NovelToon NovelToon
SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

SURVIVAL DI PLANET SUBIRU

Status: sedang berlangsung
Genre:Sistem / Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:261
Nilai: 5
Nama Author: Ponny Sagita

10 juta orang berusia 18-25 tahun dengan tingkat kecerdasan, kekuatan fisik, ketangguhan mental dan kemampuan beradaptasi di atas rata rata, serta berstatus lajang, dipilih untuk menjadi penghuni planet baru bernama subiru selama 5 tahun.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ponny Sagita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BEJO DAN NINING

Sementara di pulau batu20.

"Lelah sekali. Tapi puas."

"Selamat ben, kamu berhasil mengalahkan 3 ekor hyena dalam waktu kurang dari 10 menit. Termasuk salah satu tercepat taraf regional." Suara system ku yang mirip nayku berbicara di kepalaku.

Setelah mengalahkan 3 hyena, aku bergerak mengambil 2 box bantuan yang sebelumnya dijaga gerombolan tadi. Lalu kembali ke pondok.

"Nayku gimana ya?"

"Nay baik baik saja. Dia juga termasuk yang tercepat di taraf regional. Selamat untuk kalian berdua."

Aku tersenyum lebar. Gadisku memang tangguh.

"Kanaya, apa ada cara biar aku bisa tau gimana kondisi nay tanpa aku perlu chat dia? Dia gadisku yang sibuk, kadang aku gak enak mengganggunya."

"Ada ben. System memiliki item khusus di market, yang bisa menghubungkan satu penyintas dengan penyintas lainnya yang berjauhan. Koneksi tanpa komunikasi. Harus dengan persetujuan keduanya. Dengan alat itu kedua penyintas bisa saling memonitor kondisi masing-masing."

"Apa syaratnya?"

"20.000 poin system dan hubungan kuat antar penyintas. Energi keduanya akan terikat jika keduanya memiliki frekwensi yang sama. Jika syarat itu terpenuhi, maka alat akan berfungsi."

" Ok. Beli sekarang kanaya."

Sepasang ampul sekaligus jarum suntiknya muncul di depanku, terdiri dari ampul cairan berwarna biru dan hijau.

"Bagaimana cara pakainya?"

"Disuntikkan di bagian tubuh. Biasanya di bagian punggung tangan atau telapak tangan. Dimana super mini chip akan tersimpan. Lalu chip yang sudah tertanam akan sinkronisasi secara otomatis. Seperti yang tadi kubilang, alat akan berfungsi jika keduanya memiliki hubungan yang kuat."

"Hhmm.. Jadi ini seperti alat pendeteksi ya. Ok siap kanaya."

Aku chat naya.

-Aku : nayku. R u ok?

-Naya : im ok mas. Mas ok?

-Aku : iya sayang. Nayku, mas mau ngasih sesuatu.

Lalu aku menjelaskan lagi apa yang tadi disampaikan system ku.

-Aku : jadi gimana? Kamu mau sayang?

-Naya : iya mas. Aku mau.

-Aku mengirim 1 ampul.

-Aku : kita suntikin sekarang sama sama ya.

-Naya : ok mas.

Aku menyuntikkan ampul biru ke punggung tangan kiriku.

Lalu menunggu.

Dalam 1 menit, hologram naya terbentuk di atas punggung tanganku. Aku menelan ludah. Gila! Bodinya emang gak main main.

"Kanaya, apa ini tampilan realtime nay?"

"Benar ben. Hologram 4 dimensi yang ditampilkan adalah proyeksi realtime."

Notif dari naya.

-Naya mengirim 2 buah kelapa muda.

-Naya : diminum ya mas. Tubuh kamu butuh elektrolit. Btw bodi mas wow sekali. Hehehe...

-Aku : makasih ya nayku. Miss u so.

-Naya : me too. Aku masak dulu ya mas. Bubay.

Aku tersenyum. Menenggak habis air kelapa, membelahnya dan memakan isinya.

Aku menghadap langit di depanku. "Kalian liat ini?" Aku menunjukkan hologram naya di tanganku. Proyeksi miniatur naya berwarna biru itu berputar di atas punggung tanganku.

"Ini konektor aku dan naya. Alat yang kami pakai gak berfungsi kalau kami gak singkron. Ternyata terbukti kan?! Kami singkron satu sama lain. Energi kami sekarang terikat. Kami bisa memantau kondisi satu sama lain walau berjauhan."

Aku tersenyum sinis, "Kalau ada yang mempertanyakan apa aku beneran sayang sama naya atau cuma manfaatin dia, ini buktinya. Alat ini cuma jadi sampah kalo salah satunya gak tulus."

...----------------...

Nun jauh di bumi.

Alex terkekeh, "Bucin dari lama. Mana mungkin lah manfaatin doang."

Lista mengangguk setuju. "Bener mas, ben itu kulkas abadi, baru naya yang bikin dia cair. Jaman sekolah banyak yang nangis gara gara ditolak dia. Inget banget dulu ada queen nya di sekolah sampe nangis kejer gegara di dorong ben kenceng banget pas dia pura-pura jatoh dan meluk ben."

Mereka terkekeh.

Celia sumringah, "Emang cuma soulmate aku yang bisa jinakin beruang kutub. Aah.. Nayaku.."

Dami melirik sinis kakaknya, "Cari pacar sana. Tar tinggal kita ospek."

"Dih! Siapa lu!" Celia mengibaskan rambut ala iklan shamponya.

...----------------...

Back to naya.

Ah.. Senangnya hatiku. Dikasi konektor sama masku.

Tadi begitu aku melihat hologram mas ben yang sungguh kekar sekaliii.. Udah kebayang pasti pelukable banget sih. Hehehe..

Aku memberinya dua butir kelapa muda karena dia sedikit dehidrasi. Lelah kali ya lawan 6 hyena. Soalnya emang hyena itu kompak kalo ngehajar lawan. Singa aja bisa kalah. Keroyokan tingkat dewa.

Hari ini ayo kita makan besar merayakan kemenangan perdana.

Aku memasak nasi liwet, topping suwiran daging kepiting, udang dan tuna. Tidak lupa selada dan sambal.

Untuk mas ben, aku memberinya porsi makanan menggunakan panci tembikar besar.

Aku mulai menyantap porsiku  makanku, lapar banget emang ya. Baru terasa.

Lagian emang enak sih masakanku. Aku yakin mas ben pasti lahap banget. Energi tubuhnya tampak naik dengan cepat.

Aku memantaunya dari hologram seukuran boneka ken pacarnya barbie yang chipnya tertanam di punggung tangan kiriku.

Baru tau ya ada alat secanggih ini. Pasti habis banyak deh poin system nya. Tapi worth it lah ya.

Sehabis makan kukeluarkan dua telur dari box bantuan.

"Celia, berapa persen kemungkinan aku bisa netasin telur telur ini?"

"80% naya. Jika berhasil, bisa jadi sepasang, jika gagal bisa jadi makanan."

Aku terkekeh.

Lalu melingkupi kedua tanganku diatas kedua telur tersebut, mengeluarkan energi untuk menetaskannya. Aku membayangkan dua piyik dalam pikiranku. Dan yang kupikirkan piyik warna warni.

...----------------...

Butuh waktu sekitar 15 menit sampai akhir nya.. Krek! Bunyi retakan cangkang telur. Lalu.. Krek krek krek.. Bunyi dari keduanya bersamaan. Aku menatap dan menunggu. Calon anak ayamku lagi otw.

Tak berselang lama, keduanya sukses lolos dari cangkang telur, dan oh em ji, beneran keduanya warna warni! Lucu banget. Kayak gini bisa dianggep mutasi gak sih?

Keduanya bersuara nyaring. Ciap ciap ciap! Menempel ke tanganku. Aku mengangkat keduanya. Yes babies, kalian anak anak aku sekarang.

"Yang berwarna biru hijau kuberi nama bejo, yang berwarna nila kuning kuberi nama nining!"

"Selamat naya, kamu memiliki sepasang anak ayam mutan dan berhasil memberikan nama."

Aku terbahak bahak. Dan mendekap kedua piyik itu. Lalu membawa mereka ke lahan kebunku. Kulepas mereka bermain di sana. Sembari aku mencampur limbah organik ke tanah kompos. Kedua piyik berlari ke sana ke mari namun tak jauh dariku. Mereka mematuki tanah selama beberapa waktu, aku hanya memperhatikan mereka. Terkekeh sendiri melihatnya.

Tak lama kemudian, aku membawa mereka ke dalam rumah. Nanti saja kubuatkan kandang. Saat ini aku butuh teman bersuara selain musik yang sering kumainkan di saat bosan.

Aku meminta keduanya agar tenang, karena aku akan bermeditasi. Keduanya langsung tenang di pangkuanku.

...----------------...

Di bumi.

"Aku mau ayam kayak mba naya buuu..." Seorang anak, murid kickboxing naya gogosehan di lantai setelah melihat piyik mutan milik naya. Ibunya hanya bisa mengurut dahi. Bingung cari dimana lah ayam macam itu.

Dan selama beberapa minggu, ayam naya, sebutan para penjual ayam piyik, sangat laris di pasaran. Pokoknya semua ayam piyik yang dikasi dua warna sebutannya ayam naya. Dih! Kagak ngasi hak paten ya.

...----------------...

1
Ardella Ardellaarcell
lanjut
Ardella Ardellaarcell
lanjut kak😍
PonsParadiso: tiap hari update, makasih ya udah mau respon.. seneng akuh 😍😍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!