NovelToon NovelToon
Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Dibuang Karena Mandul, Dinikahi Konglomerat

Status: sedang berlangsung
Genre:Penyesalan Suami / Mandul / Balas Dendam
Popularitas:10.6k
Nilai: 5
Nama Author: CHIBEL

Demi melindungi harga diri suaminya yang mandul, Larissa rela menanggung caci maki sebagai wanita mandul. Namun, pengorbanannya dibalas dengan surat cerai dan pengusiran kejam setelah sang suami memalsukan hasil medisnya demi bersanding dengan wanita lain.

Tiga tahun berlalu, dunia terguncang ketika Larissa bangkit sebagai istri dari CEO terkaya dan melahirkan dua anak yang sehat. Saat kebohongan masa lalu mulai terbongkar, giliran Larissa yang memegang kendali untuk membuat mantan suaminya merangkak dalam penyesalan seumur hidup.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon CHIBEL, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 31 - Takhta sang Permaisuri

Langit bersih tanpa awan seolah ikut merestui sebuah ikatan suci yang digelar di dalam kompleks kediaman pribadi keluarga Bayu.

Kompleks bergaya kolonial modern yang dikelilingi oleh benteng pilar marmer setinggi empat meter itu disulap menjadi taman firdaus yang luar biasa megah namun sarat akan privasi tingkat tinggi.

Ratusan karangan bunga lili putih segar dan mawar putih premium kiriman para menteri, pejabat tinggi negara, serta jajaran CEO korporasi multinasional berjejer rapi di sepanjang jalur masuk utama.

Penjagaan di sekitar lokasi berada di level maksimal. Belasan pengawal berseragam memeriksa setiap undangan dengan sensor digital khusus, memastikan tidak ada satu pun jurnalis atau pengganggu yang bisa menyusup masuk untuk mengusik kenyamanan acara.

Di dalam kamar rias utama, Larissa berdiri tegak di depan cermin kristal raksasa. Angin sepoi-sepoi yang bertiup dari jendela balkon membuat helai-helai halus dari gaun pengantinnya bergerak anggun.

Hari ini, Larissa tampil begitu memukau. Alih-alih memilih gaun bergaya mewah yang dipenuhi payet berkilau berlebihan, Larissa menjatuhkan pilihannya pada gaun putih klasik bergaya minimalist haute couture berbahan sutra mikado Prancis.

Gaun itu berpotongan A-line dengan kerah sabrina yang mengekspos garis leher serta tulang selangkanya yang jenjang dan putih bersih. Potongannya yang lurus dan tegas di bagian pinggang mengeksplorasi siluet tubuhnya dengan sangat anggun, sementara ekor gaun sepanjang dua meter menyapu lantai marmer dengan keanggunan yang luar biasa berwibawa.

Rambut hitam panjang milik Larissa disanggul modern dengan menyisakan beberapa helai halus yang membingkai wajah cantiknya. Sebuah tiara berlian minimalis warisan keluarga Wicaksono terpasang manis di atas kepalanya, menahan selembar kain veil transparan yang menjuntai halus hingga ke punggungnya.

Riasan wajah Larissa dikerjakan oleh penata rias legendaris yang sengaja diterbangkan langsung dari Paris. Fokus riasannya berada pada penonjolan aura ketegasan matanya yang jernih, dipadukan dengan sapuan lipstik berwarna nude rose yang segar namun tetap berkelas.

Tidak ada lagi sisa-sisa wajah pucat seorang wanita tertindas. Wanita yang kini menatap pantulan dirinya di cermin adalah seorang permaisuri yang siap naik ke atas takhta tertingginya.

Pukul sepuluh tepat, dentum alat musik organ pipa dari sebuah simfoni klasik mulai menggema megah, menandakan dimulainya prosesi pemberkatan suci. Pintu ganda aula utama yang dilapisi ukiran emas dibuka lebar.

Bayu melangkah masuk terlebih dahulu dari arah altar. Postur tubuhnya yang tinggi besar dan tegap tampak begitu karismatik dalam balutan setelan tuksedo custom-made berwarna hitam pekat, dipadukan dengan kemeja putih bersih dan dasi kupu-kupu beludru.

Aura sebagai seorang pemimpin sejati dan predator ekonomi berdarah dingin menguar begitu pekat dari penampilannya. Namun pagi ini, sepasang mata elang pria yang terkenal berhati es itu tidak memancarkan ketajaman yang mengintimidasi, melainkan sebuah binar intensitas yang sangat dalam, terkunci mutlak pada sosok wanita yang mulai melangkah membelah karpet merah di ujung lobi.

Larissa melangkah dengan kepala yang terangkat tegak sempurna. Setiap ayunan langkah kakinya beralaskan sepatu hak tinggi putih memancarkan pesona yang begitu memikat, tenang, dan penuh wibawa.

Di belakangnya, Elang yang mengenakan setelan jas mini berwarna senada dengan ayahnya berjalan dengan sangat rapi, memegang sebuah bantalan beludru kecil tempat dua cincin pernikahan mereka diletakkan.

Wajah bocah kecil itu tampak begitu cerah, tanpa ada lagi sisa-sisa ketakutan atau trauma.

Para tamu undangan yang hadir yang merupakan kalangan konglomerat lama (the real high society), para pemilik bank swasta terbesar, hingga jajaran petinggi hukum negara, menahan napas serentak.

Keheningan melanda aula mewah tersebut. Mereka saling berbisik kagum, mengakui dalam hati bahwa keanggunan berkelas yang memancar dari tubuh Larissa adalah sesuatu yang tidak bisa dibeli dengan uang baru.

Larissa tidak terlihat seperti seorang asisten yang dinikahi oleh bosnya, dia terlihat seperti seorang wanita terhormat yang memang dilahirkan untuk berdiri di samping sang penguasa Megah Corp.

Di hadapan pendeta dan saksi-saksi agung, Bayu dan Larissa mengucapkan janji suci mereka dengan nada suara yang mantap keraguan sedikit pun.

Saat Bayu menyematkan cincin berlian di jari manis Larissa, pria itu menatap lurus ke dalam sepasang manik mata gelap istrinya, memancarkan janji perlindungan yang tak tertulis namun mengikat seumur hidup.

Setelah prosesi pemberkatan yang sakral selesai, acara dilanjutkan dengan perjamuan makan siang di taman dalam. Di sinilah momen yang paling mengharukan terjadi.

Ayah dan ibu kandung Bayu, pasangan sesepuh dinasti Wicaksono yang merupakan tokoh arsitek ekonomi paling dihormati di negeri ini, melangkah mendekati tempat Bayu dan Larissa berdiri.

Ibu Bayu, seorang wanita paruh baya yang memancarkan aura keanggunan aristokrat sejati, langsung mengulurkan kedua tangannya dan menarik Larissa ke dalam sebuah pelukan hangat yang sangat erat.

"Selamat datang ke dalam keluarga kami, Larissa," bisik ibu Bayu dengan nada suara yang bergetar halus, mengusap punggung Larissa dengan kasih sayang seorang ibu kandung.

Beliau melepaskan pelukannya perlahan, lalu menatap wajah Larissa dengan mata yang berkaca-kaca. "Terima kasih... terima kasih banyak, Sayang. Selama tiga tahun ini, kami selalu menangis setiap kali melihat Elang yang mengurung diri dan tidak mau bicara. Tapi sejak kamu hadir di rumah ini, kamu telah mengembalikan keceriaan cucu kami. Kamu telah memberikan mukjizat yang tidak bisa dibeli dengan seluruh harta yang kami miliki."

Ayah Bayu, seorang pria tua berwibawa dengan rambut yang memutih seluruhnya, ikut menepuk bahu Larissa dengan lembut, memberikan anggukan penuh penghormatan dan penerimaan atas status barunya sebagai menantu utama keluarga mereka.

Elang yang berada di dekat kaki mereka tiba-tiba menarik ujung gaun pengantin Larissa. Bocah empat tahun itu mendongak dengan mata bulatnya yang berbinar-binar penuh kebanggaan.

"Mama Ica sekarang sudah jadi Ibunya Elang secara resmi, kan?" tanya Elang dengan suara cemprengnya, terdengar sangat jelas oleh beberapa kolega bisnis yang berdiri di dekat mereka.

Larissa berlutut perlahan, mengabaikan gaun mahalnya yang menyentuh rerumputan hijau. Dia merengkuh tubuh mungil Elang ke dalam pelukannya, mengecup pipi bocah itu dengan penuh kasih sayang.

"Iya, Elang sayang. Mulai hari ini, besok, dan selamanya... aku adalah Ibu kandungmu."

Bayu yang berdiri di samping mereka ikut berlutut dengan satu kaki, melingkarkan lengan kekarnya di sekeliling tubuh Larissa dan Elang, menyatukan mereka dalam sebuah potret keluarga kecil yang luar biasa serasi dan tak tersentuh oleh apa pun di luar sana.

Sore harinya, meskipun acara pernikahan digelar secara sangat tertutup, rilis pers resmi beserta foto-foto eksklusif pernikahan yang dikeluarkan oleh humas korporat Megah Corp langsung dikirimkan ke seluruh meja redaksi media nasional.

Dalam hitungan jam, berita tersebut langsung merajai halaman utama seluruh surat kabar nasional, portal berita digital, hingga stasiun televisi utama.

Judul-judul berita besar membanjiri ruang publik dengan narasi yang luar biasa mengagungkan: "Takhta Baru Megah Corp: Sosok Larissa, Wanita Anggun nan Cerdas yang Berhasil Melunakkan Hati Sang Raja Es Bayu Wicaksono."

Foto-foto eksklusif yang memperlihatkan bagaimana keanggunan Larissa dalam balutan gaun sutra Prancis dan bagaimana tatapan penuh perlindungan dari Bayu seketika menjadi kiblat baru di kalangan sosialita.

Publik dan para kritikus mode memuji habis-habisan pilihan gaya Larissa yang dinilai sangat berkelas, jauh dari kesan pamer harta ala orang kaya baru. Nama Larissa per hari ini telah resmi ditabalkan sebagai simbol kekuasaan, keanggunan, dan pesona permaisuri tertinggi yang baru di kota ini.

Malam harinya, setelah seluruh rangkaian perjamuan yang melelahkan namun penuh kebahagiaan itu usai, keheningan yang mewah menyelimuti kamar tidur utama kediaman Bayu.

Kamar berukuran raksasa dengan dinding kaca setinggi langit-langit itu langsung menyajikan pemandangan lanskap lampu-lampu kota Jakarta yang gemerlap bak hamparan berlian dari ketinggian lantai atas.

Larissa sudah menanggalkan gaun pengantinnya, kini mengenakan gaun tidur satin sutra berwarna putih gading yang jatuh dengan sangat anggun membungkus tubuhnya.

Dia sedang berdiri di dekat dinding kaca, menatap pendar lampu kota dengan pikiran yang berkelana jauh, memikirkan bagaimana roda takdir telah membawanya ke titik tertinggi ini hanya dalam waktu satu bulan.

Suara langkah kaki yang mantap terdengar mendekat.

Bayu melangkah masuk ke dalam kamar, sudah menanggalkan jas tuksedonya dan menyisakan kemeja putih yang dua kancing teratasnya sengaja dibuka, memberikan kesan maskulin yang sangat dominan namun santai.

Pria itu berjalan mendekati Larissa dari arah belakang, lalu dengan lembut dia melingkarkan kedua lengan kokohnya di sekeliling pinggang ramping Larissa, menarik punggung istrinya untuk bersandar pas pada dada bidangnya.

Larissa merasakan detak jantungnya kembali berdegup dengan ritme yang cepat dan tidak beraturan saat merasakan kehangatan yang memancar dari tubuh suaminya. Dia mendongak sedikit, menatap pantulan wajah tampan Bayu dari balik dinding kaca.

"Ada apa, kamu terlihat sedang memikirkan sesuatu?" tanya Bayu lembut, suara baritonnya yang berat berbisik hangat tepat di dekat telinga Larissa

Larissa menyunggingkan senyum tipis, memutar tubuhnya perlahan di dalam dekapan Bayu agar mereka bisa saling berhadapan.

"Aku hanya masih merasa seperti bermimpi, Mas. Empat bulan lalu aku adalah wanita yang dibuang di pinggir jalan tanpa punya apa-apa. Dan malam ini aku berdiri di sini, sebagai istrimu."

Bayu menatap lekat-lekat ke dalam sepasang manik mata gelap. Dia melepaskan pelukannya sejenak, lalu melangkah ke arah meja nakas marmer di dekat ranjang untuk mengambil sebuah benda.

Bayu kembali mendekati Larissa sembari membawa sebuah kotak beludru hitam berukuran sedang yang tampak sangat eksklusif. Dengan gerakan yang tegas, pria itu menyerahkan kotak tersebut tepat ke dalam genggaman tangan Larissa.

Larissa mengerutkan alisnya samar karena bingung. "Apa ini, Mas?"

"Buka saja," sahut Bayu tenang.

Larissa membuka kancing pengait kotak beludru tersebut secara perlahan. Begitu penutupnya terbuka, sepasang mata Larissa seketika membelalak samar.

Di dalam kotak itu, terbaring rapi sebuah kunci brankas baja titanium khusus, selembar dokumen tebal berisi hak kuasa atas aset-aset properti pribadi Bayu, serta sebuah kartu debit eksklusif berwarna hitam legam tanpa batas pengeluaran, sebuah Centurion Black Card resmi atas nama Larissa Wicaksono.

Larissa mendongak dengan tatapan tidak percaya. "Mas... ini terlalu banyak. Aku tidak bisa menerima semua hak akses kekayaan pribadi ini. Statusku sebagai istrimu sudah lebih dari cukup untuk—"

Sebelum Larissa sempat menyelesaikan kalimatnya, Bayu langsung mengulurkan tangan kanannya, menangkup rahang Larissa dengan jari-jarinya yang kekar secara lembut, memaksa istrinya untuk mengunci fokus pandangan langsung ke dalam bola matanya.

"Dengarkan aku baik-baik, Sayang," bisik Bayu dengan nada suara yang sangat rendah.

"Semua yang menjadi milikku sekarang adalah milikmu secara hukum. Seluruh aset, kekayaan, dan nama besar Megah Corp berada di dalam genggaman tanganmu. Gunakan seluruh kekuasaan dan fasilitas ini untuk kenyamanan hidupmu, untuk masa depan Elang... dan yang paling penting, gunakan kekuatan ini untuk menyelesaikan seluruh urusan masa lalumu bersama keluarga Baskoro. Hancurkan mereka dengan caramu sendiri, aku berada di belakangmu."

Bersambung

1
sunaryati jarum
Semua manipulatif Bram dan Vera dikuliti publik, rasain
sunaryati jarum
Tanggung jawablah Vera kau kan sudah menikmati Bram dan hartanya, sekarang kau tinggal membayar sebagai penghuni hotel prodeo
YAM
smpe sini terlalu greget ma mc nya bego gampang di tindass😡😡
Sindy Puspita: Hehehehe, hidup kadang emang harus bego dulu kak🤭🙏
total 1 replies
sunaryati jarum
Bu Maya langsung koit
sunaryati jarum
Emak tunggu hasilnya, Larissa
sunaryati jarum
Ingat kamu hamil jangan terlalu emosi
Batara Kresno
makin seru bagus ceritanya lanjut thor
sunaryati jarum
Hanya dengan mengumumkan kehamilan Larissa kebohongan Bram dan Vera terbongkar dengan sendirinya.Jika sejak awal jujur sama Bu Maya, mungkin dia tidak mengecap Larissa mandul,dan cari solusi bersama.Kalau sudah begini kalian sendiri yang hancur, bahkan Bram tidak tahu dirinya menghina Vera juga,lucu .Sudah tahu dirinya yang bermasalah kok melempar kekurangan pada orang lain🤣🤣🤣
sunaryati jarum
Nah bagaimana Bu Maya masih mempertahankan jika Larissa mandul?
sunaryati jarum
Selamat Larissa akhirnya bersama Sultan Sang Penguasa Raja Bisnis kamu hamil, semoga sehat bayi dan kamu
Sindy Puspita
Terima kasih atas dukungannya kak🙏 Ditunggu updatenya besok malam ya
Batara Kresno
masih kurang thor dirunggu upnya ttp semangat trimakasih udah up 3 bab🙏🙏🙏
Batara Kresno
mampus lho bu maya
Batara Kresno
ko cuma 1 tumben pengin liat keluarga bram mampus
sunaryati jarum
Lanjut
sunaryati jarum
Nah,kan tanpa Larissa membalas sakit hatinya, mereka sudah mendapatkan balasan atas kejahatan mereka
sunaryati jarum
Terbongkar kebohongan kamu,ingin hati menutupi kekurangan Bram,namun merugikan diri sendiri
sunaryati jarum
Tidak usah membalas mereka sudah kenaa karma karena ulahnya dan provokasi Vera.Hiduplah dengan bahagia sudah
Emak suka cerita ini , tidak bertele- tele, alurnya runtut
sunaryati jarum
Jatuh mental sekarang , orang yang kalian hina bersanding dengan pria terkaya dan berkuasa
sunaryati jarum
Waah mantap Bos Bayu to the point , langsung gass pool.Langsun nikahin,Bos
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!