10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
TANAMAN MUTAN NAYA
Ben, pulau batu20.
Aku mencongkel kaning, menaruhnya di batok kelapa dan mengirimnya ke nayku.
-Naya : iiih.. Lucu banget kaktusnya. Makasih masku.
-Aku : kaktus mutan, namanya kaning.
-Naya : hahaha.. Boleh boleh.
Aku bertekad untuk segera menyelesaikan pembuatan kapalku. Aku harus segera bertemu nayku.
"Kanaya, kalau kapalku sudah beres, lalu aku pergi mencari naya, apa pulau ini jadi pulau kosong?"
"Tidak ben. Selama tidak ada yang mengalahkanmu, pulau ini tetap milikmu. Dan jika kamu tinggal bersama penyintas lainnya, pulau kalian akan menyatu."
Aku tersenyum lebar. "Material apa yang masih kurang untuk membuat kapal?"
"Kamu membutuhkan 10 batu magnet yang hanya ada di planet subiru dan material yang dikeluarkan hewan mutan tipe petarung."
Aku menghembuskan nafas pendek. Menatap ke arah langit. Batu yang bahkan tidak dijual di market system.
"Kapan beresnya kapalku? Udah dagang senjata sana sini masih aja kurang banyak materialnya."
Seperti kata naya beberapa waktu lalu, bengkel bisa kujadikan sumber transaksi dengan membuat senjata. Penyintas regional kusediakan senjata dan jasa upgrade senjata dengan menukar material yang kubutuhkan. Itu juga kulakukan supaya mereka berhenti merecoki sayangku yang mereka anggap badan amal senjata.
Sepertinya aku harus mulai menawarkan jasa pembuatan senjata dan upgrade senjata ke penyintas global. Setidaknya ada kemungkinan seseorang di luar sana yang memiliki batu tersebut.
Aku bersemangat lagi. Dan bergegas pulang. Nayaku.. Tunggu mas ya.
...----------------...
Di bumi. negara pusaka.
Kolonel hamdi menghadap presiden negara pusaka dan mengikuti rapat.
"Saya mengamati dari semua penyintas negara pusaka hari ini. Kanaya paling menonjol dengan aksinya. Dia berhasil mengalahkan seekor harimau dewasa dengan tangan kosong, tidak membunuhnya, bahkan menaklukannya. Sekarang jadi peliharaannya. Kira kira faktor apa yang membuatnya setangguh itu?" Presiden berbicara dalam rapat. Dibelakangnya layar menunjukkan naya sedang berburu ikan bersama harimau.
Kolonel hamdi berdeham, "Mohon ijin bicara pak presiden." Diangguki beliau.
"Kanaya pradipta, biasa dipanggil naya. Anak dari almarhum pradipta yang dulu berprofesi sebagai ahli gizi, dan almarhumah adinda yang dulu berprofesi sebagai arsitektur. Keduanya meninggal, saat naya berusia 5 tahun, dalam kecelakaan beruntun. Naya tinggal bersama kakek nenek dari pihak ibunya. Tidak pernah mengenal keluarga dari pihak ayahnya, karena konflik internal. Sepanjang hidupnya naya dikenal sebagai anak yang cerdas. Dia mendapat kan beasiswa untuk bersekolah dan kuliah, meski keluarga nya termasuk sangat mapan, dia memilih mengambil beasiswa jalur prestasi. Di bangku SMU naya pernah menjadi target bully. Sehingga dia mulai berlatih kickboxing sebagai ilmu bela diri. Bersahabat dengan celia, adik dari benito yang juga penyintas sekaligus kekasih naya saat ini. Di SMU, akhirnya naya disegani karena berhasil membuat beberapa kakak kelasnya babak belur. Dan mereka semua laki laki. Saat itu mereka hendak membully dan melecehkan naya. Naya terdata sebagai pelatih kickboxing hingga saat dia di pilih sebagai penyintas. Naya juga memiliki banyak pengetahuan tentang bercocok tanam dari kakeknya. Beliau juga yang mengajari naya menggunakan senjata. Kemampuan memasak naya berkat pengajaran dari neneknya. Demikian yang bisa saya laporkan untuk saat ini."
Para pejabat negara yang hadir dalam rapat terdiam. Mencermati seorang kanaya, penyintas negara pusaka paling menonjol saat ini.
Tapi yang memang tak habis fikri, gimana bisa seorang gadis belia, mampu mengalahkan seekor harimau dengan tangan kosong!
Sementara di rumah keluarga naya.
"Ahahahaa... Kayaknya beneran deh, ti. Kan mba naya pernah bilang kalo nanti pulang mau bawa monster buat peliharaan yangti. Noh itu monster nya udah ketangkep." Amelia terbahak bahak melihat mba nya asik jalan jalan dengan keluarga harimau dan anak ayam mutan.
Yangti terkekeh sambil geleng-geleng kepala. Sudah tak bisa berkomentar dengan tingkah cucu satu satunya itu.
...----------------...
Planet subiru, pulau tropis25.
Aaah.. Kenyangnya.
Aku baru beres mukbang bareng geulis dan kedua bocilnya, juga bejo dan nining.
Kami makan ala ala piknik di depan rumahku.
Geulis terlalu besar untuk masuk ke dapurku. Lagian mana bisa diajak duduk di kursi. Gak segitu nyaaa..
Aku juga sudah mengirim makan siang mas ben. Sudah pasti enak dan bikin kenyang.
"Besok besok kita cari ikan yang guede ya. Biar puas makannya. Tapi kan gak mungkin ya makan hiu sama paus. Enaknya ikan apa ya? Kalo bisa sih tar tinggal kupanggil. Tinggal hap! Ya gak geulis?" Geulis mendengkur disebelahku. Kekenyangan makan ikan. Dia menjawab dengan dengusan.
Gimana nggak kenyang, tadi kami menghabiskan hingga berkilo kilo ikan! Saat kutanya geulis mau ikan mentah atau matang, dia milih matang dong! Akhirnya aku membakar 20kg ikan dari 60kg yang ada di inventoryku, hasil tangkapan kami. Untuk air minum peliharaan ku, kusiapkan ember disebelah sumur, setiap hari akan kuisi untuk minum mereka.
Bejo dan nining tengah tertidur dipangkuanku. Petir dan awan tidur menempel di kakiku.
"Tar malem jangan ke hutan lagi. Di sini aja. Kalo ada mahluk yang lebih kuat dari kamu, bisa habis kalian dimangsa.
Mulai sekarang kalian tinggal sama aku. Jangan keluar wilayah kalo gak perlu banget. Kamu jaga jaga aja dibatas aman. Jangan nantangin kalo ada mahluk anomali lain.
Jangan pupup sembarangan. Di kebun ada lahan kompos. Disitu aja pupupnya.
Kalo laper bilang.
Kalo ada buruan di hutan bilang. Tar kita kejer sama sama. Ngerti?" Aku berceramah pada seekor harimau ngantuk. Dia menanggapi ucapanku dengan dengkurannya.
...----------------...
Aku sedang asik di kebun. Membuat petak baru untuk perluasan lahan. Batas wilayah kuperluas dan kuperkuat.
Dua ayam bocil dan dua harimau bocil sibuk melompat sana sini diantara tanaman yang subur makmur.
Geulis duduk di bawah naungan pohon jambu. Mengawasi para bocil bermain.
"Naya, tanaman cahaya biru, waning dan blackpink mengeluarkan putik bunga." Celia bicara di kepalaku.
Aku menghentikan kegiatanku mencangkuli lahan baru. Dan menuju jajaran tanaman mutan.
Btw, kaktus mutan hadiah mas ben, kujajarkan di atas meja dengan bunga batu. Dua tanaman pemberian masku sayang. Hehehe..
Pendar warna biru di atas daun berwarna hijau pekat nampak makin berkilau sejak tanaman cahaya biru kupindahkan ke sini. Ya iyalah! Dapet nutrisi pol polan.
Putik putik bunga berwarna putih kecil muncul di sela sela daunnya. "Ih lucu ya, bentuknya kayak lily. Mana kontras banget sama warna daunnya."
Beralih ke waning, aroma wangi dari batangnya semakin pekat. Dari ujung batangnya muncul jantung pisang. Aku manggut-manggut, " Hmm.. Beneran pisang ya, ada jantungnya. Liat tar bakal gimana bentukannya."
Aku menoleh ke pohon blackpink yang nampak lebih kokoh, daun daun pink makin melebar, sebagian berwarna lebih gelap. Nampak putik putik berwarna hitam. Aku sampai menjulingkan mata meneliti bentuk putiknya. "Bentuk putiknya kok aneh ya? Kayak duri duri gitu gak sih?"
"Betul naya, bentuk putiknya mirip bola berduri."
"Bener bener varian baru ya kamu, blackpink." Kutepuk tepuk batang pohonnya.
"Dari ketiganya, mana yang bakal cepet berbuah, celia?"
"Dikarenakan ketiganya adalah tanaman mutan, yang belum pernah ada sebelumnya, maka masa tanam hingga tumbuh dan berbuah dalam fase secara normal belum ada informasinya, naya."
"Soalnya aku nanem banyak pake booster ya jadi serba ngebut."
"Tepat sekali naya."
"Kalo gitu tar percobaan lah ya, pas pembibitan lagi, gak di booster, cukup pake pupuk kompos sama pupuk tablet aja. Biar bisa didata masa tumbuh normal nya. Ok lah kalo begitu!"
Aku kembali mengolah lahan garapan baru. Mempersiapkannya untuk kutanami bibit sayur, umbi umbian dan perbawangan besok.
Geulis tiduran di bawah pohon jambu, sementara petir dan awan berguling guling di tanah. Bejo dan nining sibuk memamah biak di sekitaran tanaman.
...----------------...