Albert Fernando laki laki yang sangat kaya raya menikahi Danisha Atmanegara, gadis cantik yang bekerja di klub malam...
Awal pertemuan yang kurang tepat membuat Albert maupun Danisha saling membenci
Awal pernikahan yang menyakitkan pun di rasakan Danisha karena Albert sang suami sering merendahkannya dan menghinanya,
Namun dengan berjalannya waktu ,Danisha pun mulai terbiasa dengan sikap acuh Albert padanya,
Meskipun begitu perhatian lebih pun selalu di curahkan Albert untuk Danisha, semakin hari Albert semakin bingung dengan perasaan nya untuk Danisha.
''Apakah ini yang di namakan cinta, apakah aku menikahi karena cinta? ''itulah yang selalu ada di dalam hati Albert.
Masih ada tokoh di belakang yang tak kalah unik yang harus di patuti jempol, siapa lagi kalau bukan mely sang sahabat ,
Bahkan Mely pun menikah dengan orang yang juga dingin dan angkuh,
''Apakah semuanya akan berujung bahagia, mengingat perjuangan mereka yang sama sama menghadapi pria angkuh? ''
Kalau penasaran kita baca yukkk!!
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nadziroh, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
# 26
Di kampus ,Leo pun semakin hari semakin kelimpungan mencari keberadaan Danisha,
Kemana pun Mely pergi, selalu saja di buntutinya dan itu membuat wanita satu ini tak nyaman dan sangat risih ,
Pasalnya bukan hanya nanya, tapi membujuk,dan sesekali memaksa, meskipun Mely sudah bilang berkali kali tidak tau, namun Leo tetap saja Leo, yang hawa ingin taunya itu sangat besar.
''Ayolah Mel ,nggak mungkin kan kalau lo nggak tau, masih dengan bujukan,mengikuti Mely yang sedang berjalan.
Dengan cepat Mely pun menghentikan langkahnya dan duduk.
''Le, gue benar benar nggak tau dimana Danisha, jadi lo nggak usah bujuk gue terus ,lagi pula untuk apa sih lo cari dia, pacar juga nggak,dan gue lihat lo kan sudah di tolak berkali kali, Mely sinis .
''Gue tau ,tapi apa salahnya gue berjuang untuk mendapatkannya,lagian gue lihat dia juga belum punya pacar, Leo dengan suara lantangnya.
''Terserah lo aja deh, pusing gue,
Ahkirnya Mely beranjak dari duduknya untuk menghindari Leo, namun sebelum kakinya melangkah, Tiba tiba saja Leo menarik tangannya dari belakang.
Mely melihat lagi tangan yang ada di cengkeraman Leo.
''Apa lagi ,lepasin, atau gue teriak nih, Ancam mely karena sudah terlalu geram.
Namun sedikit pun Leo tak bergeming.
''Katakan dulu di mana Danisha,baru gue lepasin, pliiisss, nada memohon.
Mely mengehela nafas, ''Gue nggak tau, ucapnya keras sambil mencengkal tangannya.
Karena semakin lama semakin erat, akhirnya jalan satu satunya mely pun menjerit minta tolong, Satu kali jeritan pak Ricko datang dan melihat keduanya.
''Lepaskan, titah pak Ricko dengan melihat ke arah Leo.
Dengan cepat Leo pun mengendurkan cengkeramannya ,sedangkan Mely langsung menggeser tubuhnya berdiri di belakang pak Ricko.
''Pergi!'', titahnya kembali pada Leo.
Setelah Leo pergi, Mely langsung mengucapkan terima kasih banyak pada Ricko.
''Makanya jadi cewek jangan ganjen, ucap pak Ricko sinis membuat Mely langsung mengerutkan alisnya.
Sedangkan Ricko pun langsung membalikkan badannya meninggalkan Mely.
Wah, ni dosen, benar benar , apa dia Nggak lihat wajah gue sealim ini malah di bilang ganjen, apaan ,ucap dalam hati sambil menunjuk nunjuk punggung dosen Ricko dari belakang.
Mely merasa kesal dan menghentak hentakkan kakinya di lantai saat dosen bilang kalau dirinya itu wanita ganjen.
''Kenapa, kamu nggak terima dengan ucapan ku ?''ucap kembali dosen Ricko sambil menoleh ke arah mely.
Mely hanya membalasnya dengan senyum palsunya.,padahal dalam hatinya sudah merasa dongkol.
''Nggak apa apa kok pak .jawab di mulut manis Mely.
Ya jelas nggak suka dong pak, mana ada aku ganjen, Leonya saja tu yang ngejar ngejar aku gara gara ingin bertemu dengan Danisha. hatinya pun menimpali.
''Apaan bilang kalau aku ganjen, lagi pula apa dia nggak lihat kalau Leo yang terus aja mengejarku, kalau bukan karena dia itu dosen dan bos sudah aku tonjok tu muka ,biar nggak semena mena lagi, gerutunya sambil berjalan menuju kelas.
Kenapa sekarang aku berani memaki dia ya, membatin sambil berjalan menuju kelas
Sesampainya, Mely heran melihat para maha siswa lain yang berkerumun, dan mereka melihat ke arah Mely yang baru saja melangkahkan kakinya menuju kursinya.
kenapa mereka berbisik, ada apa ini ,kenapa mereka juga melihatku seperti itu, batin Mely.
Dengan cepat Mely berjalan sampai kursinya.
''Mel maaf ya, kita cuma mau tanya, apa benar Danisha itu di keluarkan dari kampus ini ?''tanya Rossi salah satu teman Mely dan Danisha.
Mely masih diam mencari jawaban.
Gue jawab apa ini batinnya.
''Emmm... maaf ya Ros, gue nggak tau, Danisha memang teman gue, tapi kalau soal itu gue benar benar nggak tau ,masalahnya sekarang dia juga nggak tinggal lagi sama gue , Mely mengucapkan kebohongannya dengan sedikit ragu.
Eheemmm,...tiba tiba suara deheman itu membuyarkan kerumunan untuk mewawancarai Mely.
Lagi lagi pak Ricko menyelamatkanku, batin Mely.
Dalam mengajarkan materi ,beberapa kali pak Ricko melirik ke arah Mely yang memang terlihat serius menerima semua apa yang di ajarkannya sampai selesai.
Pelajaran yang menegangkan itu pun selesai juga, membuat semuanya bernafas lega, karena seperti biasa saat materi dari pak Ricko semua maha siswa merasa kalau mereka berada di depan raja hutan.
Mely membereskan semua bukunya tanpa menoleh, baginya saat ini tak usah buru buru keluar, toh dirinya juga sendiri, meskipun masih banyak teman, namun satu satunya teman seperjuangannya sudah tak bersamanya lagi.
''Ke ruanganku sekarang, tiba tiba saja pak Ricko mengatakannya tepat di depannya.yang membuat Mely sedikit terkejut.
''Baik pak, Kali ini Mely tak banyak berfikir,dan langsung mengikuti punggung pak Ricko.
''Permisi. ucapnya sambil mengetuk pintu yang sedikit terbuka.
Hemmm...Mendegar suara itu Mely pun langsung masuk ke dalam dan menutup pintunya.
''Ada apa ya, bapak memanggil saya ke sini, apa saya punya salah,?'' lagi lagi selalu saja itu yang di pertanyakan pertama kali.
''Tidak .dengan cepat Ricko menjawab.
''Kamu ingat apa yanag kamu omongin kemarin malam,di restoran?'' ucap pak Ricko.
Mely mencoba omongan yang mana yang di maksud pak Ricko.
''Yang mana ya pak,? Mely benar nenar bingung karena banyak omongannya yang di ucapkan waktu itu.
''Pertanyaan kamu tentang yang di lakukan Albert kepada Danisha, sekarang kamu katakan padaku, Apa Albert pernah melecehkan Danisha, Apa Albert pernah menghinanya dan merendahkannya , Tanya dosen Ricko dengan nada yang sangat serius.
Kali ini Mely sedikit menciut melihat dosen Ricko di depannya.
Bagaimana ini, apa aku harus cerita yang sebenarnya waktu itu yang pernah di lakukan tuan Albert, tapi kalau aku salah bagaimana, pikir Mely ,ada rasa takut untuk menjawabnya.
Akhirnya Mely memilih untuk mengangguk anggukkan kepalanya dan membuat wajah Ricko merah padam,
Ricko terlihat sangat marah, entah pada Mely atau pada Albert ,tapi Mely melihat itu.
''Baiklah ,kamu keluar sakarang, titahnya dengan cepat Mely pun langsung keluar dari pada menjadi mangsa pak Ricko.
''Sebenarnya apa hubungan pak Ricko dan tuan Albert, kenapa pak Ricko terlihat sangat marah saat mengetahui kelakuan tuan Albert pada Danisha , gumam Mely saat tiba di depan pintu.
Setelah Mely menutup pintu, Ricko mengepalkan tangannya dan menggebrak meja .
Bahkan Mely pun masih sempat mendengar nya .
''Kamu sudah membohongi abang Al, apa salahnya dia, lagi pula kamu kan baru pulang dan kamu juga belum mengenalnya, Aku akan buktikan, dan jika semua yang di katakan Mely itu benar ,aku pastikan kamu tidak akan bisa bersamanya lagi, gumamnya.
Ricko memang sangat marah dengan apa yang di lakukan Albert ,setelah mengatakan yang ingin di katakan ,Dosen Ricko pun meraih kunci mobilnya dan berlalu keluar.
sukses thor
smangat thor
mksh
Lektor....
agk ganggu mb Nad...
Sekalian rekomen buat yang kesusahan nyari novel yang seru dan bagus, mending coba baca yang judulnya (Siapa) Aku Tanpamu, searchnya pakek tanda kurung biar gak melenceng yaa