NovelToon NovelToon
Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Kembar Genius Milik Tuan Kenzo

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius / Mafia / Cinta Seiring Waktu
Popularitas:44.2k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Enam tahun lalu, Kenzo Roman De Luca kehilangan seorang wanita yang tak pernah berhasil ia lupakan. Yang tak pernah ia ketahui, wanita itu pergi membawa dua kehidupan yang tumbuh menjadi anak-anak genius.

Takdir mempertemukan mereka kembali.
Namun, sebelum Kenzo mengetahui kebenarannya, seorang bocah laki-laki yang tak sengaja bertemu dengannya dengan berani menawari sesuatu padanya.

"Asal Anda siap menikah dengan Mommy kami. Maka saya siap bekerja sama dengan Anda," ujar Mateo enteng.

Kenzo terpaku, dia tak tahu anak yang sedang memohon kepadanya itu adalah putranya sendiri. Akankah, Kenzo setuju atau justru sebaliknya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

Sudah beberapa jam berlalu, tetapi Kenzo masih belum bisa kembali masuk ke akun Sekuritas miliknya.

"Sial!" umpatnya lagi-lagi menatap laptop itu. Tidak hanya Kenzo, beberapa karyawan di lantai lain ikut bingung, kenapa Bos mereka menjual beberapa saham dalam hitungan detik, mana saham yang dijual saham yang memiliki banyak untung lagi.

Ponsel Kenzo kembali berdering kali ini Kenzi kembali menghubunginya.

[Kak Kenzo,] panggilnya pelan.

"Apa, katakan?!" suara Kenzo tertegar tegas dan tertekan. Dia sejak tadi sudah memikirkan untuk bisa kembali ke akun itu tetapi dia masih saja gagal.

[Kak, kamu harus jujur. Apa kamu memerlukan uang dalam jumlah yang besar? Apa organisasi gelap kakak lagi dalam masalah?] tanya Kenzi, suaranya terdengar cemas.

"Apa yang kau katakan?! Siapa yang butuh uang? Apa kita semiskin itu? Tidak ada yang berani mengganggu organisasi De Luca, kau jangan ngacau!" teriak Kenzo, sudah dipastikan Kenzo sangat frustasi. Dia terus menatap layar laptopnya yang masih eror.

[Di sini jelas-jelas akun De Luca yang menawarkan sejumlah saham, tapi Kak Kenzo malah menyangkal,] ujar Kenzi.

"Aku tidak menyangkal! Yang ku katakan adalah kebenaran! Tunggu, sepertinya aku tau sesuatu,"

Kenzo langsung memutuskan panggilan telpon dengan saudara kembarnya, setelah mengingat sesuatu.

"Kenapa kejadian ini sangat Dejavu? Aku mengingat sesuatu sekarang," gumam Kenzo, lalu mengambil kunci mobilnya dan menelpon Digo, Kenzo meminta Digo untuk mengurus akun-akun sekuritasnya, dan Kenzo meminta Digo menghandle beberapa kolega, setelah ini pasti ada banyak berita yang tersebar tentang perusahaan De Luca.

Di lobi perusahaan beberapa mata memandang ke arah Kenzo dengan tatapan bingung. Sebagian dari mereka saling berbisik, sampai Kenzo menghentikan langkahnya.

"Apa kalian tidak punya kerjaan lain selain berkumpul di sini?!" bentaknya dingin, aura intimidasinya sangat kuat. Sudah lama mereka tak melihat aura dominan Kenzo saat marah. Tanpa menunggu Kenzo lebih marah, semua karyawan berlari terbirit menuju ruang masing-masing.

Hari ini adalah hari Minggu, mereka terpaksa datang ke perusahaan setelah tahu kabar beberapa menit lalu, tentang perusahaan De Luca yang melakukan lelangan saham besar-besaran. Ponsel Kenzo terus berdering dari beberapa kolega, dia terpaksa mematikannya.

Sementara itu, ketegangan yang sama terjadi. Minggu pagi seharusnya menjadi hari paling lengang di gedung sekuritas. Hanya beberapa pegawai yang masuk untuk melakukan pengecekan rutin terhadap akun-akun prioritas milik para investor besar.

Di antara mereka, Maya duduk di depan tiga monitor komputernya. Tujuannya sederhana, hanya memastikan seluruh akun milik atasannya berada dalam kondisi aman sebelum pasar kembali aktif pada hari berikutnya. Namun, beberapa menit kemudian, sesuatu hal yang sejak terjadi membuat kedua matanya melebar.

"Kok?" jari Maya terhenti di atas mouse.

Grafik pada salah satu layar bergerak liar. Warna merah memenuhi monitor. Nama yang tertera membuat napasnya tercekat, De Luca Group.

"Mustahil..." Matanya membulat ketika melihat sebagian besar saham milik investor terbesar itu dilelang dalam waktu yang nyaris bersamaan. Nominalnya terus bertambah setiap detik, mencapai angka yang fantastis.

"Kenapa mereka melakukan penjualan sebesar ini?" gumamnya lirih.

Suasana ruang sekuritas yang semula sunyi berubah menjadi riuh.

"Hei, lihat akun De Luca!"

"Astaga ... ada order jual dalam jumlah besar!"

"Katanya akun De Luca dibobol orang!"

Bisik-bisik mulai terdengar dari setiap sudut ruangan. Seorang pegawai berlari menuju ruang pengawasan, sementara yang lain berusaha menghubungi tim keamanan sistem.

Di sisi lain ruangan, Digo tampak mondar-mandir dengan wajah pucat. Ponselnya tak berhenti berdering, tetapi tak satu pun panggilan mampu menenangkan keadaan.

"Blokir aksesnya sekarang!" bentaknya kepada tim IT.

"Kami sedang mencoba, Pak! Tapi transaksi sudah telanjur masuk ke sistem. Sebagian bahkan sudah cocok dengan pembeli."

"Sial!" Digo mengepalkan tangan sekuat tenaga.

Maya kembali menghitung nilai transaksi yang terus bertambah. Semakin lama wajahnya semakin pucat.

"Ini kerugiannya sudah lebih dari sepuluh miliar rupiah hanya dalam hitungan jam..."

Semua orang saling berpandangan. Tak ada yang berani membayangkan bagaimana reaksi pemilik De Luca Group jika mengetahui kejadian ini.

Seorang pegawai menelan ludah sebelum berbisik pelan, "kalau Tuan Kenzo tau akunnya belum kembali habislah kita."

"Jangan bilang begitu," sahut rekannya dengan wajah tegang. "Dia terkenal tidak pernah memaafkan orang yang merugikan perusahaannya."

"Bukan cuma kehilangan uang, aku takut gedung sekuritas ini benar-benar dirobohkannya."

Maya menggenggam ponselnya erat. Ini pertama kali dia takut sejak bekerja di sekuritas, ia melihat kepanikan sebesar ini. Alarm keamanan sistem terus berbunyi tanpa henti. Monitor-monitor dipenuhi notifikasi transaksi. Semua orang bergerak tergesa-gesa, berharap masih ada cara menghentikan bencana yang terus berlangsung.

Namun, jauh di lubuk hati mereka, muncul satu pertanyaan yang sama. Semua orang penasaran siapa yang cukup berani menyentuh akun milik keluarga De Luca.

Mobil hitam milik Kenzo meluncur pelan memasuki area parkir apartemen Tara. Mesin mobil itu akhirnya mati, menyisakan keheningan yang terasa begitu menyesakkan.

Kenzo tidak langsung turun. Kedua tangannya masih menggenggam setir erat, sementara tatapannya terpaku ke arah balkon unit apartemen di lantai atas. Di sanalah Tara tinggal bersama kedua anaknya.

Kenzo, turun langkahnya menuntun menuju lobi apartemen, ada beberapa orang di sana yang melihat kedatangannya. Tetapi, tak satupun dari mereka yang berani menyapa, kecuali satpam tempat itu.

Lift berhenti tepat di lantai di mana Tara berada, langkahnya segera menuntunnya menuju pintu apartemen Tara. Beberapa saat kemudian, sebelum Kenzo menekan pintu dia mencoba meredakan emosinya yang meledak-ledak sejak tadi.

Sementara itu, Tara sedang berbicara dengan seseorang melalui ponselnya, suara bel mengejutkan Tara dan mengakhiri pembicaraan itu.

"Siapa pagi-pagi begini?" gumam Tara, kalau Maya tidak akan mungkin menekan bel, dia pasti akan langsung masuk dengan kartunya sendiri. Namun, saat Tara mengintip dari lubang kecil itu sosok Kenzo berdiri di sana.

"Astaga! Pria itu lagi!" Tara panik, dia menggigit pelan jarinya karena khawatir dengan kedatangan Kenzo lagi.

"Mommy, ada apa?" suara Alisya mengejutkan Tara, wanita itu langsung menghampiri sang anak dan meminta Alisya untuk masuk ke kamar.

"Nona Tara, saya datang dengan maksud baik. Tolong buka pintunya," Kenzo berusaha untuk tenang, namun jiwa nya benar-benar tak sabaran, karena dia telah menunggu begitu lama di depan pintu apartemen itu, itu sebenarnya membuat Kenzo kehilangan kesabarannya.

"Wanita ini terlalu menguji kesabaran," gumamnya.

Ceklek!

Pintu apartemen terbuka, lalu Tara langsung menutup pintu itu sebelum Kenzo masuk.

"Ada perlu apa? Kita bisa bicara di lobi," ucap Tara, karena Tara tak ingin anak-anaknya curiga dengan keberadaan Kenzo. Apa lagi Mateo, bocah itu pasti akan melakukan hal yang membuat Tara gila.

"Kenapa? Saya datang ke sini untuk menemui putra Anda. Saya perlu bertemu dengannya sebelum semuanya terlambat," suara Kenzo rendah, ada gejolak amarah yang berusaha ditahan.

"Tidak bisa! Urusan kita berdua hanya tentang pekerjaan. Di luar itu Anda tidak boleh mencampuri urusan keluarga saya, apalagi terlibat dengan putra saya!" tegas Tara, kali ini dia sudah berjanji akan menghadapi Kenzo apapun yang terjadi.

"Saya punya hak untuk berbicara dengan Mateo," ucap Kenzo dingin, tatapannya terlalu menusuk ke arah Tara.

"Anda tidak punya hak, saya ibunya!" teriak Tara dengan perasaan yang sedikit takut, karena orang yang dia hadapi saat ini bukan orang sembarangan, pria itu adalah Kenzo De Luca.

"Tapi saya Daddy-nya!" Bentak Kenzo melemparkan hasil DNA, tepat ke wajah Tara.

1
Enny Suhartini
cerita nya sat set asik
Teh Euis Tea
Kenzo udah suami istri msh aj ketus sm Tara, dari sekarang belajar lemah lembut sm ibunya anak2mu, ntar ga di kasih ehem ehem loh ken 🤭🤭🤭🤭🤭
Lisa Halik
semangat thor..gift menyusul
Lisa Halik
daddy kenzo😍😍😍😍
mimief
wkwkwkkw
diumumkan begitu aja
anugerah apa bencana yaaa?😱🤣🤣🤣
dewi rofiqoh
Mungkin kenzo mau minta panggilan khusus dari kamu tara🤔🤔
Rudy satria
loh,ko bukannya di bab sebelumnya Tara dah di perkenalkan sebagai istri,tiba² bgt ganti topik😅😅
dewi: 🤣🤣🤣 iya kk
total 4 replies
dyah EkaPratiwi
jangan galak2 sama Tara ya kenzo
dyah EkaPratiwi
jangan galak2 sama Tara ya kenzo
dyah EkaPratiwi
love sekebon Daddy sat set sekali
Esther
Kenzo bkn orang yg suka basa basi....satset langsung diumumkan pernikahannya dan nama istrinya👍👍
+52
dad.. anakmu tidak bisa dikondisikan mulutnya 😭
Mukeseh
hohoho gercep amat bsng 😂
Rokhyati Mamih
sat set apalagi kalau up nya banyak banyak 💪💪💪
neny
keren,,gk mau bertele tele ya zo,,god luck pokok nya mah
Rohmi Yatun
sangat gentleman sekali.. 👍
Ita rahmawati
jeng jeng pada kaget pasti 😂
Kenzo nih tipe orang yg GK suka basa basi muter muter,, cus pokoknya lgsg beres ya kan 🤭
Al Fatih
waow.....,, sat set yaa Daddy ken🤭...
Setuju,,... pengumuman pernikahanmu harus segera d sebar luaskan ....,, biar ga ad yg berani godain mommy Tara 😅
Helen@Ellen@Len'z: yess....yess.................,.
total 2 replies
Ema Susanti
mana up lagi
Lisa Halik
🤣🤣jujurnya kenzo
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!