NovelToon NovelToon
SAKIT

SAKIT

Status: tamat
Genre:Selingkuh / CEO / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:32.3k
Nilai: 5
Nama Author: IAS

"Sakit, Mas! Apa yang kamu lakukan ke aku itu sangat menyakiti hatiku! Gimana bisa kamu ngelakuin ini ke aku, dan itu adalah adikku sendiri. Lalu kamu, kenapa kamu tega sama kakak mu ini haah!!"

Suara Swastamita bergetar hebat ketika berkata demikia kepada suaminya, Erdio Rasmaluyo.

Betapa tidak bergetar, rasa sakit di hatinya sangat nyata. Suami yang memintanya untuk melepaskan karinya demi menjadi ibu rumah tangga seutuhnya ternyata malah berselingkuh dengan adik tirinya.

Yang lebih mengejutkan adalah, perselingkuhan yang dilakukan Erdio dan Medini itu diketahui oleh sang ibu.

Sakit hati Swastamita ketika mengetahui bahwa di rumah itu hanya dirinya yang tak tahu apa-apa.

Adik tiri yang sangat ia sayangi melebihi dirinya sendiri tega menjadi duri dalam daging pada rumah tangganya. Dan suami yang ia jadikan imam, malah menorehkan luka yang begitu dalam.

Bagaimana Swastamita menghadapi rasa sakit yang dirasakannya tersebut?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon IAS, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 16

"Tuan, orang itu mendatangi Mbak Mita."

Rahang Lingga mengeras ketika mendengar informasi dari anak buahnya. Dia yang awalnya akan makan bersama keluarganya memilih untuk memutar balik mobilnya. Padahal hanya kurang lima menit lagi untuk sampai ke restoran tempat dimana acara makan bersama itu dilakukan. Tapi Lingga memilih untuk menuju ke tempat Mita lebih dulu.

Pikiran Lingga menjadi sangat kalut sekarang. Mita di rumah hanya sendiri. Dia tak memiliki siapa-siapa yang bisa melindunginya dari Erdio. Menurut Lingga, saat ini Erdio adalah ancaman terbesar bagi Mita. Dari pengamatan Baron tentang Erdio dan Medi, Lingga bisa menarik kesimpulan bahwa Erdio tak akan pernah melepaskan Mita.

Lingga tentu langsung memiliki firasat buruk mendengar laporan Baron tentang kedatangan Erdio di rumah Mita sekarang.

Bruum

Lingga menginjak pedal gas mobilnya lebih dalam lagi sehingga mobil yang ia kendarai semakin melaju cepat. Dalam hati dan pikirannya, Lingga terus saja berdoa agar tidak terjadi apa-apa pada Mita.

Ketika mobilnya sudah berada dekat dari rumah Mita, Lingga segera turun dari mobil. Dia berjalan cepat. Matanya membelalak ketika melihat tangan Mita yang digenggam erat oleh Erdio.

"Lepaskan dia sekarang juga! Apa kamu budek sampai nggak denger kalau dia bilang minta dilepasin!"

Degh!

"Pak Lingga?"

Mita terkejut ketika melihat Lingga ada di halaman rumahnya. Pria itu bahkan sudah berdiri di depannya sambil mengibaskan tangan Erdio dari tangannya.

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Lingga dengan raut wajah penuh kekhawatiran.

"I-iya, enggak Pak."

Mita menjawab dengan terbata. Meski dia heran dan bertanya-tanya mengapa Lingga bisa ada di sini, tapi dalam lubuk hati terdalamnya dia sangat bersyukur bahwasannya ada orang yang datang untuk menolongnya.

"Baguslah kalau kamu nggak apa-apa."

"Hei, apa-apaan ini? Siapa kamu sampai berani buat ikut campur urusan rumah tangga orang lain?"

Erdio mengerutkan alisnya dan rahangnya mengeras melihat tindakan Lingga. Terlebih ketika tangannya dihempaskan oleh pria itu, dimana rasanya menjadi sedikit nyeri.

"Setahuku kalian berdua sudah tidak berada dalam hubungan pernikahan? Bukankah kamu sedang ngajuin cerai, ya kan Mit?" ucap Lingga sambil melirik ke arah mantan pegawainya itu.

"I-iya benar. Saya dan dia sudah tidak dalam hubungan pernikahan karena kami sedang proses cerai," jawab Mita. Meski dirinya lagi-lagi merasa heran tentang bagaimana Lingga tahu tentang kasus perceraian ia dan Erdio, tapi saat ini lebih baik setali tiga uang dengan pria itu. Jika tidak, bisa saja Erdio akan terus berbuat nekat.

"Nah, jelas kan. Kalau kamu tanya siapa aku, aku adalah bos nya dia. Aku adalah atasan dari seorang Swastamita,"ucap Lingga dengan tenang dan berwibawa.

"Heh, Mita itu udah nggak kerja sama kamu lagi. Jadi gimana kamu adalah bos dia?" jawab Erdio dengan mata menyipit.

"Ohooo anda salah Tuan Erdio. Hari ini juga dia kembali jadi pegawai ku. Jadi aku adalah atasannya. Dan sudah tugasku melindungi setiap bawahanku. Kalau kau tak percaya, tanya aja sama Mita langsung," sahut Lingga tak mau kalah.

Erdio nampak kesal. Dia langsung melancarkan tatapan tajam ke arah Mita sebagai tanda bahwa dia meminta jawaban dari Mita.

"Ya bener, aku emang kerja lagi sama Pak Lingga. Sekarang aku udah on the way pisah sama kamu. Otomatis aku butuh kerja buat ngehidupin diriku sendiri. Jadi apa yang dikatakan sama Pak Lingga bener bahwa beliau adalah atasanku dan aku adalah pegawainya."

"Tck, sial!"

Erdio memekik kesal, wajahnya diliputi dengan kemarahan yang luar biasa. Saat ini Erdio tak lagi memiliki ide apapun untuk bertahan di sana. Sehingga dia pun memilih pergi.

"Aku tetap nggak akan mau cerai sama kamu, Mit. Aku nggak akan nglepasin kamu,"ucap Erdio sebelum meninggalkan rumah Mita.

Tatapan pria itu sungguh sangat tajam. Seolah-olah sungguh tak akan membiarkan Mita bernafas dengan bebass.

Bruk!

"Mit?"

Setelah Erdio pergi dengan mobilnya, tubuh Mita langsung ambruk ke tanah. Mita merasa seperti tulang-tulangnya dicabut dan tenaganya habis.

Belum pernah dia melihat Erdio seperti ini sebelumnya, dan menurut Mita itu sungguh sangat menakutkan.

"Kamu nggak apa-apa?" tanya Lingga dengan wajah yang penuh kekhawatiran.

"Ya Pak, saya tidak apa-apa. Terimakasih sudah membantu saya,"jawab Mita.

Lingga membantu Mita untuk berdiri, dia juga menuntut wanita itu menuju ke teras dan duduk di kursi yang ada di sana.

Lingga menatap Mita dengan tatapan yang tak bisa diartikan. Namun yang pasti saat ini pria itu sangat menghawatirkan Mita.

"Mit, ikutlah dengan ku. Kamu nggak aman kalau di sini terus,"ucap Lingga terus terang.

"Tidak bisa Pak, saya tidak bisa pergi. Saya harus menyelesaikan perceraian saya. Saya benar-benar harus berpisah dari pria itu," jawab Mita.

"Aku tahu, maka dari itu ikutlah dengan ku. Nanti biar pengacara perusahaan yang akan mengurusnya. Kamu kembalilah ke perusahaan, aku benar-benar akan menjamin keselamatanmu. Kalau kamu masih di sini, pria itu pasti akan menemui mu lagi. Dan aku merasa bahwa mungkin dia akan melakukan hal yang lebih nekat dari ini."

Ucapan Lingga memang benar, dimana Mita pun beranggapan demikian. Tapi jika dia pergi, apa yang akan dilakukannya. Dalam kondisi seperti ini, dia tak mungkin bisa bekerja dengan benar.

Tidak munafik, sakit hatinya membuat Mita itu down. Mentalnya tak stabil dan perasaanya tidak karu-karuan. Dalam kondisi seperti sekarang ini Mita merasa tak bisa bekerja dengan optimal. Jangankan optimal, mungkin dia pun sama sekali tidak bisa berpikir tentang pekerjaan.

"Nggak usah terlalu banyak berpikir. Gini aja, sekarang ayo ikut aku. Ini udah mau sore kan, ayo makan malam dulu. Kamu cuci muka, dan ganti baju. Kalau mau mandi juga nggak apa-apa aku tunggu. Jangan membantah, ini perintah. Kamu sepakat buat jadi karyawanku lagi kan, jadi ikuti apa yang aku perintahkan."

Entah apa yang Mita pikirkan, tapi dia dengan patuh melakukan apa yang dikatakan oleh Lingga.

Wanita itu masuk ke rumah, mandi dan berganti pakaian. Tak lupa dia membawa sebuah tas yang diisi hal-hal penting. Seolah dirinya siap untuk pergi meninggalkan rumahnya dalam waktu yang lama.

"Baiklah, sudah siap. Ayo kita pergi."

"Baik."

Mita benar-benar patuh. Dia masuk ke mobil Lingga tanpa protes. Mungkin kejadian dengan Erdio tadi cukup mengguncang mentalnya. Mita menjadi merasa takut dan berada di dekat Lingga menjadi terasa lebih aman sehingga dia mengikuti keinginan Lingga untuk pergi.

Lingga mengemudikan mobilnya, menuju restoran yang sudah ditetapkan oleh keluarganya. Tak berselang lama, mereka sampai. Setelah memarkirkan mobil, Lingga membawa Mita untuk masuk.

"Kok lama sih, Mas?" tanya seroang wanita yang usianya jelas lebih muda dari pada Lingga.

"Iya jemput temen. Nah ini temen aku, kenalin namanya Mita,"jawab Lingga sambil mengenalkan Mita kepada orang-orang yang sudah menunggunya.

"Selamat sore, saya Swastamita biasa di panggil Mita. Saya bukan temannya Pak Lingga tapi karyawannya beliau. Maaf sudah mengganggu waktunya."

"Laaah, Nduk. Ketemu lagi kita."

Eh?

TBC

1
bibuk Hannan & Afnan
oh pantesan saudara dan ibu tiri ternyata makanya berhianat.
bibuk Hannan & Afnan
pasa=pasar
typo kak
Dew666
Loh loh tamat
Mala Sari
gudluc as always ya thor❤️
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ya ka,gpp apapun itu yg penting KK nyaman semangat ya ka
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: hihihi,,,, terima kasih KK buat semua karyamu
total 2 replies
dewi rofiqoh
Ditunggu karya terbarunya kak
Damar Pawitra: huhuhu makasih ya udah baca karya" aku. aku minta maaf kalau masih banyak kurangnya 🤗🤗🤗🙏🙏
total 1 replies
Yulia Fitri
kok kyak gantung gtu sih thor,tmatnya?
stidak nya kasih epilog lh,spya tau lingga nnggu Mita menerima perasaannya brapa lama,,
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒: ya,ka semangat terimakasih sudah bertahan selama ini
total 4 replies
ElHi
tarik ulur nih🤣🤣
dewi rofiqoh
Siap2 aja mit! Kamu pasti bakal dapat kejutan dari lingga 🤭🤭
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
ga tau ajh km lingga LG menyusun strategi
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
beeeeuuuuhhh dah mulai posesif nih
Iffanaya 😽
pas awal denger suara aneh di kamar adek nya knp dobrak aja sih greget bgt 😠 ibu nya jg gila
ElHi
🤣🤣🤣🤣🤣
ElHi
coba dl lah gpp .ditolak yaa ntar maju LG.....gada ruginya 🤣🤣
ElHi
mau mulainya drmn ya Lingga???🤣🤣
ind@h
langsung tembak aja pak lingga 🤭🤭 jgn lama²..keburu mita buka hati buat yg lain..
Dew666
Betul betul betul
Mariee__shiitie___🍒🍒🍒🍒
lebih baik mencoba daripada g tau kmn arahnya
ElHi
kebakar ya om Lingga🤣🤣🤣🤣
ind@h
boleh minta dbl up g sih. 🤭🤔
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!