Zoey Bakker bersyukur bisa mengulang kehidupannya lagi. Dia bertekad akan menjerat Oscar suaminya dan membalaskan dendamnya pada keluarga angkatnya.
Jika dulu dia menolak perjodohannya dengan Oscar, kali ini Zoey menerimanya dengan senang hati. Berbekal ingatannya di masa lalu, Zoey bisa menjalani hidupnya dengan penuh kejutan kejutan manis. Bagaimana kisah Zoey dan Oscar akan berjalan? Simak ceritanya di sini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon emmarisma, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 27. Makan Malam
Zendic mendengarkan laporan dari orangnya dengan wajah datar. Sepertinya pembicaraannya kemarin dengan Oscar mempengaruhi mental pria itu. Zendic melengkungkan senyum samar.
"Awasi terus mereka sampai hasil tes paternitasnya keluar," ujar Zendic. Suara ketukan pintu membuat Zendic langsung menoleh. Bawahannya membukakan pintu untuk Zendic. Di depan pintu Elouise berdiri dengan wajah berlinang air mata. Zendic menghembuskan napas panjang.
Bawahan Zendic langsung keluar tanpa menunggu perintah, Elouise masuk ke ruang kerja Zendic dengan wajah penuh keluhan.
"Ada apa, Elouise?"
"Bisakah kamu menghubungi putri kita?" Meski sudah hampir menginjak paruh baya, sikap Elouise sebenarnya cukup manja terhadap suaminya. Zendic menarik tangan Elouise hingga Elouise duduk di pangkuan Zendic. Pria itu melingkarkan tangannya di perut Elouise dengan lembut.
"Memang apa yang ingin kamu bicarakan dengannya? Putri kita pasti akan segera pulang," ucap Zendic menenangkan.
"Ini sudah terlalu lama, Zen."
"Bersabarlah sebentar lagi, Ok! Bagaimana jika kita pergi liburan juga?"
"Tidak, aku mau menunggu Zelin kembali." Zendic mengangguk, mendengar jawaban Elouie.
Di mansion Oscar, Zoey membuka matanya dengan linglung. Dia ingat tadi sedang bicara serius dengan Oscar, tapi dia tidak ingat kenapa bisa tertidur.
"Bangun?"
Zoey mengalihkan matanya ke arah suara yang sangat dia kenal. "Apakah aku ketiduran?" tanya Zoey dengan raut bingung.
"Ya, kamu pasti lelah dengan pekerjaanmu." Oscar berjalan mendekat ke Zoey. Dia hanya mengenakan celana panjang tanpa atasan, postur tubuhnya benar-benar sempurna dengan dada yang bidang dan delapan kotak yang sangat seksi dibagian perutnya, Zoey dibuat ngiler melihat penampilan suaminya sendiri.
Oscar membantu Zoey merapikan rambutnya yang berantakan. Pria itu mengambil ikat rambut di meja dan mengikat rambut Zoey dengan rapi. Zoey tersenyum.
"Kamu sangat terampil. Pasti dulu kamu sering melakukannya pada mantan pacarmu, kan?" tanya Zoey.
Oscar tertawa rendah, matanya menatap Zoey dengan lembut, Banyak cinta yang terlihat dari sorot matanya.
"Hanya kamu. Wanita satu-satunya yang bisa membuatku melakukan banyak hal."
Zoey dan Oscar duduk berdampingan di atas ranjang kamar mereka. Cahaya bulan masuk melalui jendela, menciptakan suasana hangat dan intim.
Zoey, dengan rambut cokelatnya yang terikat, menatap Oscar dengan mata lembut. Oscar, dengan senyumnya yang menggetarkan hati, meraih tangannya.
"Honey," bisik Oscar, "Kau tahu, aku selalu merasa tenang saat bersamamu."
Zoey tersenyum. "Aku juga, Oscar. Kita seperti sepasang sepatu yang saling melengkapi," ucap Zoey sambil menyusupkan jemarinya di sela jari-jari Oscar. Kedua tangan saling menggenggam, kehangatan mengalir hingga ke hati keduanya.
Zoey mengingat awal-awal pertemuannya di masa lalu. tiba-tiba rasa sesak kembali meluap di hatinya. Zoey benar-benar menyesal sudah menolak pria itu dengan kasar. Tanpa sadar Zoey menghela napas panjang. Oscar menatap Zoey dengan begitu dalam.
"Ada apa?" tanyanya cemas.
Zoey menggeleng, "Tidak apa-apa." Dia pun segera mengalihkan pembicaraan, "Bagaimana kabar Achilles sekarang? Apakah ada perkembangan?"
"Dia sedang mengumpulkan semua bukti. Aku akan menangani masalah ini."
Zoey mengangguk. Kemarin setelah Profesor Steiner tanda tangan kontrak dengan Amstrong Tech, Zoey meminta bantuan pada Oscar untuk mencari bukti-bukti kejahatan Kyle. Meski dia bisa melakukannya sendiri, tapi Zoey ingin Oscar terlibat. Ini bertujuan agar Oscar tidak bersikap berlebihan jika tahu dia berurusan dengan Kyle lagi di masa depan.
Keduanya lantas terdiam. Zoey bersandar di bahu Oscar sambil memejamkan matanya. Dia tidak menyadari jika Oscar sejak tadi memperhatikan wajahnya dari samping. Oscar terlihat sangat menyayangi Zoey. Tatapan matanya begitu dalam, andai Zoey melihatnya, dia pasti akan mati gaya.
Oscar mendekatkan wajahnya pada Zoey. Matanya terfokus pada bibirnya yang lembut. "Honey," panggil Oscar pelan.
Zoey membuka mata dan tak lama Oscar semakin mendekat dan bibir mereka bertemu dalam ciuman lembut. Waktu serasa berhenti, dan hanya ada mereka berdua. Zoey melingkarkan tangannya ke leher Oscar.
Saat keduanya larut dalam kemesraan, perut Zoey tiba-tiba berbunyi. Wajah Zoey memerah dengan napas terengah-engah.
"Ayo kita makan."
Zoey mengangguk. Dia masih memakai pakaian kerja. Gadis itu meminta Oscar untuk turun terlebih dahulu. Zoey mandi kilat dan berganti pakaian. Gadis itu keluar kamar. Rupanya Oscar menunggunya. Dia terkejut melihatnya. "Bukankah aku sudah memintamu untuk turun?"
"Ya, memang, tapi aku ingin menunggumu."
Zoey tersenyum, dia mengulurkan tangannya dan menggenggam jemari Oscar. Keduanya turun untuk makan. Oscar dan Zoey disambut Butler Han's. Setelah Oscar dan Zoey duduk makanan disajikan di atas meja.
Melihat begitu banyak hidangan, Zoey tidak bisa tidak menelan liurnya. Pertama Zoey mengambil hidangan pembuka atau appetizer berupa canape. Oscar melewatkan hidangan appetizer dan memilih mengambil steak salmon.
Dengan gerakan yang elegan, Oscar mengiris daging salmonnya menjadi potongan kecil-kecil dan lalu memindahkannya ke hadapan Zoey. Zoey tersenyum melihat act service yang diberikan Oscar padanya. Setelah mengucapkan terima kasih, Zoey mulai makan tanpa banyak bicara. Oscar senang melihat napsu makan Zoey. Dia bahkan hanya makan sedikit dan selebihnya asyik menatap Zoey makan hingga piringnya bersih.
"Wow, ini enak sekali, terima kasih Butler Han's."
"Sama-sama, Nyonya."
Oscar mengambil makanan penutup atau Dessert Panna Cotta dan meletakkannya di depan Zoey. Zoey menatap Panna Cotta di depannya dengan sendu.
"Aku tahu kamu sangat menyukai Panna Cotta," kata Oscar. Zoey tidak bisa tidak terharu. Dia berdiri dan langsung mencium pipi Oscar.
"Terima kasih, Suamiku. Kamu memang yang terbaik." Oscar tersenyum sementara para pelayan dan Butler Hans menundukkan kepalanya. Mereka tidak ada yang berani bergerak.
Meski mereka mulai terbiasa dengan keromantisan pemilik rumah, tapi tetap saja ada rasa malu saat melihat hal itu terjadi di depan mata mereka. Setelah mengecup pipi Oscar, Zoey kembali ke tempat duduknya dan mulai menghabiskan panna cotta nya.
...----------------...
*Canape adalah jenis open sandwich berukuran mini sekitar 3–4 cm pada setiap sisinya, sehingga dapat dimakan dengan sekali lahap. Canape berasal dari Perancis dan biasanya disajikan sebagai menu pembuka pada acara-acara resmi. Canape juga dikenal sebagai open-faced sandwich, karena di bagian atasnya diberi olesan keju serta taburan daging atau sayuran. Makanan ini termasuk cold appetizer.
*Panna Cotta adalah hidangan penutup dari negara Italia yang terbuat dari krim manis yang dikentalkan dengan gelatin dan dibentuk. Krim dapat diaromatisasi dengan kopi, vanila, atau perasa lainnya. Rasa panna cotta khasnya adalah vanila, dengan tekstur yang sangat lembut. Biasanya, panna cotta dihidangkan di dalam gelas atau dicetak di atas piring, dan diberi siraman saus manis serta aneka buah-buahan sebagai pelengkapnya.
favorit 👍❤