Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Harga Sebuah Kehancuran
Keheningan yang menyelimuti alun-alun Kota Logam Hitam terasa begitu pekat, seolah-olah waktu itu sendiri telah dipaksa berhenti oleh hukum kuantum yang dibawa Ethan. Puluhan ribu pasang mata menatap parit raksasa yang masih membara dengan pendaran emas siber.
Tiga ahli terkuat di kota ini, yang selama puluhan tahun berdiri di puncak piramida kekuasaan sebagai dewa-dewa fana, lenyap dalam waktu kurang dari satu detik tanpa sempat meninggalkan jasad.
Namun, di tengah kemegahan absolut itu, sirkuit internal di dalam zirah Ethan mendadak berkedip liar. Warna emas cybernya berfluktuasi menjadi merah peringatan yang pekat.
BZZZZT—!
[ Peringatan Kritis! Protokol Uji Coba "Meriam Partikel Heavy-Gauge Quantum V3" Mengalami Kebocoran Arus Balik (Feedback Loop). ]
[ Tekanan Kinetik dan Radiasi Kuantum Melampaui Batas Toleransi Kompartemen Biologis Tubuh Inang. ]
[ Mengalami Kerusakan Jaringan Saraf Mikro: 22%. Sirkulasi Qi Internal Terdistorsi. ]
"Ugh...!"
Di balik topeng bajunya, Ethan mengerang tertahan. Wajah tampannya seketika memucat pasi. Rasa sakit yang teramat sangat, bagaikan ribuan jarum elektromagnetik yang menusuk langsung ke dalam sumsum tulang dan sirkulasi meridiannya, menjalar instan dari lengan kanan hingga ke dadanya. Tubuh tegapnya berguncang hebat, dan untuk pertama kalinya, Ethan terpaksa bertumpu pada lutut kirinya di atas tanah, menghantam lantai batu arena hingga retak demi menahan keseimbangan tubuhnya.
Uhuk!
Setetes darah segar berwarna merah pekat merembes keluar dari sudut bibirnya, menetes di bagian dalam pelindung wajahnya yang fraktal. Meriam kuantum di bahunya melipat kembali dengan suara derit mekanis yang kasar dan tidak stabil, memercikkan sisa-sisa listrik biru yang liar ke udara.
[ Generator Utama Malafungsi Sementara. Daya Menurun Drastis: 15%. ]
[ Sistem Memasuki Mode Hibernasi Darurat untuk Mencegah Kelumpuhan Total... ]
Melihat Ethan yang mendadak berlutut dan memuntahkan darah, Mu Rong yang berada di tepi arena seketika membelalakkan mata. Jantungnya bagaikan berhenti berdetak karena rasa terkejut dan kekhawatiran yang luar biasa.
"Ethan—!"
Tanpa memedulikan sisa-sisa lava cair yang masih membara di permukaan arena, Mu Rong melesat bagaikan seberkas cahaya putih. Ia mendarat di samping Ethan, langsung merengkuh bahu kokoh pria itu dan menyandarkan tubuh lemas Ethan pada dadanya. Tangannya yang lentik dengan gemetar mengalirkan seluruh energi Qi murninya ke punggung Ethan, mencoba menstabilkan gejolak energi merusak yang sedang mengamuk di dalam tubuh orang yang dicintainya.
Di tribun penonton, atmosfer yang semula membeku mulai berubah. Beberapa kultivator dari sisa-sisa Keluarga Mo dan Sekte Serigala Api yang tadinya bersujud ketakutan, perlahan mendongakkan kepala. Mata mereka berkilat penuh keserakahan dan dendam saat melihat sang dewa kematian ternyata sedang mengalami efek samping yang parah.
"Lihat! Senjata anehnya itu... tampaknya memakan energinya sendiri!" sesorang berbisik licik. "Dia sudah sekarat! Ini kesempatan kita untuk membunuhnya dan merebut pusaka miliknya!"
Lebih dari tiga puluh kultivator Ranah Pemurnian Qi Tingkat Tinggi perlahan berdiri kembali, menghunuskan senjata mereka, dan mulai melangkah mengepung arena dengan seringai bengis.
"Jangan berani melangkah maju satu inci pun, atau kepala kalian akan menjadi mayat di lantai ini!"
Suara Mu Rong terdengar begitu melengking, dingin, dan dipenuhi oleh niat membunuh yang belum pernah ia tunjukkan sebelumnya. Wajah cantiknya mengeras. Ia melepaskan lencana pelindung mikro pada belati rohaninya—modifikasi siber yang diberikan Ethan beberapa hari lalu.
BZZZZT—SHINE!
Sebuah kubah pelindung elektromagnetik transparan berwarna biru neon mendadak meledak keluar dari belati Mu Rong, membentang sejauh sepuluh meter dan mengunci mereka berdua di dalam isolasi mutlak. Hantaman senjata dan jurus Qi dari para kultivator yang mencoba menyerang seketika mental hancur saat menyentuh permukaan kubah tersebut.
[ Kubah Elektromagnetik Aktif. Durasi Tersisa: 28 Detik. ]
Ethan, dengan kesadaran yang mulai kabur di dalam dekapan hangat Mu Rong, menatap visualisasi waktu mundur di visorsnya. Seringai taktis yang dingin dan keras kepala tetap terukir di bibirnya yang berdarah. "Rong'er... kau melakukan... kalkulasi yang tepat."
"Jangan banyak bicara dulu, Ethan! Atur napasmu!" Mu Rong menahan tangisnya, terus memeras seluruh Qi di dalam dantiannya untuk menekan radiasi kuantum yang membakar organ dalam Ethan.
[ Upgrade Toko Sistem Tingkat 3 Selesai 100% di Tengah Krisis. ]
[ Membuka Akses Instan: "Cairan Regenerasi Genetik Makromolekul v3" (Penawar Efek Samping Kuantum). ]
[ Mengonsumsi 2.000 Poin Sistem... Pembelian Berhasil. ]
Sebuah tabung kecil berisi cairan berpendar hijau neon mendadak muncul secara material di dalam kompartemen zirah pergelangan tangan Ethan. Tanpa membuang waktu, sistem jarum otomatis Exo-Suit langsung menyuntikkan cairan tersebut langsung ke dalam pembuluh darah utama di leher Ethan.
Sreeet—
Efeknya instan. Rasa sakit yang membakar di dalam tubuh Ethan mendadak sirna, digantikan oleh hawa sejuk yang luar biasa menenangkan. Jaringan saraf mikronya yang rusak mulai menyatu kembali dalam kecepatan seluler yang tidak masuk akal. Sirkulasi meridiannya yang sempat kacau akibat arus balik energi kuantum dipaksa lurus kembali oleh teknologi medis masa depan.
[ Pemulihan Jaringan Saraf: 45%... 75%... 98%. ]
[ Daya Generator Utama Pulih: 85% (Kondisi Stabil). ]
[ Bonus Integrasi Kuantum: Basis Kultivasi Anda Secara Paksa Didorong Menembus Hambatan Ranah Pondasi Spiritual Tahap Awal! ]
BOOM!
Tepat pada detik ke-29, saat kubah pelindung elektromagnetik dari belati Mu Rong hancur berkeping-keping di ambang batas waktunya, sebuah ledakan gelombang energi baru berwarna emas-biru yang jauh lebih pekat dan kokoh meledak dahsyat dari tubuh Ethan.
Ethan mendadak berdiri tegak kembali dengan kecepatan penuh. Zirah fraktal di wajahnya menutup dengan bunyi klik mekanis yang sangat keren dan mengintimidasi. Tangan kanannya bergerak secepat kilat, mencengkeram leher kultivator terdepan yang mencoba menyerangnya, lalu melempar tubuh orang itu hingga hancur berkeping-keping di dinding tribun.
"Waktu istirahatku... telah selesai," suara mekanis Ethan menggema berat, dipenuhi oleh otoritas mutlak dari seorang ahli Ranah Pondasi Spiritual yang kini telah sepenuhnya beradaptasi dengan hukum kuantum. Tiga puluh kultivator yang mengepungnya seketika membeku dalam horor mutlak—monster itu tidak mati, ia justru kembali dengan wujud yang jauh lebih mengerikan.