NovelToon NovelToon
Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Pewaris Kaisar Es Jiang Yuan

Status: sedang berlangsung
Genre:Dikelilingi wanita cantik / Fantasi Timur / Action
Popularitas:6.9k
Nilai: 5
Nama Author: Chizella

Jiang Yuan—18 tahun, hidup terasing di Desa Daun Hijau. Ketika desanya dihancurkan oleh kelompok misterius dari Aula Jiwa, ia terpaksa melarikan diri demi menyelamatkan nyawanya.

Di ambang kematian, Jiang Yuan diselamatkan oleh Wang Ning, seorang tetua kuat dari Sekte Bulan Kabut. Melihat bakat dalam dirinya, Wang Ning menjadikan Jiang Yuan sebagai murid dan membawanya memasuki dunia kultivasi.

Kini, Jiang Yuan harus bertahan di dunia yang kejam dan penuh bahaya, menempuh jalan menuju puncak kekuatan.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Chizella, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 11: Tugas dari Wang Ning

Taman kecil di belakang kediaman Wang Ning terbentang dengan keindahan yang tenang. Meski tidak begitu luas dibandingkan area-area lain di Puncak Teratai, tempat itu memiliki pesona tersendiri.

Bunga-bunga berwarna-warni bermekaran di sepanjang jalur setapak yang terbuat dari batu pualam putih, sementara air mancur kecil mengalirkan air jernih yang berkilauan di bawah sinar matahari pagi.

Pepohonan rindang dengan dedaunan hijau segar menaungi area itu, menciptakan suasana yang teduh dan damai.

Di tengah-tengah taman, dua kursi dari kayu giok berkualitas tinggi ditempatkan mengelilingi sebuah meja bundar yang dipoles hingga berkilau.

Di atas meja, sebuah teko porselen putih dan dua cangkir yang sudah terisi air berwarna keemasan menunggu untuk dinikmati.

Wang Ning duduk dengan anggun di salah satu kursi. Kaki jenjangnya yang mulus tersilang dengan santai, membuat gaun merah sutranya meregang sedikit di bagian paha.

Sepasang mata emasnya yang tajam menatap lurus ke arah Jiang Yuan yang masih berdiri di hadapannya.

"Duduklah," ucapnya, suaranya merdu namun sarat perintah.

Jiang Yuan perlahan menurunkan tubuhnya ke kursi yang tersedia. Matanya yang waspada bergerak cepat, mengamati setiap sudut taman dan setiap gerakan kecil Wang Ning.

Saat pandangannya jatuh pada cangkir di hadapannya yang sudah terisi air keemasan, alisnya berkerut sedikit.

Wang Ning mendorong cangkir itu dengan ujung jari lentiknya ke arah Jiang Yuan.

"Minumlah."

Jiang Yuan menatap cairan keemasan di dalam cangkir. Aroma aneh namun samar menguar dari permukaannya, sesuatu yang tidak bisa ia kenali.

Tangannya bergerak ragu, namun akhirnya ia mengulurkan tangan dan memegang cangkir porselen yang terasa hangat itu.

"Tidak ada racun di situ," ucap Wang Ning, seolah membaca pikiran Jiang Yuan yang penuh kewaspadaan. "Kau bisa tenang."

Jiang Yuan terdiam. Bagaimana tidak waspada? Ia baru saja menerobos ke Ranah Dou Shi. Tentu saja pemuda itu tidak ingin mati sia-sia setelah berhasil mencapai tingkat yang baru.

Namun, ia juga tahu bahwa menolak perintah Wang Ning adalah tindakan yang lebih bodoh.

Dengan perlahan, ia mengangkat cangkir ke bibirnya dan menyeruput minuman keemasan tersebut.

Rasanya aneh. Tidak manis, tidak pahit, namun meninggalkan sensasi hangat yang menyebar di tenggorokan dan dadanya. Jiang Yuan tetap meminumnya, meski rasa aneh itu terus menggelitik lidahnya.

Sudut bibir Wang Ning terangkat pelan. Wanita itu tampak menikmati setiap tetes yang diminum oleh Jiang Yuan, seolah ada kepuasan tersembunyi di balik tatapannya yang tajam.

Setelah setengah cangkir habis, Jiang Yuan meletakkan cangkirnya kembali di atas meja. Ia menatap Wang Ning dengan tatapan bertanya.

"Minuman apa ini sebenarnya?" tanyanya, suaranya datar namun menyiratkan keingintahuan yang tertahan.

Dengan wajah yang dibuat sempolos mungkin, Wang Ning menjawab. "Cairan tubuhku."

Saat itu juga Jiang Yuan terbatuk-batuk. Pemuda itu mencengkeram lehernya sendiri, matanya membelalak, dan berusaha memuntahkan apa yang baru saja ia minum.

"Uhuk! Uhuk!"

Ia menegakkan tubuhnya, jari-jarinya mencengkeram erat cangkir porselen itu seolah ingin meremukkannya. Ekspresi jijik dan ngeri terpampang jelas di wajahnya yang biasanya dingin.

Raut wajah Wang Ning berubah. Bibir merahnya mengerucut, menunjukkan ekspresi sedikit tersinggung.

"Kalau reaksimu begitu berlebihan, aku bisa sedih, lho," ucapnya dengan nada yang dibuat-buat cemberut.

Kemudian, tanpa bisa ditahan, ia tertawa pelan. Tawanya yang merdu bergema di antara pepohonan taman, membuat burung-burung kecil di dahan ikut terbang karena terkejut.

"Baiklah, baiklah. Sudah cukup main-mainnya."

Dalam sekejap, ekspresi wajah Wang Ning kembali serius. Mata emasnya berkilau dengan intensitas yang berbeda, meninggalkan segala kelucuan sebelumnya.

Jiang Yuan perlahan mengabaikan apa yang baru saja ia minum, berusaha mengembalikan fokusnya pada wanita di hadapannya.

Namun, di dalam hatinya, ia bersumpah untuk tidak pernah mempercayai minuman yang diberikan Wang Ning lagi.

Wang Ning perlahan berdiri dari kursinya. Gaun merahnya mengalir lembut mengikuti gerakan tubuhnya, menyapu permukaan tanah dengan anggun. Ia berbalik memunggungi Jiang Yuan, kedua tangannya dilipat di belakang punggung.

"Jiang Yuan, kau tahu?" ucapnya, suaranya kini lebih rendah dan serius. "Aku sudah tidak lama lagi akan menerobos ke ranah berikutnya. Sudah cukup lama aku berada di puncak Ranah Dou Ling. Sudah waktunya untuk melangkah ke tahap selanjutnya."

Jiang Yuan memperhatikan dengan saksama. Punggung Wang Ning yang ramping dan tegap terlihat kokoh di hadapannya. "Ranah Dou Wang?"

"Benar." Wang Ning mengangguk pelan. "Tapi ada satu hal yang kurang."

Wanita itu berbalik kembali, menatap Jiang Yuan dengan sorot mata yang dalam dan penuh makna.

"Aku memerlukan Tulang Phoenix Abadi."

Pikiran Jiang Yuan berputar cepat. Tulang Phoenix Abadi. Nama yang pernah ia dengar dalam cerita-cerita kuno di desanya.

"Tulang Phoenix Abadi itu akan membantuku dalam proses mencapai Ranah Dou Wang," lanjut Wang Ning, langkah kakinya bergerak perlahan mengitari meja. "Terlebih lagi, itu akan sangat cocok dengan kekuatanku yang memang menggunakan elemen api. Dengan tulang itu, jalanku menuju Ranah Dou Wang akan menjadi jauh lebih mulus."

Jiang Yuan memainkan cangkir di meja dengan jarinya, memutar-mutarnya perlahan sambil merenungkan kata-kata Wang Ning.

"Jadi... Guru Ning mau aku mencarikan Tulang Phoenix Abadi ini untukmu?"

Akhirnya Wang Ning berhenti bergerak. Ia kembali menghadap Jiang Yuan, seulas senyuman puas menghiasi bibir merahnya.

"Kau memang cepat paham. Aku tidak salah menilaimu."

Cincin penyimpanan di jari Wang Ning berkedip samar. Dengan gerakan yang cepat dan anggun, sebuah gulungan teknik muncul di telapak tangannya.

Gulungan itu terbuat dari kulit binatang purba berwarna keemasan, memancarkan aura energi yang samar namun terasa.

"Ambil ini."

Jiang Yuan mengulurkan tangannya, menangkap gulungan yang melayang di udara. Saat jari-jarinya menyentuh permukaan kulit itu, ia merasakan getaran energi yang hangat merambat ke telapak tangannya.

"Tulang Phoenix Abadi itu akan muncul dalam pelelangan besar," jelas Wang Ning, suaranya kini serius dan penuh perhitungan. "Setidaknya itulah yang kudengar dari sumber-sumber terpercaya. Banyak orang pasti akan datang untuk mengambilnya. Sekte-sekte besar, keluarga bangsawan, bahkan mungkin beberapa kultivator yang kuat."

Matanya yang emas menatap Jiang Yuan penuh harap.

"Sayangnya, aku masih memiliki urusan lain yang tidak bisa ditinggalkan. Tidak mungkin bagiku untuk hadir dalam pelelangan itu secara pribadi."

Wang Ning melangkah mendekat, hingga jarak di antara mereka hanya beberapa langkah.

Wangi bunga dan aroma khas tubuhnya yang harum menyebar di udara, memenuhi indra penciuman Jiang Yuan.

"Karena itulah aku membutuhkan bantuanmu." Suaranya menjadi lebih lembut, hampir seperti bujukan. "Harga bukan masalah. Gunakan tawaran setinggi apapun, asal bisa mendapatkannya. Aku yang membayar semuanya. Sisanya, kau bisa membeli apa pun yang kau inginkan untuk dirimu sendiri. Anggap saja sebagai imbalan atas jasamu."

Jiang Yuan mengerutkan kening. "Tapi kenapa harus aku?"

"Karena hanya kau saja yang memiliki segelku di sini," jawab Wang Ning dengan nada yang masuk akal.

"Chu Chu juga masih ada urusan lain, tidak bisa membantu. Dan murid-murid lainnya..." Ia menggelengkan kepalanya pelan. "Mereka tidak bisa kupercaya sepenuh hati."

Wang Ning mencondongkan tubuhnya sedikit ke depan, mendekatkan wajah cantiknya ke telinga Jiang Yuan.

Napasnya yang hangat berembus lembut di kulit pemuda itu, meninggalkan sensasi aneh yang merambat di sepanjang tulang belakangnya.

"Hanya kau saja yang bisa kupercaya, Xiao Yuan."

Jiang Yuan menahan diri untuk tidak bergerak mundur.

Meski kata-kata Wang Ning terdengar manis dan penuh kepercayaan, ia tahu bahwa di balik semua itu, segel kesetiaan di dahinya adalah alasan utama mengapa Wang Ning begitu percaya padanya.

Namun, ia juga sadar bahwa tugas ini akan memberinya kesempatan untuk keluar dari Puncak Teratai dan melihat dunia luar. Itu adalah kesempatan yang tidak akan ia sia-siakan.

"Baiklah," ucap Jiang Yuan akhirnya. "Tapi bisakah aku mengajak orang lain? Tulang Phoenix Abadi ini tidak sederhana. Bisa saja ada yang mencoba merebutnya di tengah jalan."

Wang Ning tersenyum. "Cerdas. Pilih saja, siapa yang ingin kau bawa?"

Tanpa ragu, Jiang Yuan menjawab.

"Ruan Mei."

Mendengar nama itu, alis Wang Ning terangkat sedikit. Namun, senyumannya tetap menghiasi bibirnya.

"Ruan Mei? Pilihan yang menarik." Wanita itu mengangguk perlahan. "Baiklah. Dia memang salah satu murid terbaik yang kumiliki. Kemampuannya dalam pertarungan cukup handal, dan ia memiliki naluri yang tajam."

Wang Ning berbalik, melangkah kembali ke kursinya dan duduk dengan anggun. Kakinya kembali tersilang, memperlihatkan lekuk pahanya yang mulus di bawah gaun merahnya.

"Kau akan berangkat besok pagi. Aku akan memberimu semua persiapan yang diperlukan. Cukup bawa Tulang Phoenix Abadi itu kembali padaku dalam keadaan utuh."

Jiang Yuan mengangguk. "Baik, Guru Ning."

Ia bangkit dari kursinya, bersiap untuk pergi. Namun sebelum ia melangkah, Wang Ning memanggilnya lagi.

"Oh, satu hal lagi, Xiao Yuan."

Jiang Yuan menoleh.

Wang Ning tersenyum, senyuman yang penuh misteri dan bahaya.

"Berhati-hatilah di luar sana. Dunia ini tidak seindah yang kau bayangkan. Banyak orang yang akan mencoba memanfaatkanmu, mengkhianatimu, atau membunuhmu begitu saja."

Matanya yang emas berkilau tajam.

"Jangan sampai kau mati sebelum sempat mengembalikan Tulang Phoenix Abadi itu padaku. Aku tidak mau kehilangan murid baruku yang berbakat."

Jiang Yuan tidak menjawab. Ia hanya mengangguk sekali lagi, lalu berbalik dan melangkah pergi dari taman kecil itu.

Di belakangnya, Wang Ning tetap duduk dengan tenang, jari-jarinya yang lentik bermain-main dengan pinggiran cangkir porselen.

"Ruan Mei dan Jiang Yuan," gumamnya lirih. "Kombinasi yang menarik."

Senyumannya melebar, meninggalkan misteri yang tak terungkap.​

1
yayat
sungguh kuat mental jian
yayat
dapat bonus extra ni dari tetua ning
Cecilia: tinggal tunggu mainnya😋
total 1 replies
emg gw pikirin?
yh, ini mc ga naif, ga asal ambil harta, best deh
emg gw pikirin?
mc msi cool2 dsnii
emg gw pikirin?
suka dchhh sama mc gni
Gege
belom kunjung ada adegan kulit bertemu kulit dan bulu bertemu dengan bulu dalam adegan kultivasi ganda untuk meningkatkan kekuatan sang MC..💪😄🤣🤭
Cecilia: hampir ini🗿 dikit lagi, besok keknya
total 1 replies
Cecilia
besok ku up sampe bab 40
yayat
ditunggu
Cecilia
letsgooo, tungguin next bab gaes
Tsumuri Makabe
bagus, mc op, licik
Tsumuri Makabe
lesgooo jiang yuann
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
/Determined//Determined//Determined/
Tsumuri Makabe
hmmm, awal yg bagus
asammanis
kurus dagingnya dikit
yayat
apa ni yg diminta ga mungkin minta nganu kn haha
Gege
di tunggu proses penyatuan yin yang dalam tajuk kultivasi ganda mempraktekkan isi kitab kamasutra 99 gerakan, guna memanen energi..🤣😄..makin banyak hareem makin kuwatt MC nyaaaah...💪
Cecilia: nantikan aja bab 39nya wkwk, bentar lagi🗿
total 1 replies
yayat
wah hal apa ni lanjut
Fajar Fathur rizky
gambar wang ning thor
Cecilia: ntar di bab 39 pas mereka nganu
total 1 replies
Zed Wara
13. Da da
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!