NovelToon NovelToon
Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Kaisar, Kesempatan Kedua Ini, Aku Mencintaimu

Status: sedang berlangsung
Genre:Ibu Tiri / Balas Dendam / Mengubah Takdir
Popularitas:46.1k
Nilai: 5
Nama Author: Yulianti Azis

Mo Yuuran, seorang permaisuri yang dikenal bengis dan kejam, pernah melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya, menjatuhkan Kaisar Zi Xuan dari tahtanya demi cinta butanya kepada Bo Wen. Ia rela mengorbankan segalanya, bahkan mengkhianati pria yang mencintainya dengan sepenuh jiwa.

Tapi kenyataan yang terungkap di akhir hidupnya jauh lebih kejam dari apa pun yang pernah ia lakukan.

Bo Wen, pria yang ia cintai mati-matian, ternyata bersekongkol dengan keluarganya sendiri, kakak dan orang tuanya untuk membunuhnya. Selama ini, Mo Yuuran hanyalah alat. Sebuah pion yang dimanfaatkan untuk menyingkirkan Kaisar Zi Xuan, satu-satunya pria yang benar-benar mencintainya, bahkan terobsesi.

Saat napas terakhirnya terenggut dalam pengkhianatan, penyesalan memenuhi hatinya. Tapi, takdir memberinya kesempatan kedua.

Mo Yuuran terbangun kembali di masa lalu sebelum semuanya hancur. Dengan ingatan akan kematian tragisnya, ia bersumpah untuk mengubah segalanya. Termasuk menjadi ibu tiri yang baik.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yulianti Azis, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Malam yang Panjang

Kaisar Zi Xuan mencengkeram lengan Permaisuri Mo Yuuran tanpa belas kasihan. Dalam satu hentakan, tubuh wanita itu terlempar ke atas ranjang.

Belum sempat Mo Yuuran bereaksi, kedua pergelangan tangannya segera dibelenggu dengan kain sutra yang diikat pada kedua sisi dipan, membuatnya kehilangan ruang untuk melawan.

“Kaisar?”

Mo Yuuran tahu malam ini akan tiba, di mana ia dirudap*ksa oleh Kaisar Zi Xuan sebagai hukuman karena telah melarikan diri dari istana Kekaisaran.

Zi Xuan berdiri di hadapannya dengan sorot mata yang dingin dan penuh kemarahan. Jemari kokohnya terulur ke depan, mencengkeram leher jenjang Mo Yuuran. Perlahan jemari itu bergerak turun, menyentuh kerah pakaian Mo Yuuran.

Krakk!

Jubah tidur Mo Yuuran terkoyak akibat tarikan kasar sang kaisar. Hawa dingin seketika menusuk kulit, bukan karena hawa malam, melainkan karena bayang-bayang nasib yang pernah dialaminya.

Pada kehidupan sebelumnya, Mo Yuuran akan berteriak, meronta, dan mengutuk pria di hadapannya. Bahkan pertarungan sempat terjadi dan melukai Kiasar Zi Xuan dengan pukulan meski pada akhirnya kemenangan berada di tangan Kaisar.

Tetapi ini berbeda. Tatapan Mo Yuuran kosong, seolah seluruh tenaga untuk melawan telah terkubur bersama kematian yang pernah ia alami. Yang tersisa hanya sebuah penyesalan, entah kenapa ia mulai jatuh ke pesona pria tampan itu. Dan tekad untuk memperbaiki takdirnya yang sangat kuat.

Keheningannya justru membuat Zi Xuan mengernyit. Tidak ada air mata, tidak ada makian kasar, tidak pula permohonan. Permaisuri itu hanya memejamkan mata, menerima apa pun yang akan terjadi dengan wajah yang dipenuhi kepasrahan. Sikap yang sama sekali tidak diduga oleh Kaisar, dan untuk pertama kalinya, keraguan tipis melintas di hati Pria nomor satu di Kekaisaran Tianxia ini.

“Kenapa kau diam saja? Apa ini trik baru untuk mengelabuhiku, Yuuran?”

Permaisuri tidak merespon, tetap memasang wajah penuh rasa bersalah itu. Meski begitu, hal tersebut sama sekali tidak menyurutkan niat Zi Xuan untuk menc*mbu Permaisuri.

Setelah membuat Permaisuri tanpa sehelai benang, kini Kaisar dengan kesadaran penuh melucuti pakaiannya sendiri. Jubah hitamnya mendarat di lantai kayu yang dingin.

Mo Yuuran terpejam ketika sebuah sentuhan mendarat di leher jenjangnya. Mo Yuuran spontan mendongak.

“Ah!”

Desahan di bibirnya lolos begitu saja. Sentuhan itu menyapu kasar bagian leher, turun hingga tulang selangka.

Tidak ada kelembutan dalam setiap sentuhan yang diberikan Kaisar. Gigitan didapatkan Yuuran setiap bagian tubuhnya. Meninggalkan bekas yang kasat mata.

Kedua tangan Kaisar mencengkeram kuat. Tidak ada ampun bagi Yuuran, setiap sentuhan yang diberikan Kaisan menimbulkan rasa nyeri mewarnai. Alih-alih meronta, Mo Yuuran justru pasrah. Menerima sentuhan kasar itu.

Sesekali bibirnya mengeluarkan suara eluhan bercampur erangan. Hal itu membuat Kaisar merasa semakin tertantang.

“Kaisar, lepaskan aku. Aku berjanji tidak akan lari darimu,” ujar Mo Yuuran merasa tersiksa dengan tangannya yang terikat itu.

Mendengar itu, Kaisar tersenyum sinis. “Setidaknya kau harus memohon dengar benar.”

Tanpa menuruti permintaan Mo Yuuran, Kaisar kembali melepaskan serangan. Tanpa ragu ia melakukan penyatuan diri.

“Harusnya kau tidak keberatan, bukankah selama ini kau sering melakukan ini dengan priamu itu?”

Lagi-lagi Zi Xuan melakukannya dengan kasar. Namun, ketika ia berhasil memasuki bagian inti tubuh Mo Yuuran, ia seketika membelalak. Perasaan ini pasti salah.

Ugh!

“Yuuran … kau, kau masih perawan?” tanya Kaisar Zi Xuan dengan wajah terkejut sekaligus merasa bersalah.

Mo Yuuran hanya terdiam sambila memejamkan mata. Cairan bening meleleh seiring dengan sesuatu yang memasuki tubuhnya dengan paksa. Ia merasakan nyeri yang seolah membelah tubuhnya.

Setelah mengetahui kenyataan itu, Kaisar melunak, wajahnya berubah melembut. Gerakannya seketika pelan dan hati-hati.

“Maafkan aku,” bisik Kaisar Zi Xuan di telinga Mo Yuuran.

Tapi Mo Yuuran hanya diam dengan mata terpejam. Kaisar Zi Xuan akhirnya melepaskan ikatan di kedua tangan sang Permaisuri.

Akhirnya malam itu, malam panas pertama yang dirasakan Mo Yuuran. Meski bagi Kaisar Zi Xuan ini yang kedua kalinya, tapi perasaannya tetap pertama. Karena baginya, orang yang pertama ia sentuh Mo Yuuran meski itu kenyataannya bukan.

Malam telah berlalu panjang. Mo Yuuran tertidur pulas di atas ranjang setelah adegan panas itu, napasnya teratur, wajahnya tampak damai seolah semua beban yang ia pikul telah menghilang untuk sementara waktu.

Rambut hitamnya terurai di atas bantal, sedikit berantakan namun justru menambah kesan lembut yang jarang terlihat sebelumnya. Selimut menutupi tubuhnya hingga dada, memperlihatkan bahunya yang halus dan putih bersih.

Di sampingnya, Kaisar Zi Xuan belum memejamkan mata.

Pria itu bersandar setengah duduk, tatapannya tak lepas dari wajah Mo Yuuran. Tangannya bergerak perlahan, mengelus rambut istrinya dengan hati-hati, seolah takut membangunkannya.

“Apa yang sebenarnya terjadi padamu?” gumamnya.

Tatapannya berubah rumit.

“Apa yang kau rencanakan lagi, Mo Yuuran?” batinnya dipenuhi kecurigaan yang tidak bisa ia hilangkan begitu saja.

Namun di balik semua itu, ada perasaan lain yang jauh lebih kuat, kebahagiaan malam ini.

Dadanya terasa penuh, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya. Matanya perlahan bergeser ke arah ranjang, tepat pada noda merah yang tertinggal di sana.

Napasnya sedikit tertahan.

“Jadi ini benar-benar pertama kalinya?” bisiknya, suaranya nyaris tak terdengar.

Senyum tipis muncul di bibirnya, namun matanya justru sedikit memerah. Untuk pria yang selama ini tak pernah mengharapkan apa pun selain cinta wanita itu, momen ini terasa seperti mimpi. Ia menundukkan kepala, jemarinya mengepal pelan.

“Jika ini mimpi, tolong jangan bangunkan aku.” Ia memejamkan mata sejenak. “Kumohon, Dewa aku tidak pernah meminta apa pun selain ini.”

Beberapa saat kemudian, ia perlahan bangkit dari ranjang. Dengan hati-hati agar tidak membangunkan Mo Yuuran, ia mengambil jubah hitam yang tergeletak di lantai dan memakainya.

Langkahnya membawa dirinya ke arah balkon.

Di luar, malam masih pekat, namun suara ayam mulai terdengar samar dari kejauhan, tanda fajar akan segera datang. Angin dingin menyapu wajahnya, membuat pikirannya sedikit lebih jernih.

Di tangannya, kini tergenggam sebuah belati kecil yang tajam. Tanpa ragu.

Jleb!

Suara tusukan itu nyaris tenggelam oleh angin malam.

“Ugh!” erang Zi Xuan tertahan, tubuhnya sedikit menegang saat rasa perih langsung menjalar dari luka itu di bagian dada kirinya yang kekar itu.

Napasnya memburu, namun wajahnya tetap dingin. Dengan cepat, ia menekan luka itu menggunakan kain, menahan darah agar tidak menetes ke lantai.

“Ini bukan mimpi,” gumamnya pelan. “Ini nyata.”

Langkah kaki pelan terdengar dari dalam kamar.

“Zi Xuan?” suara Mo Yuuran terdengar serak, masih dipenuhi kantuk.

Ia berdiri di ambang pintu balkon, wajahnya pucat namun khawatir. “Apa yang kau lakukan di sini?”

Mo Yuuran berjalan mendekat dengan langkah sedikit goyah. Tubuhnya masih lelah, namun ia tetap memaksakan diri hingga akhirnya berdiri di belakang pria itu.

Tanpa berkata apa-apa, ia memeluk Zi Xuan dari belakang.

Kaisar itu sedikit terkejut, namun tidak menolak. “Kenapa kau terbangun, hm?” tanyanya pelan, suaranya kembali lembut.

Mo Yuuran menyandarkan wajahnya di punggung pria itu. “Aku terbangun karena kau tidak ada di sampingku.”

Jawaban sederhana itu membuat Zi Xuan terdiam sejenak.

Perlahan, ia melepaskan tangan Mo Yuuran dari tubuhnya, lalu berbalik menghadapnya. Tanpa memberi kesempatan untuk protes, ia langsung menggendong wanita itu dengan mudah.

Mo Yuuran sedikit terkejut, namun tidak melawan.

“Tidurlah kembali,” ucap Zi Xuan pelan. “Malam masih panjang.”

Ia menatap wajah Mo Yuuran yang masih terlihat lelah. “Aku tahu kau masih lelah.”

Mo Yuuran mengangguk pelan, matanya setengah terpejam. Namun sebelum ia benar-benar terlelap, ia menatap wajah pria itu dengan samar.

“Ada apa?” tanyanya lirih.

Zi Xuan hanya tersenyum tipis, lalu menggeleng. “Tidak ada.”

Ia membawa Mo Yuuran kembali ke ranjang, membaringkannya dengan hati-hati. Selimut ditarik hingga menutupi tubuh wanita itu dengan rapi.

Mo Yuuran tanpa sadar langsung mendekat, menyusup ke dalam pelukan Zi Xuan. Pria itu sedikit terdiam, namun kemudian membiarkannya. Untuk pertama kalinya, ia tidak menolak.

Napas Mo Yuuran kembali teratur, tubuhnya kembali rileks dalam pelukan itu.

Sementara Zi Xuan tetap terjaga, menatap langit-langit dengan pikiran yang jauh lebih rumit dari sebelumnya.

1
tinie
ya lagian jadi pelayan aja
belagu tidur nyenyak dikasur empuk
eeh justru anak kaisar malah dikasih kasur tikar
RheaAdelya
😍
༺⬙⃟⛅ 𝒚𝒂𝒚𝒖𝒌 𝒋ᷟ𝒖ⷽ𝒐ᷟ𝒔ⷽ
ini siapa yg tak tau malu
mama_im
mantap👍👍🤣🤣🤣
FAISHAL GAMING
luar biasa
💟노르 아스마💟
whuuuhhhh...keren!!!👏👏👏👏
Allfa Rizky
suka sama cerita spt ini FL nya Badas keren banget gak menye-menye,, sar set eksekusi man taappp
Allfa Rizky
sadiiisss,, tpi kereenn Badas
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
Uuuhhh mantaaapp itu baru Permaisuri /Applaud/
≛⃝⃕|ℙ$Ŋบ𝑟ļịãŊãᴍ͜͡s͜͡𝆺𝅥⃝©🏡⃟ªʸ
/Drowsy//Scream/ Tumaaaann mang enak disiram aer nanaasss
SENJA
mantabs🔥
SENJA
yaelaaah kurang lah segitu😳
SENJA
lu yang mati 😤
SENJA
udah langsung hukum langsung siksa
SENJA
siksa udah buseh dah ga beres nih 😤
SENJA
emang ga ada ingatan yuran sebelumnya?
Vika Lestari
uf lagi kaka🙏
Sribundanya Gifran
lanjut
Maydian li Maydian
lanjut thor 😍
Atik Kiswati
mantap....🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!