Annisa Marwa harus pergi dari kehidupan keluarganya setelah dia tahu bahwa dua orang yang dia sayangi dan dia percaya menjalin hubungan dibelakangnya.
Disakiti oleh kedua orangtuanya, Dikecewakan oleh Kakak dan Tunangannya tak membuat Marwa mundur atas kepergian itu. Tak ada air mata tangisan yang mengiringi langkahnya dalam meninggalkan kota itu.
Hingga pertemuannya dengan Rayyan Al Ghafa Pangestu merubah hidupnya. Marwa menjadi wanita yang lebih tangguh dan kuat dalam menghadapi apapun.
••••••••
"Aku Marwa, Sesuai dengan namaku.. Aku akan jadi wanita tangguh dan kuat tanpa takut pada siapapun.. " Annisa Marwa
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon El Viena2106, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Tawaran Rayyan
Sudah dua hari Marwa tinggal diapartemen milik Rayyan. Dan semalam tadi, Haidar mengirim pesan kalau Bos yang punya apartemen ini akan datang dan bertemu dengannya.
Sialnya, Marwa bangun kesiangan hari ini. Entah karena lelah, Atau saking nyenyaknya tidur atau mungkin karena mulai sekarang dia seolah tak punya beban lagi Marwa sendiri juga tidak tahu.
Yang jelas, Marwa merasa dalam otaknya enteng sekali. Fokus dia sekarang hanya satu, Yaitu bekerja keras lalu menyembuhkan kakinya yang pincang itu agar kembali seperti semula.
Dia tidak terlahir secara cacat, Maka dari itu Marwa ingin punya kaki normal seperti dulu usai kecelakaan itu merenggut kaki normalnya.
"Astagaa.. Seumur hidup aku gak pernah bangun siang kayak gini.." Gumam Marwa yang cukup terkejut melihat jam di dinding sudah menunjukkan hampir pukul delapan pagi.
"Aku harus apa dulu ya, Sekarang? Beres-beres aja dulu kali ya.." Marwa beranjak pergi ke kamar mandi lebih dulu untuk mencuci muka.
Setelah selesai, Marwa membereskan tempat tidur dan kamar yang ia tempati lebih dulu. Kemudian gadis cantik itu mulai keluar dari kamarnya lalu mengambil alat untuk bersih-bersih dibagian ruang tamu. Kondisi kakinya yang memang tidak normal itu membuat Marwa tidak bisa leluasa dan secepat kilat membereskan apartemen yang super mewah nan luas itu.
Sebenarnya apartemen ini memang sudah bersih, Akan tetapi Marwa takut saja kalau calon bosnya itu datang lalu mengecek tempat ini dengan teliti. Kalau tidak bersih apa tidak kacau hidupnya..
Marwa memang lebih memilih untuk bersih-bersih dulu. Setelah selesai, Barulah ia akan pergi untuk memasak.
Siapa tahu calon bosnya itu nanti datang sekitar siang hari hingga Marwa bisa memasak makan siang lebih dulu. Untuk sarapan mungkin dengan makan roti sudah cukup.
"Ya Allah.. Capek banget sih.." Marwa mengusap keringat yang merembes di keningnya. Ia menarik nafas panjang ketika rasa lelah itu menempel di tubuhnya.
"Padahal baru aja nyapu tapi udah keringatan gini.." Marwa menghembuskan nafasnya dengan kasar, Kerja dengan buru-buru itu memang sangat melelahkan.
Ting..
Sebuah notifikasi masuk ke benda pipih milik sahabat Nina itu. Marwa membuka pesan yang ternyata dari Haidar.
"Setengah jam lagi Bos akan sampai.." Marwa menelan salivanya dengan susah payah usai membaca pesan itu.
"Padahal baru aja selesai nyapu.. Astagaaa..." Gadis itu mengusap keringat dikeningnya.
"Mandi aja dulu kali ya.." Mandi adalah pilihan yang diambil oleh Marwa sebelum gadis tersebut memasak.
Ia kembali masuk kedalam kamarnya setelah meletakkan alat untuk bersih-bersih tadi. Tanpa Marwa sadari, Kalau Bos yang dimaksud sudah berada diluar apartemen.
Rayyan berdiri didepan pintu apartemennya sendiri. Bahkan pria itu mulai mengetuk pintu berulang kali akan tetapi tidak ada yang membukakan pintu.
"Kemana dia?" Gumam Rayyan seraya melihat jam tangannya. Sudah hampir dua puluh menit Rayyan berdiri menunggu disana, Kakinya pun sampai pegal sekali.
Tak sabar, Rayyan membuka pintu apartemennya lalu masuk. Begitu pria itu masuk, Kakak dari Raisha tersebut tidak melihat siapapun disana.
Apartemennya sepi seakan tak ada kehidupan sama sekali.
"Kemana?" Rayyan duduk disofa ruang tamu itu. Daripada dia menunggu didepan pintu pegal berdiri bukankah lebih baik menunggu didalam saja bukan?
"Kenapa dia tidak menyambutku? "Gumam pria itu. Padahal Rayyan sudah berpenampilan rapi agar Marwa langsung tertarik dengannya. Eh begitu sampai malah tidak ada siapapun. Sial memang...
...****************...
Marwa langsung keluar dari kamar mandi setelah selesai membersihkan diri. Gadis itu juga berpenampilan dengan baik karena penampilan itu sangatlah penting sekali.
"Alhamdulillah.. Akhirnya selesai juga.." Marwa juga menata rambutnya dengan rapi. Dia tidak ingin calon bosnya menjadi ilfeel ketika melihatnya.
Setelah semua telah selesai, Barulah Marwa keluar dari kamarnya. Ia menghela nafas panjang akhirnya ia bisa menyambut sang calon bos. Tidak tahu saja bahwa Rayyan melihat pergerakannya. Marwa meraih sebuah kemoceng dan membersihkan vas disana.
"Nana..nana..." Marwa bersenandung, Sepertinya Marwa tidak melihat bahwa diruang tamu itu sudah ada seorang pria yang sedang duduk melihat gerak geriknya.
"Jadi seperti ini caramu menyambutku...
"Aaaaa..
PRAANKKK!!
"Haaaahh...
Marwa berteriak karena terkejut. Saking terkejutnya, Tangan gadis itu tak sengaja menyenggol vas mahal yang baru saja dia bersihkan sampai pecah berkeping-keping dilantai.
"Ya ampun.. Bagaimana ini?
Rayyan seketika berdiri melihat vas yang ia beli dari acara lelang dua tahun lalu pecah berserakan.
"Kau!!" Rayyan mengangkat salah satu sudut bibirnya melihat ketakutan Marwa saat memecahkan vas itu. Sepertinya pria itu punya rencana.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Marwa menelan salivanya susah payah melihat seorang pria yang tidak asing itu melangkah maju kearahnya.
"An..Anda siapa?" Tanya Marwa dengan perasaan gugup yang luar biasa.
"Menurutmu aku ini siapa? Memangnya siapa yang bisa masuk kesini kalau bukan pemilik apartemen ini..
Deg!!
Dan disinilah Marwa sekarang berada, Gadis itu duduk dihadapan Rayyan dengan kepala menunduk.
Tadi Rayyan sempat menatapnya tajam membuat gadis itu jelas saja takut dengan tatapan itu.
"Aku membeli Vas itu diacara lelang.. Harganya kalau tidak salah sekitar sepuluh koma lima miliar.. Dan tadi kau memecahkan barangku itu. Lalu bagaimana caranya kau ganti rugi?" Kepala Marwa perlahan medongak menatap wajah Rayyan yang terlihat dingin sekali.
Pria itu melihat kedua tangannya didada, Satu kakinya diangkat disatu kaki yang lainnya.
"Sepuluh koma lima miliar? Uang dari mana?
"Bagaimana?
"Eum.. Tuan, Saya minta maaf.. Saya, Benar-benar tidak sengaja memecahkan vas itu. Saya cukup kaget tadi karena tiba-tiba saja anda berada disini..
"Kau menyalahkanku?" Marwa menggelengkan kepalanya cepat.
"Tidak.. Saya tidak menyalahkan anda karena tiba-tiba saja masuk. Saya hanya..." Marwa tidak melanjutkan ucapannya. Entah apalagi yang akan gadis itu katakan..
"Lalu bagaimana caramu mengatasi masalah ini. Mau ganti rugi, Atau semua selesai secara hukum.." Mata Marwa membuat sempurna mendengar kata hukum.
Bayangkan saja, Kakinya sudah pincang apa tidak tambah pincang kalau dia dipenjara.
"Tuan, Saya mohon.. Jangan bawa masalah ini ke jalur hukum.. Saya akan melakukan apapun asal saya jangan dipenjara.." Marwa memohon. Kedua tangannya terkatup rapat.
"Benar, Kau akan melakukan apapun asal jangan dipenjara?" Marwa mengangguk patuh.
"Baiklah.." Gadis itu tampak menghela nafas lega.
"Menikahlah denganku..
Deg!
"Ap.. Apa??
"Kenapa? Kau tidak mau?
"A.. Anu... Itu, Tuan.. Saya..
"Jadilah istriku.. Maka aku anggap lunas semuanya.. " Kedua tangan Marwa terkepal dengan keringat dingin yang mulai membasahi pelipisnya.
Rayyan bangkit, Pria itu mendekati Marwa lalu berbisik ditelinga gadis itu.
"Aku butuh keturunan.. Kau tidak perlu khawatir, Setelah kau memberikan keturunan untukku aku berjanji tidak akan meninggalkanmu.. Aku akan tetap menjadikan mu istriku sepenuhnya, Bagaimana? Tapi itu kalau kau mau.. Kalau tidak ya, Kau bisa bekerja dikantor ku.. Dan setiap gajian akan ku potong Bagaimana?"
Tawaran Rayyan ini adalah tawaran mematikan bagi Marwa. Hutangnya akan lunas kalau dia menerima tawaran menikah itu, Kalau tidak dia akan potong gaji.
"Kalau potong gaji.. Harus berapa tahun hingga berkumpul sepuluh koma lima miliar.. Marwa! Kenapa nasib mu seperti ini...
"Aku beri waktu dua hari untuk kau berfikir.. Ganti rugi atau menjadi istriku.."
•
•
•
TBC
Dina mana.. dina manaaa..
biar makin seru nechdrama ny 😃😃😃
gmn tuuh ,, gmn tuuuh ,,
pgen jungkir balik rasa ny aq ,, 🤸🤸🤸🤸🤸🤸🤸
aq rasa udh ijooo mukany si tania ,,
udh pulang aj ke Susan ,, dy juga istri km koq raskii ,,