NovelToon NovelToon
Fake Lines

Fake Lines

Status: sedang berlangsung
Genre:Cinta setelah menikah / Penyesalan Suami / Angst
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Daeena

Di bawah pendar lampu Los Angeles, hidup Lux Victoria hancur dalam semalam. Maksud hati hanya memeriksa kesehatan, hasil tes justru menyatakan dirinya hamil. Padahal, Lux bersumpah belum pernah tersentuh pria mana pun.

Demi membuktikan kebenarannya, Lux Nekat membeli tes Kehamilan di larut malam.

Takdir konyol justru mempertemukannya dengan Braxton Valerio Desmon, putra kedua dari pengusaha kaya keluarga Desmon.

Demi memenangkan taruhan konyol bersama teman-temannya, Braxton nekat mencium Lux di depan apotek.

Sial bagi mereka, keluarga Lux yang menguntitnya mendapati situasi tersebut dan salah paham.

Kejadian beruntun itu menyeret Lux dan Braxton ke dalam jerat kesalahpahaman, di mana pernikahan paksa menjadi satu-satunya jalan keluar yang disiapkan kedua orang tua Lux.

Happy reading 🌷🦋

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Daeena, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

#22

Mobil sport hitam milik Braxton melaju mulus membelah kawasan elit Beverly Hills, menjauh dari pusat kota dan area kampus Los Angeles.

Braxton sengaja memilih restoran privat berkonsep fine dining tersembunyi yang dikelilingi taman rindang dan privasi tingkat tinggi. Pria itu sengaja menghindari tempat-tempat nongkrong populer anak-anak kampus Universitas Los Angeles demi menjaga kenyamanan Lux—dan tentu saja, menghindari kejaran pengawas atau kerabat yang mungkin mengenali mereka berdua.

Meskipun Lux menolak menggunakan syal dan sempat bersikeras ingin memamerkan "corak kemerahan" di tubuhnya, pada akhirnya gengsi tingginya membuat gadis itu memilih gaun berbahan silk lengan panjang dengan kerah sedang berwarna zamrud.

Namun, beberapa jejak samar di pangkal leher dan tulang selangkanya tetap tidak bisa tersembunyi sepenuhnya di bawah terik matahari siang.

"Restoran ini sangat tenang, Braxton," gumam Lux mengagumi interior kaca elegan restoran privat tersebut saat seorang waiter berseragam rapi memandu mereka menuju private table di sudut taman kaca.

"Aku selalu memberikan yang terbaik untuk istriku, Sayang," balas Braxton dengan senyum narsisnya yang amat tampan, menarikkan kursi kayu ukir untuk Lux sebelum ia duduk di hadapannya.

Sesuai janjinya, Braxton memperlakukan Lux bagaikan ratu.

Pria itu memesan hidangan steak tenderloin terbaik, salad buah segar, serta jus jeruk murni untuk mengembalikan stamina istrinya. Di sela-sasa menantikan pesanan, jemari Braxton melingkar di atas meja, mengusap lembut jemari lentik Lux seraya saling bertukar tatapan mesra yang dipenuhi pendar asmara.

Namun, di tengah atmosfer bahagia yang begitu hangat dan tenang, roda takdir yang mengerikan bekerja di balik bayang-bayang.

Seorang wanita melangkah masuk ke dalam restoran privat tersebut dengan langkah terburu-buru. Ia mengenakan gaun terusan hitam tipis yang dipadukan dengan kacamata hitam besar dan mantel panjang.

Wajahnya yang pucat diterpa pendar lampu gantung kristal restoran. Wanita itu adalah Amelia Giger.

Setelah keluar dari Rumah Sakit Saint Jude pagi tadi dan bermaksud melacak keberadaan Braxton di Penthouse pribadinya, Amelia yang kebingungan memilih menepi sejenak di restoran privat ini untuk menenangkan otaknya yang liar dan menyusun rencana berikutnya.

Saat Amelia melepaskan kacamata hitamnya dan matanya menyapu area dine-in, pandangannya mendadak mengunci ke arah sudut taman kaca.

Deg!

Langkah kaki Amelia terhenti seketika. Seluruh aliran darah di dalam tubuhnya mendadak berdesir dingin, dan dadanya bergemuruh hebat hingga jantungnya serasa hampir copot dari tempatnya.

Di sana, di meja sudut yang paling indah, terpandang sosok Braxton Desmon—pria yang dicintainya setengah mati, pria yang membuatnya rela melakukan percobaan bunuh diri dan koma selama tiga bulan.

Namun, Braxton tidak sedang sendirian. Pria itu sedang tersenyum amat manis, menatap hangat, dan mengusap jemari seorang wanita yang duduk di hadapannya dengan binar cinta murni yang belum pernah Amelia lihat seumur hidupnya.

Dan wanita itu... adalah Samantha. Sahabat dekatnya.

Oksigen di sekitar Amelia serasa melenyap tanpa sisa. Keheningan yang membakar menghantam kesadarannya secara bertubi-tubi. Otak gila Amelia memproses kenyataan brutal itu secara paksa:

Samantha... sahabat tempatnya berbagi keluh kesah selama dua tahun... adalah wanita yang dicintai Braxton.

Serealistis dan sekejam itu kenyataan menghantam Amelia. Senyum bahagia Samantha yang diceritakan di telepon satu jam lalu—doa-doa manis tentang anak dan pernikahan langgeng—seketika menjelma menjadi racun paling mengerikan yang membakar habis sisa akal sehat Amelia.

Tepat saat Amelia mematung kaku dalam gejolak kegilaan yang membara, Lux tidak sengaja memutarkan pandangannya ke arah pintu masuk restoran.

Mata abu-abu Lux membelalak kecil. Sebuah kejutan haru memercik di dalam dadanya.

"Rachel?!" panggil Lux spontan, suaranya dipenuhi rasa terkejut dan kebahagiaan yang meluap.

Lux seketika berdiri dari kursinya. Tanpa menyadari ketegangan yang mendadak melapisi udara, Lux melangkah cepat mendekati Amelia dan langsung merengkuh tubuh wanita itu dalam sebuah pelukan hangat seorang sahabat.

"Rachel... astaga! Kenapa kau bisa ada di sini?!" seru Lux haru, merenggangkan pelukannya dan menatap wajah pucat Amelia dengan raut sangat prihatin. "Kau... kau bilang kau masih tidak sehat? Kenapa kau berkeliaran sendirian di restoran ini?"

Amelia mematung kaku di dalam dekapan Lux. Giginya saling bertaut rapat di balik bibirnya yang tertutup. Tatapan matanya yang tajam dan dipenuhi obsesi hitam perlahan bergulir dari wajah Lux menuju sosok pria yang kini berdiri tegap di belakang istrinya.

Braxton telah berdiri dari kursinya.

Langkah kaki Braxton tertahan di tempat. Sepasang mata cokelatnya membelalak kaku, dan seluruh otot di wajah tampannya mengeras hebat saat menyadari siapa wanita yang baru saja dipeluk oleh istrinya.

Dunia Braxton serasa runtuh dan meledak pada detik itu juga.

Rachel... sahabat tercinta yang diceritakan Lux... yang selalu dipuji dan disayangi istrinya... adalah Amelia Giger?!

Sensasi mendebarkan yang amat dingin merayap di sepanjang tulang belakang Braxton. Keringat dingin mencetus halus di pelipisnya. Pria narsis yang biasanya begitu tenang dan penuh perhitungan itu kini dihantam oleh kepanikan paling mematikan seumur hidupnya. Wanita gila yang ingin menghancurkan hidupnya kini berdiri persis di hadapan istrinya, memegang lengan wanita yang paling dicintainya di dunia ini.

Namun, di tengah momen mendebarkan yang mencekam tersebut, Lux sama sekali tidak tahu apa-apa. Kepolosan dan ketahuannya menjadi pembatas tipis di antara dua jiwa yang memendam rahasia gelap.

"Braxton, kemarilah!" panggil Lux antusias, memegang tangan Amelia dan menuntunnya mendekati meja mereka. Wajah Lux terpancar bahagia yang amat murni. "Ini dia! Ini Rachel, sahabat baikku yang kuceritakan tadi pagi padamu!"

Lux menoleh pada Amelia dengan senyum cantiknya. "Rachel, ini suamiku... Braxton Desmon. Pria yang tadi kuceritakan di telepon."

Braxton memotong jarak, berdiri persis di samping Lux dengan gestur tubuh yang mendadak teramat protektif. Lengan kekar Braxton merengkuh pinggang Lux secara protektif, menarik tubuh istrinya sedikit ke belakang punggungnya—sebuah insting murni untuk melindungi Lux dari marabahaya.

Sepasang mata cokelat Braxton menatap Amelia lurus-lurus. Tidak ada kehangatan, tidak ada rasa kenal, hanya ada ancaman tajam, dingin, dan kilat bahaya murni yang terpancar dari mata Braxton.

Braxton memilih untuk berpura-pura tidak mengenali Amelia di depan istrinya demi menjaga agar Lux tidak panik atau terluka oleh rahasia gelap ini.

"Senang bertemu denganmu, Miss... Rachel," ujar Braxton dengan suara yang amat berat, dingin, dan datar, sama sekali tidak mengulurkan tangannya untuk menjabat.

Amelia berdiri mematung di hadapan pasangan suami istri itu. Di balik wajahnya yang dipoles kebingungan buatan, dada Amelia bergejolak dahsyat oleh api cemburu, rasa dikhianati, dan obsesi gila yang membakar jiwanya.

Mata Amelia menatap cengkeraman tangan Braxton di pinggang Lux. Ia menatap bagaimana Braxton memasang benteng pelindung untuk wanita lain di depan matanya sendiri—pria yang sebelumnya menolak cintanya secara kejam di rumah sakit.

Sebuah senyuman sinis yang amat mengerikan terukir samar di dalam hati Amelia.

Pria ini... batin Amelia bergejolak iblis, menatap wajah tampan Braxton yang dipenuhi ketegangan terselubung.

Bukankah pria ini yang harus kutabrak mati sesuai perintahmu, Samantha? Bukankah kau sendiri yang bilang... jika aku tidak bisa mendapatkannya, maka tidak boleh ada wanita lain yang memilikinya di dunia ini?!

Kegilaan Amelia mencapai puncaknya. Kalimat brutal yang diucapkan Lux di telepon tadi pagi kini berputar-putar di kepalanya bagaikan wahyu pembunuhan yang direstui oleh istri sah Braxton sendiri.

"Senang... bertemu denganmu juga, Tuan Braxton Desmon," bisik Amelia dengan suara yang pelan, lembut, namun memancarkan aura racun yang amat pekat. "Suamimu... benar-benar terlihat sangat protektif, Sam."

"Dia memang sangat menyayangiku, Rachel," sahut Lux tulus tanpa sedikit pun curiga pada tensi aneh di antara suami dan sahabatnya. Lux menatap wajah pucat Amelia dengan lembut. "Kau belum menjawabku, Rachel. Kenapa kau ada di sini? Wajahmu sangat pucat. Mari bergabung makan siang bersama kami."

"Tidak... tidak perlu, Sam," tolak Amelia pelan, mundur satu langkah seraya menyunggingkan senyum palsunya. Matanya tak lepas menatap Braxton yang kini menatapnya seolah ingin membunuhnya di tempat. "Aku... aku hanya lewat dan ada urusan sebentar. Aku tidak ingin mengganggu momen makan siang kalian berdua."

"Tapi, Rachel—"

"Aku pergi dulu, Samantha," potong Amelia cepat, melirik Braxton sekali lagi dengan pandangan penuh teka-teki yang mematikan. "Sampai jumpa lagi... Tuan Desmon."

Tanpa menunggu balasan, Amelia memutarkan tubuhnya dan melangkah cepat meninggalkan restoran privat tersebut.

Lux menatap punggung sahabatnya yang menghilang di balik pintu dengan kening berkerut bingung dan prihatin. "Dia tampak sangat aneh dan terburu-buru... Kasihan sekali dia, Braxton."

Braxton tidak menjawab. Pria itu menghembuskan napas panjang yang amat berat, meremas pelan pinggang Lux, dan mencoba mengendalikan detak jantungnya yang berpacu liar.

Tatapan mata cokelat Braxton menajam menembus kaca restoran, menyadari bahwa permainan gila Amelia telah memasuki babak baru yang amat membahayakan.

Di tengah kehangatan makan siang yang baru saja dinodai oleh kejutan mengerikan, hanya Lux satu-satunya sosok yang berdiri di tengah badai tanpa tahu bahwa sahabat tempatnya berbagi rasa dan suami yang amat dicintainya telah terjebak dalam pusaran obsesi dan rahasia mematikan.

1
Mita Paramita
😍😍😍😍😍
Rosdianah 🌷: ma'aciww komentar nya kak 🥰🥰🥰
total 1 replies
Hennyy exo
pengen deh cowok yg kaya braxton🤭
Rosdianah 🌷: hihi🤭
total 1 replies
Hennyy exo
ihh makin suka thor🤭
Rosdianah 🌷: ma'aciww kak 🫶
total 1 replies
Hennyy exo
wow alurnya menarik dan penulisannya bagus
Hennyy exo
ihh greget banget ama braxton🤭
Susi Nugroho
Lanjutannya di tunggu
nayla tsaqif
Istri AJ / mommy braxy zephir,, knp jd cherry,, 😌??
Rosdianah 🌷: huhuhu author typo 🙏🏻🙏🏻😭😭
total 2 replies
nayla tsaqif
Emg kak, soalnya daddy mommy braxton dulu king dan queen drama,, 😌
Rosdianah 🌷: wkkwk🤣
total 1 replies
Nita Kurniawati
yampun, part ini bikin AQ mewek 😭
semangat ya bang, buat meluluhkan hati Lux
Rosdianah 🌷: huhu ma'aciww komentar nya kak🫶
total 1 replies
Mia Camelia
batu ketemu batu ini mah🤣sama2 keras kepala🤔
Rosdianah 🌷: wkwkwk🤣
total 1 replies
Feni sang penulis novel
kakak maaf ya tadi aku salah menyebutin novel judul aku maksud aku seperti ini judulnya adalah jalan menuju masa depan itu yang asli judulku
Feni sang penulis novel
assalamualaikum kak maaf ya aku kurang sopan aku izin berkomentar aku sudah membaca semuanya alurnya Saya suka dan saya ingin memberikan bintang 5 kalau boleh kalau kakak mengizinkan saya ingin sekaligus promosi juga di sini Saya mempunyai novel yang berjudul menuju jalan masa depan semoga kakak suka dan babnya juga ada 9 bab terima kasih
Mita Paramita
king drama nih Braxton 🤣🤣🤣
Rosdianah 🌷: wkwkwk Braxton Sama Braxley anak Daddy AJ ya kak. jangan lupa baca Cerita Braxley dijudul.sebelah🤭
total 1 replies
Mita Paramita
🔥🔥🔥
Rosdianah 🌷: Happy reading kak 🥳
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!