Bebas dari tuduhan konspirasi penculikan yang dirancang mantan kekasihnya, Michaela Hokked (24) memilih mati demi melepaskan diri dari masa lalu yang busuk.
Namun, takdir memiliki selera humor yang kejam.
Pelariannya menuju Los Angeles hancur bersama taksi yang ia tumpangi dalam kecelakaan maut yang meremukkan wajahnya.
Enam bulan koma dan melewati enam
Kali operasi wajah, Michaela terbangun dengan rupa baru: wajah cantik milik Cecilia Lynch, wanita bermata teduh yang kecelakaan bersamanya.
Kini, Michaela terjebak sebagai 'Cecilia' di hadapan Killian Vale-Knight (28 th) pria berkuasa yang mengaku sebagai kekasih jarak jauh Cecilia.
Tanpa kecurigaan, keluarga miliarder itu menghujaninya dengan kasih sayang yang tak pernah ia miliki.
Namun, kenyataan pahit menghantam: Cecilia asli tewas dalam keadaan hamil, Mencuri identitas Cecilia adalah tiket kebebasannya, atau justru awal dari labirin misteri yang mematikan?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
014
Jauh dari kepungan dinding batu tinggi dan kemewahan kapel milik keluarga Vale-Knight, atmosfer di salah satu kawasan hunian elite tersembunyi di sudut lain kota Los Angeles terasa begitu mencekam.
Di dalam sebuah ruang keluarga berdesain modern minimalis dengan dominasi warna hitam dan emas, gema makian yang sarat akan amarah yang dingin baru saja meluncur dari bibir seorang wanita paruh baya yang masih terlihat luar biasa memesona.
"Beraninya kau berniat kabur dariku dan nekat datang sendiri ke Los Angeles!"
Teriakan itu menggema, memantul di dinding kaca besar yang menghadap ke arah kolam renang dalam ruangan.
Wanita paruh baya itu—sang Madam, otak tertinggi di balik jaringan hitam Madam’s Roses—berdiri dengan anggun namun mematikan.
Matanya yang tajam bagai belati menatap lurus ke arah seorang gadis yang duduk bersimpuh di atas karpet bulu mahal di bawah kakinya.
"Sudah kuperingatkan sejak pertama kali kau bergabung, jangan pernah pakai hati dalam setiap misimu! Tapi kau? Kau malah mencintai targetmu sendiri! Benar-benar tidak tahu diri!" desis Madam, langkah kakinya yang mengenakan sepatu hak tinggi berbunyi ketat di atas lantai marmer.
"Kau sudah kubesarkan dengan baik, kuberi pendidikan tinggi, kuajari cara memikat dunia, dan sekarang kau ingin mengkhianatiku hanya demi seorang pria?"
Madam berhenti tepat di hadapan gadis itu, lalu mencengkeram dagunya dengan kuku-kukunya yang runcing bercat merah darah.
"Seandainya saja... seandainya aku tidak bergerak cepat dan mengendus rencana Killian Vale-Knight dari kaki tanganku, kau pasti sudah mati mengenaskan di jalanan enam bulan lalu, Cecilia!"
"Maafkan aku, Madam... Tolong maafkan aku," ungkap wanita itu dengan suara bergetar dipenuhi ketakutan yang mendalam.
Wanita itu adalah Cecilia Lynch.
Cecilia Lynch yang asli ternyata masih hidup.
Dia tidak terkubur di dasar bumi, dan dia juga tidak sedang mendampingi Killian di atas altar pengantin.
Saat ini, dia berada di dalam salah satu hunian mewah milik Madam di Los Angeles, hidup di bawah bayang-bayang ketakutan dan jerat organisasi yang belum bisa dia patahkan.
"Aku... aku berjanji tidak akan mengulanginya lagi, Madam," kata Cecilia dengan sepasang mata yang berkaca-kaca, menundukkan kepalanya dalam-dalam hingga rambut panjangnya menjuntai menutupi wajah.
Madam melepaskan cengkeramannya dengan sentakan kasar, lalu mengambil selembar tisu sutra untuk mengusap jemarinya, seolah baru saja menyentuh sesuatu yang kotor.
"Aku sudah mengorbankan satu orang tunawisma hamil untuk menggantikan posisimu di dalam taksi malam itu, demi menghapus jejakmu dari radar keluarga Knight. Jadi, jangan buat kecerobohan lagi. Dan jangan pernah bermimpi kalian semua bisa mengelabui ataupun kabur dariku. Ingat itu baik-baik!!!"
"INGAT, MADAM!!"
Jawaban itu terdengar serentak dari sudut-sudut ruangan.
Di sana, beberapa wanita muda berwajah luar biasa cantik dengan aura keanggunan yang setara—para anggota Roses yang lain—berdiri dengan kepala tertunduk, tidak berani memprotes otoritas sang Madam.
Di dalam posisinya yang bersimpuh, dada Cecilia Lynch bergemuruh hebat oleh perpaduan rasa bersalah, rindu, dan trauma yang mendalam.
Demi Tuhan, dia sebenarnya sudah sangat lelah.
Dia ingin bebas dari keanggotaan Madam's Roses yang mengikat seluruh hidupnya bagai rantai tak kasat mata.
Itulah sebabnya, ketika dia terpilih untuk menjadi Rose yang bertugas mendekati Killian Vale-Knight—seorang target elite yang awalnya hanya diincar hartanya—Cecilia justru terjatuh ke dalam pesona pria itu.
Killian begitu tulus, begitu menghormatinya, dan memperlakukannya dengan sangat baik meski mereka hanya berhubungan lewat ponsel.
Ketika Killian memberanikan diri untuk melamarnya, Cecilia langsung menerimanya tanpa ragu.
Di dalam benaknya yang naif saat itu, dia berniat menggunakan momen ini untuk kabur dari cengkeraman Madam.
Dia berpikir, dengan kekuasaan dan pengaruh raksasa yang dimiliki keluarga Vale-Knight, dia pasti akan dilindungi dan Madam tidak akan berani menyentuhnya.
Namun, realitas menamparnya dengan sangat kejam.
Niat pelariannya dari San Francisco ternyata sudah tercium lebih dulu oleh jaringan informasi Madam yang menggurita.
Dan yang jauh lebih gila lagi, Madam mendapati sebuah fakta mengerikan dari hasil penyadapan: undangan Killian agar Cecilia datang ke Los Angeles enam bulan lalu sama sekali bukan undangan untuk menikah seperti yang dijanjikan pria itu di telepon.
Kekuasaan dan kecerdasan pria bernama Killian Vale-Knight itu benar-benar tidak bisa diremehkan.
Killian ternyata sudah tahu bahwa Cecilia adalah seorang penipu.
Pria itu mengundangnya ke Los Angeles untuk dijebak, dihancurkan, bahkan diundang untuk mati.
Kecelakaan taksi yang dialaminya enam bulan lalu ternyata sudah direncanakan dengan sangat matang oleh pihak Killian sebagai eksekusi awal.
Beruntung saja, berkat pelatihan fisik dan insting bertahan hidup yang ketat selama bertahun-tahun di bawah didikan Madam, Cecilia menyadari ada yang aneh dengan pergerakan taksi itu sesaat sebelum benturan terjadi.
Dengan kecepatan terlatih yang luar biasa, Cecilia berhasil membuka pintu dan melompat keluar dari taksi yang melaju kencang, berguling di semak-semak pinggir jalan.
Dia membiarkan taksi itu hantam pembatas jalan.
Di dalam taksi itu, dia meninggalkan seorang gadis malang—yang beberapa menit sebelumnya sengaja dia ajak naik ke dalam mobil yang sama. Dan madam mengorbankan seorang Tunawisma Hamil.
Cecilia melakukan itu atas perintah darurat dari Madam untuk meninggalkan jejak palsu.
Dia membutuhkan tubuh wanita lain agar dunia—dan terutama Killian—mengira bahwa Cecilia Lynch telah tewas mengenaskan di tempat kejadian bersama bayinya.
Sampai detik ini, Cecilia yang asli sama sekali belum tahu bahwa gadis malang di dalam taksi itu, yang bernama Michaela Hokked, ternyata masih hidup dan kini menguasai posisinya sebagai Cecilia di mansion Knight.
Madam telah mengatur segalanya dengan sangat rapi setelah hari berdarah itu.
Namun, karena San Francisco saat ini sedang tidak aman akibat pergerakan diam-diam juga penyelidikan kaki tangan Killian Vale-Knight yang terus mencari sisa-sisa jaringan mereka, Madam mengambil keputusan gila yang luar biasa berani.
Mereka langsung memindahkan seluruh basis operasi mereka ke Los Angeles.
Madam memutuskan untuk masuk langsung ke dalam kandang singa.
Mengapa? Karena Madam adalah wanita yang sudah sangat berpengalaman dalam hal ini.
Dia tahu, tempat paling aman untuk bersembunyi dari musuh yang kuat adalah dengan berada sedekat mungkin di bawah hidung mereka.
* ** *
Setelah Madam melangkah pergi meninggalkan ruangan untuk memeriksa dokumen bisnis ilegalnya yang lain, suasana di ruang keluarga itu perlahan-lahan mengendur.
Cecilia perlahan bangkit dari karpet, duduk di atas sofa dengan tubuh yang masih sedikit gemetar.
Tak lama kemudian, langkah kaki lembut mendekatinya.
Seorang wanita muda yang memiliki paras tak kalah cantik, dengan struktur wajah yang tegas namun menawan, duduk di sampingnya.
Wanita itu bernama Gabriella Margareth.
Dia mengulurkan sebotol air mineral ke arah Cecilia, lalu menatapnya dengan binar mata penuh perhatian.
"Bagaimana matamu, Cecilia? Apakah sudah tidak terasa sakit lagi?"
Cecilia menerima botol itu, memaksakan sebuah senyuman tipis untuk menenangkan wanita di sampingnya. "Tidak, Gabby. Aku tidak apa-apa. Mataku sudah jauh lebih baik sekarang," jawab Cecilia lembut.
Kenyataan pahit lainnya dari malam kecelakaan enam bulan lalu adalah, meskipun Cecilia berhasil lolos dari maut dengan melompat keluar dari taksi, benturan keras dengan ranting tajam dan aspal jalanan malam itu membuat mata kanan Cecilia Lynch mengalami kerusakan saraf yang parah hingga mengalami kebutaan total.
Selama berbulan-bulan, dia harus disembunyikan di sebuah rumah sakit swasta terpencil milik jaringan Madam di luar kota, terbaring di atas ranjang medis untuk menunggu pendonor kornea mata yang cocok.
Baru sekitar sebulan yang lalu, sebuah operasi besar berhasil dilakukan.
Proses transplantasi itu berjalan lancar, membuat mata kanannya sembuh total dan dia bisa melihat keindahan dunia lagi.
Cecilia sendiri sebenarnya baru keluar dari rumah sakit itu tepat pada hari ini.
Gabriella Margareth yang duduk di sampingnya bukanlah Rose biasa.
Dia adalah anak kandung dari sang Madam sendiri. Namun, demi Tuhan, di dalam lingkungan hitam yang mengungkung mereka ini, mereka semua yang berada di bawah asuhan Madam sudah hidup bersama sejak kecil.
Hubungan di antara para wanita Roses ini sudah seperti keluarga dan saudara kandung yang saling menyayangi, meskipun mereka dilatih untuk menjadi monster penipu bagi dunia luar.
Gabriella mengusap bahu Cecilia dengan lembut, mencoba menyalurkan kekuatan.
"Baguslah kalau kau sudah sembuh. Tapi ingat, Cecilia... lupakan pria bernama Killian itu. Dia bukan lagi pria pelindung yang kau impikan di telepon. Dia adalah monster yang mencoba membunuhmu. Mulai sekarang, kita harus fokus pada rencana berikutnya bersama Madam di kota ini."
Cecilia hanya bisa mengangguk pelan, menatap air di dalam botol di genggamannya dengan pandangan kosong.
Di dalam hatinya yang terdalam, ada rasa perih yang tak berwujud.
Dia harus mengubur cintanya dalam-dalam, tanpa pernah tahu bahwa di sudut lain kota ini, sebuah perang baru yang melibatkan namanya sedang dikobarkan oleh seorang wanita jalanan yang tak kenal takut.
itu Mischa kenapa muntah? mungkin kah hamil 🤨🤨🤨