Shen Yu dikenal sebagai tuan muda paling bermasalah di Kota Qinghe. Ia gemar menghamburkan uang, membuat keributan, dan menghabiskan waktunya di rumah hiburan. Anehnya, setiap kali ia membuat masalah, sang nenek selalu berada di belakangnya.
Nyonya Lin bukanlah wanita tua biasa. Ia adalah legenda dunia persilatan, pendiri Aliansi Seratus Perguruan, dan sosok yang pernah menjaga kedamaian Dunia.
Namun ketika bayang-bayang perang kembali muncul dan musuh-musuh lama mulai bergerak, Shen Yu harus menghadapi kenyataan bahwa perlindungan neneknya tidak akan ada selamanya. Demi menjaga warisan orang yang paling ia cintai, ia perlahan berubah dari seorang tuan muda manja menjadi pendekar yang akan menentukan masa depan Kekaisaran dan dunia.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mirage Ink, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 13
Sinar matahari pagi perlahan menembus tirai emas kamar pribadi Kaisar. Suasana di dalam ruangan begitu tenang.
Long Zhenyi masih berbaring di samping Shen Yu. Salah satu lengannya memeluk lengan pria itu, seolah takut ia akan pergi begitu saja.
Ia perlahan membuka mata.
Tatapannya langsung bertemu dengan wajah Shen Yu yang sedang tersenyum tipis.
"Sudah bangun?"
tanya Shen Yu.
Long Zhenyi mengangguk pelan.
"...Hm."
Ia justru semakin mendekat.
Shen Yu tersenyum jahil.
"Yang Mulia ternyata suka bermanja."
Pipi Long Zhenyi langsung memerah.
"Diam."
Ia memukul pelan dada Shen Yu.
"Bukankah semua ini gara-gara kau?"
Shen Yu tertawa kecil.
"Kenapa jadi salahku?"
Long Zhenyi kembali memukulnya pelan.
"Semalam kau benar-benar tidak tahu cara bersikap lembut."
Shen Yu hanya tertawa.
"Kalau begitu lain kali aku akan belajar, mungkin aku harus sering sering datang kesini"
Long Zhenyi spontan mengangkat wajahnya.
Shen Yu mengusap lembut rambut panjangnya.
"Aku hanya bercanda."
Long Zhenyi tersenyum kecil.
"Shen Yu. Terima kasih ya karena untuk pertama kalinya aku merasa tidak lagi memikul seluruh beban dinasti ini sendirian."
Shen Yu mengangguk pelan.
"Mulai hari ini urusanmu juga menjadi urusanku."
Long Zhenyi menatapnya dengan hangat. Tanpa sadar ia kembali menyandarkan kepalanya di bahu Shen Yu. Beberapa saat kemudian...
Shen Yu perlahan bangkit dari tempat tidur.
"Aku harus kembali ke Kota Qinghe."
Long Zhenyi ikut duduk.
"Aku akan mengantarmu."
Shen Yu menggeleng sambil mengenakan jubahnya.
"Kau seorang kaisar. Masih banyak rakyat yang menunggumu."
Long Zhenyi mengangguk pelan.
Sebelum Shen Yu melangkah pergi...
Tiba-tiba ia berhenti.
"Hm?"
Shen Yu menatap telapak tangannya sendiri.
Di dalam tubuhnya...
Energi spiritual mengalir jauh lebih deras dibanding sebelumnya. Bahkan setiap helaan napas membuat dantiannya bergetar.
Ia perlahan menutup mata.
"Ini..."
Shen Yu menggerakkan energi spiritualnya.
Boom...
Aura yang keluar hanya sesaat, tetapi tekanan yang dihasilkannya membuat seluruh ruangan bergetar pelan.
Long Zhenyi ikut membelalakkan mata.
"Kultivasimu..."
Shen Yu tersenyum.
"Naik lagi."
Ia dapat merasakan bahwa energi dari Tubuh Naga Suci bukan hanya meningkatkan jumlah energi spiritualnya. Meridian, dantian, bahkan fondasi kultivasinya ikut menjadi jauh lebih kokoh.
Peningkatannya...
Bahkan melampaui saat ia memperoleh manfaat dari Tubuh Roh Bulan milik Mu Xueyi.
Shen Yu bergumam pelan.
"Benar dugaanku. Tubuh Naga Suci memang berada pada tingkatan yang jauh lebih tinggi."
Long Zhenyi menatapnya dengan wajah penuh keterkejutan.
"Aku juga merasakannya. Teknik Naga Suci yang selama ini selalu mengalami hambatan akhirnya bergerak lagi."
Ia mengepalkan tangan. Sudah bertahun-tahun ia berusaha menerobos kemacetan kultivasinya. Namun hanya dalam satu malam penghalang itu mulai retak.
Shen Yu tersenyum puas.
"Sepertinya bukan hanya aku yang mendapat keuntungan."
Long Zhenyi ikut tersenyum.
"Kita benar-benar saling melengkapi."
Shen Yu mengangguk.
"Mulai sekarang, jalan kultivasi kita akan berkembang jauh lebih cepat."
Long Zhenyi melangkah mendekat.
Ia merapikan kerah pakaian Shen Yu dengan tangannya sendiri.
"Hati-hati di perjalanan."
Shen Yu tersenyum.
"Jaga dirimu baik-baik."
Kemudian ia berbalik meninggalkan kamar pribadi Kaisar.
...
Menjelang sore...
Kereta Shen Yu akhirnya kembali memasuki Kota Qinghe.
Tak lama kemudian...
Kereta berhenti di depan kediaman keluarga Shen.
Begitu turun...
Pak Hong sudah menunggu di depan gerbang.
"Tuan Muda."
Shen Yu tersenyum.
"Pak Hong."
Pak Hong memberi hormat.
"Nyonya Lin dan Nyonya Mu telah menunggu sejak tadi."
Shen Yu pun segera berjalan menuju aula utama.
Begitu pintu aula dibuka...
Mu Xueyi langsung berdiri.
"Suamiku."
Sedangkan Lin Xue masih duduk tenang sambil menikmati secangkir teh.
"Kau akhirnya pulang."
Shen Yu duduk di hadapan neneknya.
"Nenek."
Lin Xue tersenyum tipis.
"Kelihatannya perjalananmu ke istana tidak sederhana."
Shen Yu mengangguk.
"Ada banyak hal yang harus kuceritakan."
Lalu ia mulai menceritakan seluruh kejadian di istana, termasuk tentang Kuil Kegelapan dan Raja Kegelapan yang mulai bergerak kembali.
Semakin lama mendengar cerita itu...
Ekspresi Lin Xue perlahan berubah serius.
Ia meletakkan cangkir tehnya.
"Jadi..."
"Mereka benar-benar mulai bergerak lagi."
Shen Yu mengangguk.
"Nenek mengenal mereka?"
Lin Xue memandang ke luar jendela seakan punya sejarah panjang dengan mereka.
"Dulu sebelum kau lahir. Aku pernah bertarung melawan mereka."
Suasana mendadak menjadi sunyi.
Shen Yu sedikit mengernyit.
"Nenek pernah bertarung dengan mereka?"
Lin Xue mengangguk pelan.
"Saat itu kuil kegelapan belum sebesar sekarang. Namun kekuatan mereka sudah cukup untuk membuat seluruh Benua Tianxia hidup dalam ketakutan."
Mu Xueyi yang sejak tadi hanya mendengarkan mulai penasaran.
"Kalau begitu... siapa sebenarnya mereka?"
Lin Xue perlahan mengambil cangkir tehnya.
"Mereka adalah orang-orang yang mengorbankan kemanusiaan demi memperoleh kekuatan. Mereka menggunakan darah, jiwa, bahkan nyawa orang lain sebagai bahan kultivasi. Semakin banyak yang mereka bunuh semakin kuat mereka."
Mu Xueyi tanpa sadar menggenggam pakaiannya sendiri.
"Kejam sekali..."
Lin Xue mengangguk.
"Itulah sebabnya seluruh sekte besar dan kekaisaran pernah bersatu memerangi mereka."
Shen Yu memperhatikan wajah neneknya.
"Nenek ikut dalam perang itu?"
Lin Xue tersenyum tipis.
"Ikut dan aku kehilangan banyak teman."
Suasana kembali hening. Ini pertama kalinya Shen Yu melihat kesedihan muncul di wajah wanita yang selama ini selalu tampak tenang.
Beberapa saat kemudian...
Shen Yu bertanya lagi.
"Nenek kalau Kuil Kegelapan sudah mulai bergerak apakah berarti pemimpin mereka juga akan muncul?"
Lin Xue tidak langsung menjawab.
Ia perlahan menutup matanya.
"Belum pasti, tetapi hari itu pasti akan datang. Dan ketika dia benar-benar keluar seluruh Benua Tianxia akan kembali berada di ambang kehancuran."
Mu Xueyi menelan ludah.
"Bahkan lebih kuat daripada Penguasa Bayangan?"
Lin Xue menggeleng pelan.
"Penguasa Bayangan? Di mata mereka dia hanyalah seorang bawahan."
Mata Shen Yu sedikit menyipit.
"Berarti musuh yang sebenarnya bahkan belum muncul."
Lin Xue mengangguk.
"Karena itu, mulai hari ini kau tidak boleh lagi meremehkan siapa pun. Meskipun kultivasimu meningkat pesat, masih ada langit di atas langit."
Shen Yu tersenyum kecil.
"Kalau begitu aku akan menjadi langit yang lebih tinggi."
Lin Xue menatap cucunya beberapa saat.
Kemudian ia tersenyum bangga.
Namun senyum itu hanya bertahan sesaat.
Lin Xue perlahan berdiri.
"Pak Hong."
Pak Hong segera masuk ke aula.
"Kirim beberapa pengikut keluarga Shen untuk mengawasi setiap pergerakan yang mencurigakan. Kalau benar Kuil Kegelapan mulai bergerak mereka tidak mungkin hanya menyerang Perbatasan Utara."
Pak Hong segera membungkukkan badan.
"Baik, Nyonya."
Setelah Pak Hong pergi, Lin Xue kembali menatap Shen Yu.
"Yuer. Mulai besok aku akan kembali melatih mu. Kali ini aku tidak akan lagi mengajarimu seperti seorang cucu. Tetapi sebagai penerus yang akan memikul nasib Benua Tianxia."
Kalimat itu membuat suasana aula berubah menjadi jauh lebih serius. Untuk pertama kalinya, Shen Yu menyadari bahwa latihan yang sesungguhnya baru akan dimulai.