Kaylee Ririn Queen Victory Smith, yang biasa dipanggil Ririn adalah anak kedua dari keluarga Smith. Awal hidupnya tenang tapi tak berlangsung lama, hidupnya kacau karena kedatangan anak perempuan yang diangkat oleh orang tua tanpa memberitau dirinya. Semenjak saat itu, Ririn menjadi perempuan yang sangat dingin dengan keluarganya.
Ririn juga merupakan Leader dari Mafia Black Tauruz untuk menggantikan kakeknya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RindiAntini, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 24
^^^Maaf adalah cara terbaik untuk melepaskan beban dihati, walau terkadang kita berat untuk melakukannya^^^
^^^_Kaylee Ririn_ ^^^
Happy Reading guys
Ririn mendengar batin galang pun tersenyum dalam pelukan galang.
Cklek
Dokter keluar dari ruangannya dan langsung aja ririn melepas pelukannya "Gimana keadaan dika dok? Baik baik aja kan?"tanya ririn sambil panik.
"Syukur tuan dika gpp miss, nanti tuan dika bakal sadar"ucap dokter.
"Syukur lahh. Pindahkan dika ke ruang VVIP, NOW!"jawab ririn sambil mendelik ke arah dokter. Dokter yang dipelototin pun sadar.
"Bbaik miss"ucap dokter berbata bata.
"Miss?"tanya rani, vano dan galang.
"Ehh emm keadaan tasya gak baik tuan dan nyonya dia koma, saya permisi dulu"ucap dokter sambil menunduk hormat ke ririn sebelum pergi dan mendorong brankar ke ruang VVIP. Ririn mengikuti dokter sambil menarik tangan galang agar ikut dengannya. Sampai di ruang VVIP ririn langsung duduk di sampaing brankar dika sambil melihat wajah dika yang damai. Galang yang duduk di sofa melihat ririn yang sedang mengamati wajah dika. Galang melihat wajah lelah ririn.
"Rin kamu pasti lelah, sini tidur"ucap galang.
Ririn berdiri dan langsung mendekati galang dan langsung aja ririn tidur di pangkuan galang. Galang mengelus rambut ririn dengan lembut.
"Wajahmu lebih damai saat tidur dan sangat menggemaskan. Kakak berjanji akan melindungimu dari apa pun"batin galang. Galang ikut tertidur.
Matahari pun menampakkan diri
Semua orang kembali dengan aktivitasnya masing masing. Dika membuka mata dengan perlahan.
"Aww"rintih dika sambil memegangi kepalanya.
"Gue dimana?"tanya dika.
"Di neraka"autor.
"Main jawab jawab aja lu kampang"dika.
"Lu kan nanya ya gue jawab"autor
"Sereh lu dah thor"dika.
Dika meneliti ruangan dan matanya berhenti melihat 2 sejoli berjenis kelamin sedang tidur di sofa.
"Awas lu lang"batin dika.
Ririn mendengar suara batin seseorang pun terbangun dengan muka bantalnya sambil mengucek ngucek matanya.
"Astaga calon bini gue imut bangettt"geram dika membatin.
Mata ririn mengerjap polos dan langsung melihat sekeliling dan berhenti di tempat dika. Dika duduk sambil bersender dengan tangan melipat di dada dan muka yang datar. Ririn mengerjakan matanya dengan polos sambil mengucek mengucek matanya.
"Weee kenapa kau melihatku dengan begitu?"tanya ririn. Dika gak menjawab tapi hanya melihat ririn dengan wajah datarnya.
"Gue kerjain ahh"batin dika.
Ririn mendengar batin dika pun menatap datar dika"Ohh jadi gitu, kerjain balik ahh hihi"batin ririn.
"Kenapa dika hiks hiks? Hiks dika jahat hiks hiks"isak ririn sambil mengeluarkan air mata buaya. Dika panik dan gak tau harus apa. Galang yang terganggu karna mendengar tangisan ririn pun terbangun dengan wajah panik.
"Hei hei kenapa? Kenapa menangis?"tanya galang sambil mengusap air mata ririn.
"Hiks hiks dika jahat pada ririn kak hiks hiks masa kemarin dika hiks pelukan sama cewek lain hiks hiks"tangis ririn. Dika melongo mendengar ucapan ririn bahkan dika gak ngerti. Galang menoleh ke arah dika dengan wajah datar sambil melihat dika dengan teliti. Ririn terkekeh dan dika melihat ririn terkekeh pun tau.
"Beneran apa yang dibilang ririn?!"tanya galang.
"Engg-"jawab dika tapi langsung dipotong oleh ririn.
"Bener kak! Hiks hiks"potong ririn dengan cepat.
"Gue kira lu cowok baik!"bentak galang.
"Lang gue ga-"jawab dika tapi lagi dipotong oleh ririn.
"Kak lalang dika jahat pada ririn hiks hiks, dika jahat kak hiks hiks"ucap ririn sambil menangis. Dika melongo bahkan mulutnya terbuka.
"Agrhhhhh lang gue gak pelukan sama cewek lain!"ucap dika frustasi.
"Kata ririn iya!"bentak galang.
"Dia bohong!"jawab dika.
"Alah lu yang bohong!"sewot galang.
"Gue gak bohong Galang!"bentak Dika. Mulut ririn terbuka dan kedua bola matanya naik sambil memikirkan yang dibilang dika dan galang.
"Dika sama kak galang pacaran ya?"tanya ririn membatin.
"Kalian kayak pacaran taukk. Apakah kalian pacaran?"tanya ririn. Dika dan galang menoleh ke arah ririn dan ririn melihat dika dan galang bergantian dengan wajah polos.
"Kita?"tanya dika dan galang serempak. Ririn menganggukan kepalanya. Dika dan galang saling lirik.
"Najiss!"jawab dika dan galang bersamaan.
"Tuhhh kan barengan bilang aja pacaran"ucap ririn sambil bertepuk tangan karna senang.
"Gak!"jawab dika dan galang bersamaan lagi. Dika dan galang saling lirik.
"Jangan ngikutin omongan gue!"ucap mereka bersamaan lagi.
"Apaan sihh lu!"ucap dika dan galang.
"Udah lahh"kata dika dan galang barengan lagi.
"Pergi lu!"dika dan galang. Ririn mengacak rambutnya dengan kasar. Galang langsung memeluk ririn dari samping. Dika melotot ke arah galang.
"Lepasin tangan lu dari ririn!"ucap dika.
"Ogah"jawab galang sambil menjulurkan lidahnya ke arah dika.
"Lepasin gak!"bentak dika.
"Bisa diam gak!"bentak ririn. Dika dan galang langsung kicep.
"Galak cem singa"batin dika.
"Nihh adek gue pms kalik ya?"batin galang. Ririn mendengar batin dika dan galang "Gak usah membatin, langsung aja ngomong di depan"ucap ririn dengan santai. Dika dan galang meneguk salivanya dengan kasar.
"Mamposss"batin dika dan galang. Ririn terkekeh mendengar batin dika dan galang sambil menggeleng gelengkan kepalanya. Ririn mengambil hp nya dan langsung nge chat sahabatnya.
...Idiot's Girl...
^^^Ririn: Holaaaa^^^
Nara: Haiiii ada apa?
Abell: Halo rin, kenapa?
Nanda: Kita kenal?
^^^Ririn: Datang ke RS RQ cari ruang VVIP no 7 NOW!!!^^^
Nara: Siapa yang di rs?!
Nanda: 2^in
Abell: OTWW!!!
^^^Ririn: Dika. Ajak Kak bara kesini, ouhh ya kak galang udah disini juga ya^^^
Nara: Okeh
Nanda: Sippp
Abell: jawab apaan ya?
Read by ririn,nara dan nanda
Abell: Iss kalian menyebalkan!!
Read by ririn,nara dan nanda
Abell: Ok aku ngambek!
Nara: Brisik tulul!
Abell: Aku dikatain tulul hiks
Read by ririn,nara dan nanda
Ririn terkekeh membaca chattan sama sahabatnya. Dika dan galang melihat ririn dengan intens. Serasa ada yang ngeliatin ririn pun mendongak dan benar saja dika dan galang melihat dirinya.
"Wehhh wehhh kenapa?"tanya ririn.
"Chattan sama siapa tuhh?"tanya dika sedikit kesal.
"Sama nara, abell dan nanda"jawab ririn dengan jujur.
"Coba kakak liat"ucap galang sambil merebut hp ririn. Galang melihat pesan pesan yang tenggelam.
"Ini siapa sihh? Kok banyak cowoknya?"tanya galang sambil menunjuk kan hp nya ke arah ririn.
"Gak tau"jawab ririn seadanya.
"Mana? Coba liat lang"ucap dika. Galang pun mendekat ke arah dika dan langsung melihat kannya ke arah dika. Mata dika melotot karna saking banyak pesan yang belum dibaca dan itu semua cowok.
"What the ****!"kejut dika.
(Apa apaan ini!)
"Saingan lu banyak ka"bisik galang. Galang langsung memberikan hp nya kepada ririn dan langsung duduk di samping ririn.
Brak
Dika, galang dan ririn terkejut. Abel dan nanda mendobrak pintu nya dengan kasar. Bara dan nara hanya menghela nafas dengan pasrah karna punya temen kek gini.
"Astaga jangan di dobrak dong pintunya kan kasihan"ucap ririn sambil mendekat dan mengelus pintunya.
"Lahh kasihan sama pintunya nihh kaki gue gak gitu?"tanya nanda.
"Emng ada yang nyuruh dobrak pintu?"tanya ririn.
"Enggak"jawab nanda dengan polos.
"Yaudah ngapain gue kasihan sama kaki lu"jawab ririn.
maaf ya thor ..
buat motivasi biar jadi lebih baik laik