Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah terakhir di dompet Satria sudah berubah bentuk menjadi gumpalan lecek.
Di depannya, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu penarikan tunai yang terasa mengejek.
Satria menghela napas berat. Ia menekan tombol "Informasi Saldo". Dia sudah tahu angkanya akan mengenaskan, tapi dia tetap perlu melihatnya untuk memastikan seberapa jauh dia harus menahan lapar minggu ini.
Layar berganti. Angka yang muncul membuat jantungnya seolah berhenti berdetak.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Bukan 270 ribu. Bukan pula 270 juta. Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.
[SISTEM TOTAL KEKAYAAN]
Sisa Waktu: 00:58:42
Target Pengeluaran: Rp 50.000.000,00
Status Saat Ini: Rp 0 / Rp 50.000.000,00
Peringatan: Kegagalan akan mengakibatkan sanksi 'Kemiskinan Absolut' (Saldo dipotong menjadi Rp 27).
“Lima puluh juta. Satu jam."
"Kepala bapak kau ambyar!” umpat Satria,
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Wahyuni92, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode:1
Satu lembar uang sepuluh ribu rupiah di dalam dompet Satria sudah pasrah.
Bentuknya begitu lecek, layu, dan bau minyak telon, seolah sedang meratapi nasibnya yang sebentar lagi akan ditukarkan dengan sebungkus mi instan rasa soto.
Di depan Satria, layar mesin ATM berkedip-kedip, menampilkan menu pilihan nominal penarikan yang terasa sangat tidak tahu diri: Rp 100.000, Rp 300.000, Rp 500.000.
"Jangankan lima ratus ribu, buat bayar parkir di luar aja abang parkirnya bakal lepas lambung kalau lihat duit gua," gerutu Satria.
Dengan jari gemetar karena belum kemasukan nasi sejak kemarin siang, Satria menekan tombol "Informasi Saldo". Dia tahu angkanya mengenaskan, tapi dia tidak siap untuk dihina oleh sebuah mesin komputer.
Layar berganti. Sebuah angka muncul tanpa dosa.
SALDO REKENING ANDA:
Rp 270
Satria mengucek matanya.
Dia mendekatkan wajahnya ke layar sampai hidungnya menempel pada kaca.
Tetap sama. Tidak ada angka 'nol' tersembunyi di belakangnya. Tidak ada ribuan, apalagi jutaan.
Hanya dua ratus tujuh puluh rupiah.
"Dua ratus tujuh puluh perak?!"
Satria tertawa histeris.
Suara tawanya menggema di dalam ruangan ATM yang dingin ber-AC.
"Bahkan lalat di dalam ruangan ini kalau tahu saldo gua semurah ini, mereka bakal iuran buat beliin gua gorengan!"
Uang segitu tidak bisa ditarik tunai, tidak bisa dibelikan permen sebiji pun, dan kalau jatuh di jalanan, anak SD pun bakal malas buat membungkuk mengambilnya. Satria resmi menjadi manusia dengan kasta finansial di bawah lumut kerak.
Sambil melangkah gontai keluar dari gerai ATM, Satria meraba kantongnya.
Dia mengambil ponsel tuanya yang layarnya sudah retak seribu membentuk pola mirip peta dunia jika dilihat dari sudut tertentu.
Rencananya malam ini adalah mencari barang di kosan yang bisa dijual: dispenser tanpa galon, atau mungkin bantalnya yang sudah sewarna dengan kopi hitam.
Tiba-tiba, ponselnya bergetar.
Sebuah notifikasi aneh muncul dari aplikasi asing berlogo mahkota emas yang seingatnya tidak pernah ia instal.
Ting!
[SISTEM TOTAL KEKAYAAN DIAKTIFKAN]
Mendeteksi saldo pengguna berada di ambang batas kepunahan finansial.
Menghitung konversi nilai balik...
Saldo saat ini: Rp 270 (Menyedihkan).
Aturan Sistem: Setiap Rp 1 akan dikalikan dengan 10.000.000 sebagai dana santunan darurat.
[Proses Transfer Sedang Berlangsung...]
"Ah, paling komisi dari judi online nyasar, atau aplikasi penipuan yang ujung-ujungnya minta nomor OTP," gumam Satria, mengabaikannya dengan skeptis.
Ting!
Sebuah SMS resmi dari bank masuk.
[BANK CENTRAL]
Dana Masuk: Rp 2.700.000.000,00
Saldo Efektif: Rp 2.700.000.270,00
Satria langsung tersedak ludahnya sendiri. Dia terbatuk-batuk di pinggir jalan sampai dikira kesurupan oleh tukang sate yang lewat.
Dua koma tujuh miliar rupiah! Dan bagian paling lucunya, angka Rp 270 perak yang tragis itu masih bertengger dengan gagah di ekor saldonya, menolak untuk pergi.
Baru saja Satria mau bersujud syukur di trotoar, ponselnya bergetar lagi.
[TUGAS PERTAMA SISTEM]
Habiskan uang Rp 50.000.000 dalam waktu 1 jam ke depan untuk hal yang paling tidak berguna.
Jika gagal, saldo Anda akan dikurangi menjadi Rp 27 rupiah.
Satria melotot.
"Woi! Nyari duit susah, ini malah disuruh foya-foya secara mendadak!"
"Gua harus beli apa?!
"Kerupuk satu truk gitu?!"