NovelToon NovelToon
Mantan, Balikan Yuk!

Mantan, Balikan Yuk!

Status: sedang berlangsung
Genre:Romansa Fantasi / Cinta Seiring Waktu / Dosen
Popularitas:1.3k
Nilai: 5
Nama Author: Arion Alfattah

Kesalahan yang dilakukan Azalea Calista membuat suaminya kecewa dan berakhir ingin menceraikannya. Namun demi cinta yang tumbuh di hati Alea, dia bertekad untuk mengejar kembali cinta sang suami.

Sayangnya Alea harus kehilangan Fathan karena laki-laki itu pergi tanpa berpamitan. Hingga suatu hari, keduanya kembali dipertemukan dalam keadaan berbeda.

Akankah mereka kembali bersama atau justru memilih saling melepaskan bersama pasangan baru?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Arion Alfattah, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 21 - Mall

Bubur ayam yang ada di pikirannya Azka ternyata tidak seperti kenyataannya, anak itu bingung memperhatikan isi mangkuk di depannya. Nasi encer dengan toping ayang Suir ditambah kuah sedikit kuning, tak lupa juga kecap sama kerupuk udang memenuhi isinya.

"Ini bubul ayam!" tanya Azka bingung.

"Iya, itu bubur ayam, masih panas jangan langsung di makan," kata Alea sambil mengambil satu culik nasi goreng.

"Ini bukan bubul ayam, Mama." Pipi Azka mengembung, melipatkan kedua tangannya kesal sama kenyataan yang ada.

"Loh." Alea menoleh bingung. "Ini bubur ayam, ya emang gini bubur ayam."

"Enggak, ini bukan bubul ayam." Kekeh Azka.

"Kan kamu maunya bubur ayam, ya ini."

"Ini bubul naci bukan bubul ayam, atu ndak mau."

Alea melongo, berpikir sejenak maksud dari perkataan Azka. "Ya ampun sayang, jadi kamu kira bubur ayam itu daging ayamnya di bubur gitu?"

Azka mengangguk, ia pikir makanan baru jadinya mau mencoba ternyata beda sama isi pikirannya.

"Astaga anak ini, ada saja kelakuannya." Alea terkekeh, dia pun berusaha membujuk anaknya mencoba terlebih dulu makanan di depan mereka sambil memberi penjelasan mengenai bubur ayam yang dimaksud.

*******

Beda sama pagi di kediaman Fathan, pagi-pagi dia harus menahan kesal sama kelakuan Silvi.

"Gak mau! Aku akan ikut kemanapun kamu pergi hari ini supaya aku tahu kegiatan kamu. Aku gak akan pernah membatalkan pertunangan kita!" seru Silvi penuh penegasan.

Sarapan pagi Fathan dan ibunya terganggu sama kedatangan Silvi, dia datang dengan tujuan mengikuti kegiatan sehari-hari Fathan.

"Kalau kamu gak nurutin aku lebih baik pertunangan kita batal!" ancam Fathan kesal.

"Jangan! Ok aku gak akan ikut kemanapun kamu pergi tapi Minggu depan kita nikah."

"Aku akan memikirkan hal itu." Kepala Fathan rasanya mau pecah, kenapa bisa dia menerima perjodohan itu jika hidupnya tidak akan tenang seperti ini. Yang dia rasakan dari Silvi bukan cinta melainkan obsesi semata, terlebih orangtua Silvi juga sama gilanya.

*******

Ancaman keluarga Silvi meresahkan, hidup Fathan merasa terkekang dan ketenangannya terusik, pikirannya pun bingung serta hati gelisah memikirkan segala kemungkinan terjadi.

"Wajah lo kusut banget Fat, kayak cowok gagal ngasah keris," celetuk Aldi sambil membawa dua cangkir kopi kemudian meletakkannya di atas meja.

"Keris sakti sunggokong gue emang belum di asah selama 3 tahun," balas Fathan paham.

"Yaelah, makanya nikah lagi biar tuh keris gak karatan." Aldi juga duduk di sampingnya Fathan.

"Gue bingung Al."

Aldi menoleh, "soal?"

"Silvi dan keluarga." Kemudian dia menceritakan tentang permasalahan yang sedang dihadapi.

"Anjir, segitunya mereka nekan elo? Ini mah udah gak sehat lagi." Aldi kira hubungan sahabatnya lurus-lurus aja ternyata jauh dari kata lurus.

"Makanya gue bingung harus gimana sekarang? Disaat ada dukungan dari om nya Alea gue malah kesulitan cari cara lepas dari Silvi, gue gak tega membiarkan ibu gue masuk penjara, Al."

"Kalau uang gue bisa minjemin elo tapi soal ibu lo gue gak yakin bisa bantu sampai bebas dari tuduhkan, tapi gue punya kenalan pengacara yang mungkin saja bisa membantu elo." Aldi merasa iba pada peristiwa yang menimpa sahabatnya, dia yang pernah merasakan hal itu bisa mengerti perasaan Fathan saat ini, tanpa pamrih dia pun berinisiatif menawarkan bantuan demi meringankan beban Fathan.

"Lo serius mau bantuin gue?"

"Iyalah gue serius, kasihan gue liwat wajah elo, kayak gak ada gairah hidup," jawab Aldi santai seraya tangannya mengambil cangkir kopi.

Senyum di bubur Fathan mengembang, setidaknya dia punya harapan. "Makasih Al, lo emang terbaik."

"Tapi gak gratis."

"Apapun akan gue lakukan asal bisa bebas dari mereka dan ibu gue dapat keringanan." Kabar dari Aldi menjadi angin segar ditengah kebingungan dan ketakutan, dia jadi semangat lagi.

********

Mall

"Di cini cenang di cana cenang dimana-mana hatiku cenang acelole jos," seru Azka berceloteh menyanyikan lagu yang ia bisa.

Alea tertawa mendengar celotehan putranya, tangan kanannya menggandeng Azka berjalan menuju lantai dua, tempat wahana permainan untuk anak-anak.

"Harusnya bukan lagu itu yang kamu nyanyikan, harusnya goyang dumang," kata Vale ikut jalan-jalan bersama Alea.

"Cekalang hatiku lagi cenang-cenang jalan-jalan," balas Azka tak mau kalah.

"Tuh mulut belepotan ngomongnya, belajar dulu yang bener, cil." Seperti biasa, Ayumi yang suka ngisengin Azka.

"Udah benel kok, bibil nya dicini bukan di mata." Ada aja jawaban Azka di luar prediksi mereka, dengan ciri khasnya tatapan mendelik kesal.

Ketiga wanita dewasa itu terkekeh melihat raut wajah Azka, menggemaskan dimata mereka. Ada aja tingkah Azka yang buat ketiganya tertawa.

Mereka mencoba berbagai pemain, mulai dari perosotan, mandi bola, dan berbagai permainannya. Tak hanya permainan, mereka juga berbelanja dan tak lupa mencoba aneka makanan. Merasa semuanya sudah di coba dan waktu pun makin siang, Alea Azka dan kedua temannya pulang.

"Kalian yakin gak mau bareng gue?" ucap Alea saat mereka turun dari eskalator.

"Enggak bisa, gue udah janjian sama seseorang di depan sana," balas Ayumi.

"Gue juga gak bisa sudah di jemput seseorang," timpal Vale.

"Ok, jika pisah di sini. Sampai ketemu lain waktu guys, makasih sudah temani gue dan Azka bermain." Mereka berpamitan kemudian berpisah berpencar.

"Dah Tante," seru Azka seraya melambaikan tangan.

Vale dan Ayumi tersenyum membalas lambaian tangan Azka sampai mereka hilang diantara banyaknya dan pintu.

"Ayo sayang."

"Let's go mama."

Di saat keduanya berjalan menuju area parkiran, tiba-tiba tangan Alea di tarik seseorang.

Plak!

1
Liswati Angelina
🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤭🤭ngakak terussss
Cimit: jangan di bayangin. 😆
total 1 replies
Liswati Angelina
seru dan lucu
Liswati Angelina
La terus ayah alea ternyata bapaknya si silvi...... 🤭🤭🤭 cuma nebak thoorr🙏🙏
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!