NovelToon NovelToon
Sistem Terkuat

Sistem Terkuat

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Fantasi / Transmigrasi
Popularitas:1.6k
Nilai: 5
Nama Author: Yann_Story

Ethan, seorang Assassin paling mematikan di Neo-Veridia, memilih akhir tak terduga di hidupnya. Tanpa dia sadari, takdir membawanya ke sebuah tempat yang jauh berbeda dari sebelumnya. petualangan yang seru dan menegangkan pun tak bisa dia hindari untuk menemukan jawaban bagaimana dirinya bisa terseret ke tempat misterius ini. Apa yang sebenarnya yang terjadi pada Ethan? Bisakah dia menemukan jawaban dari semua ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Yann_Story, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bilah Siber dan Darah Binatang Roh

Serigala berbulu jarum itu melesat. Kecepatannya luar biasa, melampaui batas hewan normal di Bumi, meninggalkan jejak angin yang merobek dedaunan kering di sekitarnya. Bagi mata manusia biasa, makhluk itu hanya akan terlihat seperti bayangan abu-abu yang mematikan.

Namun, di dalam helm taktis Ethan, segalanya berjalan dalam gerak lambat.

UI (User Interface) di dalam visor matanya berkedip cepat. Sensor siber langsung memproyeksikan garis trajektori merah, memprediksi arah lompatan sang serigala. Otak taktis Ethan mengeksekusi perintah tanpa ragu.

Pada detik terakhir sebelum rahang monster itu mengatup di lehernya, Ethan menggeser kaki kirinya ke belakang. Gerakannya begitu presisi, hanya menyisakan jarak beberapa milimeter dari taring beracun sang monster.

Bzzzt!

Bersamaan dengan gerakan mengelak itu, Ethan mengayunkan lengan kanannya. Pisau frekuensi tinggi yang bergetar hebat memotong udara dengan bunyi mendengung yang halus. Bilah siber itu meluncur mulus, membelah leher serigala tersebut tepat di sela-sela bulu jarumnya yang keras. Kulit tebal yang diperkuat oleh energi Qi fana ternyata tidak berkutik di hadapan teknologi pemotong molekul dari masa depan.

Srettt!

Darah hitam pekat menyembur, namun lapisan pelindung hidrofobik pada Exo-Suit Ethan membuat cairan itu langsung luruh, tidak meninggalkan noda sedikit pun. Tubuh raksasa serigala itu terhempas ke tanah, berguling beberapa meter sebelum akhirnya tegang dan mati total.

[ Misi Bertahan Hidup Selesai. ]

[ Anda telah membunuh Binatang Roh Tingkat 1: Serigala Jarum Besi. ]

[ Mendapatkan: 50 Poin Sistem & 1 unit Inti Energi Qi Rendah. ]

[ Menyerap energi sisa... Membuka Basis Kultivasi: Ranah Pengumpulan Qi - Tingkat 1. ]

Seketika, Ethan merasakan aliran hangat yang asing merangsek masuk melalui telapak kakinya, menjalar ke atas menuju ulu hati. Itu bukan energi listrik dari baju besinya, melainkan energi murni yang membuat otot-ototnya terasa lebih padat dan inderanya menjadi berkali-kali lipat lebih tajam.

"Jadi ini yang mereka sebut Qi?" Ethan mengepalkan tangannya. Kekuatan fisiknya yang memang sudah di puncak manusia fana kini terasa berlipat ganda. "Teknologi dan kultivasi... jika keduanya digabungkan, dunia ini mungkin tidak seburuk yang kukira."

[ Peringatan: Fluktuasi energi pertarungan baru saja memancing perhatian entitas lain di sekitar radius 500 meter. Disarankan untuk segera meninggalkan area. ]

Ethan menatap bangkai serigala itu sesaat, lalu dengan dingin menekan tombol di pergelangan tangannya. Bilah pisaunya menarik diri ke dalam armor dengan bunyi klik yang halus. Tanpa suara, ia melompat ke atas dahan pohon raksasa, gerakannya seringan kapas, menghilang di balik kabut tebal hutan Longyuan.

 ---

Tiga hari telah berlalu sejak Ethan menginjakkan kaki di Benua Longyuan. Selama itu pula, ia menolak untuk melepas Exo-Suit miliknya. Baginya, baju besi cyber ini bukan sekadar alat pelindung, melainkan satu-satunya jangkar yang menghubungkannya dengan kenyataan tentang siapa dirinya yang sebenarnya.

Melalui bantuan peta topografi mikro yang perlahan dipetakan oleh Sistem, Ethan akhirnya berhasil keluar dari wilayah terdalam hutan. Langkah kakinya yang sunyi membawanya ke sebuah jalan setapak berbatu yang membelah perbukitan hijau.

Dari kejauhan, telinga bioniknya menangkap suara dentingan logam yang saling beradu, diikuti oleh teriakan-teriakan penuh amarah.

Ethan merayap di balik semak-semak tinggi di atas bukit, menatap ke bawah. Di sana, sebuah kereta kuda kayu yang dihiasi ukiran megah sedang dikepung oleh belasan pria berpakaian kasar yang membawa pedang besar—tipikal penyamun atau kultivator liar tingkat rendah.

Di depan kereta, seorang pria paruh baya dengan jubah biru yang robek sedang bersimbah darah, berusaha melindungi seorang gadis muda di belakangnya. Gadis itu mengenakan gaun sutra putih dengan sulaman benang emas. Wajahnya yang cantik tampak pucat pasi, namun sepasang matanya memancarkan ketegasan yang keras kepala saat ia memegang sebuah belati kecil dengan tangan yang bergetar.

"Serahkan Kotak Giok Sembilan Jiwa itu, Tetua Lin! Maka kami akan membiarkan Nona Muda keluarga Mu mati dengan utuh!" teriak pemimpin penyamun, seorang pria bertubuh kekar dengan bekas luka horizontal di wajahnya. Basis kultivasinya berada di Ranah Pengumpulan Qi Tingkat 5, terlihat dari pendaran cahaya kuning redup di sekitar pedangnya.

"Jangan harap, bajingan!" Tetua Lin terbatuk, memuntahkan darah. "Bahkan jika aku harus meledakkan kultivasiku, kalian tidak akan menyentuh Nona Mu Rong!"

Ethan mengamati adegan itu dari atas bukit dengan mata yang dingin di balik visor birunya. Ia tidak memiliki kewajiban untuk menolong. Di dunianya yang dulu, mencampuri urusan orang lain secara gratis adalah cara tercepat untuk mati.

Namun, Sistem tiba-tiba berdentang di kepalanya.

[ Misi Acak Dipicu: Selamatkan Mu Rong dan Tetua Lin. ]

[ Hadiah: 300 Poin Sistem, Teknik Langkah Bayangan, dan Peta Wilayah Kerajaan Langit Bawah. ]

[ Hukuman Gagal: Tidak ada. (Namun reputasi Anda di wilayah ini akan dimulai dari nol). ]

Ethan menimbang hadiahnya. Peta wilayah. Itulah yang paling ia butuhkan saat ini jika ingin bergerak lebih jauh dan memahami struktur dunia ini yang katanya memiliki tingkatan kultivasi yang sangat banyak.

"Sistem, aktifkan mode Silent Predator," bisik Ethan.

[ Mode Aktif. Konsumsi daya: 1% per menit. Jejak suara dan panas tubuh direduksi hingga 95%. ]

Sirkuit biru di tubuh Ethan meredup, berganti menjadi warna hitam pekat yang menyerap cahaya sekitar. Seperti hantu cyber, ia meluncur turun dari bukit tanpa menimbulkan suara sekecil pun, mendekati para penyamun yang sedang tertawa congkak di bawah.

Penyamun dengan bekas luka di wajahnya mengangkat pedangnya tinggi-tinggi, siap menebas kepala Tetua Lin. Mu Rong, nona muda keluarga Mu memejamkan matanya, meremas belati di tangannya dengan pasrah.

Wusss—

Sebuah embusan angin dingin yang tidak wajar berembus melewati mereka. Detik berikutnya, suara tebasan yang sangat cepat dan bersih terdengar, disusul oleh suara sesuatu yang jatuh berdebam ke tanah kering.

"Eh?" Salah satu penyamun menoleh ke arah rekannya di paling belakang, dan matanya seketika melebar penuh horor. Rekannya itu berdiri kaku, sebelum akhirnya kepalanya merosot jatuh dari lehernya, disusul oleh tubuhnya yang ambruk. Tidak ada suara teriakan. Hanya kematian yang instan.

"Siapa?! Siapa di sana?!" Pemimpin penyamun berteriak panik, memutar tubuhnya ke segala arah.

Dari balik bayang-bayang pepohonan, sebuah sosok berjalan keluar dengan langkah yang teratur dan santai. Sosok itu mengenakan pakaian aneh yang belum pernah mereka lihat seumur hidup mereka—baju besi hitam legam yang meliuk mengikuti lekuk tubuhnya yang tegap, dengan pola-pola aneh yang memancarkan cahaya biru dingin. Wajahnya tertutup sepenuhnya oleh topeng besi tanpa ekspresi dengan sebaris cahaya biru vertikal di bagian matanya.

Penampilannya sangat tampan jika dilihat dari proporsi tubuhnya yang tegap dan elegan, namun atmosfer yang dibawanya terasa begitu asing, dingin, dan... mematikan.

"Mahluk... mahluk apa kau ini?! Apakah kau boneka kultivasi dari sekte iblis?!" teriak sang pemimpin, menyembunyikan rasa takutnya di balik gertakan.

Ethan tidak menjawab. Di bawah topengnya, wajah tampannya tetap datar tanpa emosi. Ia hanya mengangkat tangan kanannya, memicu mekanisme Exo-Suit-nya.

Klek. Sring!

Dua bilah pisau frekuensi tinggi mencuat dari kedua pergelangan tangannya, memancarkan bunyi dengungan bertekanan tinggi yang membuat telinga para penyamun berdenging kesakitan.

"Membunuh kalian... hanya butuh waktu tiga puluh detik," ucap Ethan. Suaranya yang keluar dari modulator topeng terdengar berat, dalam, dan bergema secara mekanis, mengirimkan rasa ngeri yang murni ke lubuk hati setiap orang yang mendengarnya.

Mu Rong, yang masih terduduk di dekat kereta kuda, menatap sosok asing itu dengan pandangan yang campur aduk antara terkejut, heran, dan terpesona. Di dunia tempat semua orang bertarung menggunakan pedang kuno dan jubah panjang, kehadiran Ethan yang dipenuhi teknologi canggih masa depan terasa seperti sebuah anomali besar yang merobek logika dunia kultivasi.

1
teguh andriyanto
tetap semangat Thor... semoga selalu sehat.💪
Yann_Story: siap, makasih🥰
total 1 replies
teguh andriyanto
cakep, ngga bertele2. ngga banyak jurus2 aneh. taktis ala assassin. mawar merekah dl buat author
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Panggil Zain Aja
boleh lah, rajin banget update pulak
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
Bruce Fezz
keknya menarik nih buat di baca 🌚☕
Yann_Story: hehe🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!