Novel ini masih on going ya dan akan diupdate satu episode tiap hari nya.
Mohon dukungannya juga untuk vote, like dan komen ya Terimakasih ❤
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wasni Fania Imelda, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Episode 27
Sebagai seorang pelayan, memang tak pantas bertingkah seperti ini didepan majikannya.
Tapi apa boleh buat kalau hati sudah tak mampu lagi menampung semuanya, ia benar-benar sangat membutuhkan bahu untuk menuntaskan semua butiran bening yang terus mengalir di pipi.
Tapi di bahu siapa? sementara hidupnya hanya sebatang kara.
Mengingat tentang anaknya, sepertinya terlalu berat.
Bisa dibayangkan bagaimana rasanya berada di posisi itu skarang.
Pelukan yang diberikan Vania berhasil memenangkan hatinya yang retak, walau itu tidak dapat merubah apapun. Tapi setidaknya sedikit merasa mendingan.
Sementara mereka berpelukan, Reyn pun datang langkahnya terhenti,padahal niatnya untuk menghampiri Vania karena saat Reyn sudah menunggu diruang makan Vania tak kunjung datang .
Vania segera menghentikan pelukannya, saat melihat Reyn sedang menatap mereka.
..."Bu, Vania makan disini saja "...
..."Baik nona, biar ibu ambilkan makanannya sama obatnya langsung. Maaf atas tindakan ibu yang tak seharusnya ini! " ucapnya seraya membungkukkan badan...
..."Tidak apa-apa bu, selagi itu dapat membuat ibu sedikit merasa hangat." ...
Pelayan wanita itu hanya mengangguk, kemudian bergegas melakukan apa yang ingin dibuatnya.
..."Sayang, ada apa? mengapa kalian saling berpelukan dan menangis seperti itu? " tanya Reyn saat Vania hendak masuk kamar...
..."Bukan urusanmu "jawab Vania singkat...
Saat Vania ingin kembali melangkahkan kakinya, Reyn dengan cepatnya meraih pergelangan tangan Vania.
..." Kau adalah istriku, dan apapun yang berkaitan denganmu mejadi urusanku "...
Vania segera menepis kan tangan Reyn.
..."Oh aku lupa, kita suami istri, suami istri diatas kertas" ucap Vania dengan senyum sinis ...
..."Sayang, mengapa sikap kamu jadi seperti ini? Mana Vania yang aku kenal awal?"...
Reyn hendak kembali meraih tangan Vania, akan tetapi langsung ditahan oleh Vania sendiri.
..."Namaku Vania, dan apa kau lupa, bawah kita hanya akan berakting didepan orang tuamu saja kan! "tegas Vania...
Tanpa mereka sadari, pelayan wanita itu tidak sengaja mendengar pembicaraan mereka, saat hendak mengantarkan makanan untuk Vania.
..." Maafkan aku atas sikapku selama ini. Namun, apakah perubahan sikapku skar... ! "perkataan Reyn langsung dipotong oleh ucapan Vania...
..." Kenapa? kau berharap aku melupakannya. Aku bisa melupakannya begitu saja, tapi itu tidak akan pernah mengembalikan kehormatan ku yang kau rebut. Apa kau pikir , diriku hanya seharga dua miliar" seru Vania dengan suara agak meninggi ...
Mendengar perkataan Vania, Reyn langsung terdiam tanpa menjawab.
Entah mengapa? Pria yang dikenal dengan sikapnya yang dingin oleh semua orang, sekarang malah seperti seorang anak kecil yang dimarahi ibunya.
..."Apa? jadi nona Vania hanya istri kontrak" batin pelayan wanita tersebut. ...
Wanita itu benar-benar kaget dengan apa yang didengarnya. Ia langsung menyadari, awal pernikahan mereka, memang tuannya itu selalu bertingkah acuh dengan Vania.
'Tapi mengapa? sikap tuannya itu skarang berubah drastis, berbeda dari sebelumnya'
Reyn benar-benar membuat banyak orang bertany-tanya hal yang tidak mereka temukan jawabannya.
..."Vania, aku benar-benar minta maaf. Aku terbawah suasana saat itu "...
..."Terbawa suasana, jadi semua yang kau lakukan itu karena terbawa suasana hah?" tanpa tersadar air matanya jatuh membasahi pipi mulusnya itu. ...
Vania akhirnya kekamar meninggalkan Reyn yang sedang yang masih berdiri mematung ditempatnya.
Yang membuatnya heran adalah selama ini, ia tak pernah kalah dalam ber aduh mulut dengan siapapun, baik dalam hal apapun itu.
Tapi saat berurusan dengan Vania, ia menjadi seperti orang yang lemah dalam segala hal.
Baik dalam hal pekerjaan dan sekarang dalam hal seperti ini.
..."Sayang, maafkan mama. Mama melakukan ini karena tidak ingin papa kamu saat taunya nanti, ia pasti akan mengambil kamu dari mama" ucapnya dalam hati sambil meng elus-elus perutnya...
Di sudut kamar mandi, hanya itulah tempatnya menenangkan hati. Meratapi kesedihannya seorang diri, menyalahkan diri sendiri, merasa frustasi.Mungkin itulah yang dialaminya skarang.
Namun ,apa boleh buat? semuanya sudah terjadi, nasi sudah menjadi bubur. Dan tidak ada yang dapat dilakukannya sekarang, selain menerimanya dengan lapang dadah dan menjalaninya dengan iklas.
*******
Sore hari, setelah berdiam diri dalam kamar.
Kini tibalah waktunya ia berangkat untuk menjalankan tugasnya.
Selesai bersiap-siap, Vania langsung menuju gerbang, menunggu taksi yang sudah di pesannya lewat aplikasi.
Sementara Reyn hanya menatapnya lewat jendela kamar tamu. Setelah pertengkaran itu, Reyn memilih menuju kamar tamu untuk menenangkan pikirannya yang kacau.
Tak lama kemudian, sebuah taksi online berwarna kuning tiba di depan dorm.
Saat hendak menuju taksi tersebut, Willy pun datang.
..."Nyonya, kemana anda ingin pergi? "...
..."Oh, sekertaris willy. Aku ada urusan dikantor, aku pergi dulu ya " ujarnya sambil melangkah menuju taksi yang sudah menunggu...
..."Nyonya, biar ku antar" ...
..."Tapi Willy... "...
Tanpa mendengar ucapan Vania, Willy langsung mengeluarkan beberapa lembar uang dalam dompetnya, dan memberikannya pada supir taksi untuk segera pergi dari sana.
..."Ayo nyonya! " ajak willy ...
Tapi Vania hanya diam, tanpa bergerak menuju mobil yang pintunya sudah dibukakan oleh willy.
..."Aku tidak akan pernah mau diantara olehmu, selagi kau terus memanggilku dengan sebutan itu" sahut Vania menatap Willy dengan tatapan tajam...
Willy lupa atas perkataan Vania yang sudah melarangnya untuk memanggilnya dengan sebutan nyonya.
..."Ah,baik nona "...
Vania hanya tersenyum, dan langsung masuk kedalam mobil.
Setelah beberapa saat Willy mengemudikan mobil, mereka akhirnya tiba di tempat kerja Vania.
Willy hendak menunggu hingga Vania selesai dengan urusannya. Akan tetapi, Vania bersikeras menyuruhnya pulang, karena mungkin urusannya akan lama, sehingga Vania merasa tak enak jika Willy hanya membuang waktu untuk menunggunya saja.
Bersambung.......
Halo teman-teman, seperti biasa jangan lupa like sama votenya ya 😊
Terimakasih❤
Kritik dan saran dikolong komentar ❤