NovelToon NovelToon
Logika Diatas Cinta

Logika Diatas Cinta

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak
Popularitas:2k
Nilai: 5
Nama Author: Seeula

Nadine Lavena membatalkan pernikahannya tiga minggu sebelum hari H setelah membongkar perselingkuhan tunangannya, Heyden Ames, di depan diskusi formal dua keluarga besar. Pengkhianatan itu membangkitkan trauma masa kecil saat dibuang ibu kandungnya, membuat Nadine skeptis pada cinta dan hanya memercayai uang.
Seminggu kemudian, di sebuah restoran industrial, Nadine menyaksikan Kyle Ernest pewaris bisnis sedingin es disiram air oleh teman kencan butanya akibat klausul pernikahan kontrak yang teramat kaku. Senyum sinis Nadine memicu harga diri Kyle yang angkuh hingga melayangkan tantangan gila: pernikahan kontrak tiga tahun dengan gaji 100 juta per bulan dan denda pembatalan 30 miliar.
Nadine menerima tantangan itu demi uang, murni sebagai mitra kerja. Namun, Kyle tidak menduga bahwa di balik sikap acuh tak acuh Nadine, wanita itu menyimpan kecerdikan tajam untuk menghadapi badai fitnah dari Kinara Inka, masa lalu Kyle yang licik yang tiba-tiba kembali untuk merebut segalanya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Seeula, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 4.2: Kehangatan Palsu dan Lahirnya Transaksi Baru di Bawah Atap yang Sama

Bagi seorang Nadine Lavena, memasak adalah bentuk quality time terbaik untuk dirinya sendiri sejak dulu. Sifatnya yang terkadang ceroboh dalam hal-hal kecil mendadak berubah menjadi sangat fokus, tegas, dan penuh perhitungan saat berada di area dapur. Ia selalu menyukai proses mengolah bahan makanan menjadi hidangan yang lezat, karena baginya, aroma masakan yang memenuhi ruangan adalah satu-satunya hal yang mampu memberikan kehangatan nyata di tengah kehampaan hatinya pasca-dikhianati.

​Nadine melangkah turun ke lantai satu, menuju dapur bersih bergaya skandinavia yang dilengkapi dengan peralatan masak premium berlapis baja antikarat yang berkilau mewah. Wanita itu membuka pintu lemari es besar dua pintu di sudut dapur, dan seulas senyuman tipis muncul di wajah cantiknya saat melihat bahan makanan segar yang terisi sangat lengkap di dalamnya, tampaknya telah disiapkan oleh kepala pelayan atas perintah Kyle.

​Nadine memutuskan untuk membuat fettuccine carbonara krim tebal dengan taburan potongan daging asap kering dan jamur kancing segar, hidangan nyaman kesukaannya yang biasa ia masak saat ingin memanjakan dirinya sendiri setelah melalui hari yang melelahkan.

​Aroma gurih dari mentega yang meleleh di atas wajan panas, tumisan bawang bombai yang harum, dan parutan keju parmesan yang kaya mulai menguar ke udara, memenuhi seluruh sudut ruangan lantai satu dengan keharuman yang teramat menggugah selera. Kehangatan masakan itu perlahan mengusir atmosfer dingin dan kaku yang sebelumnya mendominasi rumah besar tersebut. Nadine bergerak dengan sangat cekatan di depan kompor, mengaduk saus putih yang mulai mengental dengan ritme yang teratur.

​Saat ia sedang menuangkan pasta fettuccine yang telah matang ke atas sebuah piring saji porselen putih, suara langkah kaki yang berat dan konstan terdengar memasuki area dapur dari arah lobi utama. Nadine menoleh perlahan tanpa menghentikan gerakannya.

​Kyle Ernest sudah berdiri di ambang pintu dapur. Pria itu tampaknya baru saja kembali dari kantornya, namun ia sudah menanggalkan jas abu-abunya, menyisakan kemeja hitam formal yang terkancing rapi dengan dua kancing teratas yang terbuka, memberikan kesan maskulin yang santai namun tetap memancarkan aura dingin yang kuat.

​Kyle menghentikan langkah kakinya tepat di dekat meja konter pulau di tengah dapur. Hidungnya menghirup aroma masakan yang begitu pekat dan lezat, sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya di dalam rumahnya yang biasanya selalu sunyi dan berbau steril. Matanya yang tajam menatap piring berisi pasta krim di hadapan Nadine dengan pandangan menilai yang tidak terbaca.

​"Anda memasak?"

​Suara berat Kyle terdengar sedikit lebih serak dari biasanya, kelelahan setelah seharian penuh memimpin rapat direksi perusahaan.

​"Ya. Ini salah satu cara saya untuk menikmati waktu luang dan menyegarkan pikiran saya sendiri." Nadine meletakkan garpu perak di samping piring saji miliknya, lalu menatap Kyle sekilas dengan binar mata yang acuh tak acuh. "Saya hanya membuat satu porsi kecil untuk diri saya sendiri karena saya tidak tahu jam berapa Anda akan pulang ke rumah ini. Lagi pula, pasal keempat di kontrak kita melarang kita untuk mencampuri urusan pribadi masing-masing, dan saya mengasumsikan urusan perut juga termasuk di dalamnya."

​Kyle menaikkan sebelah alisnya, merasa sedikit terusik sekaligus gemas oleh ketegasan wanita di hadapannya ini yang selalu menggunakan pasal-pasal kontrak sebagai benteng pertahanan mutlak untuk membatasi interaksi sosial mereka di dalam rumah. Ada rasa gengsi pria yang mendadak terusik di dalam dada Kyle, namun ia tidak bisa membohongi indra penciumannya bahwa aroma pasta buatan Nadine benar-benar berhasil membangkitkan rasa laparnya yang tertahan sejak siang.

​"Rumah megah ini adalah milikku, dan seluruh fasilitas dapur bersih ini juga merupakan aset pribadiku, Nona Nadine. Mengingat fakta bahwa aku membayar gaji bulanan Anda sebesar seratus juta rupiah, kurasa memasak tambahan satu porsi lagi untuk suamimu tidak akan membuat Anda mengalami kebangkrutan materi."

​Kyle berjalan mendekat, lalu duduk di atas salah satu kursi bar tinggi di seberang meja konter dapur dengan sikap angkuh dan tatapan mata yang menantang.

​Nadine menghentikan gerakannya, menatap wajah tampan Kyle dengan pandangan menilai yang tajam. Sifat dasarnya yang keras kepala dan sangat tidak suka ditantang oleh siapa pun mendadak bergejolak di dalam dadanya. Wanita anggun itu meletakkan piring pastanya kembali ke atas konter, lalu bersedekap dada dengan pose yang tidak kalah menantang.

​"Memasak tambahan satu porsi lagi membutuhkan alokasi tenaga ekstra dan waktu luang saya yang berharga, Pak Kyle. Dan setahu saya, layanan koki pribadi untuk Anda sama sekali tidak tercantum di dalam draf kontrak pernikahan kita yang sudah kita sepakati bersama."

​Kyle Ernest memberikan seulas senyuman smirk yang teramat tipis namun sarat akan kelicikan yang mulai ia tunjukkan khusus kepada Nadine. Tanpa mengucapkan sepatah kata pun, pria itu merogoh ponsel pintarnya dari saku celana, melakukan beberapa ketukan cepat di atas layar kaca beresolusi tinggi tersebut, lalu meletakkan kembali ponselnya dengan ketukan pelan di atas meja konter.

​Satu detik kemudian, ponsel milik Nadine yang tergeletak di dekat wastafel dapur mendadak bergetar keras, menampilkan sebuah notifikasi pesan singkat dari aplikasi perbankan digitalnya yang berkilau di bawah lampu dapur.

​Nadine melirik layar ponselnya sekilas, dan matanya menangkap sebuah pesan transferan dana masuk ke rekening pribadinya sebesar Rp50.000.000 (Lima Puluh Juta Rupiah) dari rekening atas nama Kyle Ernest, dengan sebuah catatan transfer singkat yang tertulis jelas di bagian bawah: 'Biaya tambahan kompensasi makanan malam'.

​Kyle kembali menyandarkan punggung tegapnya pada kursi bar, menatap wajah Nadine dengan pandangan menilai yang kental akan keangkuhan hartanya. "Bagaimana dengan argumen Anda sekarang, Nona Nadine? Apakah alokasi tenaga ekstra Anda sudah mendapatkan kompensasi yang sepadan?"

​Nadine menatap angka lima puluh juta rupiah di layar ponselnya, lalu mengalihkan pandangannya kembali ke arah wajah tampan Kyle. Sedetik kemudian, seluruh ketegasan dan raut wajah keras kepalanya runtuh tanpa sisa di hadapan kilauan nominal uang tersebut. Binar mata wanita berparas unik itu mendadak berubah menjadi sangat cerah dan dipenuhi binar kepuasan yang tidak ditutup-tutupi. Sifat dasarnya yang hanya mencintai uang dan mengabaikan harga diri sentimental membuat Nadine tersenyum dengan sangat manis dan anggun sebuah senyuman bisnis terbaiknya yang belum pernah Kyle lihat sebelumnya.

​Nadine dengan cekatan meraih kembali wajan baja di atas kompor, menyalakan pemantik api dengan gerakan yang sangat riang. "Tentu saja, Tuan Ernest yang terhormat. Pelayanan prima tingkat tinggi dan hidangan terbaik dari dapur ini akan segera disajikan ke hadapan Anda dalam waktu kurang dari sepuluh menit. Silakan duduk dengan nyaman dan tunggu dengan sabar."

​Kyle Ernest sempat tertegun selama beberapa detik di atas kursinya, memperhatikan perubahan ekspresi dan sikap Nadine yang berbalik seratus delapan puluh derajat dalam waktu sekejap hanya karena sebaris angka digital di rekening tabungan. Pria beraura es itu menggelengkan kepalanya perlahan, ada rasa geli sekaligus kebingungan yang asing yang merayap di dalam benaknya. Ia menyadari bahwa wanita kontrak yang kini berstatus sebagai istrinya ini benar-benar makhluk yang unik; ia bisa sangat ceroboh dan impulsif dalam gengsi, namun di sisi lain ia bisa menjadi sangat tegas, pragmatis, dan penuh perhitungan jika menyangkut keuntungan materi yang nyata.

​{Wanita ini... dia benar-benar tidak memiliki ketertarikan emosional sedikit pun pada diriku atau pesona fisikku. Matanya hanya berkilat terang saat melihat angka nominal uang masuk ke dalam rekening pribadinya.}

​Ada sebersit perasaan aneh yang sedikit menggelitik harga diri dan ego maskulin Kyle malam itu. Sepanjang hidupnya yang bergelimang kekuasaan dan ketampanan sempurna, semua wanita dari berbagai kalangan selalu mencoba segala cara untuk mendekatinya, memohon perhatiannya, atau mendambakan sentuhan fisiknya demi status sosial. Namun, Nadine Lavena justru memperlakukannya murni sebagai seorang bos besar, seorang mitra bisnis, atau sebuah mesin ATM berjalan yang bisa diperas secara legal dan profesional di bawah payung hukum kontrak pernikahan.

​Tanpa disadari oleh kedua belah pihak, di balik keheningan malam yang mulai larut di rumah Menteng dan keharuman saus krim pasta yang memenuhi udara dapur bersih itu, sebuah getaran slow romance yang teramat tipis dan samar mulai merayap di antara celah-celah pasal kontrak yang selalu mereka agungkan. Sebuah awal interaksi yang tenang dan penuh kehangatan palsu, sebelum badai besar yang sesungguhnya datang dari seberang lautan untuk mematahkan seluruh ketenangan tersebut.

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!