Sebuah pencarian, dari rindu-rindu yang bertebaran.
Seorang remaja laki-laki, bernama Teorama, yang hampir "Mati" oleh rasanya yang dikhianati. Ia berpikir jauh tanpa kendalinya sendiri.
Ia terus mencari dan mencari apa arti rindu yang sebenarnya, di dalam sebuah keraguan, ia terus mencoba mencari sebuah kepastian.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ahmad Vicky Nihalani Bisri, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CH - 27
"Temen apa temen tuh hmm," goda Sela kepada Risa
"Apaan sih dek, ya temen lah," jawab Risa kepada Sela
"Hahaha iyaa kakak iyaa, ya udah nih bunga nya," ucap Sela sambil memberi bunga mawarnya kepada Risa
"Makasih dek, ya udah, aku pergi ke kampus dulu ya, masih ada urusan, aku duluan ya Ram, dek," ucap Risa kepada Rama dan Sela
"Ohh iyaa kak, hati-hati, pulang jangan kemaleman, ntar dicari ayah loh," ucap Sela kepada Risa
"Iyaa iyaaa," jawab Risa kepada Sela
"Hati-hati Ris," ucap Rama
"Iyaa Ram, aku duluan," jawab Risa
Kemudian Risa berjalan menuju mobilnya, lalu ia menghidupkan mobilnya, dan ia pergi dari toko Rama
"Andaikan kamu tau Ram, cowo itu kamu. Aku cuma beralasan doang, kenapa aku jadi sebingung ini sekarang Ram, kenapa aku harus jadi seperti ini, kenapa aku ga bisa biasa aja ke kamu Ram, kenapa kamu deket sama adik aku," batin Risa sepanjang perjalanan menuju kampus
Dan di kantor, hanya ada Sela dan Rama, karena Anggi dan Rio belum datang, karena belum jam 9.
"Oh iya, kamu tadi mau ngomong apa Ram?" tanya Sela kepada Rama
"Oh nggak, aku mau ngasih tau ada pesanan bunga lagi nanti, 20 bucket, bilang Rio pakai motor aku aja, letakkin di bagasi motor aku, muat lah beberapa, sisanya coba gantungin aja bilang ke dia," ucap Rama kepada Sela
"Ohh tumben banyak banget pesanan hari ini, Alhamdulillah," ucap Sela kepada Rama
"Iyaa Alhamdulillah," balas Rama kepada Sela
"Ya udah, mana kunci motor kamu? Sini biar aku yang pegang, biar sekalian ntar aku yang kasih ke Rio," ucap Sela kepada Rama meminta kunci motornya Rama
"Ohh, bentar aku ambil di dalam," ucap Rama sambil masuk sebentar ke dalam ruangannya mengambil kunci motornya
"Nih Sel," ucap Rama kepada Sela
"Oh okee sip," ucap Sela kepada Rama
Kemudian Rama masuk kembali ke dalam ruangannya.
Risa yang masih terbayang dengan bunga itu, dia bingung harus bagaimana, dia ingin mendekati Rama, tapi takut hati Sela terluka, tapi ia pun mencintai Rama sebenarnya. Ia bingung.
*DringggDringgg* Telpon Risa kepada temannya
"Halo Ris, kenapa?" tanya teman Risa di dalam telepon
"Halo, Mel, gua bingung nih," jawab Risa kepada temannya, yaitu Amel
"Bingung kenapa lagi Ris?" jawab Amel kepada Risa
"Ehh btw lu ntar sore free ga?" tanya Risa kepada Amel
"Free sih kayaknya, kenapa emang," tanya Amel kepada Risa
"Ya udah, gue ke rumah lo ya ntar sore, bentar doang kok, bisa ga?" tanya Risa kepada Amel
"Ya bisalah, jangankan sebentar, lama-lama juga gapapa Ris, apasih yang enggak buat sahabat lama gue," jawab Amel kepada Risa
"Ya udah deh, gua sekarang mau ke kampus bentar, ngerjain tugas dulu, ntar sore gua kabarin lagi ya," ucap Risa kepada Amel
"Iyaa Ris aman, lo telepon aja gue kalau udah mau otw ke rumah," ujar Amel kepada Risa
"Okeokee, see you," ucap Risa kepada Amel sembari mematikan sambungan teleponnya
"See.." Amel sudah tak heran dengan tingkah laku Risa, "Ni anak emang ga ada pernah berubah dari dulu, orang belum selesai ngomong, udah dimatiin aja teleponnya, dasar," ucap Amel dalam hati
ceritanya bagus 👍