Tidak di restui oleh sang ibu mertua membuat Nayla harus mengalami banyak tekanan selama tinggal di rumah suaminya yang bernama Robert. Tekanan batin yang di rasakan oleh Nayla semakin berat lantaran sang ibu mertua pandai menyembunyikan keburukannya di hadapan putranya Robert, sehingga sering terjadi salah paham antara Robert dan Nayla mengenai ibunya.
Derita apa sajakah yang di alami oleh Nayla selama tinggal bersama keluarga mertua yang tidak menyukai kehadirannya? Simak kisahnya di sini😘
Follow ig @t_l_handayani 😍
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon T. L. Handayani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Test DNA
"Robert, ayo kita masuk!" bentak Nyonya Indri sembari menarik lengan putranya dengan paksa, walaupun aksi itu gagal karena Robert terus saja mengelak.
"Lepaskan Ma, aku ingin mencari tahu sendiri tentang masa lalu ku!" Robert pun akhirnya membalas ucapan Nyonya Indri dengan bentakan juga.
"Katakan, apa benar itu adalah putraku?" tanya Robert sekali lagi kepada Bapak Nayla.
"Apa maksud kamu bertanya seperti itu? Kamu lupa pada anakmu sendiri? Atau jangan jangan kamu juga lupa jika Nayla adalah istrimu sehingga dengan mudah kamu menikah lagi dengan wanita lain?" Ibu Nayla mendadak menyela dengan kalimat yang mengejutkan semua telinga. Rasa sakitnya melihat Nayla di perlakukan dengan kasar oleh sang besan menumbuhkan keberanian untuk melawan. Terlebih Ibu Nayla tidak tahu jika menantunya sedang mengalami hilang ingatan.
Namun sebelum Robert menjawab ucapan Ibu Nayla, dengan cepat Nyonya Indri menyambar.
"Eh eh eh, apa apaan ini? Apa belum puas kamu menghancurkan hidup putra saya? Apa kalian tidak ingat jika dia menikah dengan putra saya dalam keadaan yang sudah hamil? Perempuan macam apa putri kamu itu?" bentak Nyonya Indri dengan sangat kasar.
Nayla yang tahu bagaimana sifat mertuanya memilih untuk diam dan tidak melawan dari pada membahayakan keselamatan keluarganya, bahkan dia melarang Bapak dan Ibunya menanggapi ucapan Nyonya Indri.
"Udah Bu, Pak, jangan ribut. Malu di lihat orang, saat ini suamiku sedang sakit.Dia lupa semuanya." lirih Nayla kepada kedua orang tuanya.
"Tidak Nayla, Bapak tidak percaya jika suamimu itu sakit. Dia pasti memang sengaja melakukan semua ini, jangan karena kita miskin lalu kita diam saja ketika harga diri kita di injak injak. Saat ini juga, lebih baik kamu minta cerai dari dia dan kita hidup bersama lagi. Bapak dan Ibu masih sanggup merawat Glen, dan lebih baik kamu bekerja pada orang lain yang lebih menghargai kamu dari pada di sini kamu di siksa dan tidak mendapat hak kamu." tegas Bapak Nayla kepada putrinya.
"Enak saja main pergi pergi, bayar dulu hutang hutang putrimu selama numpang hidup di sini!" Nyonya Indri kembali mengeluarkan kata kata pedas.
"Hutang apa? Harusnya anda yang berhutang pada Nayla karena tidak memberikan haknya sebagai menantu, bukankah selama ini Nayla sudah seperti pembantu di rumah ini?"
"Sudah cukup!" Robert tiba tiba berteriak di tengah tengah keributan yang terjadi di antara mereka.
"Lebih baik sekarang kita pergi ke rumah sakit."
Ucapan Robert seketika membuat semua terkejut.
"Ke Rumah Sakit? Ngapain nak? Apa kamu sakit? Ini pasti gara gara mereka..." ucap Nyonya Indri sembari memegangi dahi dan tangan putranya untuk memberi simpati.
"Tidak, kita ke sana untuk test DNA agar terbukti dia anakku atau bukan." jawaban Robert semakin mencengangkan Nyonya Indri, tetapi justru membawa senyum dan harapan untuk Nayla dan keluarganya.
"Saya setuju, lebih cepat di lakukan test itu lebih baik." Bapak Nayla segera menyetujui saran Robert, tetapi Nyonya Indri langsung menolaknya.
"Mama tidak setuju Robert, itu sama saja kita merendahkan harga diri kita. Buat apa kamu lakukan test itu? Kamu itu suami Angel, sementara dia datang saat dia sudah hamil, harusnya kamu tidak terpengaruh dengan ucapan mereka." Nyonya Indri berusaha meracuni pikiran putranya.
"Bukannya hasil test DNA akan lebih mudah menjawab semuanya Ma. Jika memang terbukti dia bukan putra kandungku, maka kita suruh mereka pergi sejauh mungkin dari hidup kita. Atau kalau perlu, kita tuntut mereka dengan kasus penipuan." tukas Robert dengan yakin.
"Tapi jika memang terbukti dia adalah putra kamu, kamu harus bawa istrimu keluar dari rumah mu ini dan ceraikan istri barumu. Tinggallah bersama Nayla dan Glen di rumah baru kamu . Agar Nayla tidak di siksa oleh ibu kamu." Bapak Nayla seketika menyambung ucapan Robert dengan begitu berani.