Author kembali dengan cerita lebih menantang,ingat ya dilarang meniru karya hasil buatan asli author. Up setiap hari dijam yang sama😍
Bagaimana jadinya jika kamu terjebak di dalam kisah tragis yang kamu tulis sendiri?
Anna, seorang penulis novel, mendadak terseret masuk ke dalam naskah terbarunya yang berjudul Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Kejam. Ia terbangun dalam wujud tokoh utama wanita—seorang istri yang diabaikan, dianggap buruk rupa, dan dibenci oleh tiga pangeran berdarah dingin.
Mengetahui plot mengerikan yang menanti di depan mata, Anna harus memutar otak. Bisakah sang penulis menjinakkan tiga pangeran kejam ciptaannya, atau justru ia akan mati di tangan karakter yang ia buat sendiri?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diah Nation29, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Sidang Perceraian di Istana
"Ayah, Ibu, maaf untuk kali ini Anning tidak bisa memberi kesempatan untuk Shen Changge lagi, karena dia bahkan mencoba untuk membunuhku," ucapku dengan jujur dan tegas.
Ayah Shen Changge menghela napas panjang, tampak pasrah dengan kelakuan putranya yang sudah keterlaluan. "Baiklah. Demi kebaikanmu, ayah dan ibu menyetujuinya. Maafkan Changge, Ning'er. Ayah dan ibu mertua pasti akan mendidiknya dengan baik."
"Ayah, Ibu mertua, mari kita ke istana menghadap Yang Mulia Kaisar," ajakku, yang langsung disetujui dan diikuti oleh yang lain.
Setiba di gerbang istana, Shen Changge hanya bisa terdiam lesu. Tidak ada lagi bantahan maupun ratapan untuk mengemis kesempatan. Kesalahan fatal yang diperbuatnya telah menghancurkan segalanya, termasuk hubungan masa kecil yang sejak awal dibangun di atas fondasi salah menilai orang.
Kami memasuki Balairung Istana, tempat para menteri dan kaisar berkumpul. Di atas singgasana yang megah, seorang pria paruh baya dengan jubah naga emas duduk dengan penuh wibawa. Beliau adalah Kaisar Tang Zhao, pemimpin Dinasti Tang.
Melihat kehadiran Putra Mahkota dan para menteri di ruangan yang sama, ada rasa gugup yang menyergapku—ini adalah kali pertama aku menginjakkan kaki di istana resmi yang dipenuhi para pejabat tinggi.
Shen Changge, Mo Jiu, Hou Juntian, orang tua Shen Changge, dan aku berjalan berdampingan lalu membungkuk memberikan hormat. "Salam hormat, Bixia. Semoga panjang umur seribu tahun," ucap kami bersamaan.
"Baiklah, bangunlah," balas Kaisar dengan suara berwibawa.
Aku memberanikan diri melangkah maju. "Bixia, hamba, Putri Tang Zhen, mengajukan satu permintaan. Semoga Bixia berkenan memberikan persetujuan."
"Katakan!" titah Kaisar.
"Bixia, hamba meminta cerai dari suami kedua hamba, Shen Changge. Dia telah melanggar tujuh peraturan sebagai seorang suami," ucapku tegas tanpa ragu.
Sontak, Shen Changge langsung menyela dengan panik, "Bixia, hamba tidak setuju untuk bercerai! Hamba ingin memperbaiki rumah tangga hamba."
Kaisar mengerutkan keningnya, menatapku lekat-lekat. "Putri Tang Zhen, kenapa kau begitu bersikeras meminta cerai darinya?"
"Bixia, Shen Changge tidak melakukan kewajibannya sebagai suami. Mahar pernikahan diambil oleh selirnya yang bernama Yu Rou, dia menyewa pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa hamba, membawa wanita lain ke kediaman tanpa izin, dan kedua suami hamba yang lain bisa menjadi saksi atas semua perbuatan kejamnya," jelasku blak-blakan.
Penuturanku langsung memicu bisik-bisik riuh di antara para menteri yang merasa terkejut dengan kebejatan Shen Changge. Sementara itu, pria itu sendiri hanya terdiam tertunduk, tak mampu menyangkal karena semua yang kukatakan adalah kebenaran.
Kaisar mengalihkan pandangannya yang tajam. "Shen Changge, apa kau benar-benar melakukan semua kesalahan itu?"
Dengan suara bergetar lemah, Shen Changge akhirnya menyerah. "Bixia... hamba tidak akan membela diri. Hamba bersalah," ucapnya pasrah.
"Bagus, karena kau memahami kesalahanmu, berarti kau menyetujui perceraian ini, Shen Changge. Dan Tang Anning, terima titah lisan dariku," ucap Kaisar dengan tegas.
"Baik, Yang Mulia," ucapku bersamaan dengan Shen Changge, yang langsung diikuti oleh seluruh orang di balairung dengan bersujud menerima titah.
"Karena Shen Changge telah melakukan kesalahan dan dia tidak membela diri lagi, maka Shen Changge dengan Putri Tang Zhen, Tang Anning, dinyatakan resmi bercerai. Di masa depan, kalian berdua tidak akan memiliki hubungan lagi," putus Kaisar penuh wibawa.
Beliau melanjutkan kalimatnya, membuat jantungku mendadak berhenti berdetak, "Dan untuk Putri Tang Zhen, Tang Anning, Beta sebagai Kaisar menganugerahkan pernikahan dengan Putra Mahkota kepadamu. Pesta pernikahan akan diadakan satu bulan lagi. Terima titah."
"Terima kasih, Yang Mulia," ucapku dengan suara bergetar kaku.
Aku? Menikahi Putra Mahkota? Ya Tuhan, apa aku salah menulis takdirku sendiri?! Sekarang aku harus menerima pernikahan lagi dengan Putra Mahkota. Hua... niatku mau hidup bahagia dengan Mo Jiu dan Hou Juntian, eh, Kaisar malah menambahkan satu manusia menyebalkan yaitu anaknya sendiri, Putra Mahkota! batinku menjerit histeris, meratapi alur cerita yang kembali di luar kendali.
Terimakasih yang sudah spam like.
author punya give away buat kalian sebagai pembaca setia.
author akan masukin nama kalian sebagai karakter didalam novel author.
bagaimana? jika kalian setuju like komen author atau balas komen author "Setuju".
pastinya seru nama kalian jadi karakter dinovel author🥰🥰
ditunggu ya😍
Terima kasih sudah membaca Transmigrasi: Menjadi Istri Tiga Pangeran Dingin. Semoga kalian menikmati setiap bab yang Author tulis.
Jika kalian menyukai cerita ini, jangan lupa beri dukungan dengan like, komentar, dan vote agar Author semakin semangat melanjutkan kisah Tang Anning dan para tokohnya. 💖
Mohon maaf ya kalau untuk saat ini Author hanya bisa update 2 bab per hari. Bukan karena tidak ingin update lebih banyak, tetapi karena Author menulis cerita ini terlebih dahulu di buku tulis, lalu menyalinnya satu per satu ke aplikasi. Jadi prosesnya memang membutuhkan waktu.
Terima kasih atas kesabaran, dukungan, dan semangat yang selalu kalian berikan. Semoga kita bisa terus menikmati perjalanan cerita ini bersama. 🤗✨
Salam manis,
Author Diah Nation29 🌸