞᴜͧʀᷡᴀͣ⍣⃝𝖕𝖎ᵖᵘ⍣⃝🦉
broken home🥺
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
aduh serem nya 🥴
Teuing Saha🙃
Jadi, semua pohon yg ada di area rumah itu, sebenarnya adalah kuburan dari para korban..
Teuing Saha🙃
Bukan cuma dihabisi, tapi dimakan juga😤
ᥫ᭡◦•●◉✿ 𝑟𝑖𝑠𝑘𝑎 ✿◉●•◦ᥫ᭡
selamat malam kak thor, semakin seru aja ceritanya, bisa jadi yang dibilang kara tadi kalau ada kuburan masal itu mungkin isinya para korban dulu 🙏🙏
SENJA
pasti beda2 cara pandang lah
SENJA
terus gimana?!?
SENJA
walau ngeselin nurma baik ternyata 🥺
Ayuk Witanto
bukan Rukmini kan
Ayuk Witanto
sepertinya ayahnya kara menyembunyikan sesuatu
Ayuk Witanto
kok ayahnya mau nikah anaknya
Ayuk Witanto
ada yang baru
☠ᵏᵋᶜᶟ Қiᷠnꙷaͣŋͥ❁︎⃞⃟ʂ⍣⃝𝑴𝒊𝒔𝒔
lanjut
Teuing Saha🙃
Astaghfirullah🤧
Teuing Saha🙃
Bagaimana Kara bisa paham apa yg terjadi, kalau untuk tahu ceritanya saja sampai dilarang😤
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!