NovelToon NovelToon
Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Sistem Cashback 10x: Semakin Boros, Semakin Kaya!

Status: tamat
Genre:Perubahan Hidup / Sistem / Kaya Raya / Tamat
Popularitas:53.3k
Nilai: 5
Nama Author: Galih Lestari

"Dikhianati istri, diperas mertua, membesarkan anak yang bukan darah dagingnya.

Raka Pratama hidup bak budak — sampai ia terlahir kembali dengan Sistem Cashback 10x. Sekarang, setiap rupiah yang ia habiskan kembali sepuluh kali lipat.

Perceraian? Ia yang memulai. Konglomerat yang mengancam? Hancur. Pejabat korup? Ditangkap hidup-hidup. Dari nol menuju jajaran orang terkaya dunia — ini bukan dongeng. Ini balas dendam.
"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Galih Lestari, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Episode 2

Bab 2 - Cashback Sepuluh Kali Lipat

Takdir memberinya modal untuk menghancurkan semua rantai.

Raka menarik kursi dan duduk di depan meja kerjanya. Panel biru itu tetap melayang di atas ponsel, tidak terpengaruh oleh cahaya matahari yang masuk melalui celah tirai.

Ia menggeser layar.

Panel tersebut bergerak mengikuti jarinya.

[Host: Raka Pratama]

[Fungsi Utama: Cashback 10x]

[Setiap pengeluaran sah sebesar Rp 1 akan menghasilkan cashback sebesar Rp 10.]

Mata Raka berhenti pada kata sah.

"Tampilkan aturan lengkap."

Tulisan di layar berubah.

[Pengeluaran harus diberikan kepada pihak ketiga untuk barang, jasa, investasi, atau donasi yang nyata.]

[Transfer antar rekening milik Host, transaksi palsu, pembelian fiktif, pembatalan, dan pengembalian dana tidak dihitung.]

[Dana cashback memiliki sumber legal yang dapat diaudit. Kewajiban pajak telah diselesaikan.]

[Tidak ada batas maksimal cashback.]

Raka membaca seluruh baris itu dua kali.

Tidak ada batas maksimal.

Empat kata tersebut cukup untuk membuat seorang programmer dengan saldo setengah juta membayangkan angka yang tidak pernah berani ia tulis di layar kalkulator.

Namun ia tidak segera percaya.

Pada kehidupan sebelumnya, Raka pernah kehilangan uang karena aplikasi investasi palsu. Tampilan rapi, angka besar, dan janji manis tidak berarti apa-apa sebelum uang benar-benar masuk ke rekening.

Ia membuka aplikasi perbankan.

Saldo: Rp 512.400.

Itulah seluruh uang yang dapat ia gunakan hingga gajian. Ratna mengira jumlahnya lebih besar, tetapi dua tagihan otomatis telah dipotong semalam.

Jika panel ini palsu, ia tidak boleh menghabiskan semuanya.

Raka mengambil dompet, memasukkan ponsel ke saku, lalu keluar dari kamar. Ratna dan Bu Sumini tidak lagi berada di ruang tengah. Di meja hanya ada dua gelas kopi kotor serta remah keripik.

Sebuah pesan dari Ratna masuk.

Aku antar Ibu pulang. Jangan lupa enam juta untuk Budi.

Raka menghapus notifikasi tanpa membalas.

Lima menit kemudian, ia sudah berjalan di bawah panas Surabaya menuju minimarket yang berada di ujung jalan. Deru motor, klakson angkot, dan suara pedagang sarapan bercampur di udara.

Pintu kaca minimarket terbuka dengan bunyi pendek.

"Selamat pagi," sapa kasir perempuan di belakang meja.

Raka mengambil beras kemasan kecil, minyak goreng, sabun, air mineral, dan beberapa kebutuhan apartemen. Barang-barang yang pasti dipakai. Tidak ada transaksi palsu. Tidak ada alasan untuk mengembalikannya.

Total di layar kasir berhenti pada Rp 103.700.

Raka menambah sebungkus permen.

"Yang ini juga."

Kasir memindai barang terakhir. "Totalnya Rp 109.500, Pak."

Raka membayar dengan QR.

Satu detik.

Dua detik.

Pembayaran berhasil.

Panel biru muncul di sudut pandangannya.

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 109.500.]

[Cashback 10x: Rp 1.095.000.]

Ponselnya bergetar.

Notifikasi bank masuk hampir pada saat yang sama.

Dana masuk: Rp 1.095.000.

Saldo baru: Rp 1.497.900.

Raka tidak bergerak.

Suara pendingin ruangan minimarket mendadak terasa sangat keras. Jemarinya menekan sisi ponsel hingga memutih.

Uang itu nyata.

Ia membuka mutasi rekening. Dana tersebut benar-benar ada. Keterangan transaksi tercatat sebagai cashback sah, lengkap dengan nomor referensi.

"Pak?" Kasir menunjuk kantong belanja di meja. "Barangnya."

Raka mengangkat kepala. "Ya. Terima kasih."

Kasir itu menatapnya dengan sedikit heran. Pelanggan di depannya baru saja membeli permen dan sabun, tetapi ekspresinya seperti seseorang yang baru memenangkan tender besar.

Raka membawa kantong belanja keluar. Begitu sampai di bawah bayangan papan toko, ia kembali melihat saldo rekening.

Rp 1.497.900.

Ia mengurangi angka pengeluaran dalam pikirannya, lalu menghitung ulang cashback.

Tepat sepuluh kali lipat.

Tidak kurang satu rupiah pun.

Tawa pendek keluar dari tenggorokannya. Bukan tawa keras. Lebih seperti tekanan selama tiga belas tahun yang akhirnya menemukan celah untuk keluar.

"Jadi begini cara kerjanya."

Semakin banyak ia berbelanja, semakin besar uangnya.

Namun ada masalah pertama.

Modalnya masih kecil. Untuk menghasilkan cashback besar, ia harus meningkatkan nilai transaksi secara bertahap tanpa menghabiskan saldo sebelum cashback berikutnya masuk.

Raka membuka aplikasi kalkulator.

Ia menyusun urutan transaksi, menyisakan cadangan untuk transportasi dan makan. Kebiasaan memecah masalah menjadi langkah-langkah kecil membuat kegembiraannya kembali terkendali.

Ia tidak akan berlari masuk ke toko lalu membeli barang secara acak.

Uang adalah senjata.

Senjata tetap membutuhkan strategi.

Dari minimarket, Raka masuk ke toko perlengkapan kerja di pusat pertokoan dekat jalan utama. Ia memilih sepatu yang layak, tas kerja, serta kursi ergonomis sederhana yang akan dikirim ke apartemen.

Seorang pramuniaga mendekat. "Untuk kursinya ada garansi dua tahun, Pak. Total semua Rp 901.000 setelah diskon."

"Barangnya tersedia?"

"Tersedia. Bisa kami kirim sore ini."

"Saya bayar sekarang."

Pramuniaga itu mengangguk dan membawa Raka ke kasir.

Pembayaran kedua selesai.

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 901.000.]

[Cashback 10x: Rp 9.010.000.]

Dana masuk.

Saldo baru: Rp 9.606.900.

Kali ini Raka sudah siap, tetapi melihat tujuh digit berubah menjadi sembilan juta dalam satu detik tetap membuat darahnya mengalir lebih cepat.

Ia menguji satu hal lagi.

"Kalau saya membatalkan kursinya, bagaimana prosedurnya?" tanyanya.

Pramuniaga menjelaskan bahwa pembayaran dapat dikembalikan setelah dipotong biaya administrasi.

Pada panel, muncul peringatan tipis.

[Refund akan membatalkan cashback dan menarik kembali dana terkait.]

Raka tersenyum kecil.

Sistem ini tidak memiliki celah murahan.

Bagus.

Jika kekayaan sebesar ini dapat dibangun dengan transaksi palsu, semua yang ia dapatkan akan berdiri di atas bom waktu. Ia membutuhkan uang yang dapat dipakai membeli perusahaan, tanah, dan perlindungan nyata, bukan angka ilegal yang hancur pada audit pertama.

Menjelang siang, Raka tiba di sebuah mal. Kaos lamanya sudah pudar dan celananya terlalu longgar. Selama bertahun-tahun ia selalu menunda membeli pakaian karena Ratna mengatakan kebutuhan Budi lebih penting.

Hari ini, ia masuk ke toko tanpa meminta izin siapa pun.

Seorang pegawai laki-laki mengamatinya dari sepatu lama hingga jam tangan murah, lalu tetap menyambut dengan sopan.

"Ada yang bisa saya bantu, Pak?"

"Dua kemeja kerja, dua celana, satu jaket. Yang potongannya sederhana."

Pegawai itu menunjukkan beberapa pilihan. Raka tidak mengambil merek paling mahal. Ia memilih yang pas, nyaman, dan benar-benar akan digunakan.

Ketika keluar dari ruang ganti, bayangan di cermin membuatnya berhenti sejenak.

Tubuhnya masih kurus. Wajahnya masih lelah. Namun kemeja gelap yang pas di bahu membuatnya terlihat lebih tegak.

Bukan orang kaya.

Belum.

Tetapi juga tidak lagi tampak seperti pria yang meminta maaf karena hadir di ruangan.

"Cocok sekali, Pak," kata pegawai itu. "Total semua dengan sepatu formal Rp 2.014.000."

"Saya ambil."

QR dipindai.

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 2.014.000.]

[Cashback 10x: Rp 20.140.000.]

Saldo baru: Rp 27.732.900.

Pegawai toko memasukkan pakaian ke kantong. Ia tidak tahu bahwa pelanggan di depannya baru mendapat lebih dari dua puluh juta hanya karena membeli pakaian.

Raka juga tidak mengatakan apa-apa.

Ia mulai menyukai rahasia ini.

Uji terakhir dilakukan di toko jam tangan. Ia memilih sebuah jam mekanis yang kokoh seharga Rp 2.480.000. Bagi orang kaya, barang itu kecil. Bagi Raka, harganya melampaui semua yang pernah ia beli untuk dirinya sendiri.

Kasir sempat memastikan dua kali.

"Pembayaran penuh, Pak?"

"Penuh."

[Pengeluaran sah terdeteksi: Rp 2.480.000.]

[Cashback 10x: Rp 24.800.000.]

Notifikasi bank muncul.

Saldo baru: Rp 50.052.900.

Raka menatap angka itu.

Pagi tadi, enam juta terdengar seperti beban yang dapat menghancurkan hidupnya.

Sekarang, setelah empat transaksi nyata, ia memiliki lebih dari lima puluh juta.

Dan Ratna masih menunggu gajinya.

Raka memasang jam itu di pergelangan tangan. Bobot logamnya terasa dingin dan nyata. Bukan sekadar simbol. Itu bukti bahwa aturan dunia miliknya telah berubah.

Malamnya, ia kembali ke apartemen. Barang belanjaan disimpan, kursi baru sudah terpasang, dan semua struk diletakkan rapi di meja. Ia mengunduh mutasi rekening serta memeriksa setiap nomor referensi.

Semuanya bersih.

Semuanya dapat digunakan.

Semuanya miliknya.

Raka membuka panel sistem sekali lagi.

"Tidak ada batas atas?"

[Benar.]

"Tidak ada tugas tersembunyi dari transaksi hari ini?"

[Tidak ada.]

"Lalu kenapa aku dipilih?"

Panel diam.

Tidak ada jawaban.

Raka tidak memaksa. Ia sudah belajar bahwa jawaban yang belum tersedia hanya menghabiskan waktu. Yang penting, alat ini nyata dan aturan dasarnya jelas.

Besok ia akan meningkatkan modal lagi.

Setelah itu, ia akan menyiapkan rekening terpisah, menyusun rencana keluar dari pekerjaan, dan mencari bukti yang diperlukan untuk memutus keluarga Hartono secara sah.

Ponselnya bergetar.

Panel sistem mengeluarkan cahaya keemasan untuk pertama kalinya.

[Total cashback tahap awal telah tercapai.]

[Hadiah tambahan telah dibuka: Peningkatan Fisik 10x.]

[Apakah Host ingin mengaktifkan?]

1
Wega Luna
ka,rumah kita dekat dong ,saya tinggal di belakang perumahan Citraland🤣🤣🤣🤣, sawah saya sudah dibeli Citraland,,cuma masih boleh ditanami belum dibangun🤭🤭🤭
casanova
kurang suka bacanya
Tyo Reanu
bener2...dont judge a book by its cover....
Tyo Reanu
Awalnya, sempat mengira cerita ini hanya akan seperti cerita2 sistem pada umumnya, cheesy,dendam,absurd...dan saya mintamaaf yang sebesar2nya untuk penulis akan itu.
mungkin sepertinya, baru kali ini aku baca cerita di platform online yang punya alur, bahasa dan kekuatan cerita kaya gini.
terimakasih untuk cerita luarbiasa nya Gan....
irena
bagus banget ceritanya thor
Anonim
ceritanya menarik
Zidan Official
knp GK ceraiii aja woii
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
penggemar_Uangkecil?!
👍👍
Aang Reza
bagus👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!