NovelToon NovelToon
Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Jeritan Dendam Sang Ibu Susu

Status: tamat
Genre:Ibu susu / Balas Dendam / Identitas Tersembunyi / Tamat
Popularitas:129.1k
Nilai: 5
Nama Author: Aisyah Alfatih

Sejak SMA, Amelia Hartono diam-diam mencintai Evan Cristian. Ketika takdir mempertemukan mereka kembali setelah lulus kuliah, Amelia mengira Tuhan akhirnya mengabulkan cintanya. Sebagai pewaris tunggal keluarga Hartono, Amelia yang polos dan kesepian menyerahkan seluruh kepercayaan kepada pria yang dicintainya.

Namun, cinta itu ternyata hanyalah jebakan.
Satu per satu aset perusahaan berpindah tangan. Pernikahan yang selama ini diyakininya sah ternyata palsu. Bahkan, bayi yang dikandung dan dilahirkannya dengan taruhan nyawa ternyata bukan darah dagingnya. Amelia hanyalah seorang ibu pengganti yang ditipu.

Di balik semua itu berdiri Evan Cristian dan istri sahnya, Carolin Baskara, model papan atas sekaligus putri keluarga konglomerat Baskara. Namun, saat semuanya hancur, Elang Anderson teman lamanya muncul kembali, pria yang diam-diam pernah jatuh cinta padanya kini membantunya.

"Kau boleh menangis hari ini, Amelia. Tapi besok, aku akan memastikan mereka yang menangis di hadapanmu.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aisyah Alfatih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

26

Keesokan paginya.

Sinar matahari pagi menembus celah tirai kamar. Evan mengerjapkan matanya perlahan. Kepalanya terasa berat, seolah baru saja melewati malam yang sangat melelahkan.

"Hm..." Ia mengusap pelipisnya, lalu perlahan bangkit dari tempat tidur.

Namun, begitu pandangannya menyapu seluruh ruangan, keningnya langsung berkerut.

"Ini ... bukan kamarku." Evan menoleh ke kanan dan ke kiri. Ruangan itu sederhana, dengan aroma lembut yang terasa asing baginya. Baru saat melihat pakaian wanita yang tergantung di dekat lemari, jantungnya berdegup lebih cepat.

"Ini kamar Laras..." Wajah Evan langsung berubah pucat.

Ia berusaha mengingat apa yang terjadi semalam. Namun, ingatannya hanya sampai saat meminum teh susu, kemudian semuanya terasa samar.

Pintu kamar terbuka perlahan.

Laras masuk sambil membawa nampan berisi sarapan dan segelas air hangat. Begitu melihat Evan sudah terbangun, langkahnya mendadak terhenti.

"T-Tuan..." Suasana mendadak menjadi canggung. Laras menundukkan wajahnya. Perlahan ia meletakkan nampan di atas meja.

Evan segera turun dari tempat tidur.

"Laras ... apa yang terjadi semalam?" Suaranya terdengar pelan, dipenuhi kebingungan.

Laras menggenggam ujung bajunya erat. Beberapa detik ia memilih diam.

"Tuan ... Saya..."

Evan melangkah mendekat. "Jawab aku. Apa semalam ... terjadi sesuatu di antara kita?"

Laras memejamkan mata sesaat. Lalu mengangguk pelan.

"Iya..." Jawaban singkat itu membuat Evan membeku. Laras kembali menundukkan kepalanya.

"Maafkan saya, Tuan. Saya seharusnya menghentikan Tuan. Saya seharusnya menolak."

Air mata mulai menggenang di pelupuk matanya. "Tapi ... saya tidak sanggup."

Evan menatapnya tak percaya.

"Laras ... Saya juga bersalah."

"Sebenarnya..." Laras menarik napas panjang, lalu mengangkat wajahnya dengan mata yang berkaca-kaca.

"Saya mencintai Tuan. Sejak bekerja di rumah ini ... Saya berusaha menahan perasaan itu."

Saya tahu Tuan sudah beristri. Saya tahu saya tidak boleh berharap. Tapi semalam ... Saya gagal mengendalikan hati saya."

Laras menutup wajahnya dengan kedua tangan, seolah dipenuhi penyesalan.

"Maafkan saya ... Saya benar-benar minta maaf."

Evan mematung. Rasa bersalah mulai menghantam dirinya. Jika apa yang dikatakan Laras benar, maka ia telah mengkhianati rumah tangganya. Ia mengepalkan kedua tangannya.

"Aku ... Aku benar-benar tidak ingat."

Laras hanya mengangguk pelan.

"Tidak apa-apa, Tuan. Anggap saja ... semalam tidak pernah terjadi. Saya tidak akan menuntut apa pun. Saya juga tidak akan merusak rumah tangga Tuan. Saya hanya ingin tetap bekerja menjaga Aurora." Ucapan itu membuat rasa bersalah Evan semakin besar.

Sementara Laras kembali menundukkan wajahnya. Di balik ekspresi sedih dan air mata yang tampak begitu meyakinkan. Tersimpan sebuah tekad yang tak tergoyahkan. Semua kalimat yang baru saja ia ucapkan, adalah bagian dari skenario yang telah ia susun dengan sangat rapi.

Evan masih berdiri terpaku di tengah kamar .

Tatapannya tidak pernah lepas dari Laras yang masih menundukkan kepala, seolah dihantui rasa bersalah. Beberapa saat kemudian, Evan mengembuskan napas panjang.

"Laras..."

Wanita itu perlahan mengangkat wajahnya.

"Iya, Tuan?"

Evan melangkah mendekat. Sorot matanya dipenuhi penyesalan, tetapi juga sebuah keyakinan yang baru tumbuh.

"Aku tidak akan membiarkanmu menanggung semua ini sendirian."

Laras menggeleng pelan. "Tidak, Tuan. Tolong lupakan saja apa yang terjadi semalam."

"Saya tidak ingin merusak rumah tangga Tuan."

"Tidak." Evan kembali menggeleng.

"Rumah tangga itu memang sudah berada di ujung tanduk. Hubunganku dengan Carolin sudah tidak bisa dipertahankan lagi. Setelah proses perceraian kami selesai..."

Evan menatap Laras dengan sungguh-sungguh.

"Aku akan menikahimu."

Laras membelalakkan mata, berpura-pura terkejut.

"T-Tuan ... kamu tidak perlu berkata begitu."

"Aku serius, kamu wanita baik. Kamu pantas mendapatkan status yang layak. Kamu berhak dinikahi. Laras ... terima kasih sudah datang ke hidupku. Selama ini, hanya kamu yang membuatku merasakan hangatnya sebuah keluarga."

Kalimat itu hampir membuat Laras tertawa getir.

'Hangatnya keluarga?' batinnya.

'Dulu ... saat aku menjadi Amelia, aku juga memberikan semuanya untukmu. Tapi yang kau balas justru pengkhianatan.'

Meski hatinya dipenuhi amarah, wajah Laras tetap menampilkan senyum tipis yang penuh keraguan.

"Tuan ... saya tidak meminta apa-apa. Saya hanya ingin Aurora tumbuh sehat."

Evan tersenyum lembut. "Itulah alasan aku semakin yakin memilihmu."

Tanpa berpikir panjang, ia membuka kedua tangannya, berniat memeluk Laras. Refleks, Laras mundur selangkah, wajahnya tampak gugup.

"Maaf, Tuan ... sebaiknya jangan."

Evan berhenti. "Kenapa?"

Laras buru-buru mencari alasan.

"Aurora ... Aurora masih di luar kamar. Kalau dia menangis dan saya tidak segera keluar, nanti pelayan akan mencari saya."

Evan menoleh ke arah pintu, lalu mengangguk pelan.

"Iya juga, kasihan Aurora." Ia tersenyum tanpa sedikit pun menaruh curiga.

"Pergilah, temui putri kita."

Kalimat itu kembali menusuk hati Laras.

'Putri kita? Dia memang putriku...' batinnya lirih.

'Tapi bukan lagi milikmu, Evan.'

Laras membungkukkan badan singkat.

"Permisi, Tuan." Tanpa menunggu lebih lama, ia berbalik dan melangkah keluar dari kamar.

Begitu pintu tertutup rapat. Senyum lembut di wajahnya perlahan menghilang. Berganti dengan tatapan dingin yang penuh tekad.

"Tidak akan lama lagi ... kamu sendiri yang akan menghancurkan semua kebohonganmu, Evan."

Sementara di dalam kamar, Evan tersenyum seorang diri. Ia sama sekali tidak menyadari. Bahwa, setiap langkah yang diambilnya kini justru membawanya semakin dekat menuju kehancurannya sendiri.

1
Ummee
beneran tamat kak?
nggantung kak😭
masih pensaran siapa yg bikin Elang celaka
Ummee: insyaAllah kalo ada rezeki lebih ya kak, maafff🙏
ini lagi fokus kebutuhan anak.
semoga kakak di lancarkan rezeki nya oleh Allah, Aamiin🤲
total 4 replies
Ummee
malang benar nasib Elang, kak author...
Ummee
kenapa merasa bersalah? kan yg salah bapak nya evan krn menggambil uang perusahaan
Ummee
apa Laras tdk pakai seragam baby sitter?
Ummee
ya iyalah, Aurora takut sama kamu mak lampir, u uppss🤭
Ummee
penasaran, misal ada di dunia nyata, si bayi DNA nya ikut siapa ya? 🙏
Ummee: oke kak, mkasih infonya🥰🙏
total 2 replies
Alfin Jambak
krnapa tidak ada sambungan dari kisah si elang
siska bejo
untuk cerita elang sudah selesai sampai disini kak
Aditya hp/ bunda Lia
nama grup wa nya apa aku cari gak ada
Aisyah Alfatih: DM aja wa ku kak nantinaku undang ke grup
total 3 replies
Keinara Leticia
mau banget kak
Keinara Leticia
mau kak
Aisyah Alfatih: gabung ke grup yang ada di sini ya nanti ada Wanya
total 1 replies
Yani
Ka, mau gabung link
Aisyah Alfatih: boleh kak langsung masuk grup kak
total 1 replies
tenny
seruu
xuer jinghao
kak lanjut semangat terus kak 💪🥰🥰🥰
Si Memeh
karya mu emang selalu bagus dn seru thooooorrrr 👍👍👍
Woro Septi
tamat ya ga jelas
Aisyah Alfatih: untung di lanjut sampai tamat kak,karna gagal retensi 🫣
total 1 replies
@💤ιиɑ͜͡✦⍣⃝కꫝ🎸🇵🇸
karya hebat! tapi masih misterius
Dewi Ansyari
Astaga Elang kasihan celaka😭😭😭,semoga bisa selamat
Dewi Ansyari
Kasihan Elang cinta yg tidak pernah terbalaskan 😭😭
Dewi Ansyari
Tunghulah kehancuran kamu Evan,Carolin dan tuan baskara,sebentar lagi kalian akan mendapatkan ganjarannya 😡😡😡
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!