NovelToon NovelToon
Menuju Takdir Cinta Naura

Menuju Takdir Cinta Naura

Status: tamat
Genre:Nikahmuda / Romansa / Tamat
Popularitas:28.4k
Nilai: 5
Nama Author: RahmaYesi.614

Naura, seorang mahasiswa yang sedang menyelesaikan tugas akhir kuliahnya (Skripsi), tiba tiba di jodohkan dengan sepupunya sendiri.

Naura yang tidak begitu dekat dengan sepupunya itu, merasa enggan untuk menerima perjodohan tersebut. Tapi, Naura juga tidak bisa menolak terlebih saat Ayah dan Bundanya menyukai perjodohan itu.

Bagaimana kelanjutan kisah Naura? Apakah dia akan bahagia dengan pernikahannya??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RahmaYesi.614, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 28 Membolak-balikkan fakta

Rudi masih menonton televisi bahkan sampai pukul satu pagi. Dia sengaja belum tidur untuk menunggu menantunya yang memang selalu pulang larut malam. Recananya malam ini Rudi tidak akan diam saja seperti sebelumnya, dia akan bicara untuk menasehati menantunya agar tidak pulang larut malam terus-terusan.

"Kenapa masih belum pulang juga?"

Rudi menyibak gorden untuk melihat keluar. Tidak ada yang terlihat selain kesunyian diluar sana.

"Apa mungkin terjadi sesuatu? Selalunya Tama pulang jam satu pagi. Ini sudah hampir jam dua pagi."

Dia merasa khawatir, hingga akhirnya dia putuskan untuk bertanya pada Naura.

Tok, tok…

"Naura, nak!"

"Naura, apakah kamu sudah tidur?"

Naura mendengar panggilan ayahnya. Karena dia belum tidur, dia tidak bisa tidur karena masih terus memikirkan bagaimana caranya untuk bicara berdua secara baik-baik dengan suaminya.

"Iya ayah!" Serunya dari dalam kamar sambil menghapus air matanya.

"Suamimu kenapa belum pulang?"

Apa yang harus aku katakan pada Ayah?

"Apakah dia memberitahu kapan dia pulang?"

"Iii... iya ayah. Mas Tama menginap di rumah bang Udin." Jawab Naura berbohong.

"Menginap di rumah Udin?"

"Iya ayah. Mas Tama sama bang Udin mengerjakan proposal katanya."

Rudi mengangguk paham dan percaya saja. "Mmm begitu. Ya sudah kalau begitu lanjut lagi tidurnya. Ayah juga mau kembali ke kamar mau tidur."

"Iya ayah." Jawab Naura dari dalam kamarnya.

Dia tidak bisa menemui ayahnya, karena matanya sangat bengkak dan juga hidungnya tersumbat akibat menangis terlalu lama.

Sedangkan Tama saat ini tengah asik main game bersama teman-temannya.

"Bro sudah hampir jam dua nih, loh nggak pulang?"

Akmal yang melontarkan pertanyaan itu, karena dia merasa kasihan pada Naura yang mungkin tengah menunggu suaminya itu pulang.

"Malas pulang gue bro."

"Kenapa malas bro. Bukannya malah asik pulang ada istri yang menunggu untuk dikeloni." Teman-teman lain mulai menggoda Tama.

"Boro-boro dikeloni bro, di sentuh saja tidak boleh."

Mereka saling bersitatap dan berakhir menatap tajam pada Tama untuk meminta penjelasan dari ucapannya barusan.

"Iya benaran. Istri gue nggak mau disentuh. Dia lebih milih tidur dilantai dari pada harus tidur di ranjang yang sama dengan gue."

Begitu ringan lidah itu berucap membolak-balikkan fakta.

"Serius bro?"

"Jadi, selama ini loe belum pernah melakukan itu sama Naura?"

"Pernah lah bro. Tapi itu dulu waktu masih baru-baru nikah. Lah sekarang hampir tiga bulanan gue nggak bisa menyentuhnya lagi. Gue haus belaian bro." Jawab Tama dengan berpura-pura menjadi korban.

Akmal hanya menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Tama. Ada perasaan iba untuk Naura saat mendengar Tama menjelekkan istrinya itu.

"Ya paksa saja bro. Toh dia halal untuk loe."

"Gue mau banget memaksa dia bro. Tapi, gue nggak mau nanti malah difitnah sebagai suami yang menyiksa istri dan memaksa istri."

"Jadi status facebook loe benar-benar ditujukan untuk si Naura?"

"Iyalah. Dia itu istri yang sangat tidak baik. Dia tidak mau melayani gue lahir dan batin. Gue tersiksa bro."

"Udahlah bro ceraikan saja si Naura."

Teman-teman Tama merasa kesal pada Naura setelah mendengar pengakuan Tama.

"Nggak bisa bro. Mama sangat menyayangi Naura."

"Sudahlah Tama, kita pulang sekarang yok." Ajak Akmal. Dia merasa buruk untuk Naura saat mendengar penuturan Tama yang semakin kesana semakin kesini.

"Gue malas bro. Kalau dirumah, apa lagi berduan sama istri, bawaannya gue jadi naf-suan. Yang ada gue menderita menahan rasa sakit sendirian."

Penuturan Tama semakin membuat Akmal merasa muak dan tidak menyangka sahabatnya itu ternyata memiliki mulut yang berbau sampah. Dengan tanpa merasa bersalah membuka keburukan istrinya dihadapan teman-temannya.

.

.

.

Semalam Tama akhirnya pulang ke rumah mamanya. Dia tidur di kamarnya dengan sangat nyaman tanpa harus tidur di pinggir untuk menjauhi Naura. Sedangkan Naura sendiri, hampir tidak tidur semalaman dan terus-terusan menangis. Hingga pagi ini dia bangun hampir pukul delapan tepat setelah ayah dan bunda pergi bekerja.

Naura menyuruh ayahnya berangkat duluan, karena dia berjanji akan dijemput oleh Mutia. Tapi, itu hanya alasan saja. Naura memilih untuk tidak masuk kerja, karena kondisi matanya yang benar-benar sangat bengkak. Jika dia masuk kerja yang ada akan menimbulkan kecurigaan dari semua rekan kerja dan bahkan mungkin murid-murid pun akan mencurigainya juga.

"Aku juga tidak ingin dirumah. Rasanya sangat pengap."

Naura mandi dan bersiap. Dia pergi ke pasar untuk sekedar berjalan-jalan mengelilingi pasar menatap suasana keramaian untuk mengalihkan rasa sedihnya. Matanya yang bengkak dia tutup menggunakan kacamata hitam.

Saat Naura sedang di pasar, Yani pulang ke rumah untuk memeriksa apakah Naura masih dirumah atau sudah berangkat kerja.

"Sepertinya Naura sudah berangkat kerja."

Yani melihat kamar Naura yang sudah rapi dan Naura tidak lagi berada disana. Jadi dia pikir Naura sudah berangkat kerja.

Saat bersamaan, Tama pulang bersama Udin. Dia datang ke rumah untuk berganti baju dan mengambil berkas proposal karena Udin mengajaknya menemui salah seorang kenalannya.

"Bunda, belum berangkat kerja?"

Tama menyapa Yani sambil tersenyum seperti biasanya. Sayangnya Yani yang sudah mengetahui perlakuan buruk Tama pada Naura membuat Yani tidak lagi mampu membalas senyuman menantunya itu.

"Kenapa pulang?"

"Hah, maksud bunda?"

"Kenapa pulang? Harusnya tidak usah pulang saja sekalian. Alasan tidur diluar untuk mengerjakan bisnis. Dasar pembohong." Celoteh Yani begitu saja tanpa bisa disaring lagi ucapannya.

"Bunda kenapa sih?"

"Sudahlah tidak usah sok-sok bingung seperti itu. Aku pikir kamu berpendidikan dan dewasa. Ternyata kamu tidak ada bedanya dengan anak-anak kecil."

Celotehan Yani terdengar sampai keluar, Udin mendengar jelas kalimat itu.

Apa yang terjadi? Bisik Udin sambil melangkah perlahan memasuki rumah.

"Ini nih kalau apa-apa diceritakan sama orangtua. Istri tidak bisa menyimpan rahasia rumah tangga."

"Ya. Karena sifat buruk kamu itu memang harus diceritakan."

"Sudahlah. Ini masih pagi, aku harus segera pergi bekerja. Mengomel saja kerjaannya." Tama hendak melangkah masuk ke kamar.

"Dasar kekanak-kanakan. Aku pikir kamu suami yang baik yang menyayangi Naura. Ternyata kamu hanya berpura-pura baik pada Naura, kan? Sungguh licik."

Yani semakin memaki Tama tanpa ampun. Udin mendengar makian itu pun langsung menghampiri untuk melerai pertengkaran mertua dan menantu itu.

"Bude, sebaiknya kita bicara baik-baik ya."

"Oh kamu datang untuk membela Tama?"

"Tidak bude, saya datang untuk…"

"Untuk apa? Untuk menghakimi Naura sama seperti Tama."

"Tidak bu…"

"Sudahlah bang, nggak usah diladeni." Tama melangkah masuk kekamar, sebentar kemudian keluar lagi membawa tas tempat file proposal.

"Kenapa kamu mengatakan Naura istri durhaka!" Teriak Yani dengan penuh emosi.

"Memang anak bunda itu durhaka pada suaminya."

"Tama sudah, ayok kita pergi." Ajak Udin.

"Jawab dulu pertanyaanku. Apa kesalahan Naura sampai kamu mengatainya istri durhaka!"

Yani menarik tanga Tama, lalu memukul kuat beberapa kali punggung Tama. Udin mencoba melerai, tapi malah ikut dipukul oleh Yani. Sampai akhirnya Tama menyanggah tangan Yani yang memukulnya, lalu dia menghempaskan tangan mertuanya itu dengan kuat.

"Naura itu berjanji mau ikut aku pindah ke rumah mama. Tapi, sampai sekarang dia masih tidak mau ikut pindah ke rumah mama. Aku sudah tidak betah tinggal dirumah ini. Setiap pulang malam, ayah sama bunda mengawasiku. Ayah sama bunda diam-diam merendahkan aku karena tidak punya pekerjaan. Kalian pikir aku tidak tahu tentang semua itu?"

Tama berteriak sambil menunjuk-nunjuk wajah Yani saat mengatakan hal itu. Matanya tampak merah, napasnya tidak beraturan, Tama bahkan mengepalkan tinjunya, pada saat itulah Udin dengan cepat menarik Tama keluar dari rumah itu.

1
Ika
sok jual mahal sih
Nuraini Nuraini
Luar biasa
Tarwiyah Nasa
Maaf Thor , mantan suami Naura yg udah fitnah dulu n dah jahat ke Naura kasih dia karma thor,
enak aja sekarang dia bahagia sama istri barunya ,setelah apa yg di lakukannya pada Naura dulu,
RahmaYesi: Siaaapp kak, nantikan saja episode selanjutnya
total 1 replies
Abil Dafiza
lanjut lg
Tarwiyah Nasa
semoga Lutfi jodohnya Naura..
Tarwiyah Nasa
jangan terlalu lama up nya thor 🥰
RahmaYesi: Terimakasih ya kak, masih mendukung karyaku yang sudah lama hiatus ini. 😁😔
Maaf keterlambatan up. Ini gabungan kisah fiksi dan nyata. Jadi Thor mengalami sedikit kendala. 😭😭
total 1 replies
Patimah Atim
Sangat luar biasa
RahmaYesi: 😍😍😍😘😘😘😘
total 1 replies
Patimah Atim
kasian Naura mending cerai aja thoor biar nyesel si Tama mantu ga ada akhlak.

lanjut thoor semangat up Nya..
RahmaYesi: Siapp di tunggu episode selanjutnya ya. 😄😍
total 1 replies
Patimah Atim
minta cerai aja Naura sama Tama ..jdi laki ko gitu amat ya Tama .

lanjut thoor semangat up
RahmaYesi: Terimakasih selalu support karya Author, kakak. 😍😍😄🙏❤❤
total 1 replies
Patimah Atim
moga aja Naura dan Tama bercerai kasian Naura jdi istri harus jdi tulang punggung suami...

lanjut thoor semangat up Nya
RahmaYesi: Ikuti terus kisahnya ya kakak.
😍😍😍😍😍😍
total 1 replies
Patimah Atim
mudah2an Tama ketauan selingkuh sama ayah Naura biar cerai aja kasian Naura..

lanjut thoor semangat up Nya
RahmaYesi: Semanggaaattttt 😁😄
total 1 replies
Patimah Atim
si Tama ada masalah apa ya ..

lanjut thoor semangat up Nya...
RahmaYesi: Sepertinya Tama mengalami masalah kejiwaan. 😆😄
total 1 replies
Patimah Atim
kayanya si Tama laki ga bener deh..

semangat thoor up Nya..
RahmaYesi: Komentar kakak membuat Author semakin semangat 😍😍😍
total 1 replies
Patimah Atim
ko Tama kaya gitu jdi kasian Naura ..
lanjut thoor semangat up
RahmaYesi: Halo kakak, 👋
Terimakasih sudah mampir. 🙏🙏
Ikuti kisah Naura hingga akhir ya kakak. 😍😍
total 1 replies
Randa kencana
ceritanya sangat menarik
RahmaYesi: Halo kakak. 👋
Terimakasih sudah mampir untuk baca karya saya. Ikutin terus cerita ini hingga akhir ya kak. 😍😍😄
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
dasar tama, pisahin saja dengan Naura thor😠
RahmaYesi: Mmm, mau nya thor juga gitu. 😁😄
total 1 replies
Iqlima Al Jazira
kasihan sekali kamu naura.. 🥺
RahmaYesi: 😄😄😄😄😄😄👌👌
total 3 replies
Ayu tri utami Neng
Lanjut up Thor....
RahmaYesi: Secepatnya. Author sedang merevisi beberapa bab sebelum melanjutkan. 😄😍🙏
total 1 replies
Ayu tri utami Neng
😢😢💪💪💪💪💪
RahmaYesi: 😁😁😁😔😔
total 1 replies
Ayu tri utami Neng
Semangattttt
RahmaYesi: 💪💪💪💪💪🙏🙏🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!