NovelToon NovelToon
MASIH MENCINTAIMU

MASIH MENCINTAIMU

Status: tamat
Genre:Single Mom / Keluarga & Kasih Sayang / Cintapertama / Tamat
Popularitas:6.9M
Nilai: 5
Nama Author: Mae_jer

Ethan dan Dira berpisah karena salah paham. Semuanya di mulai dari Kara, keponakan kesayangannya jatuh ke jurang. Belum lagi saat ia melihat Dira dan Jeremy bercumbu dalam keadaan telanjang. Hubungan keduanya hancur

6 tahun kemudian mereka dipertemukan kembali. Dira kebetulan bekerja sebagai asisten dari adik Damian bernama Zora. Ethan masih membencinya.

Tapi, bagaimana kalau Dira punya anak dan anak itu adalah anak kandungnya? Bagaimana kalau Dira merahasiakan sesuatu yang membuat Ethan merasa bersalah dan benar-benar hancur? Akankah Ethan berhasil mengejar cinta Dira lagi?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mae_jer, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bertemu

Dira menghentikan langkahnya di depan pintu masuk apartemen sederhana miliknya. Langkah Ethan secara otomatis ikut berhenti. Ia menatap lurus Dira, semburat di wajahnya jelas menunjukkan rasa penasaran kenapa wanita itu berhenti mendadak. Tapi Ethan bisa menebak. Mungkin Dira sedang menyiapkan hatinya untuk mengenalkan dirinya kepada Arel.

Ethan tersenyum tipis. Bukan, bukan senyum, lebih ke mendengus. Kalau saja wanita itu tidak menyembunyikan kenyataan dirinya hamil anaknya, hari ini tidak akan pernah ada. Arel akan tahu dari lahir kalau dia adalah ayah kandungnya. Tak perlu ada pertemuan seperti ini antara ayah dan anak.

"Kau akan berdiri di situ sampai kapan?" suaranya membuat Dira sedikit tersentak, seperti baru sadar kalau ada laki-laki lain di belakangnya, menjinjing tas belanjaan berisi mainan.

Mereka memang mampir ke toko mainan sebelum pulang. Dan Ethan membeli banyak sekali mainan untuk Arel. Padahal satu mainan saja Dira lihat tadi harganya di atas dua juta. Itu toko mainan paling mahal yang Dira masuki. Dan Ethan membeli sebanyak mungkin tanpa mempedulikan harga. Orang kaya memang beda.

Dira menarik napas panjang. Tangannya yang memegang gagang pintu terasa dingin dan sedikit berkeringat.

"A-aku hanya … memastikan dia sudah di rumah," gumamnya pelan. Ethan mendengus pelan.

"Kau tidak dengar suaranya? Jelas sekali dari luar sini."

Dira tersenyum kaku. Ia pun menekan password untuk membuka pintu. Pintu terbuka dengan bunyi klik pelan. Belum sempat Dira melangkah masuk, suara tawa kecil terdengar dari dalam. Riang. Tanpa beban.

"Mama?!" panggil suara itu ceria.

Jantung Dira langsung bergetar.

Arel muncul dari ruang tengah dengan kaus rumah dan celana pendeknya. Rambutnya sedikit acak-acakan, mungkin habis berguling di karpet. Langkahnya terhenti begitu melihat sosok tinggi di belakang Dira.

Bocah itu berkedip beberapa kali.

"Om Ethaan?!" Ia berseru senang lalu langsung melompat ke Ethan hingga tas besar yang di jinjing Ethan di kanan kirinya terjatuh.

Ethan refleks menahan tubuh kecil yang menabraknya. Tas-tas belanjaan itu jatuh berantakan di lantai, beberapa kotak mainan bahkan terguling keluar. Namun perhatian Ethan sama sekali tidak tertuju ke sana. Tangannya otomatis memeluk tubuh Arel yang menggantung di lehernya.

Untuk beberapa detik, pria itu membeku.

"Om Ethan!" ulang Arel riang, pipinya menempel tanpa ragu di bahu pria itu.

"Om Ethan kok ada di sini? Kok bisa tahu rumah Arel? Kok datangnya barengan mama?!"

Dira terdiam. Nafasnya tercekat. Mbak Ella yang baru saja muncul dari arah dapur segera pamit pulang. Dia tahu saat ini dia adalah orang luar yang tidak boleh berada di tempat ini. Dengan melihat wajah Ethan lagi yang begitu mirip Arel, dia sudah tahu siapa laki-laki itu.

"Dira, mbak pulang dulu ya."

Dira menatap wanita itu, tersenyum tipis.

"Makasih ya mbak." mbak Ella balas tersenyum. Ia menatap Ethan sekilas, menunduk hormat sebelum keluar dari apartemen tersebut.

"Dada bibi Ellaaa!" Seru Arel tetap ceria. Makin ceria malah.

Pintu tertutup pelan. Kini hanya ada mereka bertiga di ruang tamu kecil itu. Arel masih melingkarkan kedua tangannya di leher Ethan. Ethan sendiri masih kaku, satu tangannya menopang punggung kecil itu, satu lagi perlahan turun ke lantai, menyingkirkan kotak mainan yang hampir terinjak.

"Pelan-pelan," gumamnya rendah, refleks.

Dira memperhatikan dengan napas tertahan. Ia belum pernah melihat Ethan seperti ini lagi. Sejak hubungan mereka renggang. Tidak ada aura dingin. Tidak ada tatapan tajam penuh perhitungan. Ekspresinya begitu lembut pada Arel.

"Om belum jawab," desak Arel polos.

"Kok bisa bareng mama? Ketemu di depan ya?"

Ethan menurunkan Arel perlahan hingga berdiri lagi, tapi tangannya masih memegang bahu kecil itu, seolah memastikan anak itu benar-benar nyata.

Tatapan mereka sejajar.

"Memang datang untuk ketemu kamu," ucap Ethan hati-hati. Tidak menyebut om, belum menyebut papa juga.

"Kenapa?" Mata Arel membulat penasaran.

Dira menggenggam ujung tasnya sendiri. Inilah bagian yang tak bisa terus ditunda. Ia melangkah mendekat, berlutut di samping Arel.

"Sayang," suaranya lembut, meski jantungnya berdentam keras.

"Mama mau cerita sesuatu."

Arel menoleh cepat, masih dengan senyum cerianya.

Dira dan Ethan saling pandang sepersekian detik. Kali ini, Ethan tidak mengalihkan tatapannya. Seolah berkata, katakan sekarang.

Dira menelan ludah.

"Om Ethan… bukan cuma om."

Arel mengernyit kecil.

"Om Ethan ... Adalah papa kandung kamu."

Sunyi.

Senyum di wajah kecil itu memudar perlahan. Bukan karena takut. Lebih karena sedang memproses.

"Papa?" ulangnya pelan. Dira mengangguk.

"Iya, nak."

Arel menatap Ethan lama. Sangat lama untuk ukuran anak lima tahun. Lalu menangis.

"Papa? Kalo om papa Arel, kenapa waktu di taman gak langsung bilang? Kenapa bohong? Kenapa papa tinggalin Arel dan mama lama sekali? Kenapa papa nggak pulang-pulang?! Mama bilang papa pergi jauh banget! Hikss! Kenapa baru pulang sekarang?" Arel langsung berlari ke kamarnya habis mengatakan itu.

Ethan menatap Dira, bukan menyalahkan, tapi Dira tahu itu seperti tatapan yang kesal karena dia tidak diberitahukan tentang  anaknya selama bertahun-tahun ini. Dira menggigit bibirnya lirih.

"Aku akan bicara dengannya." kata Dira. Baru saja dia hendak melangkah menyusul Arel, tangannya sudah di tahan oleh Ethan.

"Aku saja. Yang dia butuhkan adalah penjelasanku." ucap pria itu. Dira menatap tangan Ethan yang menggenggam pergelangannya. Kuat, tapi tidak kasar. Ia pun membiarkan pria itu yang bicara dengan putra mereka.

Perlahan ia melepaskan tangan Dira dan berjalan menuju kamar itu. Langkahnya tidak terburu-buru, tapi mantap. Ia berhenti di depan pintu yang Arel masuki tadi, mengetuk pelan.

"Arel," panggilnya.

Tak ada jawaban. Hanya suara tangis yang ditahan. Ethan menelan ludah. Ini jauh lebih sulit daripada negosiasi bisnis mana pun yang pernah ia hadapi. Ia membuka pintu perlahan. Arel duduk di sudut ranjang, memeluk bantal, wajahnya basah oleh air mata. Melihat Ethan masuk, bocah itu langsung memalingkan wajahnya.

"Arel marah," gumamnya serak.

Ethan masuk dan menutup pintu di belakangnya, tapi tidak mendekat dulu. Ia berlutut di lantai, menjaga jarak.

"Kamu boleh marah," katanya tenang.

"Papa memang salah, karena papa perginya lama sekali. Maafin papa ya, mulai sekarang, papa nggak akan pernah pergi lagi, nggak tinggalin Arel lagi."

Arel masih terisak, bahunya naik turun.

"Janji?" tanyanya lirih tanpa menoleh.

Ethan mengangguk, meski anak itu tak melihatnya.

"Janji."

Perlahan, Arel menoleh. Ragu. Lalu beringsut mendekat. Matanya sudah bengkak sekali karena menangis. Ethan lalu merentangkan kedua tangannya dan Arel segera masuk ke dalam pelukan pria itu.

"Papaaa... Hikss... Papa Arel pulang ..." bocah itu terus menangis.

Sementara di luar kamar, Dira ikut menahan tangisnya. Ia baru sadar, betapa pentingnya keberadaan ayah untuk anak-anak.

1
Rusmini Mini
teka teki lagi bikin pusying aja Thor 🤦🤦🤦
Indra Wahyu Rianti
dira sm raka adalah orang yg gak bersyukur
Indra Wahyu Rianti
dira udah inget. inget masalah dulu apa. ttg arel yg kecewa mamanya meninggalkan dia. eh malah diulang. ngapain mikirin masa lalu. yg penting skrg udah lebih baik, bahagia. bukannya bicara baik baik sm ethan. masalah koq dicari.
Daulat Pasaribu
karyamu selalu bagus thor
💗 AR Althafunisa 💗
Yakin? langsung percaya itu anakmu?
💗 AR Althafunisa 💗
Lagian KLO bilang juga percuma kan, kan kamu pasti nudu itu anak dengan pria lain. Wong kamu putus yang katanya gegara lihat mereka bercumbu 😌
💗 AR Althafunisa 💗
😭😭😭😭💔
Indra Wahyu Rianti
dira aneh. justru kl mau nolong ella harus pakai bala bantuan. emang dia dtg doang bs bantu apa. dira jg gak mikirin nasib nya ruis. hadeh.
Dewi Ansyari
Astaga Kasihan Jeremy🤣🤣🤣🤣Dua kali asetnya di hantam Dami🤣🤣🤣
hilda avita
kok agak mbulet ya ceritanya seruh siiiih tapiagakbulet🙏
mulia modeong
👍👍
EmakKece
td spaghetti.. knp jadi mi ayam ? 🤭
fitria linda
😭😭😭
rahmah
ini kisah perjalanan cinta Ethan dan Dira tanpa ada cerita lain cuma ada sedikit cerita Dami bima dan Jeremy cinta Ethan dan Dira bersatu di pantai pribadi ethan dan akhirnya cerita ini juga di pantai dg merayakan ultah Arion yg pertama meskipun cerita ini tamat semoga kalian tetap bahagia sampai tua..🤗
fitria linda
ceritanya dulunya apa sih?? q penasaran blm baca
Ulfa Iin
ga ada kisi kisi nya dami nih
Jetva
koq di inkubator..?? bukannya bayi Arion sehat dan genap bulan waktu lahir...box/t4 tidur bayi lebih tepat, Thor....
Vivi
Menegangkan,ceritanya thor,tapi aku like
Rusmini Mini
apa mrk bertarung sambil gigit sianidA
Jetva
ORANG KAYA SELALU PUNYA UANG UTK KEPENTINGAN PENCITRAAN...ALASAN HAK ASUH DIAMBIL.KRN SANG IBU TAK MAMPU ITU SDH MELANGGAT ATURAN..KRN ANAK YG LAHIR DI LUAR NIKAH TETAP BERADA PADA PENGASUHAN IBUNYA BEGITUPUN NASHABNYA...KLO MAU BERTANGGUNGJAWAB TP MASIH ADA PROBLEM DI ANTARA ORTU..SEBAIKNYA SANG AYAH HANYA BERTEMU DAN MEBERIKAN NAFKAH SESUAI DGN KEPUTUSAN PENGADILAN ( ITUPUN KLO SAMPAI KE PENGADILAN)...SEIRING WAKTU DAN MASALAH TERSELESAIKAN..JIKA MASIH CINTA DAN MAU BERSATU YA AYO DEMI ANAK KALIAN HARUS BENAR" MEMULAI DARI AWAL TANPA MELIHAT MASA LALU...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!