Tiga tahun lalu, Lin Tian adalah jenius nomor satu di Kota Daun Merah sebelum takdir menghancurkan seluruh meridiannya. Menjadi sampah yang diinjak-injak semua orang tidak membuat pemuda ini menyerah pada nasib buruknya.
Keberuntungan berubah saat darahnya membangkitkan Mutiara Yin-Yang Primordial, pusaka kuno yang menyimpan jiwa Permaisuri Iblis seksi bernama Yue Chan. Di bawah bimbingan sang permaisuri, Lin Tian memulai jalan kultivasi ekstrem melalui pembantaian dan kultivasi ganda.
Dia bukan pahlawan suci, melainkan kultivator bermuka tebal yang sangat realistis. Jika musuh terlalu kuat, dia akan melarikan diri, menyebarkan racun, atau menikam dari belakang.
Namun, siapa pun yang berani menyentuh wanitanya akan menghadapi pembalasan paling kejam. Saksikan kisah Lin Tian menghancurkan surga dan menjadi penguasa tertinggi alam semesta.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 2: Permaisuri Iblis Kuno
Lin Tian melangkah dengan sangat hati-hati di atas lantai transparan yang terasa sedingin es. Tatapannya terus tertuju pada altar batu kuno yang berdiri kokoh di tengah ruangan.
Di atas altar tersebut, kabut tebal berwarna hitam dan putih berputar dengan irama yang sangat lambat. Setiap putaran kabut memancarkan tekanan tak kasat mata yang membuat jiwa Lin Tian bergetar hebat.
Lin Tian menghentikan langkahnya tepat tiga meter di depan altar batu yang diselimuti misteri itu. Dia mengamati pola ukiran kuno di permukaan altar yang menyerupai naga dan feniks yang sedang bertarung.
'Tempat ini sama sekali tidak memiliki ujung atau batas yang bisa kulihat dengan mata telanjang,' batin Lin Tian sambil menyipitkan matanya.
Tiba-tiba, pusaran kabut di atas altar berguncang dengan sangat keras hingga menimbulkan suara gemuruh yang rendah. Aliran kabut hitam dan putih itu mulai menyusut dengan cepat, mengumpul menjadi satu titik di tengah altar.
Cahaya ungu yang sangat pekat meledak dari titik tersebut, menerangi seluruh ruangan hampa yang semula gelap gulita. Lin Tian refleks melangkah mundur dua langkah dan mengangkat kedua tangannya untuk melindungi pandangannya.
Dari dalam cahaya ungu yang perlahan memudar, sebuah bayangan manusia mulai terbentuk secara bertahap. Bentuk tubuh itu sangat ramping dan meliuk dengan keanggunan yang tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata.
Ketika cahaya benar-benar hilang, seorang wanita dengan kecantikan mutlak telah berdiri tegak di atas altar batu. Wanita itu mengenakan gaun sutra ungu tipis yang melekat ketat, menonjolkan setiap lekuk tubuhnya yang sangat sensual.
Rambut hitamnya yang panjang terurai hingga ke pinggang, bergerak perlahan seolah-olah ditiup oleh angin gaib. Kulitnya seputih salju yang paling murni, memberikan kontras yang sangat kontras dengan sepasang mata merah darah miliknya.
Lin Tian menatap wanita itu tanpa berkedip, merasa jakunnya naik-turun karena pesona visual yang begitu mematikan. Namun, kewaspadaan di dalam hatinya jauh lebih besar daripada rasa kagumnya terhadap keindahan tubuh wanita tersebut.
Aura yang dipancarkan oleh wanita itu sangat dingin dan penuh dengan niat membunuh yang bisa membekukan jiwa. Wanita itu menundukkan kepalanya, menatap Lin Tian yang berdiri di bawah altar dengan pandangan yang sangat meremehkan.
“Manusia fana yang sangat lemah, apakah makhluk sekecil ini yang telah membangunkan tidur panjangku?” Wanita itu berbicara dengan suara yang sangat merdu namun dipenuhi dengan nada sinis.
Suaranya bergema di dalam ruang hampa, membawa tekanan mental yang membuat Lin Tian merasa dadanya seperti dihantam batu besar. Lin Tian menarik napas dalam-dalam untuk menstabilkan jiwanya yang sempat berguncang akibat tekanan suara tersebut.
'Wanita ini sangat berbahaya, kekuatannya pasti berada di tingkat yang bahkan tidak bisa kubayangkan saat ini,' pikir Lin Tian dengan cepat menganalisis situasi.
Sebagai seorang yang sangat pragmatis, Lin Tian segera merubah ekspresi wajahnya menjadi penuh dengan senyuman yang ramah. Dia menekuk sedikit lututnya dan memberi hormat dengan menangkupkan kedua tangan di depan dada.
“Junior bernama Lin Tian, memberi hormat kepada senior yang agung dan menawan,” ucap Lin Tian dengan nada suara yang sangat sopan dan bermuka tebal.
Mendengar ucapan Lin Tian, wanita di atas altar itu sedikit menaikkan salah satu alisnya yang melengkung indah. Dia tidak menyangka bahwa manusia lemah di depannya ini bisa tetap bersikap tenang dan bahkan memujinya di bawah tekanan auranya.
“Mulutmu cukup manis untuk ukuran seekor semut yang meridiannya telah hancur total,” ujar wanita itu seraya melangkah turun dari altar batu tanpa menyentuh lantai.
Tubuhnya melayang dengan santai di udara, mendekati Lin Tian hingga menyisakan jarak kurang dari satu meter di antara mereka. Aroma harum yang sangat memabukkan langsung menusuk hidung Lin Tian, membuat pikirannya sempat menjadi sedikit tidak fokus.
Lin Tian tetap mempertahankan senyumannya meskipun kata-kata wanita itu sangat menusuk ke titik terlemahnya saat ini. “Senior memiliki mata yang sangat tajam, keadaan junior yang menyedihkan ini memang tidak bisa disembunyikan dari pandangan agung Anda.”
Wanita itu tertawa kecil, sebuah tawa yang terdengar sangat seksi namun sekaligus membawa rasa ngeri yang mendalam. “Nama tempat ini adalah ruang internal Mutiara Yin-Yang Primordial, dan aku adalah pemilik aslinya, Permaisuri Iblis Yue Chan.”
Mendengar nama tersebut, jantung Lin Tian berdetak sedikit lebih cepat karena menyadari skala dari pusaka yang diwariskan ibunya. 'Mutiara Yin-Yang Primordial, jadi benda kusam yang selama ini kupakai adalah sebuah pusaka tingkat tinggi,' batinnya dengan gembira.
Yue Chan memutari tubuh Lin Tian dengan perlahan, mengamatinya dari ujung kepala hingga ujung kaki dengan tatapan penuh selidik. “Darahmu yang mengalir ke dalam mutiara ini entah bagaimana memiliki kecocokan yang sangat tipis dengan energi primordial tempat ini.”
“Namun, melihat tubuh fanamu yang sudah rusak parah seperti ini, kamu benar-benar tidak berbeda dengan seonggok sampah di pinggir jalan,” lanjut Yue Chan dengan senyum mengejek yang menghiasi bibir merahnya.
Lin Tian tidak merasa tersinggung sama sekali oleh ejekan yang keluar dari mulut wanita cantik yang mengaku sebagai permaisuri iblis itu. Dia tahu bahwa harga diri yang terlalu tinggi tidak akan bisa mengembalikan meridiannya yang telah hancur menjadi abu.
“Senior Yue Chan benar, saya memang hanya sampah saat ini, tetapi sampah pun bisa menjadi berguna jika berada di tangan yang tepat,” sahut Lin Tian dengan wajah yang sangat tebal tanpa ada rasa malu sedikit pun.
Dia menatap langsung ke dalam mata merah darah milik Yue Chan dengan keyakinan yang sangat kuat. “Karena senior telah bangkit, saya yakin senior pasti memiliki cara untuk mengubah sampah ini menjadi sesuatu yang luar biasa.”
Yue Chan menghentikan langkahnya tepat di depan Lin Tian, wajah cantiknya hanya berjarak beberapa senti saja dari wajah pemuda itu. “Kamu benar-benar pria muda yang sangat tidak tahu malu dan memiliki kulit wajah yang lebih tebal dari dinding kota.”
Meskipun kata-katanya berupa sindiran, kilatan ketertarikan mulai muncul di dalam sepasang mata merah darah milik Yue Chan. Selama hidupnya yang panjang di alam atas, dia selalu bertemu dengan kultivator yang sok suci atau penuh dengan kesombongan palsu.
Pria muda di depannya ini sangat berbeda, karena dia sangat jujur dengan kelemahannya dan bertindak sangat realistis demi mendapatkan keuntungan. “Aku memang memiliki cara untuk memperbaiki meridianmu, bahkan bisa membuat tubuhmu jauh lebih kuat dari sebelumnya.”
Mendengar hal itu, mata Lin Tian langsung berbinar dengan kilatan kegembiraan yang tidak bisa disembunyikan lagi. “Tolong berikan petunjuk Anda, senior, apa pun syaratnya, junior ini pasti akan berusaha keras untuk memenuhinya.”
Yue Chan mundur dua langkah dan melambaikan tangan kanannya yang memiliki jemari lentik bagaikan batu giok putih. Aliran kabut hitam di sekitar mereka bergerak cepat dan membentuk sebuah gulungan kitab kuno yang melayang di depan dada Lin Tian.
Gulungan kitab itu memancarkan aura kegelapan yang sangat pekat, dengan tulisan-tulisan kuno berwarna merah darah yang berkedip secara misterius. “Kitab ini berisi Seni Iblis Penelan Surga, sebuah teknik tabu yang diciptakan oleh ras iblis kuno jutaan tahun yang lalu.”
Lin Tian menatap gulungan kitab tersebut dengan pandangan yang penuh dengan rasa ingin tahu yang sangat mendalam. 'Seni Iblis Penelan Surga, namanya terdengar sangat mendominasi dan penuh dengan aura pembantaian,' batin Lin Tian sambil menahan napasnya.
Yue Chan kembali bersedekap, membuat dada montoknya yang tersembunyi di balik kain tipis menjadi semakin menonjol ke depan. “Teknik ini tidak memerlukan meridian yang utuh pada tahap awalnya, karena dia bekerja dengan cara yang sangat ekstrem.”
“Kamu harus menggunakan energi spiritual eksternal dan esensi darah dari makhluk hidup lain untuk membasuh seluruh tubuh fanamu,” jelas Yue Chan dengan nada suara yang perlahan berubah menjadi sangat serius.
Dia menatap Lin Tian dengan senyuman yang mengandung tantangan yang sangat provokatif. “Setiap kali kamu menyerap esensi darah musuhmu, tubuhmu akan menghancurkan sisa-sisa meridian lama dan membentuk jaringan pembuluh energi yang baru.”
“Proses pembentukan kembali ini akan memicu rasa sakit yang ribuan kali lebih menyiksa daripada tubuhmu yang dipotong-potong hidup-hidup,” lanjut Yue Chan memperingatkan dengan mata yang menyipit.
Lin Tian mendengarkan setiap penjelasan dari Yue Chan dengan saksama tanpa memotong sepatah kata pun. Otaknya yang cerdas segera mengalkulasi setiap risiko dan keuntungan yang akan didapatkannya dari teknik iblis tersebut.
Jalan kultivasi konvensional sudah tertutup sepenuhnya untuknya, jadi jalan ekstrem ini adalah satu-satunya kesempatan yang dimilikinya saat ini. Rasa sakit fisik bukanlah apa-apa dibandingkan dengan penderitaan mental akibat diinjak-injak oleh orang-orang seperti Lin Biao.
“Jalur kultivasi ini tampaknya sangat cocok dengan kepribadian saya yang tidak suka membuang-buang waktu,” ucap Lin Tian dengan seringai kecil di wajahnya.
Yue Chan sedikit terkejut melihat tanggapan Lin Tian yang sama sekali tidak menunjukkan rasa takut terhadap rasa sakit yang mengerikan itu. “Selain pembantaian, teknik ini juga memiliki jalur kultivasi ganda yang membutuhkan energi Yin murni dari para wanita jenius.”
“Mutiara Yin-Yang Primordial ini membutuhkan keseimbangan energi, jadi semakin banyak wanita yang kamu taklukkan, kultivasimu akan semakin melesat tinggi,” tambah Yue Chan dengan kedipan mata yang sangat menggoda.
Lin Tian melebarkan senyumannya setelah mendengar penjelasan tambahan tentang metode kultivasi ganda tersebut. Sebagai seorang pria normal yang memiliki sedikit sifat hidung belang, syarat ini tentu saja terasa seperti berkah tersembunyi baginya.
“Senior, Anda benar-benar mengerti apa yang dibutuhkan oleh junior ini, jalur kultivasi ini seperti diciptakan khusus untuk saya,” kata Lin Tian sambil tertawa kecil tanpa ada rasa canggung.
Yue Chan mendengus dingin melihat sifat mesum Lin Tian yang mulai terlihat dengan sangat jelas di depan matanya. “Jangan senang dulu, jika jiwamu tidak cukup kuat untuk menahan amarah dari esensi darah yang kamu telan, kamu akan menjadi gila dan meledak.”
“Sekarang, ambil kitab ini dan biarkan jiwamu merekam seluruh mantra dasar dari Seni Iblis Penelan Surga,” perintah Yue Chan seraya mendorong gulungan kabut itu ke arah dahi Lin Tian.
Sebelum Lin Tian sempat bersiap, gulungan kitab kuno itu langsung melesat cepat dan menembus masuk ke dalam dahi jiwanya. Ledakan informasi yang sangat besar langsung memenuhi seluruh ruang kesadaran Lin Tian dalam sekejap mata.
Ribuan huruf kuno berwarna merah darah berputar-putar di dalam pikirannya, membentuk formasi mantra yang sangat rumit dan kuno. Rasa pening yang sangat hebat menyerang kepalanya, membuat Lin Tian terpaksa berlutut di atas lantai transparan sambil memegangi dahinya.
Dia menggertak giginya dengan sangat rapat hingga mengeluarkan suara derit yang pelan demi mempertahankan kesadarannya agar tidak pingsan. Setiap bait mantra menjelaskan secara detail bagaimana cara menarik energi spiritual kasar dan mengubahnya menjadi api iblis untuk membakar kotoran di dalam dagingnya.
Prosedur pembentukan jaringan energi baru itu sangat terperinci, membutuhkan ketepatan kendali pikiran yang sangat tinggi pada setiap detiknya. Lin Tian memusatkan seluruh fokusnya, menyerap setiap tetes informasi yang diberikan oleh pusaka kuno tersebut dengan sekuat tenaga.
Yue Chan berdiri di sampingnya sambil memperhatikan proses tersebut dengan sepasang mata yang memancarkan kilatan kepuasan. 'Pemuda ini memiliki kemauan hidup yang sangat luar biasa, jiwanya mampu menahan tekanan warisan ini tanpa mengalami keretakan sedikit pun,' pikir Yue Chan dengan senyum tipis.
Setelah beberapa menit yang penuh dengan siksaan mental, aliran informasi dari kitab kuno itu akhirnya mulai mereda dan menyatu dengan jiwa Lin Tian. Lin Tian perlahan mengangkat kepalanya yang dipenuhi dengan keringat dingin yang fana, napasnya terengah-engah dengan sangat memburu.
Meskipun jiwanya merasa sangat lelah, mata Lin Tian kini memancarkan kilatan cahaya yang jauh lebih tajam dan berbahaya dari sebelumnya. Dia sudah memahami sepenuhnya prinsip dasar dari Seni Iblis Penelan Surga tingkat pertama yang baru saja diterimanya.
“Terima kasih atas warisan yang telah senior berikan kepada junior ini,” ucap Lin Tian dengan suara yang masih sedikit bergetar namun dipenuhi rasa hormat.
Yue Chan membalikkan tubuhnya memunggungi Lin Tian dan berjalan perlahan kembali menuju ke arah altar batu kuno miliknya. “Sekarang jiwamu sudah menerima dasar dari teknik ini, kembalilah ke tubuh fanamu di dunia nyata untuk memulai kultivasi yang sesungguhnya.”
“Ingat, jika kamu sampai mati di tangan karakter tingkat rendah di kota kecil itu, aku akan memastikan jiwamu menderita di dalam mutiara ini selamanya,” ancam Yue Chan dengan nada suara yang kembali menjadi sangat dingin dan kejam.
Lin Tian berdiri kembali dengan perlahan sambil membersihkan debu imajiner yang ada di celana kain kasarnya. “Senior tidak perlu khawatir, junior ini adalah orang yang sangat menyayangi nyawanya sendiri, jadi saya tidak akan mati dengan mudah.”
“Jika musuh terlalu kuat, saya pasti akan melarikan diri terlebih dahulu sebelum kembali untuk memotong kepala mereka dari belakang,” lanjut Lin Tian dengan senyuman tipis yang sangat licik.
Yue Chan tidak membalas ucapan itu, dia hanya melambaikan tangan kirinya ke arah luar untuk mengusir jiwa Lin Tian dari dalam ruang internal mutiara. Pusaran cahaya hitam dan putih di atas altar kembali bergejolak dengan sangat hebat, menciptakan daya dorong yang sangat kuat.
Kesadaran Lin Tian kembali ditarik paksa keluar dari ruangan hampa tersebut, melewati celah dimensi kegelapan dengan kecepatan yang sangat tinggi. Rasa pusing yang familiar kembali menyerang kepalanya untuk sesaat sebelum semuanya menjadi sunyi kembali.
Di dunia nyata, di dalam kamar kayu yang sederhana di sudut kediaman Klan Lin, tubuh fana Lin Tian tiba-tiba tersentak dengan sangat keras. Mata Lin Tian terbuka lebar dengan cepat, dan dia langsung menarik napas dalam-dalam seolah-olah baru saja keluar dari dalam air yang sangat dalam.
Matahari luar sudah tenggelam sepenuhnya, digantikan oleh kegelapan malam yang sunyi dengan cahaya bulan yang samar-samar menembus jendela kamar. Lin Tian segera memeriksa dadanya dan melihat liontin mutiara hitam milik ibunya kini kembali menjadi kusam seperti batu biasa.
Namun, Lin Tian tahu bahwa semua yang dialaminya tadi bukanlah sebuah mimpi di siang bolong atau ilusi semata. Mantra kuno dari Seni Iblis Penelan Surga masih terukir dengan sangat jelas dan nyata di dalam pusat ingatannya saat ini.
'Waktunya telah tiba untuk membalikkan keadaan dan membuat semua orang yang telah menghinaku membayar harganya,' tekad Lin Tian dalam hati sambil menyeringai lebar.
Dia bisa merasakan sisa-sisa energi spiritual tipis yang mengalir di udara sekitar kamar kayunya yang bocor itu. Tanpa membuang waktu lagi, Lin Tian segera memperbaiki posisi duduknya menjadi bersila di atas tempat tidur kayu yang keras untuk memulai kultivasi pertamanya.
tapi ini kok aku rasa keterlaluan bersikap dingin kepada semuanya walaupun orang itu baik dan benar-benar setia kepada dia
bahkan terhadap orang yang berbuat baik kepadanya
tak perlu membuang-buang energi hanya untuk menyelamatkan orang yang pernah mencampakkanmu dan memandang rendah pada dirimu👍👍👍