NovelToon NovelToon
MY HOT KILLER LECTURER

MY HOT KILLER LECTURER

Status: sedang berlangsung
Genre:Dosen / Cinta Terlarang / CEO
Popularitas:14.4k
Nilai: 5
Nama Author: Jeonndhhh

"Aku memaafkan pengkhianatanmu demi nama baik keluarga, tapi hatiku sudah mati."

Arga, CEO 30 tahun, terjebak nikah bisnis dengan istri yang hamil anak orang lain. Hatinya dikunci rapat.

Sampai Queen, mahasiswi bar-bar 20 tahun + pewaris universitasnya, datang dan menantang semua aturan.
Satu ciuman di club malam meruntuhkan tembok esnya.

Sekarang Arga harus pilih: Tetap di neraka pernikahan, atau terbakar dalam gairah terlarang dengan mahasiswinya sendiri?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jeonndhhh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

KESEPAKATAN DI TENGAH BADAI

Suasana di dalam unit apartemen Queen mendadak berubah.

Lampu kuning temaram.

Ada sisa wangi parfum Arga di udara.

Sisa-sisa napas panas akibat gairah yang sempat memuncak kini berganti dengan ketegangan baru yang jauh lebih strategis.

Alya, yang tadinya hanya berniat datang untuk menginterogasi, kini justru duduk dengan posisi duduk bersila di atas karpet bulu putih.

Tasnya dilempar sembarangan.

Matanya menatap kakak kandungnya dan sahabatnya dengan pandangan yang jauh lebih serius.

Tidak ada lagi canda.

"Oke, stop dulu adegan mesra-mesraannya," ujar Alya tegas.

Ia menunjuk Arga dan Queen bergantian.

"Sekarang kita bahas hal yang jauh lebih penting.

Ini bukan drama Korea. Ini hidup."

"Mas Arga, Queen, hubungan kalian ini bener-bener gak main-main, kan?Bukan pelampiasan. Bukan karena iseng."

Arga, yang kini sudah kembali mengenakan kemejanya dengan rapi meski kancingnya belum dikaitkan sempurna, menatap Alya dengan tatapan tajam yang melembut.

Rahangnya rileks.

Ia mengangguk pelan.

Sekali.

"Alya, aku tidak akan pernah melakukan tindakan seperti ini jika aku tidak serius.Aku sudah 28 tahun. Aku bukan anak kuliahan."

"Queen adalah orang yang... membuka mata hatiku dari kegelapan yang selama ini kubangun akibat Keysha. Selama 2 tahun aku nikah sama Keysha, aku nggak pernah merasa hidup.Sama Queen, aku merasa... punya alasan buat pulang."

Queen yang masih bersandar di dada bidang Arga menatap Alya dengan binar mata yang kini jauh lebih tenang. Tidak ada rasa bersalah berlebihan.

Hanya ada jujur.

"Al, gue tahu ini gila," kata Queen pelan.

"Gue tahu Arga adalah dosen gue.Kakak lo. Dan dia punya istri.Status gue di mata orang pasti jelek banget."

"Tapi, rasa ini tumbuh begitu aja.

Dari nol.Dari pas Arga ngajar dan marah-marah di kelas.Dari pas dia nolongin gue pas ban motor gue kempes."

"Arga sudah menderita cukup lama, Al.

Diselingkuhin, dimanfaatin, dijadiin ATM.

Dan gue cuma pengen dia ngerasain apa itu dicintai dengan tulus.Bukan dimanfaatkan.

Bukan karena harta Dirgantara."

Alya menghela napas panjang.

Panjang banget.

Lalu menyunggingkan senyum tulus yang jarang ia tunjukkan.

Senyum kakak.

"Gue dukung kalian," kata Alya.

"Sumpah. Demi Allah gue dukung."

"Mas Arga, lo tahu sendiri kan gimana toxic-nya hubungan lo sama Keysha?

Dia itu cuma sampah yang numpang tenar dan harta di keluarga kita.Dateng pas lo udah sukses.Pas butuh duit.Pas butuh nama."

Alya memajukan badan.

"Tapi, Mas... lo harus tahu satu hal yang lebih gila lagi.

Dan ini bisa jadi bom waktu."

Arga mengernyitkan dahi.

Garis di antara alisnya dalam.

"Apa maksudmu?"

"Keysha itu... hamil," ungkap Alya dengan suara rendah.

Suaranya ditekan.

"Udah 4 bulan. Dan dari kabar yang gue denger dari temen-temen gue di kalangan sosialita, pria selingkuhannya itu bukan sembarangan orang."

"Itu adalah kolega bisnis yang pernah kerja bareng Mas di proyek tahun lalu. Anaknya bos kontraktor.

Kalau gak salah namanya..."

"Daffa," potong Arga dengan suara dingin.

Beku.

Ia memejamkan mata.

Membiarkan kemarahan yang dingin merambat di sekujur tubuhnya.

Tangannya mengepal di atas paha.

"Aku sudah tahu, Al," kata Arga.

"Aku sudah memiliki semua bukti perselingkuhan mereka.

Foto mereka check-in di hotel.

Rekaman suara Keysha ngomong 'transferin aku ya sayang'. Hingga bukti transaksi keuangan Keysha yang dia gunakan untuk membiayai pria itu.

300 juta sebulan."

"Aku hanya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menghancurkannya di pengadilan.

Biar dia nggak dapat sepeser pun."

Queen ternganga.

Mulutnya kebuka.

Ia tidak menyangka dosen killer-nya ini jauh lebih cerdik dan tangguh daripada yang ia bayangkan.

Selama ini Arga diem.

Tapi ternyata main di belakang.

"Berarti kamu selama ini sudah merencanakan semuanya, Mas?" tanya Queen dengan suara kecil.

Kagum.

"Merencanakan buat cerai?"

Arga menunduk.

Mengecup puncak kepala Queen lembut.

Lama.

"Aku tidak bisa membiarkan diriku terus-terusan menjadi badut di rumah tangga sendiri.

Jadi pajangan."

"Tapi keberadaanmu, Queen," bisik Arga.

"Kamu yang bikin aku jauh lebih sabar. Punya alasan untuk menang. Dulu aku mau cerai karena dendam.

Sekarang aku mau cerai karena mau bangun masa depan sama kamu."

Alya mengangguk mantap.

Ia mengepalkan tangan.

"Pasti, Mas. Apapun buat Mas Arga dan masa depan kakak ipar gila ini. Gue tim lo dari dulu."

"Tapi, satu syarat," lanjut Alya.

Ia menatap tajam.

"Gue mau lo berdua jujur sama gue soal apa rencana kalian ke depannya. Gue nggak mau ditutupin lagi. Gue adik lo, Mas. Dan gue sahabat Queen."

Di tengah perbincangan serius tersebut, brrt... brrt...

Ponsel Arga tiba-tiba bergetar di atas meja kaca.

Layarnya menyala.

Sebuah pesan masuk dari Keysha.

Ada fotonya.

Selfie dengan perut buncit dan ultrasound.

"Keysha: Mas, di mana kamu?

Kenapa belum pulang ke rumah?

Ibuku datang malam ini untuk menanyakan perkembangan kandunganku.

Kamu harus ada di sini sekarang juga!

Jangan mempermalukanku!"

Arga membaca pesan itu.

Raut wajahnya sama sekali tidak berubah.

Datar.

Kosong.

Ia meletakkan ponselnya kembali di meja dengan wajah yang tidak peduli.

Bahkan tidak dibalas.

"Dengar, Alya, Queen," ujar Arga dengan nada yang penuh penekanan.

Suaranya berat.

"Keysha akan melakukan segala cara untuk mempertahankan posisinya sebagai istri Dirgantara.

Dia tahu kalau dia cerai, dia nggak dapat apa-apa."

"Dia akan menggunakan kehamilannya sebagai senjata.Dia akan bilang ke keluarga besar kalau aku mandulin dia. Dia akan main victim."

Arga menatap Alya.

"Aku butuh kalian untuk tetap menjaga jarak saat di kampus.

Jangan ketahuan bareng.

Jangan chat-an pake nama asli.

Jangan sampai ada orang yang tahu hubungan ini sebelum aku resmi bercerai dan pengumuman ke publik."

"Tenang aja, Mas," sahut Queen sambil mengangkat tangan membentuk tanda hormat.

'Siap, Komandan.'

"Aku udah pro soal jaga rahasia.

Dari SMP udah jago bohong."

"Lagian, main kucing-kucingan di kampus itu malah bikin adrenalin aku terpacu, tahu gak?

Deg-degan.

Kayak mata-mata."

Alya tertawa kecil.

_Hah._

"Dasar cegil.

Otaknya isinya thriller mulu."

"Tapi ya, Mas..."

Alya langsung serius lagi.

"Satu hal lagi.

Kalau nanti Keysha tahu soal Queen, dia gak bakal segan-segan untuk berbuat kasar.

Lo tahu kan dia itu psikopat kalau lagi marah?

Dia pernah jambak ART sampai berdarah."

Arga menatap Queen dalam-dalam.

Dari ujung rambut sampai ujung kaki.

Sebuah sorot protektif yang kuat memancar dari matanya.

Sorot yang bilang 'aku akan mati buat kamu'.

Ia menarik Queen ke dalam pelukan yang lebih erat.

Dagu Arga di atas kepala Queen.

"Tidak akan ada yang bisa menyentuhnya," kata Arga pelan tapi mematikan.

"Jika Keysha berani sedikit saja menyentuh Queen, aku tidak akan membiarkan dia pergi dari rumah tangga ini dengan sisa harga diri sedikit pun."

"Aku akan pastikan dia keluar dengan tangan kosong.

Dan nama Daffa hancur sekalian."

Suasana apartemen itu pun berubah menjadi ruang rapat.

Serius.

Mereka bertiga, Arga, Queen, dan Alya duduk melingkar di lantai.

Ada laptop.

Ada buku catatan.

Ada pulpen 3 warna.

Bukan lagi sebagai dosen dan mahasiswi.

Bukan pula hanya sekadar kakak dan adik.

Melainkan sebagai sebuah tim.

Tim yang punya satu tujuan: kebebasan untuk Arga dan masa depan untuk cinta terlarang yang justru terasa paling nyata di antara mereka.

"Oke, langkah pertama," kata Arga sambil membuka file di laptop.

"Minggu depan aku ajukan gugatan cerai.

Alasannya perselingkuhan dan KDRT verbal.

Bukti udah lengkap."

"Langkah kedua," sambung Alya.

"Gue yang akan mancing Keysha biar ngaku di depan Ibu.

Biar Ibu sendiri yang muak sama dia.

Jadi pas sidang, keluarga udah di pihak Mas."

"Langkah ketiga," kata Queen semangat.

"Aku yang akan jadi saksi kalau perlu.

Tapi pake inisial aja.

'Mahasiswi A'.

Biar nggak ketahuan."

Arga menatap Queen.

Bangga.

"Pintar."

"Ada satu lagi," kata Alya.

"Mas harus umumin ke kantor dan ke keluarga kalau Mas udah nggak tinggal di rumah itu lagi.

Pindah ke sini. Biar Keysha panik."

Arga mengangguk.

"Aku sudah siapkan apartemen di sebelah unit ini.

Buat aku.

Biar gampang jagain Queen."

Queen langsung merah.

"Tuh kan... niat banget."

Mereka tertawa kecil.

Tapi tawanya lega.

Untuk pertama kalinya dalam 2 tahun, Arga merasa punya tim.

Punya rumah.

Malam itu, di bawah langit Jakarta yang penuh lampu, rahasia besar telah berpindah tangan menjadi senjata.

Rahasia perselingkuhan Keysha.

Rahasia kehamilan Queen.

Rahasia aliansi Arga-Alya-Queen.

Di saat Keysha sibuk bersandiwara di rumah, pake daster, pura-pura mual di depan ibunya,

Arga justru menemukan sekutu yang paling tak terduga:

adik kandungnya sendiri dan gadis cegil yang mencintainya tanpa syarat.

Pertempuran sesungguhnya baru saja dimulai.

Dan kali ini, Arga tidak akan kalah.

Karena ia tidak berperang sendirian lagi.

Sebelum tidur, Arga berbisik di telinga Queen.

"Makasih ya... udah mau perang bareng aku."

Queen menjawab sambil memeluk.

"Perang sama kamu? Aku menang dari awal, Mas."

1
atik
Bagus
putri auliza
baguss bangettt
recom lah pokoknyaa
putri auliza
thorr yang panjang lagi dong
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!