Semua orang menganggap Gunung Sumber Abadi hanyalah tempat wisata gagal yang dikutuk, tetapi bagi Rizky Santoso, warisan yang dibuang oleh seluruh keluarganya ini adalah awal dari segalanya. Tepat saat ia menerima beban hutang dan kawasan wisata yang hancur itu, sebuah sistem misterius bangkit dan memberinya kekuatan untuk mengubah gunung tandus menjadi destinasi kelas dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nissa Safira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 34
Grep.
Siska terkejut dan menoleh menatap bosnya dengan pipi yang mendadak sedikit memerah.
"Ada apa lagi Bos?" tanya Siska gugup.
Rizky melepaskan tangannya dan menatap Siska dengan tatapan yang sangat dalam dan tulus.
"Kamu sudah menemaniku dari saat gunung ini hanya berisi rumput liar sampai kita bisa mengalahkan taipan miliarder Siska," ucap Rizky berterima kasih.
"Kamu tidak pernah kabur meskipun kita sering diancam oleh preman atau disabotase oleh saingan bisnis."
Siska menundukkan kepalanya menyembunyikan senyum malunya yang semakin mengembang lebar.
"Itu karena Bos selalu membayar gajiku tepat waktu dan traktir makan enak setiap hari," balas Siska beralasan malu-malu.
"Mulai hari ini, aku mengangkatmu menjadi Wakil Direktur Utama Gunung Sumber Abadi," putus Rizky memberikan kejutan yang tidak terduga.
Mata Siska kembali melotot lebar hingga kacamatanya sedikit merosot ke bawah hidung.
"Wakil Direktur Utama?" ulang Siska dengan bibir bergetar hebat menahan haru.
"Iya Siska, kamu sekarang punya otoritas untuk mengatur semua karyawan dan mengambil keputusan operasional saat aku tidak ada," jelas Rizky tersenyum hangat.
"Gajimu juga akan kunaikkan menjadi tiga puluh juta rupiah per bulan bersih tanpa potongan pajak."
Air mata kebahagiaan akhirnya tumpah dari sudut mata gadis desa yang dulunya hanya pengangguran tersebut.
Tes tes.
"Terima kasih Bos Rizky, aku berjanji akan bekerja seribu kali lipat lebih keras untuk memajukan tempat ini!" janji Siska mengusap air matanya dengan lengan baju.
Rizky hanya mengangguk puas dan membiarkan asistennya itu pergi menyelesaikan tugas barunya dengan semangat yang terbakar.
Sambil menunggu proses pembangunan hotel kapsul selesai, Rizky membuka tabletnya dan melihat desain dari bangunan gaib tersebut.
Gambar hologram tiga dimensi muncul di atas layar tabletnya menampilkan struktur bangunan yang sangat futuristik.
Wusss.
Hotel itu tidak dibangun menempel di atas tanah, melainkan berupa puluhan kapsul kaca bundar yang melayang-layang di udara.
Setiap kapsul terhubung ke sebuah tiang baja raksasa di tengahnya menggunakan medan gaya magnetik yang tidak terlihat mata.
Pengunjung bisa menikmati pemandangan jurang dan hutan pinus langsung dari dalam kamar yang terbuat dari kaca transparan itu.
"Fasilitas ini benar-benar gila, harganya semalam pasti bisa kupatok puluhan juta rupiah untuk para bule kaya raya itu," gumam Rizky menjilat bibirnya sendiri karena antusias.
Waktu terus berlalu dan jam dinding di ruangan itu akhirnya menunjukkan pukul dua belas tepat.
Ding!
[Proses pembangunan Cetak Biru Hotel Kapsul Melayang Level 1 telah berhasil diselesaikan secara sempurna.]
[Fasilitas ini memiliki kapasitas lima puluh kapsul tidur tingkat VVIP yang dilengkapi dengan pemanas ruangan, kasur air pijat, dan koneksi internet satelit.]
Rizky langsung berdiri dari kursinya dan berjalan cepat menuju luar ruangan.
Dia menuruni tangga dan berjalan menuju area tebing kanan jembatan kaca untuk melihat hasil karya sistemnya.
Tap tap tap.
Sesampainya di sana, Siska juga baru saja tiba setelah berkeliling memantau staf lapangan.
"Bos, apa tukang gaibnya sudah selesai bekerja?" tanya Siska menghampiri bosnya dengan napas sedikit ngos-ngosan.
Rizky tidak menjawab dan hanya menunjuk ke arah udara kosong di atas jurang sebelah kanan jembatan.
Siska mengikuti arah telunjuk bosnya dan seketika lututnya lemas hingga dia terduduk di atas tanah berumput.
Bruk.
"Bos... apa aku sedang berhalusinasi melihat bola-bola kaca melayang di atas jurang sana?" tanya Siska mengucek matanya berulang kali.
Kucek kucek.
Di atas jurang yang dalam itu, sebuah tiang baja putih menjulang tinggi menancap kuat di dinding tebing.
Di sekeliling tiang itu, puluhan kapsul berbentuk bola kaca melayang diam di udara memantulkan cahaya matahari siang yang cerah.
Bentuknya benar-benar mirip seperti pesawat luar angkasa mini yang sedang parkir berjejer rapi.
"Itu adalah Hotel Kapsul Melayang milik kita Siska, penginapan paling ekstrem dan paling mewah di seluruh Asia," jawab Rizky dengan dada membusung bangga.
"Bagaimana cara pengunjung masuk ke dalam bola kaca yang terbang itu Bos?" tanya Siska merinding membayangkan harus tidur melayang di atas jurang sedalam ratusan meter.
"Ada jembatan cahaya magnetik yang akan muncul saat pengunjung memindai kartu kamar mereka di tiang utama itu," jelas Rizky menunjuk tiang baja putih di tengah.
Siska menelan ludahnya dengan susah payah merasa ngeri sekaligus takjub melihat teknologi gila tersebut.
Glek.
"Para turis asing pasti akan berebut sampai bertengkar untuk bisa menyewa kamar terbang ini Bos," prediksi Siska sangat akurat.
Dengan selesainya pembangunan hotel kapsul ini, Gunung Sumber Abadi secara resmi bertransformasi menjadi mega resort kelas dunia.
Fasilitas mereka sekarang sudah sangat lengkap mulai dari wahana ekstrem, wisata sejarah bawah tanah, hingga penginapan futuristik.
Berita hancurnya Tuan Richard dan kemunculan hotel terbang ini dipastikan akan membuat negara ini gempar kembali esok hari.
Rizky sang pemuda pemilik sistem kini siap melangkah ke panggung bisnis internasional yang jauh lebih kejam dan menantang.