Seorang perwira muda sekaligus Dokter militer tang terkenal dengan kejeniusannya dari Negara C , yang bernama Li Guang Yue, meninggal saat kembali dari tugas . karena Pesawat yang dia tumpangi meledak setelah beberapa saat mengudara .
Namun ternyata Dewa masih menyayanginya dia yang sudah mengira Rohnya berada di Alam keabadian, ternyata bereinkarnasi di dalam tubuh gadis lembut Cantik namun lemah , Putri dari Jendral Feng yang memiliki nama hampir sama dengannya. Gadis itu bernama Guang Manyue . gadis yang hidupnya menderita dan di abaikan keluarga kandungnya karena ulah Putri Palsu . Dan akhirnya mati di tangan gadis palsu tersebut.
Kehidupan mereka Tertukar karena ulah seseorang yang mengincar harta keluarga Jendral. Dan ingin kehidupan bayi kecil tersebut kelak akan menderita selama hidupnya . Mereka melakukan itu karena Dendam pada sang ibu juga keserakahan di dalam hati mereka . Ingin memiliki harta yang bukan milik mereka. penasaran...? kita baca Yuk...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Respati, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
SEDIKIT KEMARAHAN MANYUE.
Satu jam kemudian, terlihat Guang Manyue bersama dua pelayannya keluar dari rumah kediaman Anggrek. Ansi tidak bisa ikut karena wajahnya yang masih bengkak . Walaupun sudah tak sakit lagi , Dia tetap tak boleh ikut. Manyue memaksa dia beristirahat . Akhirnya terlihat Mereka bertiga berjalan menuju Rumah utama.
Mereka bertiga dengan tenang menuju rumah utama. Jarak rumah utama yang dekat membuat mereka tak terlalu lama berjalan. Dan sekarang, Guang Manyue bisa melihat perubahan sikap para pelayanan kepadanya. Mereka terlihat bersikap sopan saat bertemu dengannya. Tidak ada lagi tatapan sinis dan Cuek saat mereka bertemu dan menyapa pada Guang Manyue. Mereka dengan sopan akan menunduk dan menyapa .
"Salam Nona Mida..." Sapa mereka dengan sangat sopan.
Manyue hanya mengangguk menjawab sapaan mereka. Dia tak perduli dengan perubahan sikap mereka . Dan saat para pelayan melihat keberadaan Juya dan Yi An, terlihat tatapan iri pada kedua gadis itu . sebab mereka sudah mendengar, kalau Guang Manyue sangat melindungi para pelayannya. Dan beberapa hari lalu, Guang Manyue membelikan makanan dan Pakaian untuk para pelayannya. Sedangkan mereka tahu kalau para pelayan Guang Manyue baru beberapa hari bekerja di tempat Itu.
Tak terasa langkah mereka sampai juga di depan pintu kediaman Rumah utama. Dari jauh mereka sudah melihat Bibi Yi berdiri bersama pengawal penjaga pintu rumah utama. Melihat kedatangan Guang Manyue dan pelayannya, bibi Yi segera melangkah mendekat menyambut kedatangan mereka bertiga.
"Selamat malam Nona muda..." Sapa Bibi Yi dengan sopan.
"Malam Bi.. Apakah ibu ada di dalam...?" Tanya Guang Manyue sopan.
" Ada Nona..beliau sedang bersama Tuan muda pertama dan tuan muda keempat..." Jawab Bibi Yi.
"Kalau begitu antarkan saya ke tempat mereka Bi..." Ucap Guang Manyue sopan.
Bibi Yi selalu senang bertemu dengan Guang Manyue . Karena gadis ini selalu bersikap sopan pada siapapun yang lebih tua darinya. Walaupun mereka seorang pelayan. Hanya saja sikap itu akan hilang seketika, jika siapapun itu membuat masalah dengannya.
"Baik Nona. .. Silahkan ikut Saya ...." Jawab Bibi Yi dengan sopan pula . Dengan segera Wanita paruh baya tersebut membawa Guang Manyue masuk ke dalam rumah . mereka berempat segera berjalan menuju ruang dalam . Ketika sampan di ruang dalam tepatnya di ruang makan, Guang Manyue melihat kalau nyonya Lu memang sudah datang dan sedang duduk bersama kedua putranya . Mereka bertiga terlihat sedang berbicara dengan serius. Namun Dia tidak melihat keberadaan Kakak ketiganya . Dan Dia juga melihat kalau makanan di atas Meja belum ada .
Mendengar langkah masuk, ketiganya mengarahkan tatapan mereka ke pintu masuk. Melihat siapa yang datang, ketiganya tersenyum lembut dan ramah .
"Selamat malam ibu, Kakak..." Sapa Guang Manyue.
"Selamat malam juga Yue'er.. Kau sudah datang nak . Sini duduk di dekat ibu .." Sapa sang Ibu dengan sikap yang menunjukkan kasih sayangnya
" Malam adik kecil..."Ucap Kakak pertama dengan tatapan lembut .
"Malam Yue'er.." Kakak ke empat tak mau kalah.
"Aku mendengar kau tadi keluar rumah Nak.. Kau pergi kemana..? " Tanya sang ibu lembut.
Mendengar ucapan sang Ibu, Guang Manyue tersenyum.
"Ibu tahu Manyue pergi.. ? Apakah Kak Li Nan yang memberitahukan itu pada ibu..!" Tanya Guang Manyue dengan wajah tenang.
" Benar sayang.. Dia tadi datang ke tempat ibu dan menanyakan kamu, Dia bertanya apakah kau berada di tempat ibu.." Jawab Nyonya Lu sambil mengusap kepala Guang Manyue
(Dasar gadis itu... selalu saja mencari masalah untukku. Memangnya sejak kapan aku pergi ke tempat ibu. Melihat wajahku saja Ibu dan ketiga kakakku sudah ingin mengusirku jauh- jauh. Apalagi sampai berani datang ketempat mereka. ) ucap Guang Manyue dalam hati.
Mendengar ucapan hati Guang Manyue, wajah ketiganya terlihat sangat sedih, dan tatapan menyesal, terlihat di wajah mereka. Sampai sejauh itukah sikap yang di tunjukkan mereka pada Guang Manyue. ? Tak salah jika di mata gadis itu , mereka adalah orang - orang berhati jahat.
" ManYue tidak pergi kemana- mana Bu, saat Kakak ke tempatku, kebetulan Manyue masih berada di kebun belakang . Manyue melihat apakah halaman belakang bisa di tanami sayuran...." Ucap Guang Manyue sengaja berbohong.
(Ck. Dasar gadis sialan, dia sengaja bertanya pada ibu seolah dia ingin bertemu dengan ku dan menunjukkan perhatiannya padaku . tapi tujuan yang sebenarnya hanya ingin melaporkan dan memberitahu ibu kalau aku tidak ada di rumah kediamanku . Dasar gadis pengadu yang licik . Dia benar-benar ingin membuat masalah agar aku mendapatkan marah dari ibu . Tapi aku tidak perduli itu. Dan jika ibu sampai marah apalagi sampai mengusirku, aku malah menginginkan Mereka mengusir ku dari kediaman ini..) Ucap hati Guang Manyue dengan nada kesal . Kembali ke dua kakak dan ibunya saling berpandangan.
" Nak.. Ibu tahu kau tidak mungkin keluar kediaman tanpa memberitahu kami. Jangan khawatir , ibu percaya padamu,.. jikapun kau akan keluar, kami tidak akan menghalangi mu. kami percaya padamu..." Ucap sang Ibu. Mendengar kata- kata nyonya Lu, Guang Manyue merasa bersalah telah berbohong pada wanita yang telah melahirkannya .
" Trimakasih Bu..." dan tak lama Pelayanan memberi tahu kalau Nona Feng Li Nan datang bersama Temannya . Dan tak berapa lama, terlihat dua gadis muda masuk kedalam ruang makan dengan sikap tenang . Guang Manyue melihat seorang gadis cantik namun memiliki tubuh agak kurusan dari Feng Li Nan berjalan di sebelah gadis itu . Mereka berdua berdiri dengan anggun di dekat meja makan. wajah mereka berdua terlihat cerah. keduanya menatap semua orang yang ada di sana. terutama teman Feng Li Nan. Terlihat gadis itu menatap satu persatu pada semua orang, dan berakhir pada Wajah Guang ManYue yang memakai cadar, Guang Manyue bisa melihat mata wanita itu menatap padanya dengan tatapan dingin, sinis dan jijik padanya.
(Ho ho.. Inikah gadis yang bernama Wang Yi Ran itu... gadis yang memiliki ketebalan muka seperti tembok pagar rumah dan tak tahu malu itu...? Bagaimana bisa seorang gadis yang Sudah tahu kalau kakak ketiga tidak menyukai dia, dan juga sudah di tolak mentah-mentah oleh pria tersebut , ee...Malah berani mengejar sampai di rumahnya . Sebegitu cinta kah dia pada kakak ketiga, atau ini hanya obsesi dari seorang gadis yang pernah di Tolak mentah- mentah pernyataan Cintanya...?Apakah urat malunya sudah hilang...? Benar-benar wanita menyebalkan. Semoga saja aku tidak bertemu dengan Pria yang mencintaiku dengan memiliki muka setebal gadis ini...dan aku yakin kali ini dia merasa sangat kecewa karena tidak melihat kakak ketiga. ho ho ho...apakah dia akan menangis...?) Ucap Guang Manyue dalam hati.
Mendengar ucapan hati Guang Manyue, terlihat ibu dan Kedua kakaknya berusaha mati- matian menahan tawa mereka .
(Gadis ini...Aku tidak pernah menduga kalau adik kandungku selucu ini.. ) Ucap Kakak pertama,
(Dasar gadis nakal.. Bisa- bisanya dia mengatai orang seperti itu, andai kami tidak bisa mendengar kata hatinya, kami tidak akan pernah sadar kalau Putri kandungku secerdas dan selucu ini, namun mulutnya itu setajam pisau. ) Ucap hati Nyonya Lu.
(Ha ha ha.. Andai Kakak ketiga mendengar ucapan adikku ini , pasti Dia akan tertawa gembira. Tak kusangka adikku yang berwajah dingin dan cuek ini, ternyata otak dan tingkah lakunya sangat berbeda. aku dulu benar- benar bodoh, adik seimut dan selucu ini, bisa - bisa kami abaikan ) Ucap kakak keempatnya dalam hati .
" Selamat malam ibu.. Selamat malam kedua kakakku...." Ucap Feng Li Nan, menyapa ketiganya dengan nada manja .
" Selamat malam tante, selamat malam Tuan Muda pertama , Tuan Muda keempat. " Ucap Wang Yi Ran . Walaupun begitu semua orang bisa melihat wajah yang tadinya berseri, tiba- tiba berubah lesu . Dan mereka tahu penyebabnya. Gadis itu kecewa karena Putra Ketiga tidak ada. Namun mereka diam saja. kedua Tuan Muda hanya menatap sekilas pada kedua Gadis itu. ada perasaan kesal di hati kedua Putra Jendral Feng. saat mereka melihat kalau kedua wanita itu sangat jelas Mengabaikan keberadaan Guang Manyue yang duduk di dekat Nyonya Lu.
Sedangkan Feng Li Nan sendiri , saat gadis itu melihat keberadaan Guang Manyue yang duduk di dekat sang Ibu, kemarahannya kembali naik ke kepala. Dengan menahan kemarahannya, gadis itu mengepalkan tangannya erat di balik lengan bajunya , dia berusaha menyembunyikan kemarahan dan kebenciannya pada Guang Manyue.
" Selamat malam ..apakah ini Nona Wang Yi Ran.. ?" Tanya Nyonya Lu.
"Benar Bibi..aku Wang Yi Ran, Putri Mentri Wang.." Jawab gadis itu.
"Kalau begitu Silahkan duduk, sebentar lagi makanan di siapkan. " Ucap Nyonya Lu lembut sedangkan kedua tuan muda terlihat datar dan cuek saja. Namun sebelum melangkah kearah kursi, tiba- tiba Feng Li Nan berkata.
" Adik Manyue..? Ternyata kau sudah datang juga .. Aku fikir kau masih berada di luar sana..." Ucapnya sambil memperlihat kan wajah kaget. Namun Guang Manyue masih bisa melihat senyuman licik di bibirnya.
" Benar kak, Aku baru saja tiba. tapi aku bukan dari kuar kediaman kok.. Memangnya ada apa kak..? Bukankah para pelayan ku sudah memberitahu mu kemana aku pergi...? " Kata Guang Manyue dingin.
"Tidak, mereka berkata kalau mereka juga tidak tahu kemana kamu pergi..." Ucapnya berbohong.
"Benarkah.. Tapi mereka berkata padaku kalau kau datang kerumahku hanya untuk membuat masalah di tempat tinggal ku bersama teman -teman mu.. Apakah mereka salah melaporkan..?Mungkin lebih baik ibu dan kakak kedua dan keempat yang bertanya pada mereka..? Kebetulan mereka ada di luar ruangan..." Kata Guang Manyue dengan wajah tenang. Namun tatapannya terlihat semakin dingin. Mendengar ucapan Guang Manyue Terlihat wajah Feng Li Nan memerah. entah itu malu atau marah karena kebohongannya terbongkar.
"Dan satu lagi yang ingin ku tanyakan padamu, kenapa kau menghajar pelayanku sampai babak belur seperti itu..? Apa salah mereka ..?" Tanya Guang Manyue sambil berdiri dari duduknya. Perlahan dia berjalan kearah Feng Li Nan. Sedangkan kakak dan ibunya kaget mendengar ucapan Guang Manyue.
"Menghajar Pelayan...? " Tanya Nyonya Lu dengan wajah heran.
"Benar ibu... Sebelum Dia bertanya pada ibu tadi siang , Dia dan kawan- kawannya datang ke kediaman Anggrek dan menghajar Para pelayanku. Dua menderita luka ringan, satu mengalami luka parah di wajahnya... entah di tubuhnya, apakah ada luka juga..." Ucap Guang Manyue sambil masih berjalan kearah Feng Li Nan.
"Bohong.. Kami .. Kami tidak melakukannya.. " Ucap Feng Li Nan tergagap.
"Lalu ada apa kau sampai datang kerumahku..? " Tanya Guang Manyue dingin.
"Aku hanya ingin bertemu denganmu, aku ingin memperkenalkan teman- temanku padamu saja kok.. " Ucapnya dengan wajah terlihat lebih tenang.
"Benarkah... ? Sejak kapan kau ingin memperkenalkan temanmu padaku. Bukankah aku hanya gadis Desa yang tak selevel dengan kalian. Bukankah aku hanya saudara jauh Nyonya Lu yang hanya ingin mengemis belas kasihan pada keluarga Jendral Feng ..?" Ucap Guang Manyue tajam.
"Itu.. Itu.. " Terlihat Feng Li Nan tak bisa bicara. Sedangkan Guang Manyue telah berdiri di depannya.
"Karena kau hanya ingin mengejekku kan. ?Karena niatmu sesungguhnya ingin mempermalukan aku di depan teman- temanmu..? Karena kau ingin teman- temanmu ikut membully dan menghajar ku kan..? Karena itu saat kau tak bertemu denganku kau menghinaku, mengolok ku dengan kata - kata kotor di depan para pelayanku. Dan karena pelayanku tak Terima, dia membelaku. Tapi apa yang kau lakukan, kau dan teman- tema mu menghajar dia sampai babak belur dan terluka parah. Dua temannya ingin menolong , tapi Kau menghajar mereka juga. Begitu kan kronologi kejadiannya..? " Ucap Guang Manyue dengan mata dan wajah memerah karena menahan kemarahan.
"Tidak, kami tidak melakukannya... " Seru Feng Li Nan dengan wajah pucat.
PLAAK
Ini ku kembalikan tamparan kalian pada pelayanku . Walaupun tak puas aku menghajar mu.
PLAAK
Ini untuk kesombonganmu berani mengusik orang orangku.
PLAAK...
Ini tamparan peringatan dariku. Jika kau berani mengusik ku atau orang - orang ku lagi. Bukan hanya tamparan saja yang akan kau dapatkan. tapi lebih dari ini yang akan kau Terima. PAHAM.."
Ucap Guang Manyue sambil menatap Feng Li Nan dingin. lalu berbalik kembali ke tempat duduk nya. Perbuatannya tidak ada yang pernah menduga. Membuat Kakak dan sang Ibu tertegun tak percaya. Begitu juga dengan wang Yi Ran. Gadis itu sampai melongo karena kaget.
"Wanita siakan...! Berani kau memukulmu..?!" Seru Feng Li Nan marah. Guang Manyue berhenti melangkah dan kembali menatap gadis itu dengan tatapan dingin. Terlihat wajah Feng Li Nan bengkak dan memerah karena tamparan itu.
"Tentu saja aku berani .. Kenapa..? Apakah aku takut karena ada ibu dan kakak..? Kenapa aku harus takut, Kau salah, kau memukul dan menghajar pelayanku dengan seenaknya... " Jawab Guang Manyue dingin. Melihat perbuatan dan Sikap Guang Manyue , rasanya Feng Li Nan Ingin menghajar gadis itu. Tapi demi rencana mereka, Dia hanya bisa menahan kemarahan, rasa malu dan rasa sakit di wajahnya.
"Ibu... Lihatlah apa yang di lakukan Guang Manyue padaku. Ibu harus membelaku.. " Ucap Feng Li Nan berusaha menyembunyikan keinginan membunuh Guang Manyue. Namun tatapan kebencian tidak bisa dia sembunyikan.
" Mana mungkin ibu membelamu, karena kau yang salah. Untuk apa kau datang ke tempat adikmu , apalagi membuat keributan di tempat itu..ibu tak pernah menyangka kalau kau datang bersama teman -temanmu hanya untuk membuat masalah di kediaman adikmu..." Kata Nyonya Lu dengan wajah terlihat marah .
" Tidak, kami tidak melakukan apapun di sana Bu.. Kami hanya menanyakan keberadaan adik Manyue.. mereka telah memfitnah ku " Ucap Feng Li Nan berusaha membela diri. sedangkan Wang Yi Ran hanya menundukkan kepalanya. dia tak menduga kalau Guang Manyue bisa seberani itu. dan kejadian tadi masih teringat di otaknya. mereka memang menghajar Pelayan di kediaman Guang Manyue karena membela gadis itu.
"Apakah aku perlu membawa pelayanku datang kemari..? " Ucap Guang Manyue sambil kembali duduk di kursinya. Ucapan Guang Manyue membuat Feng Li Nan terdiam. Melihat itu Nyonya Lu menatap Feng Li Nan dengan tatapan marah.
"Kau keterlaluan Feng Li Nan... Apa yang akan di katakan orang luar jika mendengar Perbuatanmu ini..apakah kau sadar perbuatanku itu seperti gadis barbar...? ibu kecewa Padamu Feng Li Nan..kali ini Ibu menghukum mu. Mulai sekarang ibu tidak mengijinkan kau membawa temanmu kerumah ini lagi sampai kau menyadari kesalahanmu . ya sudah cukup sudah pertengkaran kalian, duduklah kalian berdua..." Ucap Nyonya Lu dengan nada kesal dan marah. Terlihat Feng Li Nan menunduk dalam diam dengan wajah pucat dan bengkak. Ingin rasanya dia segera keluar dari tempat ini. Tapi misi menjodohkan kakak ketiganya dengan Wang Yi Ran harus terjadi . Dia takut saat mereka pergi, kakak ketiganya datang. membuat Dia menahan rasa malu dan marah di dalam hatinya . Dia lalu mengajak Wang Yi Ran duduk di kursi kosong yang bersebrangan dengan tempat duduk Guang Manyue. Tak lama Pelayan datang menyajikan makanan.
" Nona Wang Yi Ran .. apakah Nona Wang tidak di cari tuan Wang saat melihat anda belum kembali...? "tanya Feng Bay Yan dengan nada santai.
" Saya telah meminta ijin pada ayah. Tuan muda keempat . " Ucap gadis itu pelan .
" Ternyata Tuan Wang sangat baik dan murah hati, serta sangat memanjakan putrinya. tapi jika ini di keluarga Lain, mungkin sangat beda. Yang aku dengar di Desa, seorang gadis baik- baik sulit mendapatkan ijin menginap di rumah orang yang bukan kerabatnya. Apalagi rumah tersebut memiliki anak laki-laki . di sini ada empat kakak laki-laki yang masih belum menikah. Apakah Tuan Wang tidak takut kalau sampai Putri cantiknya akan mejadi bahan omongan orang luar jika mereka tahu kalau Nona Wang Yi Ran menginap di sini ..? Benar -benar orang tua yang sangat menyayangi Putrinya.. " Ucapan Guang Manyue membuat kaget semua orang . Tak lama terlihat wajah Nona Wang memerah. Entah karena Malu atau marah pada Guang Manyue .
"Tutup mulutmu wanita sialan,..! apa hakmu mengatakan kata- kata seperti itu pada Wang Yi Ran..! Kau itu bukan siapa-siapa . Kau hanyalah gadis dari desa yang bodoh..! Jangan bertingkah seolah kau pintar..." Seru Feng Li Nan marah.
"Feng Li Nan..Jaga ucapanmu..! Siapa yang sedang kau bicarakan ...!"Seru Nyonya Lu dengan sangat marah.
" Tidak apa- apa ibu.. Ucapan itu tidak akan membuatku sedih . Aku sudah biasa mendengar ucapan seperti itu keluar dari mulut Kak Li Nan. Malah sering kalimat yang lebih menyakitkan dan tidak pantas , keluar dari mulutnya. Aku memang berasal dari Desa..Memangnya kenapa kalau aku dari Desa..?. Tapi semua yang aku katakan bukankah merupakan kebenaran yang memang ada di kehidupan kita...? Bu...Jika itu aku atau Kakak Li Nan, apakah Ayah akan mengijinkannya..? "Tanya Guang Manyue malah mengalihkan pertanyaan pada sang Ibu. Tentu saja Nyonya Lu kaget, Namun tak lama beliau berkata.
" Sayang.. Jangan sampai kau melakukannya. Ibu yakin Ayahmu tak akan mengijinkannya... " Ucap Nyonya Lu lembut.
Jawaban sang ibu membuat Feng Li Nan semakin marah dan sangat membenci Guang Manyue. Dia mempererat genggaman tangannya menahan kemarahan. Hingga tanpa dia sadari, telapak tangannya terluka karena terkena kuku panjangnya . Dan ucapan Nyonya Lu membuat wajah Nona Wang Yi Ran memerah karena malu . Dia tak menyangka undangan Feng Li Nan untuk menginap di rumah ini, akan mempermalukan dia. Apalagi ini rumah orang yang sangat ingin dia nikahi.
Sebenarnya ayahnya tadi sudah melarang dia menginap. Tapi karena Dia pandai membujuk dan juga sang Ayah sangat menyayangi Dia, maka akhirnya ijin itu keluar juga dari Tuan Wang. Namun akhirnya ke inginan menginap itu berbuah rasa malu mendengar ucapan mereka.
Wang Yi Ran Terlihat duduk dengan gelisah di depan mereka. Untunglah para pelayan sudah selesai menata makanan di atas meja. Hingga menghentikan pembicaraan mereka. Melihat makanan telah tertata rapi , Nyonya Lu pun berkata.
" Sudahlah jangan berbicara lagi, semua orang memiliki kepribadian dan cara pandang yang berbeda dalam tata cara maupun kepercayaan . Ayo kita makan dulu, kita hentikan pembicaraan kita .." Ucap Nyonya Lu menengahi.
( Ha ha ha.. Ingin rasanya aku tertawa terbahak melihat tingkah mereka. Dan aku yakin setelah ini Si gadis palsu ini akan memanggil Ayahnya. Dan dia akan mendesak Ayahnya untuk segera membunuhku. Mungkin sekarang, sulit bagi Ayah kandungnya membujuk Dia untuk bersabar . Dan aku ingin tahu, apa yang akan di lakukan Ayahnya setelah dua kali gagal membunuhku . Lalu sekarang pembunuh bayaran yang mana lagi yang ingin mereka kirim padaku . Mungkinkah Ayahnya sendiri yang akan turun tangan menghabisi ku..? He he he aku lupa.. Bukankah Ayahnya tidak terlalu bisa ilmu bela diri. Ayah seperti itu ingin menggantikan Ayahku yang seorang Jenderal..? Benar- benar konyol...) Ucap Guang Manyue dalam hati. Tentu saja kata- kata itu membuat Ibu dan kedua kakaknya kaget bukan main.
(" Pembunuh bayaran..?Jadi gadis ini dan Ayah kandungnya telah berani membayar pembunuh bayaran untuk membunuh Yue'er.. )seru Putra Pertama dengan kemarahan di dalam hatinya.
"( Ya Dewa.. Benarkah Nan'er sampai berani melakukan perbuatan itu . Bagaimana bisa gadis yang terlihat lugu dan baik hati ini sebenarnya seorang wanita jahat dan licik. Dan berani mengirimkan pembunuh . Apakah ini sifat sesungguhnya Feng Li Nan. Licik, jahat, serakah dan juga penuh kepalsuan. Dan Siapa sebenarnya Ayah kandung gadis ini.. ? Mungkinkah bukan Keluarga Sang dari desa yang meminta uang tebusan pada kami..? Kalau memang mereka, mengapa sepertinya gadis itu sudah mengenal Ayah dan ibunya sudah sejak lama.. Sedangkan yang kami ketahui, tidak pernah ada hubungan apapun Feng Li Nan dengan keluarga Sang ) seru sang Ibu dalam hati. Mendengar setiap kata- kata yang di ucapkan Guang Manyue . Mereka semakin menduga kalau keluarga Sang yang telah membesarkan Guang Manyue bukanlah orang tua kandung Feng Li Nan.
Maaf udahan dulu ya... aku lanjut pada episode selanjutnya
Bersambung.
ayo lanjut up lagi Thor..... untuk menambah semangat updatenya aku kirim secangkir kopi nih ...semangat ya thor...... 💪💪
mari kita liat bagaimana nanti mukanya si anak angkat...🤭🤭🤭🤭
terimakasih sudah kembali menulis 🥰🥰🥰
ayo lanjut up lagi Thor..... semangat ya 💪💪.... secangkir kopi untukmu