NovelToon NovelToon
TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

TERPAKSA MENIKAHI DIA YANG TELAH HAMIL

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / CEO / Dijodohkan Orang Tua / Hamil di luar nikah / Cinta Seiring Waktu / Tamat
Popularitas:238.1k
Nilai: 5
Nama Author: ainuncepenis

Dalam istilah kata orang yang makan nangkanya kita yang kenak getahnya.

Apa jadinya jika kita sebagai pria yang harus menikahi wanita yang sudah hamil dan anak yang di kandung wanita itu bukan darah daging kita. Pengabdian seorang pria yang berusia 24 tahun harus menikah dengan gadis 17 tahun yang masih seorang pelajar.

Arhan dan Adara yang terlibat pernikahan dalam perjodohan dan bisa di katakan paksaan dari orang tua Azizie Kalea Adara. Gadis yang masih duduk di bangku SMA itu hamil di luar Nikah.

Arhan harus menikahinya karena perintah dari orang yang paling di hormatinya dan sangat di segani nya.

Mari kita baca bagaimana rumah tangga dari pasangan yang pasti terpaut usia cukup jauh itu dan belum lagi dengan konflik yang akan mereka hadapi.

Jangan lupa koment, Vote dan like.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ainuncepenis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 28 Villa.

...Adara Kalea Azizie (17 tahun)...

...Arhan Hariansyah Pramono ( 24 tahun)...

...Lucia Alexander ( 17 Tahun)...

...Noni Atika Putri ( 17 tahun)...

...Brian Matteo ( 17 tahun )...

...Mayang...

...Herlambang Bramana...

"Maaf Non Bibi lama," sahut Bibi yang datang tiba-tiba dan membuyarkan lamunan ke-2 orang yang saling menatap itu dan keduanya kaget dan sama-sama salah tingkah.

Termasuk Adara yang langsung menjauh dan sangat canggung dengan mengusap-usap belakang lehernya. Sementara Arhan langsung memetik buah mangga mengambil lebih dari satu

"Bibi lama sekali," ucap Adara mengalihkan situasi yang mana dirinya sangat canggung dan harus kesal supaya rasa canggungnya hilang.

"Maaf Non," sahut Bibi tersenyum cengengesan.

Adara pun diam dan masih terlihat salah tingkah yang bingung mau kemana dan mau melakukan apa. Lalu Adara memilih duduk di salah satu bangku yang ada di sana.

Tiba-tiba wajah Bibi tampak berpikir "Hmmm, Bibi lupa tadi hidup kompor di dapur. Jadi Bibi lihat sebentar ya Non," ucap Bibi yang langsung pergi dengan buru-buru.

"Bi. Tetapi mangganya bagaimana?" tanya Adara yang melihat kepergian Bibi yang buru-buru.

"Issss apa-apaan sih Bibi," desis Adara kesal yang di tinggal Bibi.

Arhan mengambil pisau dan mencuci mangga dengan air yang di siapkan Bibi. Lalu dia duduk di samping Adara dan tiba-tiba saja Adara malah gelisah yang terasa canggung di samping Arhan.

Arhan langsung mengupas mangga itu. Saat mengupasnya terlihat Adara yang sudah begitu selera dengan mangga tersebut dan sudah tidak sabaran ingin memakannya sampai menelan ludahnya.

"Ini!" Arga memberikan buah mangga tersebut yang sudah di potongnya.

"Ambil!" ucap Arhan yang melihat Adara bengong dan Adara yang tersadar dari lamunannya langsung mengambil mangga tersebut karena memang itu sudah sangat ingin memakannya.

Wajahnya mengkerut saat merasa kecut pada mangga itu. Eksperesi Adara mampu membuat Arhan mendengus dengan tersenyum.

"Apa yang lucu," sahut Adara membuat wajah Arhan langsung datar.

"Yang lucu. Tidak! Tidak ada yang lucu," jawab Arhan yang kembali memotong buah mangga tersebut.

"Kau sedang mengejekku," tuduh Adara dengan wajah cemberutnya.

"Jangan berpikiran buruk. Aku tidak mengejekmu," sahut Arhan dengan santai.

Kemudian Adara mengambil potongan buah berikutnya dengan cepat. Padahal Arhan belum memberikannya.

"Pelan-pelan tanganmu bisa terkena pisau," tegur Arhan melihat kecerobohan Adara.

Bagaimana tidak? apa yang di lakukan Adara membuat membuat Arhan kaget. Belum siap memotong mangga, Adara sudah mengambil begitu saja yang kebetulan memang tidak ada piring sebagai tempatnya.

"Makanya jangan lelet. Memotong Mangga saja begitu lama," desis Adara yang malah Arhan yang di salahkan.

Arhan hanya menghela napas saja melihat Adara dan juga menyalahkan dirinya. Tidak ada gunanya berdebat dengan Adara. Pasti Adara ingin menang. Dan ternyata Bibi tidak kedapur untuk mematikan kompor. Bibi malah bersembunyi di balik pohon dan menyaksikan suami istri yang wajahnya sama-sama datar. Namun ke-2nya sangat menggemaskan.

"Nona Adara akan menyadari semakin lama. Jika mas Arhan adalah pilihan yang terbaik dari tuan Herlambang untuk Nona Adara," batin Bibi tersenyum.

Bibi sengaja memberi waktu untuk pasangan itu untuk ada waktu berdua. Makanya ketika mendapatkan kesempatan Bibi langsung pergi dengan alasan yang banyak.

**********

Setelah menikmati mangga yang muda yang di temani Arhan. Mereka berdua berjalan-jalan di sekitar perkebunan dengan langkah yang serentak yang perlahan. Namun keduanya sama-sama diam. Dengan arah pandang yang sibuk dengan yang lain.

Adara melihat di sekitarnya banyak nya buah-buahan dan begitu juga dengan Arhan dengan ke-2 tangannya yang di masukkan ke dalam sakunya yang melihat lurus kedepan.

"Aku akan kembali ke Milan!" ucap Arhan membuka obrolan dengan berpamitan pada Adara yang padahal kepergiannya pasti masih lama.

"Untuk apa mengatakannya kepadaku. Kalau mau pergi ya pergi saja," sahut Adara dengan ketus.

"Kamu itu istriku Azizie. Aku harus memberitahumu dan juga memberimu pesan yang banyak sampai aku kembali," ucap Arhan yang menghentikan langkahnya menghadap Adara.

"Saat aku pergi. Kamu harus menjaga dirimu baik-baik dan jangan membantah apa yang di katakan papa," ucap Arhan.

"Nggak usah mengajariku. Aku tau apa yang harus aku lakukan," sahut Adara kesal yang langsung pergi dari hadapan Arhan. Namun Arhan memegang pergelangan tangan Adara membuat langkah Adara terhenti.

"Aku belum selesai bicara Azizie," ucap Arhan dengan suara beratnya.

"Lepas tanganku!" titah Adara dengan wajah serius dan kesalnya.

"Kamu bisa tidak mendengarkan aku bicara," ucap Arhan yang juga serius.

"Tidak bisa. Kenapa?" sahut Adara kesal dengan wajahnya yang menantang Arhan dan Adara langsung melepaskan tangannya dari Arhan.

"Terserah. Kamu mau pergi atau kemanapun. Aku tidak peduli sama sekali. Dan justru itu lebih bagus dan seharusnya itu dari awal dan dengar di sini tidak ada papa. Jangan mengaturku. Aku ingin tenang dan berhenti mengikutiku. Aku ingin melakukan hal yang ingin aku lakukan," tegas Adara dengan ketus yang berbicara di depan Arhan dan Adara langsung pergi dari hadapan Arhan.

Arhan menghela napasnya tanpa mengucapkan apa-apa atau menahan Adara. Karena tidak ada gunanya Adara juga tidak akan mendengarkan Arhan.

***********

Sore hari sudah tiba. Hari sangat cepat berlalu. Namun Adara yang masih jalan-jalan di luar. Karena kesal dengan Arhan yang selalu mengikutinya membuat Adara pergi dari Villa mencari tempat-tempat yang bisa menenangkan diri. Karena selain di Villa ada perkebunan keluarganya. Di dekat Vila mereka juga banyak Villa-villa lain dan tempat yang indah-indah yang bisa menenangkan Adara sampai Adara tidak sadar ini sudah petang.

"Ya ampun tidak terasa sudah sore. Aku harus secepatnya kembali ke Villa," Adara yang baru menyadari waktu.

"Ke mana ya tadi jalannya," gumamnya yang kebingungan melihat di sekitarnya yang banyak jalan dan Adara benar-benar lupa jalannya.

"Mungkin di sana," gumam Adara yang langsung pergi menuju salah satu jalan yang menurutnya dia berasal dari jalan tersebut.

**********

Arhan yang duduk di teras kamar menikmati kopi sembari membuka tabletnya. Dengan serius Arhan melihat tablet tersebut yang sepertinya pekerjaan.

"Mas Arhan!" tegur Bibi

"Ada apa Bi?" tanya Arhan yang tetap fokus pada tabletnya.

"Mas, Arhan, Nona Adara belum pulang sampai saat ini," ucap Bibi dengan wajah paniknya.

"Sebentar lagi dia juga pasti Pulang," sahut Arhan dengan santai.

"Tapi mas ini sudah malam dan Nona Adara belum kembali. Bibi takut terjadi sesuatu padanya," ucap Bibi dengan wajah paniknya.

"Dia sudah dewasa dan sebentar lagi dia juga akan pulang. Jadi biarkan saja dan tunggu saja. Dia bisa melakukan apa yang dia mau. Jadi Bibi jangan khawatir," ucap Arhan dengan tenang. Namun Bibi pasti panik dengan Adara yang tidak pulang juga.

Bibi pun pergi yang mungkin sebaiknya menunggu sebentar lagi. Sementara Arhan melanjutkan pekerjaannya yang tidak langsung panik seperti Bibi yang harus memikirkan Adara. Lagian sebelumnya Adara juga tidak ingin di ganggu.

Bersambung.

1
novi a.r
sela lu suka dg karya othor yg satu ini
Dyah Oktina
ngak sopan sama suami panggil nama doang.. mana lebih tua pula
Dyah Oktina
iya betul...emang kalian tega
Dyah Oktina
😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭 kasihan kalian... alvian jangan benci mama adara sm papa arhan ya
Dyah Oktina
kok gitu....ayok bergerak papa herlambang sm arhan.. punya uang masa ngak bisa sewa pengacara.. malah terus galau.. tuntut balik..bahwa adara ngak tahu apa2
Dyah Oktina
bagian ini ceritanya sulit aku mengerti...ya skip aja deh... 😁
Dyah Oktina
kla benih kalian benar..tp kla darah daging ya engaklah.. pasti punya adara..krn dia yg mengandung,menyusui & membesarkan.. knapa ngak balik menuntut.. uang banyak pengaruh besar...kurang apa adara bt herlambang
Dyah Oktina
herlambang sm arhan.. kalah taktik dgn anak muda/lucia 🤭
Dyah Oktina
horeeeee thor.. kebanyakan kata itu..jd horden.. 🤭😂😂😂😂😂😂
Dyah Oktina
apa iya d kehidupan nyata ada anak sma yg licik bin jahat kayak lucia... ck...ck.. penuh iri & dengki mana pd saudara nya sendiri.. yg mana sdh d tampung d rumahnya pula..
Dyah Oktina
hah.. brian mulu thor..
Dyah Oktina
ya udah...simpen aja rapat2 rahasiamu andara... biar arhan semakin jauh darimu.. menyimpan rahasia besar tetang kehamilanmu ... harusnya jangan takut dengan laki2 pengecut yg ngaku papa kandung alvian.. lapor aja polisi dgn kasus perkosaan
Dyah Oktina
ya udah sih cerita...terus terang sama arhan.. apa kamu mau ..semua d simpan sendiri.. apapun hasilnya belajar ikhlas..pasti adda jalan keluar
Dyah Oktina
kayaknya nih orang ...bapak kandungnya alvian... dulu bekerja sama dgn lucia untuk memperkosa andara yg d buat ngak sadar sampai hamil.. sekarang mau ambil alvian 😔😠😢
Dyah Oktina
nama alvian....salah mulu thor...jd brian...kan yg baca jd bingung... lagi mbahas alvian tiba2 muncul brian... jd ngak nyambung ceritanya... untung sayang
Dyah Oktina
nah lo...bapak kandungnya alvian kah?
Dyah Oktina
lagian kok bisa lulu bebas keluar masuk apartemen arhan.. kapanpun dia mau.. kla hubungannya ngak dekat.. pantas aja andara begitu emosi... sdh memang gadis labih krn usia... juga blm punya pengalaman berhubungan dgn kawan jenis selain teman.. wah pr besar biat arhan sebagai suami
Dyah Oktina
panggil kakak atau mas dong andara... masa arhan doang ngak sopan sama yg lebih tua apa lagi suami
Dyah Oktina
noni thor... bukan lucia
Dyah Oktina
ish jahat banget sih udah d tampung ..ngak tahu diri lucia ini... biar om herlambangmu yg turun tangan
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!