NovelToon NovelToon
Jalan Dewa Kehampaan

Jalan Dewa Kehampaan

Status: sedang berlangsung
Genre:Balas Dendam / Epik Petualangan / Mengubah Takdir
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Bodattt

Di Benua Timur, kekuatan mutlak adalah hukum tertinggi, dan mereka yang tidak bisa berkultivasi hanyalah debu yang pantas diinjak-injak. Lin Tian, Tuan Muda dari Klan Lin, harus menanggung kehinaan selama bertahun-tahun karena cacat bawaan pada meridiannya. Takdirnya mencapai titik terkelam ketika ia dikhianati, disergap oleh pembunuh bayaran suruhan sepupunya, dan dilemparkan ke dasar Jurang Hukuman yang mematikan.
​Namun, jurang itu bukanlah akhir, melainkan awal yang baru.
​Di ambang kematian, darah dan tekad Lin Tian yang pantang menyerah membangkitkan sebuah artefak kosmis yang bersemayam dalam dirinya—Mutiara Kehampaan. Tubuh fananya dihancurkan dan ditempa ulang, meridiannya disucikan, dan ia mewarisi Teknik Kultivasi Kehampaan Sembilan Langit, sebuah kekuatan tabu yang ditakuti oleh alam semesta

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bodattt, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16: Logam Hitam Tanpa Nama

​Wush!

​Di sebuah puncak tebing terpencil di wilayah belakang Sekte Awan Ungu, ruang udara tiba-tiba beriak seperti permukaan air yang dilempar batu. Seberkas cahaya abu-abu keperakan merobek udara, dan sosok Lin Tian terlempar keluar dari celah spasial itu, mendarat dengan keras di atas bebatuan.

​Tap. Tap. Pftt!

​Lin Tian terhuyung mundur dua langkah dan memuntahkan seteguk kecil darah. Ia segera bersila, memutar Lautan Qi Kehampaan di Dantiannya untuk menstabilkan meridiannya yang bergejolak hebat.

​Sayap energi spasial di punggungnya berkedip-kedip sebelum akhirnya memudar masuk kembali ke dalam tubuhnya.

​"Gila..." Lin Tian mengusap sisa darah di bibirnya, menatap langit dengan napas memburu namun diiringi tawa tertahan. "Jarak dari Paviliun Kitab Suci ke tebing ini sekitar sepuluh mil. Aku menempuhnya hanya dalam waktu satu kedipan mata!"

​Di dalam ruang batinnya, Mutiara Kehampaan mendengus.

"Jangan bertingkah bodoh. Fisik Pondasi Bumi Puncak-mu mampu menahan tekanan ruang, tapi Dantianmu belum cukup besar. Satu kali lompatan spasial tadi menguras sepertiga dari seluruh cadangan Qi-mu. Jika kau menggunakannya tiga kali berturut-turut, kau akan terhisap ke dalam celah kehampaan selamanya."

​Lin Tian mengangguk setuju. Sayap Pengoyak Ruang memang sangat menguras tenaga, namun nilai taktisnya tidak tertandingi. Dalam pertarungan hidup dan mati, teknik ini bukan hanya alat untuk melarikan diri, melainkan senjata pembunuh absolut. Bayangkan berteleportasi tepat ke belakang punggung musuh yang sedang merapal jurus pamungkas!

​"Sebagai kartu as, ini sudah lebih dari cukup," gumam Lin Tian. Ia berdiri dan meregangkan ototnya. Bunyi retakan tulangnya terdengar seperti kacang yang disangrai.

​Ia kemudian menatap punggungnya yang kosong. Pedang besi standarnya telah hancur di Reruntuhan Magma. Untuk memaksimalkan Seni Pedang Penelan Langit, ia membutuhkan senjata yang mampu menahan kepadatan Qi Kehampaan-nya.

​"Ujian Alam Rahasia tinggal enam hari lagi. Waktunya berbelanja."

​Dengan langkah ringan, Lin Tian menuruni tebing dan menuju ke Puncak Keempat—Puncak Tempa (Paviliun Artefak).

​Udara di Puncak Keempat dipenuhi oleh hawa panas yang menyengat, mirip dengan Lembah Abu Berdarah, namun disertai dentingan palu baja yang bersahutan. Paviliun Artefak adalah bangunan berbentuk tungku raksasa dari batu vulkanik.

​Lin Tian melangkah masuk ke ruang pameran di lantai dasar. Berbagai senjata spiritual—mulai dari pedang yang memancarkan aura es, tombak beraura petir, hingga perisai baja bersisik—terpajang rapi di dinding.

​Seorang murid penjaga toko menghampirinya dengan senyum profesional. "Ada yang bisa dibantu, Kakak Senior? Paviliun kami baru saja menyelesaikan Pedang Angin Puyuh Tingkat Menengah, sangat cocok untuk—"

​"Aku mencari pedang. Sesuatu yang sangat berat, dan sangat keras," potong Lin Tian. "Aku tidak peduli dengan elemen tambahannya."

​Murid itu mengerutkan kening. Kultivator pedang biasanya mencari senjata yang ringan dan cepat untuk menyalurkan Qi mereka. Mencari pedang berat adalah ciri khas kultivator golok atau kapak.

​"Ikut saya ke area belakang, Senior."

​Murid itu membawa Lin Tian ke sebuah ruangan berdebu di mana senjata-senjata gagal produksi atau peninggalan kuno diletakkan.

​Mata Lin Tian menyapu tumpukan senjata, hingga tatapannya terkunci pada sebuah sudut berdebu. Terdapat sebilah pedang besar (broadsword) berwarna hitam legam. Pedang itu tidak memiliki gagang berukir indah, bahkan bilahnya sama sekali tidak tajam—lebih mirip lempengan besi tebal yang dibentuk menyerupai pedang raksasa.

​Lin Tian melangkah maju dan meraih gagangnya.

​Bruk.

​Ia sedikit terkejut. Pedang itu menolak untuk diangkat. Beratnya jauh melampaui ukuran fisiknya, setidaknya mencapai lima ribu kati (sekitar 2.500 kg)! Bagi manusia fana, itu sama dengan mengangkat sebongkah batu karang raksasa.

​"Ah, Senior tertarik dengan Logam Hitam Tanpa Nama itu?" Murid penjaga tertawa canggung. "Itu adalah meteorit aneh yang ditemukan Tetua Penempa ratusan tahun lalu. Beliau mencoba meleburnya tapi gagal, jadi hanya ditempa kasar menjadi bentuk pedang. Benda itu sangat berat, tidak memiliki ketajaman, dan yang paling parah... benda itu menolak aliran Qi. Kultivator tidak bisa menggunakan jurus elemen apa pun dengan pedang itu."

​Mata Lin Tian menyipit. Menolak aliran Qi?

Ia memutar sedikit Qi Kehampaan-nya dan mengalirkannya ke gagang pedang.

​Wusss...

​Bukannya ditolak, pedang hitam legam itu menyerap Qi Kehampaan Lin Tian seolah-olah spons yang bertemu air! Bilah tumpulnya bergetar pelan, memancarkan dengungan rendah yang hanya bisa dirasakan oleh Lin Tian. Benda ini bukan menolak Qi, melainkan ia hanya menolak Qi yang tidak murni. Ia adalah logam yang haus akan kehampaan!

​Lin Tian menyeringai. Ia memompa kekuatan fisik Pondasi Bumi Puncak-nya ke lengan kanannya, lalu mengangkat pedang hitam raksasa itu dan memanggulnya santai di bahunya.

​"Berapa harganya?" tanya Lin Tian.

​Murid penjaga itu membelalak, melihat Lin Tian memanggul pedang lima ribu kati itu seolah sedang memanggul sebatang bambu.

​"E-Eh? Karena itu dianggap produk gagal, Tetua memasang harga seratus Batu Roh Tingkat Menengah."

​Lin Tian melemparkan sekantong Batu Roh (bayaran dari Mu Qingxue) ke dada murid itu, lalu berjalan keluar dengan senyum puas.

​"Pedang ini tidak butuh ketajaman fana. Kekuatanku dan Qi Kehampaan adalah ketajamannya. Jika aku menebas gunung dengan ini, gunung itu akan hancur menjadi debu," batin Lin Tian. Mulai hari ini, ia memiliki taring barunya.

​Enam Hari Kemudian - Malam Ujian Alam Rahasia

​Alun-alun giok putih di Puncak Utama Awan Ungu dipenuhi lautan manusia. Hampir seluruh dari seratus Murid Inti sekte, ditambah ratusan Tetua, berkumpul di bawah sinar bulan purnama.

​Di tengah alun-alun, terdapat sebuah pusaran energi raksasa berwarna perak yang melayang di udara. Itu adalah gerbang menuju Alam Rahasia Makam Kuno—sebuah dimensi saku peninggalan era lampau yang hanya terbuka sepuluh tahun sekali.

​Di dalam sana, terdapat tanaman spiritual langka, warisan kuno, dan Binatang Iblis yang kuat. Namun, tempat itu juga dikenal sebagai arena pembantaian. Karena tidak ada hukum sekte yang berlaku di dalam, pembunuhan antar murid demi merebut harta adalah hal yang wajar.

​Lin Tian berdiri di pinggir kerumunan, matanya terpejam. Pedang hitam raksasa tanpa sarung tersandang di punggungnya menggunakan rantai besi yang disilangkan di dadanya, memberikan penampilan yang sangat mengintimidasi. Selama enam hari terakhir, ia telah menghabiskan ratusan Batu Roh Tingkat Menengah untuk menstabilkan tahap Pondasi Bumi menengahnya hingga ke puncak.

​Tiba-tiba, kerumunan murid terbelah.

​Lu Changkong, mengenakan jubah sutra perak yang mewah, berjalan membelah alun-alun dengan langkah penguasa. Di belakangnya, Lu Ming dan belasan murid inti lainnya mengekor dengan wajah angkuh. Aura Lu Changkong tidak lagi disembunyikan—ia telah menembus tahap Inti Emas awal!

​Tekanan tahap Inti Emas membuat banyak murid inti menundukkan kepala, tidak berani menatapnya. Namun, langkah Lu Changkong tidak menuju ke depan gerbang, melainkan lurus ke arah pinggiran alun-alun, tempat Lin Tian berdiri.

​Suasana mendadak hening. Semua mata tertuju pada konfrontasi yang tak terelakkan ini. Mu Qingxue, yang berdiri di kejauhan dengan faksi wanitanya, mengerutkan kening namun memilih diam untuk mengamati.

​Lu Changkong berhenti sepuluh langkah dari Lin Tian. Ia memandang Lin Tian dan pedang raksasa di punggungnya dengan senyum meremehkan.

​"Jadi kau yang bernama Lin Tian. Tikus beruntung yang membuat keributan di Paviliun Kitab Suci beberapa hari lalu," suara Lu Changkong bergema tenang namun dipenuhi niat membunuh yang tajam. "Kudengar kau suka menindas murid senior dan merampas harta mereka. Sepupuku Lu Ming adalah salah satu korbannya."

​Lin Tian membuka matanya perlahan. Ia bahkan tidak mengubah postur berdirinya yang santai.

​"Apakah kau datang kemari untuk meminta ganti rugi biaya pengobatan giginya, Lu Changkong?" jawab Lin Tian datar.

​Gasp!

​Ratusan murid inti menarik napas tajam. Beraninya pemuda Pondasi Bumi menengah ini memprovokasi seorang ahli Inti Emas secara langsung?!

​Wajah Lu Ming memerah karena malu dan marah. "Kakak Sepupu! Jangan buang waktu bicara dengannya! Bunuh saja dia!"

​Lu Changkong mengangkat tangannya, menghentikan Lu Ming. Matanya menyipit berbahaya. "Keberanianmu patut dipuji, Lin Tian. Sayangnya, orang yang terlalu berani biasanya mati paling cepat. Ujian Alam Rahasia adalah tempat yang sangat berbahaya. Akan sangat disayangkan jika jenius muda sepertimu... tidak pernah keluar lagi dari sana."

​Ancaman itu begitu terang-terangan. Semua orang tahu bahwa faksi Lu Changkong akan memburu Lin Tian di dalam Alam Rahasia nanti.

​Lin Tian melangkah maju satu langkah. Tekanan Qi-nya yang berat dan purba berbenturan dengan aura Inti Emas Lu Changkong, menciptakan hembusan angin yang menyapu debu di antara mereka.

​"Kau benar, Alam Rahasia memang berbahaya," Lin Tian tersenyum dingin, matanya menatap langsung ke dalam jiwa Lu Changkong. "Jadi pastikan kau sudah memesan peti mati dengan ukuran yang pas. Karena jika kita bertemu di dalam sana, Inti Emas-mu itu... akan kujadikan koleksi pribadiku."

​Sebelum Lu Changkong bisa meledak dalam amarah, sebuah suara berat yang menggelegar layaknya guntur turun dari langit.

​"DIAM!"

​Seorang pria tua berjubah ungu keemasan melayang turun dari lautan awan, mendarat di depan pusaran perak. Ia adalah Master Sekte Awan Ungu. Aura tahap Jiwa Nascent awal memancar darinya, seketika membungkam seluruh alun-alun hingga tidak ada yang berani bernapas keras.

​"Ujian Alam Rahasia akan segera dimulai!" Master Sekte mengumumkan. Suaranya mengandung energi yang menembus pikiran setiap murid. "Aturannya sama seperti biasa. Bertahan hidup selama satu bulan, kumpulkan harta sebanyak-banyaknya, dan laporkan poin kontribusi kalian di akhir. Ingat... sekte membutuhkan mereka yang kuat untuk bertahan dari ancaman luar, bukan sekadar domba yang dimanjakan di dalam kandang!"

​Pria tua itu mengangkat tangannya, menembakkan seberkas Qi murni ke arah pusaran perak. Gerbang dimensi itu seketika membesar, memancarkan cahaya yang menyilaukan mata.

​"Masuklah! Dan buktikan nilai kalian!"

​Lu Changkong menatap Lin Tian dengan tatapan membunuh. Ia menggesekkan jarinya di lehernya sebagai isyarat, lalu memimpin faksinya melompat masuk ke dalam pusaran perak, menghilang dalam kilatan cahaya.

​Mu Qingxue melintas di dekat Lin Tian. "Jika kau bertemu dengannya di dalam, larilah. Di dalam sana tidak ada Tetua yang akan melindungimu," bisiknya cepat, sebelum ikut melompat ke dalam gerbang.

​Lin Tian hanya tersenyum tipis. Ia menepuk gagang pedang hitam raksasa di bahunya.

​"Bersembunyi? Melarikan diri? Itu bukan gayaku," gumamnya pelan.

​Dengan satu tolakan ringan, Lin Tian melesat membelah udara, menjadi siluet terakhir yang ditelan oleh pusaran cahaya perak tersebut.

1
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Clink🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Jlebz 🔥🌽
@ᴛᴇᴘᴀsᴀʟɪʀᴀ ✿◉●•◦
Makjlebz
hadad fernandez khan
lanjut tor👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!