NovelToon NovelToon
Bima & Bopo Muda

Bima & Bopo Muda

Status: sedang berlangsung
Genre:Epik Petualangan / Fantasi
Popularitas:362k
Nilai: 5
Nama Author: Fernanda Syafira

Novel ini adalah sequel dari Novel karya author yang berjudul Perjalanan Istimewa.

Novel ini berkisah tentang Shima Killa Danurdara, Adik bungsu dari Bopo Arjuna dan juga Bahuraska Adiwangsa, putra Arjuna yang merupakan Bopo Muda Desa Banyu Alas.

Tak hanya itu, di Novel ini juga menceritakan mengenai Bima, adik angkat Aka yang menjadi orang paling dekat dengan Aka dan selalu menemani setiap langkah Aka.

Bagaimanakah perjalanan masa kecil mereka?
Ikuti kisah Shima dan Bahuraska (Aka) juga Bimantara di Novel ini.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Fernanda Syafira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

18. Cahaya Merah

"Mamas...."

"Mamas...."

"Romooo..."

"Mbuun!"

Bima menatap ke sekelilingnya yang gelap. Ia melihat kesana dan kemari, namun jarak pandangnya terbatas karena gelap. Bocah kecil itu mulai terisak, ia terus memanggil Romo, Mbun dan Mamasnya berulang kali, namun tak ada yang menyahut.

Samar - samar, ia mendengar suara yang sangat berat yang sedang tertawa. Suara itu makin lama, terdengar makin keras dan menyeramkan hingga membuat Bima makin bergidik.

Bima berdiri. Meskipun takut, ia celingukan kesana dan kemari mencari sumber suara yang sedang tertawa itu.

"Siapa yang tertawa?" Tanya Bima.

"Siapa kamu?" Tanya Bima lagi. Semakin lama, ia semakin penasaran dengan suara yang seolah sedang menertawainya.

"Beraninya sama anak kecil! Awas ya, nanti aku bilangin Mamas, biar kamu di hajar sama Mamas!" Ujar Bima yang mengancam dengan gaya khas anak kecil.

Tak tinggal diam, Bima pun berjalan dengan meraba - raba sekitarnya. Ia berusaha mencari pintu keluar dari tempat yang terasa sangat dingin ini.

"Ini dimana sih? Kok kayak di kamar yang ada ACnya. Dingiiin...." Kata Bima yang bergumam sendirian.

Bruk!

"Aduuh!" Bima tiba - tiba terjatuh saat sedang berjalan.

Ia meraba - raba sekitarnya untuk mencari benda yang membuatnya terjatuh. Saat sedang meraba - raba, Bima menemukan sesuatu yang terasa sedikit kasar namun cukup panjang.

"Ini apa? Kok bau?" Cicit Bima yang masih meraba - raba benda yang ia pegang.

"Kok rasanya kayak rambut, ya? Tapi rambut siapa kok bau banget? Apa yang punya gak pernah pake shampo?" Celoteh Bima.

Bima kemdian menarik benda yang ia duga adalah rambut. Namun, Bima kesulitan karena benda itu cukup berat ketika di tarik.

Tak beselang lama, Bima melihat cahaya yang berwarna merah. Dari cahaya itu, Bima bisa melihat jika yang ada di tangannya adalah gumpalan rambut yang cukup besar dan panjang.

Bima kemudian memperhatikan cahaya merah yang memberinya sedikit cahaya hingga ia bisa melihat sekitarnya, meskipun remang - remang. Semakin lama di perhatikan, cahaya itu terlihat semakin jelas. Cahaya itu ternyata adalah dua buah bola mata yang berwarna merah menyala.

"Haaaaaaaaa!!!" Teriak Bima yang ketakutan.

"Romooo! Romooo tolong Bimaaaa!"

"Mbuun... Mamasssss... Tolong Bima!" Teriak Bima.

Tubuhnya terasa kaku saat melihat dua bola mata yang berwarna merah itu. Bima benar - benar merasa ketakutan, namun ia tak bisa lari dari sana. Bima hanya bisa memejamkan mata sembari membaca doa dan surat - surat pendek yang ia bisa.

...****************...

"Mo, ya Allah, Mo. Adek ini kenapa?" Tanya Meshwa yang histeris karena ketakutan saat melihat kondisi Bima.

Sejak sehabis magrib tadi, Bima tiba - tiba demam. Meshwa sudah memberikan obat penurun panas, namun demam Bima tak kunjung turun.

Sekarang, di tengah malam seperti ini, Bima justru berteriak - teriak tak karuan dengan mata terbelalak. Ia bahkan sama sekali tak merespon ketika Meshwa dan Arjuna berusaha menenangkan.

"Mbun, tenang njih, Sayang. Istighfar..." Kata Arjuna yang mengingatkan istrinya.

"Gimana bisa tenang, Mo. Ini anakku lagi kayak gini, gimana aku bisa tenang?" Jawab Meshwa yang justru makin menangis.

"Mbuun, adek kenapa, Mbun?" Tanya Aka yang menghampiri kamar orang tuanya yang terdengar riuh malam itu.

Malam itu, Aka memang tidur sendirian di kamarnya. Sementara Bima yang sedang sakit sengaja di bawa ke kamar Arjuna dan Meshwa agar lebih mudah di awasi.

"Mbuun! Adek kenapa kok kayak gitu?" Tanya Aka yang terkejut saat melihat adiknya yang mendelik sambil terus memberontak - berontak.

"Romo! Tolong Adek!" Pinta Aka sambil menangis. Ia tentu takut adiknya kenapa - kenapa.

Arjuna kemudian melepas kalungnya dan mengalungkan kalung batu panca warna itu pada Bima. Perlahan, Bima pun mulai tenang. Namun, Arjuna tentu menangkap sesuatu yang tak wajar terjadi pada Bima.

"Mamas. Ceritain ke Romo, apa yang terjadi di sekolah." Pinta Arjuna sambil menatap netra putranya.

Aka terdiam sambil mengingat - ingat hal penting apa yang mereka alami dan tak di ceritakan pada Arjuna dan Meshwa. Saat itu, ia akhirnya teringat dengan jarum yang melukai tangan Bima.

Aka pun menceritakan tentang seorang Bapak - Bapak yang menghampirinya saat ia sedang bermain. Ia menceritakan semuanya hingga pada kejadian saat Bima tertusuk jarum yang di berikan oleh si Bapak.

"Kurang ajar!" Umpat Arjuna setelah mendengar cerita dari putranya. Air wajah Arjuna terlihat sangat menyeramkan. Ia terlihat benar - benar marah saat ini.

"Mamas kenapa gak cerita dari tadi ke Mbun dan Romo, Nak?" Tanya Meshwa.

"Maaf, Mbun, Mo. Mamas bener - bener gak ingat sama kejadian itu." Jawab Aka yang benar - benar tak ingat dengan kejadian itu jika tak di desak seperti saat ini.

"Mamas gka lapor ke Bu Guru?" Tanya Arjuna yang di jawab gelengan oleh Aka.

"Ini lukanya Adek." Ujar Aka yang kemudian memberi tau jari Bima yang tertusuk jarum.

Luka yang tak terlihat sebelumnya, kini tampak menghitam dan sedikit bengkak. Arjuna dan Meshwa pun hanya bisa beristighfar saat melihat luka di jari tengah Bima.

"Yasudah, sekarang jaga Adiknya. Romo mau minta tolong ke yang lain." Ujar Arjuna.

Arjuna langsung berlari ke rumah Gama. Ia membangunkan semua keluarganya dan meminta mereka berkumpul di rumahnya. Meskipun tak tau alasannya, namun melihat Arjuna yang sangat terburu - buru, tentu membuat anggota keluarganya yang lain menjadi panik.

Mereka pun terkejut setelah mendengar apa yang di alami oleh Aka dan Bima di sekolah.

"Ini bukan sukmanya Bima. Gak ada sukmanya Bima di sini. Yang ada di tubuh Bima ini adalah makhluk lain." Ujar Arjuna yang membuat mereka semua makin terkejut dan panik.

"Lalu kita harus gimana? Tolong Bima, Mo. Tolong anak kita." Pinta Meshwa sambil menangis. Ia tentu sangat takut kehilangan salah satu putranya.

"Mbun, tenang ya. Tanpa perlu Mbun minta, Romo pasti akan selamatin Bima." Ujar Arjuna sambil menangkup wajah istrinya yang basah dengan air mata.

"Sekarang semua berwudhu, kirim doa untuk Bima." Titah Arsha.

Setelah semua anggota keluarganya berwudhu dan kembali berkumpul di kamar Arjuna dan Meshwa, kini para Bopo yang gantian berwudhu.

Mereka kemudian berkumpul di mushola kecil yang ada di sebelah kamar Arjuna. Keempat Bopo itu, akan mencari keberadaan sukma Bima yang di culik oleh seseorang tanpa mereka tau apa tujuannya.

"Romo, aku ikut!" Pinta Aka yang berdiri di sebelah Arjuna.

"Lho! Kamu kok-" Arjuna terkejut saat melihat putranya yang berusia lima tahun itu bisa merogo sukmo. Hal yang baru bisa Arjuna lakukan setelah belajar dengan Bopo Jati Birawa selama tiga bulan saat usianya dua puluh tiga tahun.

"Aku mau ikut cari Adek!" Tegas Aka.

Meskipun benaknya penuh dengan pertanyaan, namun Arjuna tak ingin menanyakan hal itu pada Aka saat ini. Yang terpenting adalah mereka harus mencari keberadaan Bima yang entah ada di mana saat ini.

1
Gita Mitha Pertiwi
wah oleh2 merah delima ini
Lhia Alimin
lanjut la ceritanya
Santi
makasi kak oleh2 ya, double up, 🙏🙏pasti tahu lah mamas, bopomu kan bopo istimewa,
Munas Tuti
ayoo oleh2 apa yg yg dibawa Aka..
Santi
syukurlah ratunya baik, jadi ga terjadi masalah besar
Munas Tuti
belum tau ajaa walu kelas Aka klo anak remaja itu seorg bopo.. .alhamdulillah temens Aka kembali
Mulyani Asti
Alhamdulillah gak sampe kejadian kaya Arjuna dulu waktu acara kampus,untung nya nyai nya baik sama aka aku udah deg2 an padahal
Nur Wakidah
oleh2 dari Nyi Ratuuuuuu , , ,
lhah gimna Romo mu gk tau Mas 🤭🤭🤭 wong Romo juga sakti mandra guna 😀😀😀 tp sok ben luweh sakti Mas Aka ✌️✌️✌️ piihhhh Mas Jun jangan marah 😀😀😀
Alah2 Bima leh so sweetttt 🤭🤭🤭 padine kangen Mas Aka 3 dino ora kepetuk ora ng sg dijarak i 🤣🤣🤣
Murti Puji Lestari
ya Allah.. irisan bawangnya sampai sini😭😭😭
amilia amel
kamu salah Ka kalo nanya sama romo-mu
wong romo-mu bopo istimewa
tapi masih istimewa dirimu kok Ka
Munas Tuti
sopo yoo sing nyeloi Aska mau bengii..
Rahmawati
oleh oleh nya apaan tuh
Rahmawati
pak wali kelas gk tau ya kalo aka itu calon bopo😂
Munas Tuti
Yaa Allah melas banget Arjuna...ikutan mrebes mili ikiii
Kristiana Subekti
up lagi thor 😁🤭
Atik Kiswati
sesuatu yg berbau mistis tu bagiku mengerikan.....gk bisa di nalar ama otak kt,hrs pake hati....kalau hatinya baik / bersih sih gpp tapi kalau hatinya jahat / kotor mlh tambah berabe.....
syora
kira kira oleh" apa ya
apapun itu semoga bermanfaat tnpa ada efek berbahayanya
lah mama's mama's aneh bin ajaib romomu kuwi titisan bopo pertama loh
ryriz: semuanya kan titisan... tp yg mewarisi batu panca warna milik bopo cokro manggala kan mamas aka...
total 1 replies
Cica Aretha
allhamduliah di kasih doble up..makasih thor ..semangattttt💪😍
TS
mas Aka dapet apa ya,,,,.semangat Thour Up yang banyak
Nuri 73749473729
alhamdulillah.... bs double2 up Thor semangat thor lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!