NovelToon NovelToon
Cinta Paksa Berujung Bahagia

Cinta Paksa Berujung Bahagia

Status: sedang berlangsung
Genre:Diam-Diam Cinta / CEO / Sci-Fi
Popularitas:2.4k
Nilai: 5
Nama Author: Ketoprak Encok

Di mata publik, Rania hanyalah anak bungsu Keluarga Baskara yang manja, dan menjadi beban keluarga. Semua orang lebih memuja kakaknya, Resti, yang merupakan model sukses. Padahal di balik layar, Rania adalah gadis mandiri yang membangun toko rotinya sendiri dari nol tanpa bantuan siapa pun.Malam pernikahan megah tiba, namun Resti justru kabur ke Prancis demi karier modelnya. Demi menyelamatkan nama baik Keluarga Baskara, Rania dipaksa menjadi pengantin pengganti untuk menikahi Rangga, CEO dingin pewaris Pratama Group.
Rangga murka karena merasa ditipu. Dia mengira Rania adalah gadis manja yang sengaja menjebak kakaknya demi harta. Namun, saat Rangga mulai tahu kemandirian Rania—dan aroma roti buatan Rania justru menyembuhkan penyakit mag kronisnya—sang CEO mulai cemburu buta dan gengsi untuk mengaku bucin.Sanggupkah Rania membungkam mulut semua orang yang dulu meremehkannya?

UP SETIAP HARI JAM 06.00

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ketoprak Encok, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 13

Persetan dengan gengsi. Persetan dengan gelar CEO terpandang. Persetan dengan rencana penyamaran rapi yang ia bangun sejak siang tadi.

Di sudut ruangan toko roti Sweet Crumb, darah Rangga Pratama telah mendidih melewati ambang batas toleransi manusia normal. Sepasang mata tajamnya di balik kacamata hitam menatap lurus ke arah area konter, tempat di mana pemandangan paling menyebalkan sedunia sedang terjadi di hadapan matanya secara langsung.

Pria sok akrab bernama Kevin—atau yang belakangan ia ketahui bernama lengkap Kevin—tampak tertawa renyah bersama Rania. Dan puncak dari segala bencana kesabaran Rangga terjadi ketika pria asing itu dengan santainya melingkarkan tangan ke balutan bahu Rania, merangkulnya dengan begitu akrab dan hangat.

Yang lebih membuat dada Rangga serasa ditikam belati berkarat adalah reaksi Rania. Alih-alih menepis tangan tersebut atau memelototi sang pria seperti kebiasaannya pada orang lain, Rania justru tampak begitu nyaman, tersenyum lebar, dan membiarkan rangkulan itu terjadi begitu saja.

'Cukup! Ini sudah sangat keterlaluan!' batin Rangga meraung murka.

Urat-urat di pelipisnya menonjol keluar. Ia tidak peduli lagi jika aksinya ini akan menjadi bahan gosip panas di seluruh penjuru kota. Harga diri, gengsi, dan predikat pria dingin yang tidak peduli runtuh seketika oleh gelombang cemburu buta yang menghancurkan akal sehatnya.

Tanpa aba-aba, Rangga berdiri dari kursi kayunya dengan hentakan kuat. Kakinya melangkah lebar membelah ruangan toko roti yang sedang ramai.

Dengan gerakan cepat penuh emosi, ia merenggut topi baseball hitam dari kepalanya dan melepas kacamata hitam berbingkai besar yang menutupi wajahnya, melemparkannya begitu saja ke atas meja kosong yang ia lewati. Wajah tampannya yang tegas, berahang kokoh, dan memancarkan aura dingin membeku kini terekspos jelas di bawah cahaya lampu toko.

Para pengunjung dan karyawan yang melihat perubahan drastis itu seketika menoleh terpaku. Bisik-bisik kekaguman yang tadinya terdengar perlahan berubah menjadi keheningan tegang akibat aura intimidasi luar biasa yang dipancarkan oleh pria tinggi besar berjas mantel abu-abu tersebut.

Langkah kaki Rangga berhenti tepat di depan meja kasir.

Sebelum Kevin maupun Rania sempat menyadari kehadiran sosok mengerikan di dekat mereka, Rangga dengan gerakan sigap menarik pergelangan tangan Rania dari rangkulan mesra itu, lalu menarik tubuh istrinya ke belakang punggungnya secara telak. Ia memposisikan dirinya sebagai perisai kokoh di antara Rania dan pria asing tersebut.

Rania terpekik kaget saat ditarik secara tiba-tiba. "Eh—apa-apaan ini?!" serunya protes, matanya membelalak lebar mendapati siapa sosok pria berwajah dingin yang kini berdiri di hadapannya. "Kak Rangga?"

Rangga tidak mengindahkan protes sang istri. Pria itu menundukkan sedikit kepalanya, menatap tajam kepada Kevin yang berdiri tepat di depannya dengan tatapan membunuh setajam silet. Suhu udara di sekitar konter mendadak drop drastis. Tekanan udara psikologis yang dilepaskan oleh Rangga begitu pekat hingga membuat Kevin menelan ludah susah payah, merasa tertekan oleh aura dingin yang mematikan.

Dengan suara bariton yang berat, rendah, dan bergetar menahan amarah, Rangga membuka mulutnya:

"Saya suaminya," ucap Rangga tegas, menekankan setiap suku kata dengan penuh kepemilikan mutlak. "Tolong jaga jarak Anda dengan istri saya."

Suasana di dalam toko roti mendadak sunyi senyap. Para karyawan di balik konter menghentikan aktivitas mereka, sementara beberapa pelanggan di meja terdekat menahan napas menyaksikan drama nyata ala sinetron papan atas yang terjadi di depan mata kepala mereka sendiri.

Rania, yang bersembunyi di balik punggung bidang suaminya, merasa jantungnya berdegup kencang karena kaget bercampur bingung. Ia meremas ujung mantel Rangga, lalu memberanikan diri mengintip dari balik bahu suaminya. Rania gak mau dikira istri durhaka jadinya dia mengubah cara bicaranya.

"M-Mas Angga... kok bisa ada di sini?" cicit Rania dengan suara tertahan, merasa salah tingkah luar biasa. Ia lalu melirik ke arah Kevin yang tampak pucat pasi karena tertekan aura intimidasi Rangga, buru-buru ia mencoba menetralisir situasi yang kian mencekam.

"A-Ah, Kak Kev..." panggil Rania kikuk, mencoba memasang senyum paling formal di hadapan Kevin sambil menyenggol pelan lengan Rangga dari belakang agar suaminya sedikit melonggarkan tatapan membunuhnya. "Kenalkan... dia ini... suamiku, Rangga Pratama... yang sering aku ceritakan."

Rania terpaksa menyebut kata suamiku dan memanggil Rangga dengan sebutan Mas Angga demi menjaga imej pernikahan di tempat umum yang dikelilingi banyak orang. Tapi kenapa Tuan CEO yang terhormat ini malah membeberkan pernikahan mereka. Rania sudah menganggap Kevin kayak saudaranya jadi dia gak ragu cerita.

Kevin mengerjap kaget, menelan ludahnya lagi saat menyadari pria tampan berwajah menyeramkan di hadapannya ini adalah suami sah dari wanita yang selama ini menjadi teman dekatnya. Dengan tangan sedikit gemetar akibat tekanan aura dingin Rangga, Rifky mencoba mempertahankan sopan santunnya.

"S-Saya Kevin... teman dekat sekaligus pelanggan setia toko ini. Salam kenal, Tuan Rangga," ujar Kevin terbata-bata, mengulurkan tangan kanannya ragu-ragu untuk berjabat tangan.

Rangga menatap uluran tangan itu dengan sorot mata meremehkan. Untuk beberapa detik, ia berniat menolaknya mentah-mentah. Namun, menyadari ada banyak pasang mata yang mengawasi mereka, Rangga akhirnya menyambut uluran tangan Kevin.

Ia menyalami tangan pria itu, lalu mencengkeramnya dengan kuat—sangat kuat—mengalirkan seluruh rasa cemburu dan amarahnya lewat kekuatan genggaman tangan tersebut hingga wajah Kevin sedikit meringis menahan sakit.

"Rangga Pratama," balas Rangga dingin singkat, menarik kembali tangannya dengan kasar setelah beberapa detik yang terasa sangat panjang.

kevin mengelus pergelangan tangannya yang terasa nyeri, menatap Rangga dengan senyuman kaku yang terpaksa. Ia bisa merasakan dengan sangat jelas bahwa keberadaannya di sana sudah tidak aman lagi bagi keselamatan nyawanya sendiri. Aura seram dan permusuhan terang-terangan yang dipancarkan oleh suami Rania itu membuatnya ingin segera angkat kaki sejauh mungkin.

"A-Ah, kalau begitu..." kata Kevin terbata, melirik sekilas ke arah Rania dengan tatapan pamit. "Rania, sepertinya aku ada urusan mendadak di luar. Aku... aku pamit pergi dulu ya. Kapan-kapan kita ngobrol lagi."

Tanpa menunggu balasan panjang dari Rania, Kevin langsung berbalik badan dan melangkah pergi terburu-buru keluar dari toko roti, seolah-olah ia sedang melarikan diri dari kejaran singa kelaparan.

Di balik punggung Rangga, Rania menatap kepergian Kevin dengan rasa bersalah, lalu perlahan mengalihkan pandangannya ke arah punggung tegap suaminya yang masih berdiri kaku dengan napas memburu menahan emosi.

1
fanny tedjo pramono
mampir baca guys
Rian Moontero
lanjuutt,,👍🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!