NovelToon NovelToon
The Sweetest Dream

The Sweetest Dream

Status: tamat
Genre:Teen / Tamat
Popularitas:85.5k
Nilai: 5
Nama Author: PinkShell

Setiap orang pasti punya mimpi.
Baik mimpi biasa yang tidak berpengaruh apa-apa, maupun sebuah mimpi yang dapat mengubah prespektif dan gaya hidup orang tersebut dan orang lain.

Selena adalah seorang gadis dengan mimpi yang cukup besar dan gaya hidup yang sangat baik.

Segalanya nampak sempurna. Namun, ketika ia memiliki seorang kekasih, tiba-tiba lelaki itu direbut oleh gadis lain. Bagaimana cara Selena mengatasi dan menyikapi hal ini?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon PinkShell, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Kegagalan yang Berhasil

Sebenarnya, Bryan memiliki sebuah rencana dan banyak hal yang harus ia katakan kepada Selena, agar gadis itu tidak salah paham.

Bryan berencana untuk mengelabuhi Carissa dengan berakting bersama kakaknya. Tujuannya hanya satu, yakni agar kakaknya dapat mengutarakan perasaannya.

Setelah mendapatkan persetujuan dari kakaknya, hal itu akan dilakukan oleh Bryan di sekolah.

Selama ini, Joseph tidak pernah memiliki sebuah kesempatan untuk berterus terang kepada Carissa. Selain karena gadis itu hanya menyukai adiknya, Carissa juga selalu menduakannya dengan beberapa lelaki lain.

Kini, entah sejauh mana perasaan Joseph kepada Carissa akan bertahan. Ia ingin memastikannya sendiri. Tidak mungkin ada lelaki yang tahan dipermainkan oleh gadis yang disukainya.

Sepulang sekolah, di hari Senin ini, Bryan akan membalas perbuatan Carissa terhadap kakaknya dan semua orang yang pernah dikerjai oleh gadis itu.

Beberapa jam kemudian, tibalah waktu itu..

"Kak Bryan!" seru Carissa dengan amat girang.

Tidak biasanya Bryan akan mengajaknya pulang bersama-sama. Apakah ini suatu kemajuan bagi dirinya? Tentu saja, Carissa merasa seperti berada di langit saat ini.

"Hei, coba lihat. Bukankah itu Bryan?" bisik seorang siswi.

"Dimana? Oh... Bukankah gadis itu Carissa?" balas siswi lain.

Tak lama kemudian, para siswa dan siswi telah berkumpul dengan heboh untuk menyaksikan Bryan dengan 'gadis barunya'.

"Kak Bryan, aku suka pada kakak. Jadilah pacarku." ucap Carissa di hadapan banyak orang.

"Carissa.. aku tahu akan perasaanmu selama ini." jawab Bryan, langsung menggemparkan semua orang yang menonton pada saat itu.

"Kakak.." Carissa memeluk Bryan.

Para murid sekolah itu pun menjadi semakin heboh dan saling berbisik.

"Carissa."

Tiba-tiba, Joseph muncul dari arah yang berlawanan dari posisi Carissa yang menghadap ke arah Bryan.

"Kak Joseph." respon gadis itu.

"Carissa, jadi kau benar-benar menyukai adikku. Mengapa kamu masih saja menggoda pemuda lain?" kata Joseph dengan nada suara yang terdengar santai, namun sedikit dingin.

"A--apa? Aku tidak--" jawab Carissa, seketika panik karena para murid mulai menatapnya dengan ekspresi wajah yang merendahkan.

"Bukankah kamu telah menggoda beberapa pemuda lain, seperti Theo? Dia bahkan ada di sini, untuk menjadi saksi." sanggah Joseph.

"A--aku.." Carissa tidak dapat berkata-kata.

"Theo, katakan pada semua anak di sini."

"I--itu benar. Carissa telah beberapa kali menawarkan kepadaku untuk menjadi pacarnya, bila aku bersedia untuk membantunya mengerjai Lenna.. siapapun Lenna itu.. Aku tidak begitu mengenalnya."

Semua orang pun berbisik dan mulai mengamati Carissa dengan tatapan dingin.

Namun, beberapa anak yang berdiri jauh di belakang kurang dapat mendengarkan pembicaraan tersebut, serta hanya menebak-nebak tentang apa yang sedang terjadi.

Saat itu, Selena baru saja akan berjalan keluar dari ruang kelas karena bertugas piket bersama dengan Marianna. Seusai bersama-sama membersihkan dan merapikan semua bangku di kelas 2-2, Marianna telah terlebih dahulu pulang dengan dijemput oleh ayahnya. Seketika keluar dari ruang kelas, langkah Selena terhenti oleh kerumunan para murid.

"Kasihan sekali Selena." kata seorang siswa.

Selena secara responsif melihat ke arah pembicara itu.

"Bicara apa kau? Tentu saja dibandingkan Selena, gadis seperti Carissa jauh lebih sepadan dengan Bryan. Ah, sayang sekali untuk Selena dan gadis sepertiku. Mana mungkin kita dapat berpacaran dengan seorang lelaki seperti Bryan?" celoteh seorang siswi yang menegur siswa itu.

Mata Selena seketika melihat sosok Bryan dan gadis bernama Carissa itu. Tanpa sadar, matanya langsung kabur oleh air mata dan hatinya serasa ditusuk-tusuk oleh jarum.

Selena langsung berlari meninggalkan tempat itu.

"Bryan.." ucap Joseph tiba-tiba.

"Ng? Ada apa, Kak?" tanya Bryan.

"Kurasa aku baru saja melihat Selena. Dia berlari ke arah sana sambil menangis." kata Joseph.

Mendengar perkataan kakaknya, Bryan secara langsung berlari mengejar gadis itu.

"Selena!"

Gadis itu tidak menoleh, walau mendengar namanya dipanggil oleh seseorang yang kini terasa asing baginya.

"Selena, tunggu! Biar aku menjelaskan semuanya kepadamu!"

Gadis itu hanya terus berlari dan..

GREPP

Dalam sekejap, tangannya telah digenggam erat oleh Bryan yang mampu mengejarnya dengan mudah.

"Lepaskan..! Lepaskan aku... huhuaa..." tangis Selena pilu.

GYUTTT

Bryan langsung memeluk gadis itu erat-erat, sambil mengelus rambut hitam gadis itu dengan lembut.

"Lepaskan... aku mohon...huhu..."

"Selena!" seru Bryan dengan pedih.

"Apa lagi yang mau kau katakan kepadaku? Saat ini semuanya sudah jelas. Jangan pernah menggangguku la---mmmhh!"

Bryan langsung mencium bibir Selena yang bergetar itu. Lalu, dengan lembut ia meregangkan pelukannya dan berkata; "Kamu salah paham, Selena. Rencanaku untuk mengelabuhi Carissa demi kakakku jadi gagal total karenamu, gadis kesayanganku."

"Bryan..." pipi Selena bersemu merah.

"Maafkan aku karena lancang mencium bibirmu lagi. Namun, aku tak dapat menahan diri karena kamu begitu manis, Selena sayang."

"A--apa maksudmu..?" ucap Selena pelan dan tidak berani menatap wajah Bryan secara langsung.

"Haha. Tadinya aku berencana untuk membalas perbuatan Carissa kepada kakakku. Namun, kurasa kami harus menundanya agar tuntas." jawab Bryan dengan senyuman yang hangat dan menawan.

"Apa sih sebenarnya maksudmu?" ucap Selena, masih kurang menangkap karena amat gugup.

"Maksudku, aku mencintaimu, Selena."

DEG

Seketika, wajah gadis itu berubah merah total seperti tomat, sehingga Bryan pun mengekeh.

"Ja--jangan tertawa! Mana mungkin aku tidak salah paham selama ini.. Lagipula--" ucap Selena tidak terima.

"Aku sangat menderita selama ini, Selena." sanggah Bryan.

"Bryan..?" seketika wajah Selena melembut, dan gadis itu menyentuh wajah Bryan yang nampak letih dan jauh lebih lesu daripada biasanya.

"Selama ini aku bergumul dalam masalah keluargaku. Aku hanya tidak ingin melibatkanmu, karena ayahku adalah seseorang yang brutal dan kejam. Aku mencintaimu, Selena. Tidak ada yang dapat kulakukan selain berharap kamu tidak melupakanku.." jelas Bryan.

Seketika, gadis itu langsung mengerti dan kini ia menangis bahagia.

"Bryan..!" gadis itu langsung memeluk kekasihnya.

"Selena, kamu dan aku harus selalu bersama, hingga kita dewasa, selamanya." ucap Bryan lembut.

Mereka pun berpelukan dan saling melepaskan dahaga dan segala sakit hati yang selama ini harus mereka alami.

Sementara itu, Joseph yang berhasil mengejar adiknya hanya terkejut, lalu mendesah dengan sebuah senyuman.

"Oi, sudah cukup belum bermesra-mesraannya?" serunya tiba-tiba.

Seketika, Selena langsung terperanjat. Secara alami, gadis itu langsung bersembunyi di belakang punggung Bryan.

"Kini tidak apa-apa, Selena." ucap Bryan sambil tersenyum.

"Eh?" gumam Selena pelan.

Joseph melangkahkan kaki mendekati kedua orang itu. Lalu..

"Selena. Maafkan kakak karena sudah menyakiti perasaanmu." kata Joseph secara tidak terduga.

Selena hanya bengong. Lalu, Bryan menarik tubuh Selena ke depan dan mencubit pipi gadis itu.

"Aduh..!" Selena langsung memelototi Bryan.

"Hahahaha."

Lebih anehnya lagi, kakak beradik itu malah menertawakannya. Selena pun langsung geram.

"Kamu memang seperti yang dikatakan oleh Bryan. Cocok sekali dengan adikku." tambah Joseph.

Mendengar perkataan itu, mata Selena langsung berbinar. Sebuah beban yang berat serasa terangkat dari hati kecilnya.

"Dah. Susul aku nanti setelah kau menikmati waktu dengan pacarmu, Bryan." kata Joseph, sebelum berbalik dan meninggalkan mereka.

Selena terpukau oleh kejadian ini. Ia hanya dapat terus melongo dan menatap kepergian Joseph, lalu matanya tertuju kepada Bryan.

"Apa, manisku?" goda Bryan.

"Bu--bukan apa-apa." Selena langsung memalingkan wajah dan berjalan meninggalkan tempat yang entah dimana itu.

Bryan tertawa kecil, lalu dengan tangkas meraih tangan Selena dan berjalan di sisi gadis itu. Mulai saat ini, Bryan tidak akan pernah melepaskan tangan Selena, sesulit apapun situasi yang harus dihadapi. Benar, ia tidak sendiri. Mereka akan menghadapinya bersama dan bertumbuh bersama.

1
Mbak Lorlei
Mampir tor
Ochan95
Bagus
Muhammad Ari
keren thor... ijin promo ya, jgn lupa baca dan mampir di novel dg judul "sudden kiss" ya 😇😇😇
Momiji
Bagus sekali. Ditunggu up karya yg lain 😊
Mbak Bintang
Aku suka banget sm karya2mu thor. Trs semangat berkarya yah
Manami
Keren ceritamu thor. Konsepnya remaja jadi ingat masa SMA ku hehe 😌
Fitri Hastutik
visualx thor
Ivamaisya desnasyah
Yuk mampir di novel ku judulnya AKU,KAMU dan CERITA KITA❤❤❤❤❤❤
Panda CEO: ok boleh kak ☺ nanti aku mampir ya
total 1 replies
Yunita_Ratsa
Hai 😍 ikutan baca DUA RANJANG yuuuk

Bikin gregetan, menguras emosi pastinya

ditunggu ya ❤❤❤❤❤❤❤

💙💙💙
Panda CEO: ok kakak 😊
total 1 replies
Hery Ji Tawwa
mantap karya mu bagus
Panda CEO: makasih kakak 😊
total 1 replies
Ayunina Sharlyn
hmm.. oke nih...
Panda CEO: makasih kakak ☺
total 1 replies
Chitose Ayaka
❤❤💯
Barbie
OHHH 😱😻👍💖
🎀 Ayane 🎀
😍😍😍
Tante Yami
So Cool ~
Honey~oHoney
Suka bangett sm endingnya yg baru ini 💖💖 sblm nya ud bagus, tapi yg ini sempurnaa
BlueG
Mantapp 😆😝
Choco Lata🍫🤺
Kerennn cute sekali ceritanya ! Aku sukaaa
Justin AAA
Sipp tambah teruzzz WKWK
ABBABP
mau tambah nih thor. boleh?? 😎😆
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!