Jia Li seorang gadis cantik yang tidak sengaja menemukan sebuah cincin keramat yang ternyata adalah sebuah cincin dimana sang kaisar hantu tertidur dalam kurun waktu 5000 tahun lamanya dalam segel yang membelenggunya.
Dan sejak dimana Jia Li menemukan cincin itu dan membuka formasi yang melindungi cincin bermata merah itu. Hidup Jia Li seakan berubah, ia tiba-tiba menjadi seorang istri dari kaisar hantu dalam satu malam.
Mampukah Jia Li bertahan dengan hubungannya bersama kaisar hantu? Ikuti kelanjutannya dalam kisah Cincim Keramat.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon saadahrafael, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
CK. Episode 27, Kejahilan Kaisar Hantu
Jia Li dan Yang Li kini sudah pasrah jika mati di tangan pria bertopeng itu, karena mereka tahu tidak akan pernah bisa melawan pria yang tidak di kenalnya itu.
"Jika aku mati hari ini, aku akan terbebas dari jerat suami hantu ku itu. Tapi... Ah, sialan! Dimana si mesum itu? Kenapa tidak datang dan menyelamatkan permaisuri nya ini? Dan jika aku benar-benar mati di tangan pria ini, aku akan mengutuknya tidak akan punya keturunan sampai 1000 keturunan," marahnya kesal kepada suaminya yang tidak datang menyelamatkan nya.
Pria bertopeng yang memeluknya tersenyum kecil saat melihat wajah kesal nan di tekuk itu. Ingin sekali ia mencium bibir manyun dan menggemaskan itu. Ia menyentuh dagu Jia Li, membawanya menatap dirinya, mata merahnya menatap lekat manik hitam itu. Sungguh cantik sekali.
Jia Li yang di tatap seperti itu, menelan ludah. "Apa yang akan di lakukan badjingan ini? Jika berani menyentuh ku, akan ku laporkan pada suami ku, dan bersiaplah mati di tangannya," batinnya dengan raut waspada nya.
Entah pikiran dari mana, Jia Li saat ini berharap suaminya datang dan menolongnya. Jika biasanya dia tidak ingin suami hantunya itu ada bersama nya, lain untuk saat ini. Ia saat ini benar-benar menginginkan suaminya ada di sampingnya dan menolongnya dari pria bertopeng badjingan itu.
Pria bertopeng itu menarik dagu Jia Li, ia mendekatkan wajahnya hendak mencium bibir merah mudanya. Jia Li yang melihat pria itu dengan lancang ingin menciumnya, memejamkan mata, berharap pria itu tidak melakukannya.
"Bagaimana cara ku bisa lepas? Pria ini kenapa sungguh kuat sekali? Mengerakkan tubuh saja aku tidak bisa. Dan dengan beraninya dia mengambil keuntungan dari ku, ingin mencium ku. Awas saja jika bibir mu itu berani menyentuh ku, akan ku sobek dan panggang setelah aku bebas nanti," kesalnya benar-benar tak tertolong.
Jia Li juga kesal dan marah karena suaminya tidak kunjung datang. Sedangkan Yang Li yang melihat tidak bisa berbuat apa-apa karena tubuhnya sudah lemah dan penuh luka akibat di hajar oleh pria bertopeng itu.
"Jika saja aku lebih kuat, tak akan ku biarkan kau menyentuh adik ku," batinnya dengan mengepalkan tangan, marah karena adiknya di lecehkan.
Pria bertopeng itu tidak memperdulikan Jia Li mau pun Yang Li yang marah padanya, karena baginya saat ini ingin sekali ia menyentuh dan merasakan bibir merah muda itu.
Cup...
Pria bertopeng itu berhasil mencium bibir Jia Li dan lebih parahnya, ia tidak hanya mengecup, tapi melu-mat dan menye-sapnya. Jia Li yang merasakan itu benar-benar sangat marah. Namun ia tidak bisa berbuat apa-apa, karena dirinya tidak bisa bergerak sama sekali.
Cukup lama pria bertopeng itu menikmati bibir Jia Li, ia pun melepaskan, dan tersenyum manis di depan Jia Li. Jia Li yang melihat menatapnya tajam, ingin sekali ia membunuh pria tak tahu diri itu.
"Dasar badjingan sialan! Beraninya kau menyentuh ku dan mengambil yang bukan milik mu," batinnya dengan nafas memburu, marah.
"Sangat manis, aku ingin lebih dari ini," ucap pria itu semakin membuat Jia Li menatap tajam. "Apa kamu juga menginginkan lebih dari ini, sayang?" tanyanya membuat Jia Li mengerutkan kening saat mendengar panggilan sayang dari mulu pria di depannya.
"Saat pulang ke kediaman Jenderal, aku akan meminta jatah ku," sambungnya lagi dan mencium kening Jia Li dengan lembut, setelah itu melepaskan Jia Li dan menghilang dari pandangannya.
Setelah pria bertopeng itu pergi, tubuh Jia Li dapat di kendalikan lagi olehnya. Namun dalam pikirannya, ia bertanya-tanya siapa pria tadi? Kenapa memanggilnya sayang? Dan tadi apa? Dia dengan beraninya meminta jatah padanya, dasar pria gila, pikirnya. Namun cukup lama berpikir, terbesit dalam benaknya bahwa itu pasti adalah suami mesumnya.
Mengingat itu, ia mengepalkan tangan. Marah, karena di permainkan.
"Dasar hantu sialan! Mati saja kau!" teriaknya dalam hati dengan nafas memburu.
Sedangkan pria bertopeng yang tak lain adalah Kaisar Xiao Zhan terkekeh di atas pohon melihat kekesalan permaisuri nya. Ia tahu saat ini istrinya benar-benar marah padanya. Tapi ia tidak peduli, karena ia tahu istrinya tidak akan bisa membantah apa yang katakan dan diinginkan nya.
"Benar-benar menyenangkan sekali menjahilinya dan membuatnya marah," batinnya senang.
Jia Li yang tahu suami hantunya pasti masih ada tempat itu. Ia berteriak keras.
"Jangan harap aku akan memberikannya, mesum sialan!"
Yang Li yang ada disana hanya diam, bingung. Kenapa adiknya berteriak seperti itu. Memang apa yang akan di berikan nya? Sungguh ia tidak mengerti.
Setelah kekesalannya mereda, Jia Li menghampiri kakaknya dan membantunya berdiri, memapahnya.
"Jia bantu kak," Yang Li mengangguk dan mereka pun berjalan dengan Jia yang memapah tubuh besar kakaknya.
Di perjalanan, Yang Li menatap adiknya ingin bertanya apakah Jia Li mengenal pria bertopeng itu? Namun saat bibir nya ingin mengucap, ia urungkan, takut adiknya tidak menjawab pertanyaan nya.
Jia yang merasa di perhatikan, menoleh, menatap kakaknya. "Ada apa? Kenapa menatap ku seperti itu?" tanya nya membuat Yang Li diam, tidak menjawab pertanyaan nya.
Melihat kakaknya tidak menjawab pertanyaan nya, Jia Li pun ikut diam. Dan kembali kekediaman Jenderal.
.
.
Di tempat lain, di istana iblis. Kaisar Iblis yang merasakan aura anak buahnya lenyap menjadi marah.
"Tidak berguna! menangkap satu orang saja tidak bisa, dasar sampah!" marahnya dan membuat anak buahnya menunduk, takut.
"Baiklah, karena sepertinya sangat susah mendapatkan wanita itu. Lakukan seperti biasanya," perintahnya pada anak buahnya untuk melakukan ritual seperti biasanya, penyerapan darah manusia untuk meningkatkan dan mengembalikan kekuatannya.
"Baik Yang Mulia," jawab semua nya kompak.
"Turun ke dunia manusia, buat mereka kacau dan berikan racun iblis pada penduduk disana. Dan cari seseorang yang pas untuk ku jadikan tempat bersemayam ku. Aku akan menggunakan orang itu untuk menyerap semua darah dan kekuatan para manusia nantinya," ucapnya memberikan mutiara hitam pada anak buahnya untuk di berikan pada manusia yang akan menjadi inangnya. "Usahakan ia memiliki kekuatan tinggi," sambungnya lagi agar anak buahnya tidak salah memberikan mutiara hitam itu.
"Baik Yang Mulia," jawab mereka dan langsung menghilang dari hadapan Kaisar Iblis Fang Xue.
.
.
.
Bersambung