NovelToon NovelToon
My Kindergarten Teacher

My Kindergarten Teacher

Status: tamat
Genre:Keluarga & Kasih Sayang / CEO / Cinta pada Pandangan Pertama / Romansa / Komedi / Tamat
Popularitas:423.3k
Nilai: 5
Nama Author: Hana Reeves

Lanjutan Guruku Bar-bar Sekali dan Hoshi, My Tiger


Dewananda Kim Pratomo Hadiyanto adalah cicit dari Kim Jaehyun dan Savitri Pratomo. Berbeda dengan garis klan Pratomo yang lurus, Dewa ini gambaran ayahnya Bagas Hadiyanto yang berkelok kelok jalannya. Playboy, pecinta one night stand hingga membuat ibunya , Safira Pratomo Hadiyanto harus mengasah scapel nya untuk menyunat anaknya lagi kalau tidak mau tobat.

Setelah mendapatkan ancaman dari sang ayah bakalan dimasukkan ke pesantren seumur hidup karena kuliah tidak lulus - lulus, akhirnya Dewa menyelesaikan semuanya dan kembali ke Jakarta untuk memegang salah satu cabang bank milik keluarga Hadiyanto.

Pertemuannya dengan seorang guru TK bernama Alina Ratnadewi, membuat Dewa blingsatan dan benar-benar jatuh cinta dengan gadis manis itu. Tapi Dewa harus membuktikan bahwa dirinya sudah taubat sebab syarat yang diberikan Alina adalah pria itu harus pantas menjadi imam nya.

Generasi Keenam klan Pratomo ( settlement terakhir )

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Hana Reeves, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagas Bertemu Alina

Ruang Praktek Safira

Dokter cantik itu mulai memeriksa kondisi tubuh Alina sebelah kanan dan terlihat panggulnya pun memerah dengan bekas garis dari disana.

"Ya Allah, Alina... Kita Rontgen semuanya ya. Daripada kenapa-kenapa." Safira lalu meminta bagian radiologi untuk menyiapkan semua peralatannya dan Rumah Sakit PRC memiliki pelayanan Rontgen 24 jam.

Dewa bisa melihat dua orang suster mendatangi ruang praktek mamanya, merasa bingung. Tak lama Alina pun keluar bersama dengan sang mama serta dua perawat itu.

"Ma, Alina mau dibawa kemana?" tanya Dewa sambil menghampiri Safira.

"Ruang Rontgen. Mama khawatir dengan panggulnya karena memarnya lumayan, Wa" jawab Safira sambil masuk ke ruang Rontgen. "Kamu tunggu sini."

Dewa pun lagi-lagi harus duduk manis menunggu hasil pemeriksaan Alina.

***

"Panggulmu aman, tapi tulang pergelangan sedikit memar dan memang harus dikasih perban gips sementara sekitar dua Minggu." Safira menatap Alina serius.

"Apakah saya harus memakai arm sling ?" tanya Alina.

"Nggak pakai nggak papa... Tapi yang jelas jangan dipakai buat angkat berat - berat dulu. Nanti Tante berikan resep anti nyeri" jawab Safira.

Alina menatap Dewa. "Pak Dewa, jangan bawa ke ranah polisi ya..."

"Apa kamu yakin?" tanya Dewa.

"Iya pak... Saya rasa dia sudah tidak berani macam - macam karena Tasya sudah mengancamnya."

Dewa menoleh ke Safira.

"Alina, kalau kamu tidak mau menuntut orang itu, tetap Tante buat laporan visum et repertum jika kamu berubah pikiran untuk menuntut. Hubungi saja Tante lewat Dewa" ucap Safira. "Oh kamu kerja dimana? Apa perlu Tante buatkan surat sakit?"

"Tidak usah Tante. Cuma seperti ini saja, saya masih bisa handle kok" senyum Alina.

"Baiklah... Wa, kamu antarkan Alina pulang..."

Ketiganya menoleh saat melihat pintu ruang kerja Safira terbuka dan tampak Bagas masuk ke dalam.

"Lho? Kamu masih ada pasien, sayang ?" tanya Bagas dengan wajah terkejut.

"Nggak sih, ini Alina, temannya Dewa" senyum Safira. Bagas menaikkan sebelah alisnya dan menatap Dewa.

"Pa, perkenalkan ini jeng Alina Ratnadewi ... Jeng Alina, ini papaku Bagas Hadiyanto..." senyum Dewa sambll memperkenalkan Alina ke ayahnya.

"Halo... Lho tangannya kenapa itu Wa? Kamu apain?" Bagas menatap tajam ke arah putranya.

"Kok aku lagi sih !" gerutu Dewa sebal karena selalu dijadikan tertuduh.

"Nanti aku ceritakan, sayang. Dah Wa, kamu antar Alina pulang, biar istirahat" ucap Safira sambil menghampiri Bagas. "Al, kamu pulang sama Dewa ya. Kalau dia nakal, bilang sama Tante."

Alina tersenyum geli. "Terima kasih Tante ..." Alina mencium punggung tangan Safira. "Pareng Oom Bagas." Alina melakukan hal yang sama ke Bagas.

"Hati-hati. Kamu sama Lucky?" tanya Bagas ke Dewa. Lucky adalah sopir Dewa.

"Iya sama Lucky" jawab Dewa.

"Ya sudah. Antar Alina pulang terus kamu langsung pulang ya" pesan Bagas ke Dewa yang berpamitan.

"Iya pa."

Dewa dan Alina pun pergi meninggalkan Bagas dan Safira.

"Tangan Alina kenapa, sayang?" tanya Bagas.

Safira pun bercerita dan Bagas hanya mengangguk.

"Nama belakangnya tidak tahu?" tanya Bagas.

"Nama belakangnya siapa?"

"Yang bikin Alina terluka."

"Tidak tahu, mas Bagas sayang. Kenapa? Kalian mau kasih pelajaran ? Karena aku juga ingin menghajarnya..." seringai Safira.

Bagas tampak berpikir. "Biar nanti aku diskusi dengan Dewa. Sekarang, kita pulang yuk. Aku kaget lho pas dengar kamu masih di rumah sakit dari satpam PRC."

"Yuk pulang..." Safira membereskan semuanya lalu bergelanyut manja di lengan Bagas. "Eh tapi aku kangen Chinese Food yang kita makan dulu ..."

"Yang kamu habis dimarahi sama Hoshi itu?" tanya Bagas sambil menuju lift.

"Iya. Kesana yuk? Nanti biar Dewa kita bungkus ayam Padang pasir nya."

"Hayuk... "

***

Alina menoleh ke arah Dewa yang turun mengantarkan dirinya pulang ke kostnya.

"Pak Dewa, terima kasih ya sudah mengantarkan saya berobat. Saya malah belum membayar tagihan..."

"Wooiii Jeng... Aku tuh pemegang saham PRC Group. Nggak usah kamu pikir lah !" ucap Dewa sambil manyun.

Alina tertawa melihat wajah Dewa. "Iya deh... Terima kasih Pak Dewa..."

"Eh iya. Helmnya mbak Tasya. Besok nggak bisa pergi kalau gadha helm" ucap Dewa sambil memberikan helm milik Tasya yang diterima Alina dengan tangan kiri.

"Maaf pak Dewa, saya menerimanya dengan tangan kiri..."

"Nggak papa. Sini aku bantu buka kunci gemboknya." Dewa membantu membuka kunci yang sudah tertancap di gembok itu.

Alina pun masuk setelah pintu pagar terbuka dan Dewa membantu mengunci kembali lalu menyerahkan kuncinya pada gadis itu.

"Hati-hati besok berangkat nya ... Dijemput atau kamu naik ojek online?" Dewa menatap Alina.

"Dijemput sama Yani, pak."

Dewa mengangguk. "Kalau terasa sakit atau gimana-gimana, hubungi aku ya Jeng..."

"Iya pak. Terimakasih." Alina mengangguk lalu berjalan masuk ke dalam rumah kostnya.

"Mas Dewa" panggil Pak Sabar.

"Iya pak?" Dewa menoleh dan melihat pak Sabar datang menghampiri nya.

"Bagaimana tangan mbak Alina?"

"Sudah diperiksa di dokter kok, memang agak memar. Tapi sudah ditangani oleh dokter terbaik" jawab Dewa. Iyalah, dokternya juga calon mertua...

"Alhamdulillah. Tapi memang cowok tadi ngaco mas ! Langsung main tarik tangan mbak Alina."

"Iya pak. Nanti biar dapat karmanya" senyum Dewa. "Saya permisi dulu pak Sabar. Sudah ditunggu orang rumah."

"Ah iya mas. Terimakasih sudah menolong mbak Alina" balas Pak Sabar.

Dewa pun masuk ke dalam mobilnya. "Pulang Ky..."

"Siap pak Dewa" jawab Lucky.

***

Kediaman Keluarga Hadiyanto

Bagas dan Dewa saling berhadapan di ruang kerja. Keduanya membuat rencana untuk membalas Gatot yang sudah membuat Alina terluka. Berkat bantuan Ragil, mereka bisa tahu siapa Gatot.

***

Yuhuuuu Up Siang Yaaaaaa gaaaeeessss

Thank you for reading and support author

Don't forget to like vote and gift

Tararengkyu ❤️🙂❤️

1
Sativa Kyu
👍👍👍
This Is Me
Ahahahaa
Nasib si Ragil, bos & pacarnya sama² absurd
This Is Me
Singkat jelas padat, bu Safira....mantappu
This Is Me
Astaga Aizen...disini kamu masih mantan bayi. Nanti² kamu bakalan tendang menkopolhukam lohhhh🤣🤣🤣🤣
Ani
cerita ini bener bener mengocok perutku ampe keram... berbanding kebalik sama kisah sepupunya...
Mantaplah Mbak Hana
Hana Reeves: mamaciihhh 🙏🙏🙏
total 1 replies
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 udah kayak mbah dukun aja si Ragil
Ani
Radtya Yung sama Ratih kisahnya ada di cerita yang mana ya Mbak Hana??
Ani: oh oke
total 2 replies
Ani
ya Ampun...🤣🤣🤣🤣🤣 saking semangatnya cincin ampe lupa
Ani
lah cakepnya kaya gitu pantesan dikejar lampir ditambah kantongnya tebal weslah..
Ani
pasti si Gagal total
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 duh bapak kok malah jadi kang kompor sih. Tapi aku suka 😄😄😄😄
Ani
dulu waktu remaja suka mantengin TV buat nonton film ini ...👍👍👍👍👍
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 ono ono wae
Ani
lah situ apa kabarnya
Ani
hohoho ternyata ular kadut toh . maaf ya Gatot kalau gak aku samakan sama Buaya. karena Buaya hewan yang setia..😝😝😝😝
Ani
🤣🤣🤣🤣🤣🤣 lah wong anak mereka berdua.. masuk akal
Ani
ndang di ruqyah Gil.. Bos mu itu kan ndableq plus ngeyelan..
Ani
bukannya cacing gelutnya kalau lagi laper ya🤣🤣🤣🤣🤣
nobita
tuhh kan Dewa... cari alesan muluu
nobita
gadis yang mandiri.. ku suka
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!