NovelToon NovelToon
Because I'M Muslim

Because I'M Muslim

Status: sedang berlangsung
Genre:Spiritual / Persahabatan / Romansa / Keluarga & Kasih Sayang / Sci-Fi
Popularitas:53k
Nilai: 5
Nama Author: Ryn_Frankenstein

Menceritakan seorang remaja muslim yang baru saja lulus dari sekolah pesantrennya. Dia bernama Muhammad Al-Fatih. Sebagai remaja yang baru lulus dari pesantren, ia mencoba menjalani kehidupan sehari-harinya di lingkungan yang baru.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ryn_Frankenstein, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 27 : Wanita Asing.

Masih di acara pernikahan Liana dan Nathan, suasana tempat itu cukup ramai. Semua tamu undangan yang telah datang terdiri dari tetangga, sahabat, rekan guru, dan saudara dekat. Bahkan saudara jauh pun juga datang, tak hanya itu beberapa ustadz dan kyai yang merupakan kenalannya abi Alif pun juga datang.

Padahal keluarga abi Alif hanya memberitahu kepada orang-orang yang jauh tempat tinggalnya tak perlu datang, karena ia tidak ingin membuat mereka lelah setelah perjalanan yang panjang. Tapi, nyatanya mereka tetap datang, karena mana mungkin mereka tidak datang ke acara pernikahan anaknya abi Alif, yang dimana abi Alif merupakan ustadz yang dikenal sangat baik.

Kini mereka semua sedang menikmati hidangan dan sambil menikmati suara lantuan pengajian. Terlihat sekali senyuman dari abi Alif dan ummi Nana, serta pihak keluarga terdekatnya Nathan, begitu juga dengan pasangan pengantin baru itu.

Abi Alif dan ummi Nana telah mengambil cuti. Sedangkan Liana, ia meminta izin libur dari kuliahnya dengan alasan dirinya akan menikah. Di tengah-tengah kursi para tamu undangan, Fatih masih duduk bersama dengan Ali. Tiba-tiba Fatih pun teringat sesuatu.

"Mas, aku pinjam motornya ya." ucap Fatih berbisik kepada Ali.

Ali mengerut dahinya. "Kamu mau kemana ?" tanyanya.

"Aku mau ke ATM, mas. Gajianku cair hari ini." jawab Fatih memberi alasan.

Ali menganggukkan kepalanya, lalu tangannya merogoh kunci motor dari saku celananya. "Nanti setelah dari sana, langsung pulang, jangan pergi kemana-mana dulu. Nggak enak sama tamu undangan." katanya sambil memberikan kuncinya.

Fatih tersenyum, mendengar jawaban dari Ali yang mengizinkannya untuk pergi sebentar. "Iya, mas." sahutnya sambil menerima kunci motor milik kakaknya.

Lalu Fatih bangkit dari duduknya, ia segera pergi keluar dari tempat itu. Setelah berjalan keluar dari tempat acara, ia melihat motor kakaknya yang terparkir dalam barisan semua motor milik tamu undangan. Setelah mengeluarkan motornya dari tempat parkir, ia segera menyalakan mesinnya dan pergi menuju tempat tujuannya.

Hari ini adalah hari dimana semua karyawannya Pak Toha mendapat gajinya setiap akhir bulan, dan juga hari ini adalah gajian pertamanya Fatih. Sungguh beruntung sekali dia, karena ia tak perlu membuat ATM lagi setelah menjadi karyawan minimarket, karena kartu ATM untuk menerima gajinya dari Bank yang sama dengan kartu miliknya saat ia tinggal di pesantren.

Dan menurut Fatih, sungguh cerdas sekali Nathan yang sekarang menjadi kakak iparnya. Karena pemuda itu mengambil cuti kerjanya untuk pernikahannya tepat di hari dimana dirinya menerima gaji, dan anehnya Fatih juga baru ingat akan hal itu.

Hari ini akan memasuki siang, dan juga belum memasuki waktu dhuhur, karena jam masih di pukul 11.00 wib.

Karena juga masih ada waktu untuk pergi keluar sebelum waktu dhuhur. Sekarang, Fatih telah sampai di Bank terdekat, bersamaan ia melihat seorang wanita muda yang cantik. Wanita asing itu tengah berjongkok di depan ruangan khusus yang dimana di dalamnya ada beberapa mesin ATM. Wanita itu memakai kaos ungu berlengan pendek dan celana jeans biru tua.

Menurut Fatih, cara berpakaian wanita itu dari kaos hingga celananya sama-sama ketat. Anehnya, wanita itu juga memakai tas ransel yang terlihat sedikit tebal, entah apa yang dia bawa di dalamnya. Cara berpakaiannya saja sudah membuat Fatih tak suka, terlebih lagi wanita itu memiliki lukisan tato pada kedua lengan atas tangannya.

Wanita itu terlihat sibuk dengan ponsel genggamnya. Fatih segera memalingkan pandanganya sambil mengucap kata istighfar dengan pelan. lebih baik ia mengabaikan keberadaan wanita itu, ia memilih masuk ke ruangan dan memeriksa gajiannya. Setelah melihat total uang di dalam kartu ATMnya, Fatih mengucapkan Alhamdulillah setelah melihat gaji yang ia dapatkan.

Total uang tabungannya bertambah setelah ditambah jumlah uang gajiannya, karena tabungannya juga ada di dalam kartu Bank ATM yang sama. Ya karena ia hanya memiliki satu kartu ATM saja. Tak lama kemudian Fatih keluar dari ruangan itu setelah mengambil lima lembar uang berwarna merah.

Entah mengapa dirinya malah menarik uang, padahal sebelum berangkat, ia hanya berniat untuk mengecek gajiannya saja. Padahal di dalam dompetnya sudah ada beberapa lembar uang dua puluh ribuan. Setelah keluar, pandangan Fatih beralih ke arah wanita itu, dia masih berjongkok di tempat yang sama.

Dan kini wanita itu terlihat frustasi, kedua tangannya memegang kepalanya. Fatih menghela nafasnya, rasa ibanya mulai muncul. Dalam pikirnya, ia menebak kalau wanita itu mungkin sedang putus cinta. Ia malah teringat kejadian beberapa hari yang lalu, yang dimana dirinya memberi semangat kepada pemuda yang baru dikenalnya.

Entah sebuah takdir atau kebetulan, karena selama hampir satu bulan ini, banyak sekali kejadian yang diluar dugaannya. Seperti bertemu Nizam di taman hingga putus cinta, bertemu pria dewasa yang bernama Adrian, Nathan yang menikahi kakak perempuannya. Dan sekarang, ada seorang wanita cantik yang terlihat sedang frustasi.

Mau tak mau, Fatih harus mempercayai takdir Tuhannya. Karena dari segala yang ia lewati, pasti ada maksud tertentu, karena Allah Subhanahu Wa Ta'ala sudah menentukan takdir semua hambaNya. Sebagai salah satu manusia biasa, Fatih tentu saja tidak bisa menghindari takdir yang telah ditentukan olehNya.

Fatih berjalan ke arah wanita itu, tetapi ia juga tak lupa untuk berjaga jarak dengan lawan jenisnya. Fatih sedikit ragu untuk mengucapkan salam, karena rupa wajah wanita cantik itu terlihat seperti keturunan Negara tetangga, disamping itu, dia juga terlihat seusia dengan kakak laki-lakinya.

Jadi, Fatih memilih menyapanya. "Permisi, selamat siang, mba."

Wanita itu mendongak, ia memandang Fatih dari atas hingga bawah, karena dari penampilan remaja ini memakai pakaian batik dan celana hitam polos, seperti akan pergi kondangan. "Ya, ada apa ?"

Perlahan Fatih ikut berjongkok, tetapi ia memberi jarak dua meter dengan wanita itu. Padangannya memandang ke arah motornya yang terparkir tak jauh darinya. "Mbanya kenapa ? Ada yang bisa saya bantu ?"

Wanita itu menghela nafasnya, ia menoleh dan menatap datar ke arah Fatih, dengan singkat ia menjawab. "Kartu ATMku ketelan mesin." jawabnya to the point, dan terdengar tidak memakai bahasa formal dari kata-katanya.

Tetapi wanita itu sedikit merasa aneh bercampur kesal, karena remaja ini tak memperhatikan dirinya. Pandangan remaja ini malah memandangi ke arah lain, seakan sedikit tidak peduli padanya.

"Owh..." sahut Fatih sambil mengangguk-anggukkan kepalanya. Rupanya bukan putus cinta, melainkan kartu ATM milik wanita ini ketelan mesin ATM, sungguh kejadian yang dimana hampir semua orang pernah mengalaminya.

"Kalau boleh tau, mbanya mau pergi kemana ? Kok bawa tas setebal itu ?" lanjutnya bertanya lagi.

Wanita itu memandang Fatih, ia tersenyum miring, lalu menjawab. "Aku mau pulang ke Jakarta nanti sore. Dan sialnya, kartu ATMku malah ketelan, dan lebih sialnya lagi, aku nggak ada pegangan sama sekali. Mana pulsa hpku habis lagi...!!!"

1
Ghiets'Enay
kayak gini lebih baik daripada netizen t****ok yg nyuruh nonis syahadat.lbh menenangkan lebih keterima
nadi4lien
lucu wkwk
Yurika23
aku mampir ya Thor.... keren ceritanya enak di baca...
Filan
menyibukan diri
Filan
Pas dia pulang itu udah kelulusan? Masa pulang sendiri? Kelulusan pasti ortu harus datang.
Filan
Kalau mondok memang pulangnya hanya pas libur ngikutin peraturan pondok. Jadwal menjenguk juga ketat dikasih waktu-waktu tertentu.
Filan
kenapa disebut mengabdi bukan belajar?
setahu saya pengabdian itu semacam bekerja di sana tanpa dibayar, atau dengan bayaran seadanya tanpa dipatok.
Rhagiel
akhirnya... Fatih ketemu keluarga kandungnya
Rhagiel
wuihhh...di bab ini mulai ada keseruannya nih....mantap Thor
Rhagiel
banyak karya tulisan yang sudah saya baca, apapun itu genre atau bobot didalamnya, akan tetapi sangat jarang sebuah karya tulis yang mengandung banyak nasehat bahkan syiar di dalamnya...
salut untuk penulis, semoga ALLAH SWT selalu
memayungi penulis dengan banyak keberkahan serta kesehatan terus.
Rhagiel
maashaa ALLAH....
luar biasa Author satu ini, ada selipan syiar di dalam karya novel ini...😊
saluuutt saluuuutt...terus syiar dalam tulisan ya Thor...👍👍👍
semangaaattt 💪💪💪
Rhagiel
Subhanallah
Rhagiel
mantuuuuuulllll thoooorr
Rhagiel
makin seru nih ceritanya Thor 😁
Rhagiel
Author pinter nih bikin tulisan yang mengandung bahan buat muhasabah diri...
sehat terus & terus sehat Thor 💪
Rhagiel
awal cerita yang menarik 👍
Setiabudi Utomo
kapan Thor updatenya?
taiger geming: lanjut thor
total 1 replies
AbhiAgam Al Kautsar
kalo di kehidupan nyata jelas di semprot kamu Tih
Nabil Sempoi
bang mana lanjutannya
Waspray Aja
niat fatih bagus itu thor.. tapi juga harus lihat sikon juga... misal teman2nya fahmi terpropokasi oleh fahmi bisa jadi bulan bulanam tu fatih...
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!