Arin adalah gadis tomboi yang suka bercanda, sebagai anak SMA yang merayakan kelulusan. Arin atau Rin Rin bertamasya bersama rombongan sekolah nya, tanpa sengaja Arin menginjak kucing berbulu putih yang begitu cerah, setelah itu sebuah kejadian membuat Rin Rin terjatuh di sebuah lubang yang membawanya kesebuah dimensi lain.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon shafrilla, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Serangan dadakan.
"Yang mulia raja!" seru prajurit.
"Ada apa?" tanya panglima Long-ji.
"Gawat Yang mulia Raja, para manusia sudah memasuki wilayah alam siluman!" jawab prajurit.
"Apa maksudmu?!" seru Yan Yasha.
"Prajurit manusia menyerang dunia siluman, mereka membunuh orang-orang yang ada di desa Hen." jawab prajurit.
"Desa Hen?!" seru Arin dan nyonya beruang.
"Raja.. Tolonglah kami!!" seru siluman kelinci dan siluman tupai. Dua siluman itu bersujud kepada Yan Yasa. wajah mereka terluka dengan beberapa bekas memar yang ada di wajah mereka.
"Chochi.. Juju..," nyonya katak langsung mendekati dua siluman kecil itu.
"Nyonya katak, tolonglah aku.. keluarga kita sudah dibunuh oleh para manusia, mereka sudah menghancurkan desa kita." tangis keras Choci dan Juju ketika nyonya katak mendekati mereka. Tangis mereka semakin menggelegar.
Arin yang melihat dua siluman kecil yang biasa menjahilinya itu nampak dia sangat terkejut, iya kemudian mendekati dua siluman kecil itu dengan wajah yang begitu sedih. "Apa yang terjadi?" tanya Arin.
"Kakak cantik, orang-orang itu sudah menghancurkan rumah-rumah kita.. mereka sudah membunuh teman-teman kit." jawab Juju yang kemudian memeluk erat kaki Arin.
"Tenanglah tenang tenang..," kata Arin. Dia kemudian menatap Yan Yasha dengan tatapan mata yang penuh dengan kebingungan.
"Raja tolong.. desa tempatku tinggal telah di hancurkan, mereka membunuh keluargaku, tolong teman-teman kecilku..," ucap Arin sembari meneteskan air matanya. dia melihat dua siluman kecil itu terluka parah namun mereka masih bisa menyelamatkan diri.
"Aras, kerahkan seluruh prajurit kita, Long-ji. segera pergi ke desa Hen." perintah Yan Yasha. setelah itu Arin berlari untuk mengikuti Yan Yasha.
"Kamu di sini saja." ucap Yan Yasha.
"Tidak, aku tidak mau.. aku ingin melihat teman-teman kecilku." jawab Arin dengan kedua mata berkaca-kaca.
"Kalian tetaplah di sini." pinta nyonya beruang.
Fan dan Fen menganggukkan kepalanya.
Yan Yasha dan para prajuritnya pergi ke desa Hen, memang desa Hen adalah desa perbatasan antara manusia dan siluman. Seperti perjanjian yang sudah disepakati oleh 4 kerajaan, seharusnya para manusia tidak memasuki alam siluman dan sebaliknya. Namun Kaisar Qianro bersama para prajuritnya sudah memasuki wilayah para siluman. Mereka membantai para siluman tanpa memandang bulu, bahkan siluman yang sekarat pun tidak dibiarkan lepas, siluman kecil pun mereka bantai.
Komandan dan beberapa petinggi kerajaan bumi mereka membunuh para siluman, bahkan memotong kepala mereka dan memisahkan tubuh para siluman. Prajurit manusia yakin jika para siluman tubuhnya dipisah maka mereka tidak akan bisa lagi kembali hidup.
"Hancurkan tempat ini tanpa tersisa! bakar tempat ini!" perintah Kaisar Qianro, pria itu memerintahkan para prajuritnya untuk menghancurkan desa Hen tanpa tersisa.
Tak ada penolakan tapi para prajurit manusia itu langsung membakar habis desa Hen. Asap membumbung tinggi di udara, suara teriakan itu perlahan menghilang bersama dengan api yang mulai menyebar membakar seluruh desa siluman itu.
Yan Yasha bersama para prajuritnya mereka melakukan teleportasi menuju desa Hen, ketika berada di desa itu Arin terbelalak melihat pemandangan yang ada di sana desa tempatnya tinggal. Desa tempat dia mendapatkan kasih sayang dari para siluman yang terkadang membuatnya kesal itu. Arin tidak berkata, air matanya menetes dengan begitu deras dengan sesak yang teramat di dadanya.
"Kejam, mereka benar-benar kejam." ucap Arin ketika melihat desa itu telah dibakar.
Yan Yasha yang melihat tangis di mata wanita yang barusan dia nikahi itu dia langsung memeluknya. "Cari para prajurit manusia itu, bunuh mereka seperti mereka membunuh kaum kita." perintah Yan Yasha.
Para siluman langsung berubah wujud menjadi sosok yang sangat mengerikan, mereka menyusuri desa Hen yang sudah terbakar itu dan asap menyelimuti desa itu.
"Rumah kita benar-benar sudah hancur." ucap paman kerbau ketika melihat desa tempat tinggalnya benar-benar sudah hancur total.
Rumah terbuat dari kayu itu sekarang hanya menjadi puing-puing gosong yang tidak ada perwujudan sama sekali, Paman kerbau masih bisa bernafas lega karena anak dan istrinya Dia ajak untuk menghadiri acara pernikahan Arin dan raja naga. Tapi melihat rumah yang dipenuhi dengan kebahagiaan itu sekarang sudah lenyap tak berbentuk, bahkan rumah itu sekarang menjadi tumpukan abu.
Kenapa mereka selalu kejam kepada kita, para manusia itu menghancurkan tempat kita." ucap nyonya katak yang kemudian memeluk nyonya beruang.
Dua wanita itu sudah tidak sanggup melihat perwujudan dari desa mereka, ingin menangis itu semua percuma, desa tempat tinggal mereka sekarang sudah hancur, hancur tanpa tersisa sama sekali. Yang tertinggal hanyalah bau hangus yang menyeruak.
"Kenapa mereka selalu jahat kepada kita, apa salah kita kepada mereka?" tanya Arin ketika melihat tempatnya biasa bermain dengan para siluman kecil itu sekarang sudah rata dengan tanah. Rerumputan hijau sekarang sudah berganti berwarna hitam, tanah basah yang biasa dia pijak sekarang pun berubah menjadi panas dan hitam kecoklatan.
"Mereka benar-benar tidak bisa diampuni, mereka harus diberi hukuman atas apa yang sudah mereka lakukan." ujar Yan Yasha yang kemudian menutup kedua matanya, dia akan mencari di mana keberadaan para manusia yang sudah menghancurkan wilayah para siluman. "Kumpulkan mayat-mayat mereka, kuburkan kaum kita dengan layak." perintah Yan Yasha.
para prajurit mengumpulkan tubuh para siluman yang sudah tidak sempurna itu, betapa menakutkan kondisi yang ada di desa tempat Arin tinggal dahulu.
"Kalian berpencar ke beberapa titik. Aras, kumpulkan prajuritmu dan pergilah ke utara. Mereka berada di sana untuk menghancurkan desa yang lain." perintah Yan Yasha.
"Baik Raja." jawab Aras yang kemudian pergi ke tempat yang diperintahkan oleh Yan Yasha. Begitu pula dengan Long-ji, panglima Kerajaan naga itu pergi ke wilayah yang diperintahkan oleh Yan Yasha.
"Kenapa mereka begitu jahat, kenapa mereka begitu jahat." ucap Arin berulang kali. Dadanya bergemuruh begitu hebat, terasa benar-benar begitu sakit. Air matanya terus berlinang, dia melihat sosok bayi siluman yang masih berumur begitu kecil itu, bayi itu juga tidak luput dari pembunuhan berantai para prajurit kerajaan bumi.
"Aku akan membalas apa yang sudah mereka lakukan, mereka sudah menghancurkan desa tempat tinggal ku." ujar Arin yang kemudian mengikuti Yan Yasha yang sekarang sudah menjadi suaminya.
Di salah satu wilayah yang ada di kerajaan siluman, Kaisar Qianro terus membantai para siluman, dia memerintahkan para prajuritnya untuk membumihanguskan para siluman yang mereka lihat. "Kalian tidak boleh memberi ampun kepada kaum siluman! hancurkan tempat ini sampai tidak tersisa!" perintah Kaisar Qianro.
para prajurit kerajaan bumi terus menyisir wilayah-wilayah yang ada di alam siluman, seperti yang diperintahkan oleh kaisarnya para prajurit kerajaan bumi menghancurkan apapun yang mereka lihat, apapun yang mereka temukan dan akan membunuh setiap siluman yang mereka temukan.
*bersambung*