NovelToon NovelToon
Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Beladiri Yang Mencapai Puncak Cakrawala

Status: sedang berlangsung
Genre:Fantasi / Mengubah Takdir / Kultivasi
Popularitas:5.7k
Nilai: 5
Nama Author: JokyWong

Dunia di mana kekuatan adalah satu-satunya hukum, Luo Chen lahir sebagai "sampah" dengan bakat yang menyedihkan. Dihina, dikucilkan, dan dipandang sebelah mata oleh klan sendiri—namun, ia memiliki satu hal yang tidak dimiliki para jenius: Keinginan untuk bertahan hidup yang melampaui batas kewarasan dan tekad yang sanggup meruntuhkan hukum Langit dan Bumi.Tidak ada warisan agung, tidak ada guru besar, hanya teknik bela diri kuno yang terlupakan dan pil racikan dari tanaman liar. Ini bukan sekadar kisah bangkitnya seorang kultivator, ini adalah perjalanan penuh darah dan keringat untuk membuktikan bahwa takdir hanyalah belenggu yang harus dihancurkan. Akankah Luo Chen mengguncang langit, atau ia akan terkubur selamanya dalam ketidakadilan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon JokyWong, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Herba Embun Beku dan Formasi Naga

Ketika Chen er berjalan mendekati pagar pembatas halaman gubuk. Langkah kaki dia terhenti saat menangkap suara derap kaki kuda dari arah kejauhan jalan setapak desa.

Suara roda kereta kayu yang berputar cepat terdengar semakin mendekat, diikuti dengan kemunculan sebuah kereta tertutup berlambang klan Lin yang langsung

berhenti tepat di hadapannya. Satu kepulan debu tanah kering berputar di udara halaman sebelum akhirnya perlahan turun menutupi permukaan ban kereta.

"Tuan Chen, mohon maaf karena telah mengganggu waktu Anda sepagi ini," ujar seorang pelayan klan Lin melompat turun dari kursi kusir dan membungkukkan tubuhnya sangat dalam di depan Luo Chen. "Patriark kami mengutus saya untuk segera menjemput Anda."

"Kapan Patriark Lin kembali dari Kota Bintang Jatuh?" tanya Luo Chen merapikan kembali lipatan lengan jubah biru tuanya.

"Baru saja tiba beberapa jam yang lalu, Tuan Chen. Pakaian beliau bahkan masih dipenuhi keringat perjalanan," jawab pelayan tersebut membukakan pintu kayu kereta dengan hormat. "Beliau berhasil membawa pulang herba Bunga Embun Beku Seratus Tahun yang Anda butuhkan."

Sambil menganggukkan kepalanya pelan, ia melangkah menaiki kereta kuda tertutup tersebut tanpa membuang banyak waktu. "Baiklah. Ayo berangkat sekarang."

Kereta kayu tersebut segera berputar arah dengan hentakan tali pecut kusir yang keras, melesat meninggalkan halaman gubuk dengan kecepatan tinggi. Di ambang pintu gubuk, kedua orang tuanya berdiri memperhatikan kepergian kereta tersebut dengan pandangan mata yang tertuju ke arah jalan setapak.

"Hao, kereta itu... itu adalah lambang keluarga Lin dari Kota Qingfeng. Kenapa mereka menjemput Chen'er sepagi ini?" tanya Mu Xue menoleh menatap suaminya dengan dahi yang berkerut rapat.

"Kau benar Xue er, Itu adalah lambang klan Lin" jawab Luo Hao menyandarkan tubuh tegapnya pada tiang kayu gubuk. "Mereka menjemputnya dengan kereta terbaik klan mereka. Hubungan Chen'er dengan klan-klan besar di kota sudah melampaui perkiraan kita sejak ia kehilangan statusnya di klan utama."

"Chen'er masih sangat muda untuk terlibat dalam urusan klan besar seperti itu," sahut Mu Xue seraya mengusap ujung kain celemeknya. "Kekhawatiranku sebagai ibunya padanya selalu muncul."

"Dunia luar memang keras, tetapi jalan kultivasinya sudah terbuka lebar," jawab Luo Hao menepuk bahu istrinya dengan mantap. "Putra kita sudah bukan anak kecil lagi. Dia adalah naga yang siap mengepakkan sayapnya di atas cakrawala. Kita percayakan saja semua pada Chen er"

Sementara di Kediaman Lin mereka melangkah masuk ke dalam kamar perawatan Lin Tian setelah menempuh perjalanan cepat sejauh lima ratus meter dari arah desa. Di dalam kamar tersebut, Tetua Ran tampak telah berdiri tegak di samping ranjang kayu bersama dengan Lin Changkong.

Sambil melangkah turun dari kereta, Luo Chen diarahkan oleh pelayan langsung memasuki area koridor dalam kediaman klan Lin yang luas.

"Tuan Chen! Anda akhirnya tiba!" seru Lin Changkong melangkah maju dua langkah dengan tergesa-gesa begitu melihat kedatangannya, wajahnya yang berdebu akibat perjalanan jauh tampak dipenuhi oleh rasa lega.

"Selamat pagi, Tuan Chen. Kami sudah menunggumu sejak satu jam yang lalu," sapa Tetua Ran menganggukkan kepalanya dengan hormat.

"Bagaimana dengan Bunga Embun Beku Seratus Tahun yang Anda bawa, Patriark Lin?" tanya Luo Chen melangkah mendekati meja kayu samping ranjang.

Satu kotak giok dingin berukuran telapak tangan dibuka oleh Lin Changkong dengan hati-hati menggunakan jemarinya yang gemetar. Di dalamnya, diletakkan sekuntum bunga berwarna biru es pucat yang memancarkan uap dingin tipis yang sangat padat dari permukaan kelopaknya.

"Kandungan energi es di dalam herba tingkat tiga ini sangat murni," batin Luo Chen menyentuh ujung kelopak biru tersebut dengan ujung jarinya, merasakan hawa dingin yang menusuk pembuluh nadinya. "Ini adalah bahan utama yang sempurna untuk menetralkan racun di tubuh Lin Tian."

"Apakah ada ruangan khusus yang sunyi di kediaman ini untuk memurnikan pil Patriarki Lin?" tanya Luo Chen dengan menatap wajah Lin Changkong.

"Tentu saja ada Tuan Chen, Kamar alkimia pribadi klan Lin di paviliun barat telah dibersihkan dan dipersiapkan sepenuhnya untuk Anda," jawab Lin Changkong mengarahkan tangannya ke arah lorong barat.

Setelah berjalan menyusuri koridor batu, Luo Chen melangkah masuk ke dalam kamar alkimia pribadi klan Lin yang berdinding basal tebal dan hanya dilengkapi sebuah tungku besi standar tingkat tinggi di tengahnya.

"Tuan Chen, aku bersedia membantumu mengontrol suhu api di bawah tungku jika Anda membutuhkan bantuan penyaluran energi Qi," ujar Tetua Ran melangkah maju satu langkah di samping meja pemurnian obat.

"Terima kasih, Tetua Ran. Aku akan menerima bantuan kontrol energi Anda," sahut Luo Chen merapikan kembali lipatan lengan jubah biru tuanya. Satu gerakan jari Luo Chen bergerak cepat di udara kosong di atas tungku besi,

mengalirkan energi Qi emas murni untuk membentuk segel penyeimbang suhu tungku menggunakan "Sembilan Putaran Naga".

"For...Formasi Sembilan Putaran Naga!... ini benar-benar formasi kuno yang telah hilang!" batin Tetua Ran dengan menatap kagum kearah sesosok naga emas kecil sepanjang setengah meter yang kini terbang melingkar memutari tungku besi di hadapan mereka, dadanya menegang menahan rasa tidak percaya yang luar biasa

berat. "Tuan Chen mengaktifkannya hanya dengan beberapa gerakan jari yang sangat presisi."

Sambil meletakkan tiga jenis herba tingkat tinggi di atas meja batu, Luo Chen melemparkan Rumput Api Merah tingkat dua dan Akar Penawar Es tingkat dua ke dalam tungku besi, disusul dengan kelopak Bunga Embun Beku Seratus Tahun.

Suhu api di dalam tungku besi dikontrol secara dinamis oleh sisa energi Inti Api Serigala Taring Angin milik Luo Chen dan bantuan energi Qi es milik Tetua Ran.

Di bawah pengaruh formasi naga emas, ketiga jenis herba tingkat tinggi tersebut meleleh dan menyatu secara konstan tanpa ada sedikit pun sisa ampas obat yang

tersisa di dalam cairan murninya.

"Sekarang adalah tahap penyatuan energi obat," batin Luo Chen sambil merapatkan kedua telapak tangannya di depan dada, mempercepat laju pusaran energi tungku

menggunakan sisa tenaganya.

Satu hentakan telapak tangan Luo Chen menutup proses pemurnian, disusul dengan menguapnya aroma herbal yang sangat pekat mendominasi udara ruangan alkimia. Ia akhirnya membuka penutup tungku, lalu didalam telah sepenuhnya jadi sebutir pil bulat berwarna biru jernih

dengan pola garis emas tiga lapis di permukaannya.

"Ini adalah Pil Penawar Roh Es Kuno tingkat tiga kualitas sempurna," ujar Luo Chen dan melangkah keluar dari ruangan alkimia dan meletakkan pil tersebut di atas telapak tangan Lin Changkong yang menunggu di luar.

Kedua tangan Lin Changkong gemetar hebat saat menatap pil biru jernih di genggamannya, napasnya berembus tidak teratur menahan rasa takjub yang luar

biasa.

"Anak ini memang diluar dugaan dan tidak kusangka pemahaman alkimia sedalam ini? Dia bahkan mampu memurnikan pil tingkat tiga kualitas sempurna yang

melampaui kemampuan alkemis tingkat tiga senior," batin Lin Changkong.

menatap wajah Luo Chen dengan rasa hormat yang mendalam di dalam batinnya. "Orang jenius semacam ini harus bisa di jadikan menjadi teman daripada menjadi musuh!"

1
🌹🌹Alika Moi🌹🌹
sangatbagus isi ceritanya tapi sayang tidak di lanjutkan.
Joe Maggot Curvanord
bagus cuma terlalu sedikit bab oer hari nya
JokyWong: oke makasih ya masukkan nya, nanti di up ya 2 bab per hari 🙏
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!