Puber kedua, menghancurkan pernikahan Tatiana Ramos dan Brandon Wirawan. Ketika sang istri sibuk mengembangkan bisnis di luar negeri, suaminya yang ditinggal selama 2 bulan justru sedang mabuk kepayang dengan gadis muda yang usianya 10 tahun lebih muda dari istrinya.
"Kamu membiarkan dia menginap di kamar kita, mas? apa kamu sudah gilaa?"
"Siska tak punya kerabat di kota ini, dia sebatang kara. Ingatkah saat aku bertemu denganmu pertama kali, kamu juga sebatang kara Tatiana!"
Dengan dalih mirip dengan istrinya 10 tahun lalu, untuk pertama kalinya selama 10 tahun, Brand mendebat Tatiana.
"Maafkan aku Nyonya, tempat tinggal ku sedang diperbaiki..."
Mata Tatiana melebar, wanita itu bahkan mengenakan gaun tidurnya. Dia tidak tahan lagi, hanya dua bulan, dan itupun demi perusahaan mereka yang sempat merugi milyaran rupiah. Tapi begitu dia kembali, suaminya malah bermain api.
'Suami pengkhianatan dan bodoh seperti ini, aku benar-benar tidak butuh' geram Tatiana dalam hatinya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon noerazzura, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 11
"Jadi... kamu pindah ruangan?" tanya Yuli ketika mereka sudah berada di depan perusahaan Wirawan.
Setelah dari kantor Yuli, Yuli mengajak Tatiana makan siang di restoran favorit mereka. Dan setelah itu, Yuli mengantarkan Tatiana kembali ke perusahaan. Dokumen perjanjian perceraian itu sudah ada di tangan Tatiana saat ini.
"Aku bekerja di ruang istirahatku!" jawab Tatiana.
"Semua akan segera berakhir!" kata Yuli menepuk punggung Tatiana.
"Kamu benar!"
"Bagaimana dengan acara lelang malam nanti? aku dengar pria terkaya di kota T akan datang ke lelang itu. Hari bilang dia adalah salah satu senior kita di kampus Tatiana. Hanya saja, bahkan Hari yang sangat terkenal sebagai playboy di kampus saja tidak berani menyapanya. Katanya kalau dia pergi kemana-mana itu selalu bawa bodyguard!"
Tatiana sepertinya tidak tertarik tentang orang itu. Dia masih memikirkan bagaimana caranya supaya Brandon tanda tangan surat cerai mereka itu, tanpa Brandon menyadarinya.
"Tatiana, kamu dengar aku?" tanya Yuli yang melihat Tatiana melamun.
"Oh... aku dengar. Nanti malam kan? jam berapa?" tanya Tatiana.
"Jam 7 aku jemput ya!"
Tatiana mengangguk cepat.
"Baiklah, aku turun sekarang. Terimakasih untuk semuanya!"
Yuli mengangguk dan tersenyum, setelah Tatiana turun, Yuli pun melajukan mobilnya meninggalkan area perusahaan itu. Dan Tatiana segera masuk ke perusahaan dengan cepat. Tidak boleh ada yang melihat dokumen yang dia bawa, jadi dia cepat-cepat pergi ke ruangannya.
Sedangkan di ruangan direktur utama, Dion yang baru saja dipanggil oleh seseorang untuk datang ke tempat itu, melihat Siska yang berada di belakang kursi Brandon.
Wajah wanita itu sangat sinis ketika menoleh ke arahnya.
"Selamat siang tuan! tuan memanggil saya?" tanya Dion dengan sangat sopan.
Brandon menatap Dion dengan tidak senang. Ya seperti itulah, selama dua bulan ini Brandon kenal Siska, pria itu benar-benar hanya mendengarkan Siska saja. Dia berpikir dia adalah pemilik perusahaan, dia bisa mengambil keputusan apapun pada siapapun. Siska selalu mengatakan itu, hingga Brandon merasa, kalau dia memang tidak seharusnya terlalu menjadi baik pada karyawannya. Dia yang menggaji mereka. Pikirannya berubah seperti itu.
Padahal, tanpa kinerja karyawan yang baik. Mana mungkin dia sendirian bisa membawa perusahaan menjadi maju dan berkembang seperti sekarang.
"Apa yang sudah kamu katakan pada Siska? kamu tahu kan, kalau Siska ini sekarang adalah wakil direktur perusahaan ini. Bahkan setelah aku, maka ucapannya yang harus kamu dengarkan dan patuhi!"
Dion masih diam, dia masih berdiri di depan meja kerja Brando. Bahkan pria itu belum menyuruh Dion untuk duduk.
Dion mendengar semua ucapan Brando. Rasanya dia kesal sekali. Perusahaan ini juga bukan langsung menjadi perusahaan yang begitu besar seperti sekarang ini. Dulunya juga banyak hal yang harus mereka lakukan dan upayakan. Baru setelah lima tahun kemudian, karena tuan Burhan Wirawan sakit, perusahaan ini di pegang oleh Brandon. Tapi, bagi orang-orang yang paham dan mengerti di perusahaan ini, sebenarnya Brandon itu hanya seseorang yang selalu terlihat di depan layar.
Ada meeting dia yang datang, ada pertemuan dia yang omong panjang lebar. Padahal keputusan selalu berdasarkan perhitungan Tatiana. Bahkan script untuk Brandon speech panjang lebar di depan semua orang. Semua itu ide dan tulisan Tatiana.
Hanya orang-orang baru seperti Siska, yang tidak tahu semua itu. Yang mengira, Brandon benar-benar adalah orang yang telah memimpin perusahaan ini menjadi sangat besar. Memang luar biasa kalau di mata orang luar yang tidak tahu apa-apa.
Dalam lima tahun, saham perusahaan Wirawan baik 7,6 persen. Itu sudah sangat tinggi. Pencapaian yang begitu membanggakan. Tapi, mereka tidak tahu. Sejak lima tahun lalu, investor terbesar masih bersedia atau bekerja sama meskipun perusahaan itu naik turun, karena apa? vendor yang selalu menyediakan bahan baku meski tidak tahu kapan akan dibayarnya itu milik siapa? tidak ada yang paham selama ini kecuali Tatiana dan Yuli. Bahkan ayah mertuanya Tatiana tidak tahu. Yang Burhan tahu, hanya Tatiana yang mengupayakan semua itu sampai keluar negeri.
Dan sekarang, dengan sombongnya. Brandon bilang keputusannya mutlak, lalu keputusan Siska adalah keputusan nomor dua yang paling mutlak di perusahaan ini. Kalau bukan karena ucapan Tatiana tadi, Dion benar-benar akan resign.
"Kamu dengar tidak?" bahkan Brandon membentak Dion.
Seseorang yang sama sekali tidak punya kredibilitas. Dan sekarang membentak Dion yang bahkan kuliahnya lebih tinggi dari Brandan. Membuat Dion mengepalkan tangannya di belakang punggung.
"Tuan, saya tidak mengatakan sesuatu yang saya rasa salah. Nona Siska melakukan pengadaan barang fiktif sebesar 750 juta..."
"Tuan, aku sudah bilang padamu kan? itu untuk proyek. Tuan sudah memberikan aku banyak uang. Kenapa aku mau mencuri dari perusahaan!" sela Siska yang langsung merangkul manja lengan Brandon.
Brakk
Brandon menggebrak meja.
"Aku sudah katakan padamu. Apapun yang Siska lakukan, ikuti saja. Dia adalah wakil direktur perusahaan ini. Selanjutnya yang akan menangani proyek Bluemoon. Keuntungan proyek itu sangat besar, butuh modal dan dana besar. Kamu cuma orang yang di gaji di perusahaan ini. Jangan banyak membantah. Mulai sekarang, kalau aku dengar kamu mempertanyakan Siska, aku pecat kamu!"
Dion mengangguk paham.
"Baik tuan!" kata Dion yang langsung keluar dari ruangan itu.
Dion benar-benar tidak betah lama-lama di dalam ruangan yang aromanya saja sudah jelas telah terkontaminasi itu.
Melihat Dion langsung keluar dan menutup pintu. Siska kesal sekali.
"Tuan, kenapa dia main pergi saja? memangnya tuan sudah menyuruhnya pergi? itu tidak sopan kan?"
"Sudahlah sayang, lagipula dia itu punya pendidikan dan pengalaman kerja yang bagus. Dulu, dia adalah orang kepercayaan ayahku. Aku sudah menegurnya, mulai sekarang, dia tidak akan membantah mu lagi!"
Siska masih tidak puas. Dia sebenarnya ingin Dion meminta maaf padanya. Kalau perlu sampai berlutut.
"Kenapa masih cemberut? nanti malam ada acara lelang, bagaimana kalau aku belikan kamu sesuatu yang bagus? Jangan marah lagi ya!"
"Baiklah, tuan!"
***
Bersambung...
Asal jangan yg mokondo aja, rugi banget ya Yuli.. 🤭
Patut Erick yg konon manusia paling sibuk dengan bisnisnya nyempat²in buat repot² turun langsung membantu Yuli menangani kasus perceraian, ternyata Erick sejak awal sudah menyimpan rasa pada Yuli.. 🤭
Di tambah lagi adegan jatuh 2x, jatuh dalam pelukan, dan jatuh terduduk dalam pangkuan.. Membuat seorang Erick yakin dengan hatinya.. 🤭
Pesona janda emang terdepan ya Mas Erick.. 🤣🤣🤣
terima kasih sampai jumpa lagi
Kalau kau berani, ya hadapi saja sendiri..
Untuk apa kau berlindung di balik sangkar emas mu, jika kau punya kuasa di kota D ini..?!
Kau beraninya hanya mengintimidasi wanita, benar² banci..
Kau yg suka mempermainkan wanita, kau lampiaskan egomu pada istri..
Apa yg di harapkan dari lelaki seperti dirimu sebagai suami..?!
Jika kau merasa hebat, ya hadapi..
Bukan ujug² melampiaskan emosi mu pada anak buah mu, itu sih kau pengecut namanya kau sebagai lelaki..
Jatuh dalam pelukan, lalu jatuh terduduk di pangkuan.. Apakah ini ada unsur kesengajaan, atau emang kebetulan..?🤣🤣
mbaca dari awal sudah kerasa nyeseknya.tatiana bener2 kuat.disingkirkan gegara ada ulet buku nemplok si brandon.suami yang g bisa apa-apa tapi uda banyak tingkah.alurnya sat set.jadi sering nungguin up nya.
terimakasih atas bacaannya yg keren thor.
terus semangat berkarya thor 🥰🥰 ❤️❤️
ad rasa juga niih ma Yuli ,,
🤭🤭🤭🫣🫣🫣🫣😂😂😂😂
pas tuh ,, 😁😁😁😁
entah mau dihabisin Tantowi
apa dihabisin Erick
itu terserah kak Thor 🏃♀️🏃♀️🏃♀️
masih perawan ni
eh salah janda yaa..
tapi belum halal oi
begini ni,kalau kelamaan jomblo🤣🤣
btw
amanda mending keluar dr kota itu juga
takut jadi sasaran bales dendam suami nya
eh ralat,mantan
iy mantan yaa 🤣🤣