NovelToon NovelToon
Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Sembilan Gulungan Naga Legendaris

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Mengubah Takdir / Epik Petualangan
Popularitas:172.6k
Nilai: 4.5
Nama Author: Nugraha

Tiga ribu tahun yang lalu, sembilan kultivator legendaris menciptakan teknik kultivasi tertinggi: Orkestrasi Sembilan Naga. Teknik ini konon bisa membawa pengguna melampaui batas Ranah Pendakian Abadi yang tidak pernah bisa dicapai oleh kultivator manapun, karena "Tribulasi Langit" selalu menghancurkan mereka yang berani mencoba.

Namun menyadari bahayanya, para pendiri memecah teknik ini menjadi sembilan gulungan dan menyebarkannya kepada sembilan klan yang mereka dirikan. Setiap gulungan merepresentasikan satu aspek naga: Petir, Api, Air, Tanah, Angin, Cahaya, Bayangan, Ruang, dan Kekacauan.

Selama ribuan tahun, sembilan klan ini menjadi kekuatan dominan di dunia kultivasi. Namun mereka tidak pernah berani menyatukan gulungan kembali, karena legenda mengatakan: "Siapa yang menyatukan Sembilan Naga, akan menjadi Penguasa Langit atau menghancurkan dunia."

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nugraha, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 4 : Tuduhan Palsu

Setiap malam setelah kultivasi, Lin Feng merasa seperti tubuhnya akan hancur. Menyerap sembilan elemen sekaligus memberikan tekanan luar biasa pada meridian dan dantiannya. Beberapa kali ia batuk darah, tanda ia memaksakan diri terlalu keras.

Namun ia tidak berhenti. Karena setiap hari berlalu tanpa ia menjadi lebih kuat adalah waktu yang terbuang.

"Lin Feng! Di mana kamu bersembunyi?!"

Lin Feng tersentak dari lamunannya. Ia sedang mencuci pakaian di kolam belakang asrama, dan suara Zhao Ming yang marah menggema di halaman.

Sial, pikir Lin Feng. Mau Apa lagi dia sekarang?

Zhao Ming muncul dari jalan belokan, wajahnya merah padam. Sementara Lima temannya mengikuti di belakang, semuanya menunjukkan ekspresi tidak senang.

"Kamu!" Zhao Ming menunjuk Lin Feng dengan jari yang gemetar. "Kamu mencuri manual kultivasiku!"

Lin Feng mengernyit. "Apa, mencuri? Aku tidak mencuri manual kultivasi kakak Senior Zhao"

"Jangan bohong!" Zhao Ming berteriak. "Manual 'Teknik Kilat Sembilan Langit' milikku hilang dari kamar! Dan hanya kamu yang membersihkan kamar para murid dalam!"

Lin Feng meletakkan pakaian yang sedang ia cuci dan berdiri perlahan. "Kakak Senior Zhao, saya tidak mengambil manual Anda. Mungkin Anda salah menaruh..."

PLAK...

Tamparan keras mendarat di pipi Lin Feng, membuatnya tersandung ke samping. Rasa logam darah muncul di mulutnya.

"Berani bilang aku ceroboh?!" Zhao Ming mencengkram kerah baju Lin Feng, dan langsung mengangkatnya. "Kamu pikir aku bodoh?! Manual itu ada di meja pagi ini, dan sekarang hilang! Kamu satu-satunya yang masuk ke kamarku!"

Lin Feng bisa merasakan Qi Zhao Ming bergejolak, pria ini sedang kehilangan kendali. Jika situasi memburuk, Zhao Ming mungkin benar-benar menyerangnya dengan kekuatannya.

Lin Feng sudah muak dengan semua penghinaan ini, ia ingin melawan. Tetapi ia tidak ingin mengungkapkan rahasianya. Karena Itu akan mengundang pertanyaan yang tidak bisa ia jawab.

Jadi Lin Feng mencoba menahan diri dan bersabar. "Saya tidak mengambilnya Kakak Senior Zhao. Tapi jika Anda ingin, saya bisa membantu mencari..."

"Cukup!" Zhao Ming melemparkannya ke tanah.

"Geledah dia!"

Teman-teman Zhao Ming langsung menerjang Lin Feng. Mereka menggeledah kantongnya, membuka bajunya, bahkan memeriksa sepatu dan ikat pinggangnya.

Tentu saja mereka tidak menemukan apa-apa.

Zhao Ming menggertakkan giginya. "Kamu pasti menyembunyikannya di suatu tempat! Ayo kita cari di kamar pelayannya!"

"Kakak Senior, tolong jangan..."

Tapi Zhao Ming sudah berlari ke arah asrama pelayan, dan Lin Feng tidak punya pilihan selain mengikuti.

Kamar pelayan Lin Feng tidak ada apa-apanya. Sebuah kasur tipis di lantai kayu. Satu kotak kecil berisi pakaian ganti. Beberapa buku tua yang sudah usang, manual kultivasi dasar yang ia pinjam di perpustakaan.

Zhao Ming dan teman-temannya menghancurkan semuanya. Mereka membanting kotak, merobek kasur dan melempar buku-buku ke lantai.

"Tidak ada di sini," salah satu teman Zhao Ming melaporkan.

Zhao Ming terlihat frustrasi. Ia menatap Lin Feng dengan penuh kebencian. "Kamu... kamu pasti sudah menjualnya! Manual tingkat menengah seperti itu bisa dijual seharga puluhan batu spiritual di kota!"

"Saya tidak menjualnya karena saya tidak mengambilnya," Lin Feng menjawab dengan kesabaran yang mulai menipis. "Mungkin Kakak Senior Zhao lupa menaruhnya di tempat lain? Atau mungkin ada murid dalam lain yang...."

"DIAM!"

Zhao Ming menendang perut Lin Feng, membuatnya terjatuh dengan keras. Qi petir mulai berkumpul di tangan Zhao Ming, pria ini benar-benar akan menyerang dengan kekuatan Lapisan Ketiganya.

"Zhao Ming. Hentikan!"

Tiba tiba Bai Yun muncul di pintu dengan ekspresi marah. "Apa yang kamu lakukan?!"

"Senior Bai!" Zhao Ming langsung menarik Qi-nya. "Ini bukan seperti yang kamu lihat..."

"Aku melihat kamu hendak menyerang pelayan yang tidak bisa membela diri dengan kultivasi," Bai Yun melangkah masuk, menatap sekitar ruangan yang hancur. "Jelaskan semua ini sekarang?."

Zhao Ming menelan ludahnya, lalu menceritakan tentang manual yang hilang dengan ceritanya sendiri, di mana Lin Feng masuk ke kamar nya  dan terlihat sangat mencurigakan.

Bai Yun mendengarkan dengan tenang, lalu berkata, "Tetapi kamu tidak punya buktikan kalau Lin Feng yang mengambilnya?"

"Tapi dia satu-satunya yang..."

"Tapi tidak ada bukti," Bai Yun memotongnya "Aturan akademi sangat jelas Zhao Ming. Tanpa bukti, kamu tidak bisa menuduh apalagi menyerang seseorang. Kamu tahu konsekuensi melanggar aturan ini?"

Wajah Zhao Ming memucat. "T-tapi Senior Bai"

"Pergi sekarang." Suara Bai Yun dingin seperti es. "Dan jika aku mendengar dan melihat kamu mengganggu Lin Feng lagi, aku akan melaporkanmu ke para Tetua Disiplin. Kamu tahu bukan betapa tidak menyenangkannya Hukuman Batu Dingin?"

Zhao Ming mengepalkan tinjunya, tapi tidak berani membantah. Dengan satu pandangan benci terakhir pada Lin Feng, ia dan teman-temannya pergi.

Bai Yun menatap Lin Feng yang masih duduk di lantai, memegangi perutnya yang ditendang. "Kamu tidak apa-apa?"

"Tidak apa-apa Kakak Senior Bai. Terima kasih sudah membantu lagi."

Bai Yun berjongkok dan menatap mata Lin Feng. Dan untuk sesaat, Lin Feng merasa ada sesuatu di mata gadis itu—sesuatu seperti... rasa penasaran?

"Lin Feng, Apa kamu benar-benar tidak mengambil manual itu?"

"Tidak, Kakak Senior Bai."

"Hmm. Kalau begitu ada dua kemungkinan. Pertama, Zhao Ming memang ceroboh dan salah menaruh manualnya. Atau kedua..."

"Kedua?"

"Iya, Ada orang lain yang mengambilnya dan membiarkan Zhao Ming menyalahkan kamu." Bai Yun memandang keluar jendela. "Murid dalam yang mencuri dari murid dalam  lain, lalu menyalahkan pelayan seperti mu."

Lin Feng tidak berpikir tentang itu. Tapi itu masuk akal juga, Pelayan adalah kambing hitam yang sempurna, tidak ada kekuatan untuk bisa membela diri.

"Terlepas dari itu," Bai Yun berbalik ke pintu, "berhati-hatilah Lin Feng. Zhao Ming tidak akan berhenti. Dia akan terus mencari cara untuk menyalahkanmu. Mungkin sudah waktunya kamu mempertimbangkan saran ku yang dulu, mencari kehidupan di tempat lain."

1
takmautau
jalan cerita sangat baik dan novelnya cukup enak dibaca sampai bbrp episode ini. mantap Thor lanjutkan terus 👏👍
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪💪
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Dukung Novel ini dengan cara:Like, Komen, Vote, Rate 5 ⭐, Ads dan gift.
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lin Feng selama menjalani misi hal mustahil tidak mendapatkan herbal atau sesuatu yang dapat meningkatkan Kultivasi dan kemampuan, biar tidak terlalu jadi beban.
Roni Sakroni
akibat terlalu sombong sehingga jadi pencuri ya begitu nasibnya. terlunta lunta.
Roni Sakroni
kalau butuh pilnya tinggal ikut kompetisi lebih terhormat. dari pada mencuri....
Roni Sakroni
saya kok jadi mulai malas baca tahu kelakuan MC buruk seperti itu. tidak punya moral baik ternyata. ceritanya jadi amburadul.
alex kawun
author nya bego paraaah !!!!!!
alex kawun
author bego
msh pondasi lpsn 6 sudah nekad mau brhadapan dgn senior yg kekuatan nya puluhan lspis di atas nya
guobloooook koq di pelihara
alex kawun
preeet lah
masih jga di hubung2kan en ber polemik dgn urusan prpn
kurang bahan buat manjangin cerita mu ya thor
alex kawun
P R E E E T L A H
alex kawun
preeet lah
terlalu di dramatisir sekali tambahan cerita mu ini thor
focus dgn kultivasi mc nya napa
di cersil laen2 mc nya punya > 3 prpn lumrah sangat
kau aja yg lebay hanya buat manjangin tulisan mu
alex kawun
ngaco kau thor
kenapa kah harus kau selip kan drakor spt ini di awal keberhasilan mc nya
NYEBELIN PISAN
ibarumbung
luar biasa
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Lanjut Up Thor 💪☕
🔵༄🥑⃟⍟Mᷤbᷡah²_Atta࿐
Alur ceritanya terfokus pada MC mendapatkan gulungan Naga, kemampuannya lambat meningkat.
Didi h Suawa
latihan tin😆gkat tinggi tapi masi bodoh,,gmn yach,,😀
Nusa thotz
GK masuk akal...di uji dengan kekuatan ranah jauh di atas...pasti lah gagal
Nusa thotz
hmmm...kalau AQ JD penjahatnya yg katanya sudah punya pengalaman tinggi pasti curiga...target dgn kultivasi rendah keluar malam sendirian, dgn tujuan daerah yang sepi, dan di luar kebiasaan sehari hari pastinya...kesimpulannya cuma satu...jebakan!!!
Sofyan Halid
sampah tolol
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!