NovelToon NovelToon
TITISAN MEDUSA

TITISAN MEDUSA

Status: sedang berlangsung
Genre:Kumpulan Cerita Horror / Horor
Popularitas:100.1k
Nilai: 5
Nama Author: Zur Rani

Gadis bernama Bulan yang bekerja sebagai pemandu wisata di sebuah pulau terpencil mendadak berubah setelah diperkosa secara brutal di dalam sebuah gua oleh para turis yang ia pandu. Bulan hampir meregang nyawa sebelum setetes air dari dinding gua bagian atas jatuh dalam mulutnya. Setetes air yang dikira Bulan itu ternyata adalah darah terakhir milik Medusa yang jatuh ke Bumi.

Perubahan apa yang terjadi pada Bulan setelah meminum tetesan darah milik Medusa?

Apa yang akan Bulan lakukan pada para pemerkosanya?

Adakah orang yang mampu melawan kekuatan Medusa di tubuh Bulan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zur Rani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Tragedi Roy...

“Kau di mana?” tanya Roy pada Mario melalui panggilang telepon.

“Masih di luar negeri, ada apa?” tanya Mario kembali.

“Kita sudah lama tidak bertemu. Aku merindukanmu, Dude! Aku berpikir menghubungimu karena mungkin saja kau ada di Indonesia. Ternyata kau juga di luar negeri.”

“Sorry, Bro. Aku sempat ke Indo sebentar untuk menjenguk Tora setelah itu langsung berangkat ke luar negeri lagi.”

“Saat ini aku lagi di villa. Aku kesepian sekali. Mau ke bar, takut. Setelah melihat kondisi Tora, aku jadi trauma pergi ke mana-mana. Teman-teman kita juga merasakan yang sama. Mereka kompak berdiam diri di negara masing-masing.”

“Aku tidak bisa mengatakan apa-apa, Dude. Kamu tahu sendiri kondisiku juga tidak baik.”

“T-tunggu! Aku merasa aneh sekarang. Kenapa kamu seolah tidak takut keluar rumah? Apa jangan-jangan kamu sudah punya menangkal serangan monster itu?” Mario berusaha tenang di balik teleponnya.

“Ck, kau lupa kalau aku pergi menggunakan jet pribadi? Dan aku tidak pernah pergi sendiri ke suatu tempat. Regar selalu menemaniku.”

Tok…tok…

Terdengar suara ketukan pintu di kamar Roy. “Aku tutup ya!”

“Oke!” balas Mario.

Ceklek…

“Ada apa?”

“Den, ada tamu di depan.” Seorang pelayan tua memberitahukan Roy tentang kedatangan tamu di villanya.

“Siapa? Aku tidak mengundang siapa-siapa ke sini.”

“Tidak tahu, Den. Seorang wanita cantik.” Roy seketika panik lalu menyuruh si pelayan tua untuk mengusir perempuan itu tanpa berniat menemuinya. Roy mengambil jaket dan ponsel kemudian berlari menuju pintu belakang. Roy lupa jika dia tidak boleh sendiri saat ini karena wanita cantik yang mendatangi villanya malam-malam adalah Medusa.

Saat pembantu tua itu kembali ke ruang tamu, wanita tadi sudah tidak ada. Sementara di lahan belakang rumahnya, Roy terus berlari sambil menghubungi seseorang. Lari di dalam gelapnya malam membuat Roy terjatuh beberapa kali karena tersandung batang pohon tumbang.

“Kenapa kau lari, pria menjijikkan sekali.” Ucap Bulan menatap sinis pria yang berhenti tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Bulan tersenyum sinis penuh aura negatif yang membuat Roy bergidik melihatnya. Warna mata Bulan berubah menjadi hijau dan bagian tengah kornea matanya berubah hitam kekuning-kuningan. Di bawah cayaha bulan, Jiwa Medusa terlihat bersinar bagai bara api di mata Roy. Pria itu ketakutan.

“Tolong!!!” teriak Roy membuat Bulan tertawa keras.

“Bagaimana rasanya?” tanya Bulan menatap tajam ke arah Roy lalu tanpa pikir panjang, pria itu langsung berlari meninggalkan tempat itu. Ia harus menyusuri perkebunan sampai Jiwa Medusa berdiri di depannya lalu,-

“Aaaaa” Roy menjerit saat matanya dipatuk salah satu ular dan rasa sakit yang teramat sangat itu menjalar ke seluruh tubuhnya.

Roy kembali berlari menjauhi Medusa tapi sayangnya ia kalah cepat dengan para ular di rambut Medusa yang mengejar pria itu tanpa ampun.

“Biarkan aku yang menghukumnya!” ucap Medusa membuat para ular yang hendak menggigitnya mundur lalu naik ke kepalanya lagi. Bulan menyeringai sadis lalu salah satu tangannya mengelus lembut rahang Roy dengan darah dari mata pria itu yang terus mengucur deras dan menimbulkan kesakitan yang teramat sangat.

Roy memundurkan tubuhnya dengan tangan tapi Bulan tetap mengikuti pria tersebut sambil berbisik riang dengan ular-ular di kepalanya. Lalu Bulan berhenti dan setelah itu ular-ular itu melompat ke tubuh Roy. Mereka memasuki celana dan baju Roy. Seolah seperti sedang memberi makan anak angjing begitu lah tingkah pola para ular kelaparan tersebut.

Jeritan malam begitu indah mengalun di tengah-tengah lebatnya perkebunan teh. Tidak jauh dari sana, iring-iringan mobil polisi datang sambil menyalakan sirine. Bulan menatap tajam pria di depannya itu lalu meminta salah satu ularnya untuk merusak wajah dan tubuh serta alat vitalnya. Ular-ular itu pun menjalankan tugasnya penuh semangat membuat Bulan senang hingga mobil polisi mulai terasa dekat.

“Ini adalah hukumanmu!”ucap Bulan lalu mencium bibir Roy sekilas dan setelah itu yang terdengar adalah jeritan Roy yang kepanasan karena bibir dan mulutnya terkena racun dari mulut Medusa. Iring-iringan polisi sampai ditemani oleh pelayan di villa Roy. Hanya beberapa  menit berjalan kaki, mereka langsung bisa menemukan Roy dengan kondisi mengenaskan.

Bibir dan mulutnya melepuh, bengkak dan tidak berbentuk seperti terkena air keras. Sementara ia tengah menggaruk alat vitalnya yang sangat gatal setelah dimasukkan dalam mulut salah satu ular. Saking kuatnya Roy menggaruk, pria itu tidak sadar bahwa dia sudah membuat alat vitalnya terluka parah hingga berdarah. Semakin kuat ia menggaruk, semakin enak dan semakin banyak darah yang keluar dan luka yang dalam.

“Den, jangan digaruk!” petugas kesulitan mengevakuasi Roy karena pria itu tidak mau melepas alat vitalnya membuat semua orang yang mendengar terkekeh.

Roy tidak mendengar, dia terus menggaruk dengan sebelah tangannya kemudian sebelah tangan yang lain dipakai untuk menutupi matanya yang mengeluarkan darah tapi tidak sakit. Petugas sampai kebingungan karena matanya terlihat parah tapi Roy tidak merasakan sakit. Sementara alat vitalnya terlihat baik tapi justru gatal dan luka hingga berdarah gara-gara digaruk.

Petugas kesehatan menyuntikkan obat penenang ke lengan Roy hingga pria itu tersungkur di tanah. Setelah itu barulah petugas membawa Roy menuju rumah sakit. Berita tentang kejadian aneh yang menimpa Roy berhasil diendus media karena ulah seorang wartawan yang saat itu juga berada di rumah sakit yang sama dengan Roy dan wartawan itu juga sempat melihat alat kelamin serta mata Roy yang terluka parah. Sang wartawa tidak puas dengan foto hingga berhasil mencuri dengar tentang identitas Roy saat pembantu villa diintrogasi oleh polisi.

Breaking News…

“Seorang pengusaha muda bernama Roy Sudibyo ditemukan dalam keadaan mengenaskan di tengah kebun dekat dengan villa miliknya semalam oleh petugas keamanan setelah dihubungi oleh penjaga villanya. Menurut cerita, semalam ada seorang wanita datang ingin bertemu dengan Roy. Setelah pembantunya memberitahukan tentang tamu wanita tersebut, Roy langsung panik lalu menyuruh pembantunya untuk mengusir wanita tersebut tapi saat pembantunya kembali ke ruang tamu, si wanita itu sudah menghilang. Pembantu itu kembali dan melihat sekilas jika majikannya berlari menuju pintu belakang lalu menghilang dalam kebun teh. Karena panik dan takut, si pembantu langsung menghubungi polisi hingga akhirnya jeritan seseorang yang diyakini sebagai Roy mengantar para polisi menyasar lebatnya kebun teh berbekal penerangan seadaanya. Saat ini kami tidak bisa mengakses lebih dekat dengan Roy Sudibyo karena pengawalan ketat dari pihak kepolisian dan keluarganya. Menurut polisi, penyerangan terhadap Roy diduga berasal dari saingan bisnisnya. Tapi pihak kepolisian akan mendalami lebih lanjut kasus ini juga mencari sosok wanita yang semalam datang ke vila Roy Sudibyo.”

Grup perpesanan teman-teman Roy panik. Mereka berkirim kabar tentang berita yang beredar. Sebagai sesama pembisnis, mereka punya banyak kenalan hingga dengan mudah mendapatkan berita tentan Roy walaupun mereka berbeda benua.

“Medusa!” ucap Sauze membuat William menoleh padanya.

“Kalau dia bisa menemukan Roy dengan mudah kenapa kamu tidak bisa menemukannya? Bukankah kau keturunan dewa?” tanya William.

Sauze menatap William, “Dia bukan lagi jiwa murni Medusa melainkan jiwa murni bercampur kekuatan lain yang aku sendiri belum mengetahuinya. Medusa telah dipenggal oleh Ayahku dan yang sekarang itu hanya jiwanya yang bercampur dengan kekuatan lain yang entah dari mana berasal. Itulah mengapa aku tidak bisa menemukannya tapi aku bisa mengenalinya jika ia di dekatku. Itu sebabnya mungkin kamu adalah orang terakhir yang akan dia datangi karena dia tahu di dekatmu ada aku.”

Kata-kata terakhir Sauze membuat William berada sedikit lebih beruntung dari teman-temannya yang lain. “Setelah Roy, siapa lagi?” tanya William seraya menatap Sauze.

“Tidak ada yang dapat menebaknya! Hanya Medusa yang tahu.”

Tring…

“Will, apa kita akan mengunjungi Roy?” tanya Alex.

“Maaf, aku belum bisa pulang ke Indonesia.” Tulis Mario.

“Sejujurnya aku tidak berani menjenguk Roy!” tulis Robert.

“Will, kemana kamu? Apa kata Sauze?”

William mendesah membaca pesan dari teman-temannya. Ia bingung harus berbuat apa saat ini karena keamanannya sendiri tidak terjamin.

“Sauze, pikirkan sesuatu!”

Kedua pria itu terdiam sampai Sauze mengeluarkan suaranya, “Aku memikirkan suatu cara tapi aku tidak menjamin keamanan kalian.” William mengerutkan kening menatap serius ke arah Sauze.

“Cara apa?”

***

1
Anonim
Upnya luaama banget setahun lebih ampe udah lupa ceritanya
Lilik Farihah
semakin penasaran
Lilik Farihah
menarik
Ulun Jhava
upx mana thor
Ulun Jhava
mario gawat bs berakhir ditangan putrix
Ulun Jhava
di alam ghaib waktu berjalan lbh cepat 1 hari dialam ghaib bs berbulan2 dialam nyata
Rebecca Jaimin
get well soon
Rebecca Jaimin
Luar biasa
Ita Xiaomi
Ngeri. Krn nafsu syahwat merusak segalanya.
Ita Xiaomi
Lupa dia tuh. Dia kira lg di dimensinya.
Ita Xiaomi
Jd ingat waktu msh bocil emakku sering bacakan aku dongeng dewa Neptunus.
Ita Xiaomi
Maklumlah baru keluar dr dimensi lain 😁
Ita Xiaomi
Keren ceritanya. Berasa ada dimana- mana, beda negara beda alam sampai beda legenda. Semangat berkarya kk. Berkah&Sukses selalu.
Haru Arima
satu kata , mampuss! seneng gw liatnya kalo disiksa gini/Casual/
Haru Arima
kak, apa tuh dibintangin? penasaran gw🤨
Ersa
laahh si alam lain Mario dah pya anak
Ersa
ngeri ngeri sedep baca novel ini
Yeni Ahmad
wahhh sekian lama baru up lgi Thor..

aku menunggu titisan Medusa menikah dan berbahagia dengan pasangan ny juga aku ingin melihat Briana dan Jacob bersatu bahagia..
~•Aikuro saki©^®
uwaaahh akhirnya up juga..sehat sehat ya thor
~•Aikuro saki©^®: hehe😆
total 2 replies
Aida Fitriah
assalamuallaikum kak zur, alhamdulillah sudah sehat ya😊😊😊
Zur Rani (IG : @zuranirain): walaikumsalam, kak....alhamdulillah setelah 2 bulan gak ngetik. tangannya ada perubahan, kak. makasih ya masih setia nunggu...🙃
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!